SAP2000 ver 7.40 student version (up-dated 16 Juni 2013)

Catatan : dengan telah diterbitkannya buku Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000 pada bulan April 2013, maka threat ini rasanya relevan kembali untuk diperbaharui. Maklum, sebelumnya ada permasalahan dengan sharing file yang dipakai. Semoga dengan digunakannya Mediafire ini, permasalahan dapat diatasi.

Meskipun program SAP2000 yang beredar sudah sampai versi 10, tetapi tidak berarti bahwa program-program versi lama adalah program yang sudah out-of-dated. Pengalaman menunjukkan bahwa program-program baru memang memberikan option-option unggulan yang state-of-the-art (terkini) tetapi hal tersebut belum tentu dipakai, apalagi dalam pembelajaran tingkat S1.

Bahkan ada kemungkinan karena option yang ada terlalu canggih tetapi tidak dipahami dengan benar maka hasilnya dapat saja membingungkan atau menyesatkan sehingga menghasilkan output yang salah. Hal tersebut merupakan suatu kenyataan yang dapat saja terjadi. Salah satu kasus yang menunjukan bahwa hasil program SAP2000 versi ini lebih “benar” dibanding versi yang lebih baru sudah pernah penulis presentasikan di lokakarya dosen-dosen teknik sipil yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil ITS tanggal 13 – 14 Juli 2005 tahun kemarin (lebih detail), selanjutnya kasus serupa penulis ulas kembali dalam seminar bersama dengan Prof. Wiratman Wangsadinanata yang diselenggarakan Departemen PU tanggal 2 Desember 2006 (lebih detail).

Adanya kasus tersebut sehingga sampai dapat diangkat dalam suatu forum resmi menunjukkan bahwa program komputer rekayasa masih terbatas sebagai alat saja, hasilnya tergantung dari siapa pemakainya. Tidak ada jaminan bahwa jika digunakan versi yang terbaru maka hasilnya akan lebih baik dari versi yang lama.

Selain itu, umumnya versi yang terbaru masih sulit ditemui yang gratisan (kalau ada info ya), sehingga apabila dalam pembelajaran tersebut penyelenggara harus ngotot untuk membeli program versi yang terbaru, maka diperlukan anggaran yang sangat banyak. Kalau punya duit sih nggak apa-apa (tetapi mestinya dapat dialokasikan ke hal yang lain sehingga lebih bervariasi) , sedangkan kalau memakai program bajakan, ini akan memberi contoh moral yang kurang baik. Bagaimanapun jika anda di dunia pendidikan maka cobalah mulai menghargai hak-cipta (copy-rights) . Untuk itulah mengapa di Jurusan Teknik Sipil UPH, program SAP2000 yang digunakan adalah versi berikut :

versi sap2000

Program tersebut terbatas hanya dapat menangani jumlah nodal kurang dari 100. Sedikit ya ? Kalau untuk komersil, ya memang iya, tetapi untuk pembelajaran lebih dari cukup. Ah masa ? Iya, kecuali anda tidak bisa membikin modul untuk mengekplorasi program tersebut secara benar.

Untuk pembelajaran tentang Structural Analysis Program maka program versi ini sangat cocok jika digabung dengan modul pembelajaran yang terdapat pada buku karangan saya yang telah diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo. Belum tahu ? Klik aja ini.

Versi SAP2000  Student Version 7.40 di atas dapat anda down-load secara bebas dan digunakan sesuai dengan maksud pembuatnya yaitu untuk sarana belajar dan bukan untuk maksud komersil (misal proyek). Karena ukurannya relatif cukup besar maka dibagi dalam beberapa bagian dalam bentuk file *.zip sebagai berikut :

  1. SAP2000 Student#1.zip (49,073 kb) , ini telah di up-load ulang << 16 Juni 2013 >> di  Mediafire (www.mediafire.com), semoga semakin lancar.

  2. SAP2000 Student#2.zip (2,702 kb) << up-dated 16 Juni 2013 >>

  3. System.zip (4,172 kb) << up-dated 16 Juni 2013 >>

  4. Tutorial.zip (15,903 kb) – optional , berisi fil-file multimedia untuk belajar SAP2000. << up-dated 16 Juni 2013>>

  5. Manual.zip (19,056 kb) – optional, berisi file-file pdf dan multimedia. <<up-dated 16 Juni 2013>>

  6. Example.zip (38 kb) – optional <<up-dated 16 Juni 2013>>

Untuk menjalankan program SAP2000 maka tentu saja anda harus men-down-load file-file di atas. Langkah ke-dua extract-lah file-file *.zip tersebut dalam direktori yang sama.

Langkah ke-tiga : cari file setup.exe. Jalankan. Beres.

<<up-dated 17 Juni 2013>>

277 respons untuk ‘SAP2000 ver 7.40 student version (up-dated 16 Juni 2013)

  1. Dear Sir…
    Mohon ijin untuk menjawab pertanyaan di atas
    saya coba bantu mas Asri ….

    emang kalo dilihat sepintas nilai reaksi perletakan yang ada secara manual tidak akan sama dengan nilai yang dihasilkan oleh program.
    hal ini dapat terjadi bila fungsi perhitungan berat sendiri penampang tidak diubah. biasanya secara default program akan otomatis menghitung berat sendiri penampang, jika mau dibandingkan dengan MT klasik yang tidak memperhitungkan berat sendiri penampang jelas nilai reaksi perletakan tidak akan sama.

    untuk menghilangkan perhitungan otomatis berat sendiri penampang, silahkan masuk ke menu DEFINE – STATIC LOAD CASES.
    di situ akan tertera Self Weight Muliplier. Pada beban mati (dead load) ganti angka 1 (satu) menjadi angka 0 (nol). Hal ini berarti fungsi perhitungan berat sendiri penampang ditiadakan.
    bila input data lainnya tidak ada yang salah, silahkan nge-run. harusnya tidak ada perbedaan lagi….

    Selamat belajar
    🙂

    Suka

    • Dear Son,
      oh iya. thanks mas Son, salam kenal juga. tolong mas son add acount Facebook saya “Yadhi Mayerhof Sahiru”. saya butuh skali orang seperti mas Son bwt shearing tentang ilmu teknik sipil.. .

      Thanks juga bwt pak Wiryanto yang sudah membantu, saya senang bisa gabung di Blog ini. salam

      Suka

  2. mau nanya pak, saya baru belajar SAP.

    Saat mendefine kolom beton, apa si bedanya reinforement to be checked, dengan to be designed?

    Trus kenapa jika kolom d buat reinforement to be design, warna tingkat keamanan selalu merah/ orenge, berbeda dengan reinforement to be checked?Apa memang betul demikian?

    Trus, untuk merencanakan perhitungan struktur qta pilih yang mana?

    Suka

  3. Senang sekali saya membaca blog ini. Apalagi saya juga mahasiswa Unpar yang terseok-seok lulus kuliah, belajar lebih lama berarti mempelajari lebih mendalam, hehehe.. (ngeles)
    Saya pernah belajar SAP2000 dengan Pak Bambang Suryo, juga Kerja Praktek dengan ibu Winarni senangnya bisa dikasih B saja juga dengan Pak Paulus Karta Analisis Struktur dengan Matriks juga bangga dapat B yang jarang di dapat.

    Masalahnya saya dikantor disuruh mengecek beban talang airyang menyeberang saluran dengan bentang 15 meter tapi dengan dijadikan beban terpusat tengah bentang beton saja beratnya sampai 16 ton. Dengan gambar tapakan pondasi tebal 1,2 x 1,5 m2 dan ketinggian 1,5 meter dengan tiang pondasi….

    Intinya apasaja kira-kira yang mesti saya perhatikan agar tidak terjadi guling baik pada tiang maupun pada tapakan atau crack dtengah bentang. Talang air tersebut bisa efektif dan tidak terlalu berat.

    Walaupun kuat juga tapi tetep aja tidak imbang/boros besi/efektif talang tersebut. Gmana saran bapak.. terimakasih sebelumnya : Okta Sipil 96

    Suka

  4. halo pak, numpang nanya ya pak…
    1. apa tulangan lentur dan geser pada balok, dan aksial pada kolom yang didisain dengan SAP2000 terdefinisikan/teraplikasikan secara otomatis kedalam balok atau kolom yang sudah didisain tersebut. atau hasil disain harus kembali di inputkan manual kedalam section properties balok/kolom tersebut.

    2. saya baru membaca tulisan bapak yang berjudul ‘Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan SAP2000’, dan saya mencoba untuk ikut menganalisa struktur baja yang ada didalam studi kasus tulisan tsb. namun, ada satu hal yang membuat saya bingung, yaitu gaya reaksi dasar yang anda hasilkan dalam tulisan tersebut. dalam tulisan bapak dikatakan bahwa:
    ‘Untuk memperhitungkan percepatan gempa yang
    sembarang terhadap struktur gedung, pengaruh
    pembebanan gempa dalam arah utama dianggap
    efektif 100% dan dianggap terjadi bersamaan dengan
    pengaruh pembebanan dalam arah tegak lurus pada
    arah utama pembebanan tadi dengan efektifitas
    sebesar 30%’.

    namun, gaya reaksi dasar yang dihasilkan:
    untuk eq-x: fx=30821.24, fy=826.44
    untuk eq-y: fx=826.44, fy=27118.05,
    nah logika saya gini pak, kalo memang pengaruh pembebanan dalam arah tegak lurus 30%, kenapa nilai gaya gesernya kurang dari 30%, malah kalo dihitung cuma 3%? misalnya: eq-x: fx=30821.24, nah dalam arah y, fx cuma 826.44….maaf kalo saya salah pak, mohon pencerahannya…

    terimakasih pak Wir…
    Gbu

    Suka

    • Itulah dik, karena yang digunakan adalah analisa dinamik (Analisa ragam spektrum respon) dimana bebannya berupa respon spektrum yang diberikan pada arah x dan arah y.

      Dalam mengkombinasikan arah x 100% dan y 30% (tegak lurusnya) digunakan cara CQC (complete quadratic sum of squares). Jadi bukan penjumlahan biasa.

      Oleh karena itulah pada langkah berikutnya ada kalibrasi, sesuai peraturan bahwa hasil analisa dinamik tidak kurang dari 90% gaya geser dasar statik ekivalen.

      Kondisi adik dapat dimaklumi bahwa dosen analisa dinamik biasanya mengacu pada hitungan klasik dan bukan nya numerik pakai komputer, sehingga kasus-kasus di atas menjadi tidak terlihat.

      Suka

  5. makasih pak buat jawabannya. tapi sebenarnya ada yang masih mengganjal.
    soalnya saya sudah coba untuk mendefinisikan beban respon spektrum dengan model kombinasi CQC. dan menggunakan faktor skala untuk x (U1)=1 dan y (U2)=1, setelah itu saya ganti faktor skala yang berbeda, maka nilai base reaction akan bergerak linier atau sesuai dengan faktor skala yang diberikan. jika 100% maka nilai base reaction dikali 1. kalo 30%, maka nilai base reaction dikali 0,3.

    maaf pak, opini beginner y gini…hehe…
    tapi setidaknya dengan baca tulisan2 bapak, ada rasa ingin tahu yang membuat saya belajar lebih…
    berharap suatu saat bisa menganalisa struktur seperti pak Wir ini…ato yang sering bapak sebut ‘engineering judgement’…

    Suka

    • @ary
      argumentasi anda betul, khususnya jika yang bekerja adalah dua gaya orthogonal yang bekerja pada pada pusat massa yang berhimpit pada pusat kekakuan, sehingga yang terjadi hanya translasi saja. Sedangkan pada makalah saya, pusat massa tidak berhimpit pada pusat kekakuan karena diberikan eksentrisitas tambahan. Pada kondisi tersebut, selain translasi juga akan terjadi rotasi. Adanya gaya rotasi tersebut mengakibatkan gaya kopel yang tegak lurus dengan gaya yang diberikan. Inilah yang mengakibatkan nilainya tidak linier, bisa menambah dan mengurangi.

      Adanya gaya yang lebih kecil dari 30% itu mungkin perlu dilihat lagi, ada kemungkinan arah penambahan eksentrisitas kurang tepat, jadi maksudnya mencari kondisi ekstrim tetapi hasilnya tidak seperti itu. Pada makalah itu memang tidak ada peninjauan lebih lanjut. Nah, menarik juga itu untuk dievaluasi. Atau bisa juga diakibatkan besarnya eksentrisitas arah x dan y juga berbeda. Tetapi terus terang pada saat itu memang tidak diteliti, karena maksud response spectrum pada kasus tersebut adalah untuk mencari distribusi gaya geser tingkat secara dinamik sehingga diperoleh gaya geser dasar dinamik (V dinamik) agar nanti dapat telah diskalakan ke 0.9 V statik (gaya geser dasar statik ekivalen).

      Jadi intinya, adanya analisa dinamik respose spektrum adalah agar mendapatkan pengurangan V statik menjadi 0.9 V statik, tetapi distribusi tingkatnya tidak melalu statis momen seperti cara statik ekivalen tetapi distribusi berdasarkan hasil responses spektrum.

      Moga-moga dapat dipahami.

      Suka

      • Terima kasih banyak pak Wir sudah mau menanggapi komentar-komentar saya. hehe…setelah saya perhatikan lagi, pengurangan bukan hanya terjadi pada V dinamik, namun juga pada V dinamik yang telah diskalakan (0,9V statik). besar nilai 0,9Vstatik sumbu yg tegak lurus sumbu beban utama kurang lebih 3% dari 0,9Vstatik arah tersebut. saya nanti akan coba lakukan evaluasi pengurangan gaya tersebut akibat perubahan eksentrisitas pusat massa dan kekakuan yang terjadi atau jika ada kemungkinan lainnya..

        tapi mungkin sementara ini saya fokus pada tujuan tulisan tersebut yaitu untuk mengevaluasi kinerja struktur baja tersebut dengan pushover…dari awal memang saya pengennya mempelajari analisa pushovernya. kok saya malah jadi bahas gaya geser y…hehe..

        sekali lagi terima kasih banyak y pak Wir..
        Gbu.

        Suka

  6. selamat sore pak wir,

    sebelumnya terima kasih pak, dari blog ini saya belajar banyak tentang dunia keteknik sipilan yang tidak saya dapatkan di perkuliahan.

    pak wir, saya sudah mendownload file-file sap2000 ver 7.40 student. saya pun sudah melakukan sesuai dengan apa yang tertera, tapi kok tetap ga bisa jalan ya pak? terutama yang SAP2000 Student#1.zip, setelah saya jalankan sap bat nya ada yang corrupt waktu saya zip.mungkinkah ada yang salah ya pak? padahal saya downloadnya juga sudah komplit semua.

    terima kasih…:D

    Suka

  7. Wah kebetulan sekali nich pak wir ada artikel yg membahas masalah SAP…
    Maaf pak izin bertanya.,
    Yang saya tau program SAP memang memiliki bnyk fungsi, dan ada yang bilang bisa jg digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan jalan beton dengan menganggap sebagai pelat lantai.
    Nah yg saya bingung bagaimana reaksi perletakannya itu spt apa?? Apakah program SAP ini bisa digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan.
    Mohon pencerahannya pak…..

    Suka

    • @Dicki,
      Program SAP2000 adalah general purpose structural analysis program. Jadi selama bisa memodelkan sembarang struktur maka solusi force-displacement akan mendapat penyelesaiannya. Memang yang susah adalah strategi membuat model struktur yang sesuai, itu perlu kedalaman pemahaman tentang masalah, khususnya perilaku struktur dan juga kedalaman pemahaman algoritma numerik yang digunakan oleh program.

      Umum yang biasa dilakukan orang, adalah bentuk-bentuk struktur yang umum, yang sering dijumpai, untuk kasus tertentu akan tahu model yang tepat dsb.

      Tentang masalah kamu, yaitu perencanaan tebal perkerasan jalan, ini masuk pada kategori soil-structure-interaction, gampang-gampang susah. Gampangnya adalah model dapat dengan mudah dibuat dengan SAP, susahnya adalah korelasi yang tepat antara model dan strutur nyata yang perlu judgement tertentu. Maklum untuk memodelkan tanah sebagai spring konstan adalah ada seninya.

      Kasus anda adalah disebut sebagai slab-on-grade, solusinya seperti beam on elastic foundatioan. Tumpuannya bukan sendi, rol atau jepit, tetapi pakai spring konstan arah vertikal. Ini ada opsinya di program SAP2000.

      Suka

      • Terima Kasih banyak atas ilmunya pak.,

        Setelah saya cari dibeberapa referensi ternyata ada yang memodelkan seperti yang bapak sampaikan dan ada juga yang memodelkan dengan cara lain tetapi dukungannya masih berupa spring konstan. Apakah boleh cara itu digunakan??

        Mohon maaf pak, saya mohon dijelaskan mengenai pernyataan bapak ……..”Maklum untuk memodelkan tanah sebagai spring konstan adalah ada seninya”…….
        Saya belum faham maksudnya

        Suka

  8. pak Wir untuk sap 2000 saya mengunakan tuk perhit rangka atap baja ringan/truss, hanya kurang begitu yakin akan keakuratanya mungkin bapak bisa bantu cara perhitungan tuk truss tsb… makasih

    Suka

  9. pak, saya ardhi. mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. kebetulan tugas akhir saya mengenai analisa struktur jembatan penyeberangan orang (JPO) akibat beban dinamis menggunakan program SAP2000. Saya mencari frekuensi JPO akibat beban dinamis manusia menggunakan response spectrum curve. yang saya bingung, pertama kita harus menentukan joint yang ditinjau. apa fungsinya pak? apakah kita bisa mengetahui frekuensi berdasarkan titik yang ditinjau saat beban berada pada jarak x? lalu apa bedanya PSV, PSA, SV sama SA pada response spectrum curve pak? ketika absis frekuensi dan ordinat PSV, bagaimana kita melihat nilai frekuensinya? lalu fungsi dari nilai PSV apa? trima kasih banyak pak atas perhatiannya.

    Suka

    • Untuk mencari frekuensi alami struktur jembatan, cukup memakai Eigenvalue analysis saja. Dimana parameter yang menentukan adalah kekakuan struktur (EI dan bentuk geometri) serta massa bangunan. Spectrum curve adalah untuk perhitungan dinamik gempa.

      Suka

  10. Salam Kenal Pak Wiryanto Dewobroto,
    Pak Saya johan Japri, sangat senang sekali bisa ketemu dgn blog bapak seorang dosen, yang berbagi kasih kepada orang yang butuh, khususnya dlm bidang pendidikan (sebagai inspirasi) maaf pak Wir, Bisa bantu saya untuk alamat link mencari jurnal ilmiah bhs indonesia tentang Teknologi pangan.(analisa Mikrobiologi pangan) karena berbagai cara saya belum ketemu untuk penyusunan skripsi saya

    Terima kasih Pak Wir (GBU)

    Suka

  11. Salam kenal pak wir….. mo nanya dongk.
    sy melakukan alanisis struktur terhadap bangunan 3 lantai dengan portal dan rangka atap struktur baja dengan SAP 2000, terus sy bingung pak’ pada saat mau di runingnya..Set Analyesis Options sy harus pilih spae frame atau space Truss pak? karna sy pikir klo struktur rangka atap itu bersifat truss dan portalnya sendiri bersifatframe pak, sebenernya bolah apa engga tu pak melakukan permodelan penggabungan model 3D yang seperti itu? thankas pak wir

    Suka

    • Konsep menggabungkan portal dan atap baja pada prinsipnya tergantung pada tahapan pelaksanaan dan sistem sambungannya. Jika portal dan struktur rangka atap dikerjakan bersama sampai selesai dan baru dibebani secara bersamaan dan diharapkan perlu bekerja sama maka tentunya pemodelannya jadi satu.

      Tapi seperti misalnya, portal dari beton, dan rangka dari baja, yang mana pelaksanaannya tidak bisa bersamaan dan juga sistem sambungannya tidak bisa menyatu (monolith) maka akan lebih mudah dan aman, jika atas dihitung dahulu, yang mana gaya-gaya reaksinya diberkan kepada portal sebagai beban tambahan.

      Jika ingin dianalisa bersamaan maka tentu untuk analysis dipilih space frame. Sedangkan jika ingin rangkanya berperilaku sebagai truss maka cukup pakai option release atau cara manipulasi lain.

      Suka

  12. Salam Kenal Pak. Saya Supriadi dari Fakultas Teknik (sipil) Universutas Muhammadiyah Luwuk (SULTENG).
    Pak Wir, Saya mau tanya :
    1. apakah ada perbedaan hasil output SAP2000 (licensi) dengan SAP2000(non licensi) ?
    2. saya pernah baca bahwa bapak sudah lama tidak lagi menggunakan program ETABS. Mengapa bapak tidak lagi menggunakan program tersebut pak? apa-apa saja kekuranganya pak?

    Untuk sementara itu saja pak. Trima kasih sebelumnya.

    Suka

  13. Salam Kenal Pak. Saya Sujianto dari Fakultas Teknik (sipil) Universutas Sebelas Maret Surakarta yang sedang mengerjakan skripsi tentang analisis struktur perkerasan jalan.
    Pak Wir, Saya mau tanya :
    1. dalam skripsi saya jalan saya mdelkan sebagai shel,, dalam perkerasan jalan saya ada 3 lapis, yaitu PBS, WLC, dan Sub Base yang ketiganay saya modelkan sbg shel (pelat), yang ingin saya tanayakan bagaimana cara menyatukan ke 3 pelat tsb supaya kalau pelat yang paling atas bilai dikenai beban bisa menyalur samapai pelat paling bawah….???

    Suka

  14. Salom pa….
    sekarang sy lg modelin suatu bangunan yang menggunakan struktur open frame dan shaer wall mengunakan program sap 2000, na cara untuk menentukan besar gaya geser yang diserap sama shear wall itu gimana ya pa,,?
    soalx mau bandingkan gaya geser yang diserap sama shear wall dan open frame..
    Thanks…!!!

    Suka

  15. Assalamu’alaikum War. Wab.
    Salam kenal dari Lukito. Bagaimana saya bisa pesan buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 Edisi Baru” + CD-nya, pak? dan berapa ongkirnya? mohon diinformasikan di e-mail: lukito75fatwa@gmail.com
    Trims,
    by Lukito, Poso, Sulawesi Tengah

    Suka

    • sdr Lukito,
      Buku yang anda maksud sudah lama habis. Meskipun demikian, saat ini saya sedang berbagi waktu untuk menerbitkan edisi yang diperbaharui dengan judul “Komputer Rekayasa Struktur – dengan SAP2000”.
      Di doain ya biar cepat selesai.

      Suka

  16. salam kenal pak.
    pak kalau mau cari buku panduan sap untuk ngerjain sap jembatan prategang itu bukunya judul bukunya apa ya pak. apakah saya bisa pesan bukunya?? & apakah dasar-dasar pengerjaan sap jembatan prategang sama dengan kalau mengerjakan sap gedung bertingkat. mohon infonya ya pak, terimakasih

    Suka

  17. maaf terputus pak…salam knal pak..saya didi..saya ingin tau batasan dari software sap2000..kira-kira kalau kita ingin melihat kehancuran struktur dijembatan rangka baja..kehancuran apa yang bisa kita kita tinjau dengan sap2000. karena disini kita memakai profil baja…

    Suka

  18. syalom,pak..
    saya dapat tugas dari dosen membandingkan hasil perhitungan sap2000 dengan manual pada portal 4tingkat , untuk manualnya saya pake fem dan cross. pas diliat hasilnya, selisih fem sama crossnya lumayan kecil, tapi sama sap2000 jauh berbeda, padahal dicek lendutannya gak jauh beda juga (selisih 0.01mm), apa saja yang perlu dicek pada sap2000 untuk memastikan hasilnya. mohon pencerahannya pak

    Suka

  19. Syalom pak…
    saya kurang paham dalam menginstall SAP 200 Ver 7.40,setelah file-file tersebut saya extract dan menjalankan setupnya ternyata proses installnya tidak dapat dilanjutkan..mohon bantuannya pak.
    terimakasih

    Suka

  20. Siang Om Wir…
    Butuh pencerahannya ne om, saya dapat tugas desain kantilever steel beam dengan bentang 12 m, dikekang dengan kabel prestress diatasnya. Trus yang mw saya tanyain om:
    1. Input Material dari kabel prestress tersebut.
    2. Output Tegangan dari kabel prestress tersebut.
    3. Cek keamanan kabel prestress dengan sapnya.
    4. Ini yang paling penting om, cek manual kabel prestress tersebut. Mungkin om pny referensi (plis yang pake b. indonesia aja y om) heheehehe….
    thanks Before and Regards Om Wir.

    Suka

    • pertanyaan kamu kurang jelas. Seperti misalnya, apa yang dimaksud dengan “dikekang”. Istilah terkekang, lebih banyak mengacu pada kata tertambat atau tepatnya sama seperti istilah diberikan pertambatan lateral yang mencukupi.

      Tentu saja fungsinya sangat berbeda dengan digantung.

      Maklum penjelasan ini diperlukan karena dikaitkan dengan material kabel yang kamu gunakan. Kabel lebih mudah digunakan sebagai penggantung daripada dijadikan pertambatan lateral.

      Juga kaitannya dengan tegangan prestress, apakah itu diperlukan. Apalagi bentangnya hanya sekitar 12 m. Apakah nantinya juga akan diberikan prategang sebagaimana dengan analisisnya.

      Jika kabel digunakan sebagai penggantung, maka dalam analisisnya jelas akan keluar gaya-gaya pada kabel tersebut. Memang benar, agar keluar gaya-gaya maka pada saat digunakan atau dipasang, maka kabel tersebut perlu punya ketegangan tertentu. Jika hanya itu saja, maka penggunaan clevis atau turn-buckle sudah mencukupi, tidak perlu angkur khusus.

      Sekian dulu ya, mungkin berguna.

      salam

      Suka

  21. Salam Pak Wir, semoga kita dalam keadaan sehat walafiat, amiin.. n pak Wir jd sempat ngjawab keluhan saya ini.
    1) apakah kita bisa memodelkan tie beam pada model analysis kita pak, dan sekaligus dinding basementnya? yg saya pernah lihat jarang ada yg memodelkan tie beam langsung, mengapa demikian, dan apa solusinya pak?
    2) seandainya bisa, apa yg mesti kita perhatikan dalam pemodelan tie beam>dinding basement langsung pada model utama tersebut pak…
    Terimakasaih sebelumnya pak..

    Suka

    • tie beam !
      Istilah tie-beam adalah sangat relatif, maklum fisiknya adalah balok yang menghubungkan kolom-kolom di bagian bawah.

      Jika fondasi di bawah kolom adalah berupa pile-cap yang besar (di atas pondasi tiang), dan tie-beam-nya relatif kecil dibanding ukuran pile-cap maka fungsi tie-beam hanya berfungsi sebagai pengikat lateral antar kolom. Untuk memastikan bahwa kolom terikat secara lateral pada saat gempa. Jika kondisi ini yang menentukan maka tie beam cukup didesain menerima 10% dari gaya aksial kolom (besarnya 10% kelihatan ditentukan oleh code, bukan dari hasil analisa struktur). Adanya lantai pada level ini menyebabkan ketentuan ini tidak terlalu berarti, maklum lantai dapat bekerja sebagai diagframa. Jika itu terjadi, maka umumnya perencanan tie-beam ditentukan oleh berat lantai (itu kalau lantainya menyatu).

      Jika dibawah kolom dipasang tiang pancang,maka pengaruh differential settlement bisa diabaikan. Kalaupun mau dihitung hanya sebagai penambah faktor aman apabila nanti terjadi kegagalan fondasi. Kecuali khusus untuk pile cap yang terdiri dari hanya 1 atau 2 tiang (pancang atau bor) maka tie beam diperlukan untuk memikul momen dari kolom.

      Pemodelan tie-beam biasanya diabaikan adalah untuk penyederhanaan saja. Maklum gaya-gaya yang terjadi pastllah dari kolom yang dihubungkannya saja. Juga dinding basement diabaikan untuk perencanaan struktur atas adala untuk penyederhanaan. Tetapi ternyata dimensinya terbatas dan akan menerima gaya gempa yang besar maka tentu saja perlu dimasukkan dalam model. Hanya saja memodelkan efek spring akibat gaya lateral tanah adalah tidak mudah untuk mendapatkan nilai yang tepat. Maksudnya, sudah susah-susah memodelkan, eh ternyata hasilnya tidak tepat juga. Jadi bisa saja mubazir.

      Suka

  22. Penasaran bagaimana bangunan tinggi di masa lalu dihitung…….saya jadi melihat ada kondisi bahwa ketergantungan kita pada tools program begitu tinggi…apalagi mahal kalau beli aslinya…bagaimana dengan sense kita terhadap perilaku bangunan?…
    Saya berharap suatu masa pak wir bisa membuat buku soal filsafat bangunan secara sederhana…saya teringat mario salvadori yang membuat sebuah buku kecil ttg seni struktur.. kesederhanaan itu membuka kerumitan…
    teruskan perjuanganmu bung wir…untuk bangsa Indonesia……

    Suka

  23. […] Jadi secara tidak sadar, pernyataan bahwa universitas di Indonesia hanya mengajarkan yang fundamental saja, maka sebenarnya sudah benar bukan. Sayapun dalam mengajar juga demikian. Bahkan kalau para pembaca telah sempat membaca buku karya terbaru saya, Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000 yang telah terbit bulan April kemarin, maka kekuatan buku saya adalah banyak menuliskan tentang hal-hal yang fundamental. Maklum saja, software yang saya gunakan saja sudah lama, SAP2000 ver 7.4  yang gratis itu. […]

    Suka

  24. Pak..
    saya mohon diberi pencerahan..
    memasukkan Strand, cable ato tulangan untuk batang tarik kanopi itu bagaiman input ke staadpro-nya??
    di section wizard kok g mau di add..
    tolong dengan sangat pak..

    Suka

  25. Bukunya bagus sekali pak, oh yah ada yang mau saya tanyakan menu “prestressing” untuk masalah “PC BEAM” beton prategang pada SAP2000 versi yang lebih baru dari versi student version terletak dimana yah? koq saya udah cari2 tetep gak ketemu (SAP 2000 v10 dan v14). soalnya di dalam buku bapak contohkan memakai versi student

    Suka

    • prestressing pada program versi lama (v7.4) dianggap sebagai beban ekivalen saja seperti analisis cara manual balok prategang. Adapun yang baru, selain sebagai beban ekivalen maka keberadaan tendon juga menyumbang kekakuan. Itulah mengapa pada program baru disebut element Tendon, seperti juga element Frame atau element Shell. Ini sangat berguna misalnya untuk mendesain lantai prestressed, karena dengan element Tendon kekakuan bertambah tidak sekedar pengaruh lentur tetapi juga efek membran yang terjadi.

      Suka

      • pada program versi baru tendon di draw secara tersendiri yah pak? apa tidak bisa kita masukkan tendon tersebut pada balok seperti pada versi student? oh ya pak mau tanya lagi, apa bedanya Eigen Vectors dan Ritz vektor pada pembebanan dynamik, terus bagaimana caranya kita tau berapa jumlah “mode shape” yang diperlukan untuk mengetahui frekuensi alami struktur

        Suka

      • yang versi baru juga ada pilihan, apakah perilakunya seperti dulu(hanya dianggap sebagai beban) sebagai menyumbang kekakuan. Maklum, perhitungan cara manual khan umumnya hanya menganggap sebagai beban. Untuk tepatnya baca bukunya Naaman atau T.Y Lin tentang beton prategang.

        Eigen Vectors atau Ritz Vector adalah algorithma numerik untuk penyelesaian natural frekuensi pada analisa dinamik. Menurut pembuat program SAP, algoritma yang terakhir lebih teliti. Keduanya merupakan pilihan waktu menghitung T dinamik.

        Seberapa banyak mode ditentukan oleh persyaratan minimum 90% dari Modal Participaton Factor. Jadi jika misalnya struktur kantilever satu tingkat (yaitu satu titik nodal di atas saja) dan yang diaktifkan hanya 1 d.o.f saja arah lateral misalnya, maka dengan 1 d.o.f itu akan dihasilkan 100% Modal Participation Factor. Tetapi kalau katakanlah kantilever tersebut dibagi jadi kata 4 elemen jadi ada 4 nodal bebas di atasnya, lalu hanya digunakan dua mode shape maka pasti Modal Participation Factor-nya hanya 50%, jadi kurang, dan sebagainya.

        Untuk jelasnya lihat buku SAP2000 karangan saya tentang analisa dinamik, seperti di halaman 263 atau 347. Kalau belum punya, buku tersebut bisa diorder di http://lumina-press.com

        Suka

  26. maaf, menggangu Pak.. saya sudarman, mahasiswa teknik sipil yg lagi smntara mau susun skripsi. saya tertarik dengan materi jurnal bapak tentang Pushover,. namun saya kurang referensi tentang pushover dan bagaiman step – step pemodelan pushover pada SAP2000…. mohon penjelasanya..
    atas penjelasanya saya ucapkan banyk terima kasih.

    Suka

  27. Pak Wir mohon pencerahannya ne Pak,
    1. Apa perbedaan antara shell,pelat,dan membrane?
    2. klu untuk design rumah tinggal atau office 2-3 lt sebaiknya kita menggunakan yg mana?
    3. saya ada case project, sistem structurenya lantainya menggunakan sistem panggung atau seperti platform,balok-baloknya menggunakan profil baja WF dan lantainya menggunakan bondek dan concrete. tetapi lantai tersebut akan digunakan untuk access porklift, yang mau saya tanyakan klu lantai tersebut saya modelkan diSAP 2000,sebaiknya menggunakan yg mana shell,pelat atau membrane?,dan untuk menginput beban porkliftnya permodelannya seperti apa?

    Terima Kasih
    Salam
    Hendra

    Suka

  28. Pak salam kenal ! saya Taufiq Efendi dari blitar, saya pengen beli buku bapak yang terbaru tapi di blitar kok belum ada ya pak?

    Suka

  29. Pak Wir
    punya software Bisar versi Student ? kalau ada mohon di share ya
    Oiya saya suda memiliki beberapa buka Bapak “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan VB dan Aplikasi Reakayasa Konstruksi dengan SAP 2000”. Terima kasih atas segala ilmu-ilmunya.

    Suka

  30. salam pak wir…
    ini adalaha tempat diskusi yang bagus @_@ bagi pemula yang ingin belajar struktur dengan program..

    saya mau tanya,
    untuk aplikasi software sap2000 v14 dapat di beli dimana ya, dan buku buku dasar penggunaan program,,

    saya memilih program sap2000 v14 karna byak sekali tutorial untuk versi ini,, baik di google maupun youtube,

    terimakasih pak wir..
    salam kenal

    Suka

    • SAP2000 sangat andal untuk analisis sistem struktur rangka. Untuk stabilitas bendung mungkin saja bisa memakai elemen solid (3D) hanya saja, saya tidak familiar.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s