Design Example – Gratis

LRFD Design Example for Steel Girder Superstructure Bridge

A Comprehensive Design Example for a Steel Girder Bridge with Commentary
by Michael Baker Jr., Inc., November 2003

 FHWA / National Highway Institute , Washington, DC – SI Units

Purpose

The purpose of this this book is to provide a basic design example for a steel girder bridge as an informational tool for the practicing bridge engineer. The example is also aimed at assisting the bridge engineer with the transition from Load Factor Design (LFD) to Load and Resistance Factor Design (LRFD).

AASHTO References

For uniformity and simplicity, this design example is based on the AASHTO LRFD Bridge Design Specifications (Second Edition, 1998, including interims for 1999 through 2002). References to the AASHTO LRFD Bridge Design Specifications are included throughout the design example. AASHTO references are presented in a dedicated column in the right margin of each page, immediately adjacent to the corresponding design procedure.

Detailed Outline of Steel Girder Design Example
1. General
2. Concrete Deck Design
3. Steel Girder Design
4. Bolted Field Splice Design
5. Miscellaneous Steel Design
6. Bearing Design
7. Abutment and Wingwall Design
8. Pier Design
9. Miscellaneous Design
10. Special Provisions and Cost Estimate
P. Pile Foundation Design

Total 698 halaman (down-load PDF 3,070 kb)
 

131 respons untuk ‘Design Example – Gratis

  1. pa wir, saya tertarik dengan “LRFD Design Example for Steel Girder Superstructure Bridge” di atas cuman saya hanya bisa baca 30 halaman saja, disini saya coba untuk download tapi setiap kali saya coba selalu muncul Box.net. mohon dibantu dan terimakasi sebelumnya.

    Wir’s responds: untuk materi yang di Box.net saya sudah angkat tangan. Ternyata daftar ebook yang saya punya sudah dicopy-gandakan di banyak web-site, mulai yang berbahasa Indonesia bahkan bukan. Jadi jelas jatah quotanya jadi habis. Yah, gimana lagi, padahal semangat up-load sudah nggak seperti dulu lagi. 😦

    Suka

  2. selamat sore Pak Wir,
    saya Dian mahasiswi teknik sipil semester akhir.
    saya masih terkendala untuk menyelesaikan laporan kerja praktek saya. kebetulan yang saya tinjau adalah plat lantai dengan steeldeck dan wire mesh.
    mohon bantuan Pak, buku mana yang bisa saya jadikan referensi untuk perencanaan dan analisanya.
    terimakasih sebelumnya untuk bantuannya…..

    Suka

  3. saya mahasiswa teknik sipil semester 7.saya mau bertanya,apakah yang dimaksud dengan metode sequential dan pengaruh rangkak creep.
    terima kasih bantuannya

    Suka

  4. saya bukan mahasiswa, tapi sebagai pengusaha pemasangan baja ringan , saya mahan di informasikan , cara mengetahui beban aksial p- defleksi , yield stearing – shear modulus pada kuda kuda baja ringan -yang aman dan di pertanggung jawabkan , tx

    Suka

  5. begini , pak , walau pun saya bukan ir sipil , setidaknya saya bisa mendapatkan , analisa struktur dan truss summary , hususnya beban aksial – lifeload/deadload. modulus geser dan elastisitas , bisa diemail ke kami pak
    terima kasih
    hormat kami bp saleh.a.rahman

    Suka

  6. pak wir, salam kenal, (saya mahasiswa tek. sipil). untuk Design Example – Gratis (LRFD Design Example for Steel Girder Superstructure Bridge) filenya gak bisa di download, kasih solusinya.

    trims

    Suka

  7. salam hormat pak wir,saya budi mahasiswa atma jaya jogjakarya,saya sedang skripsi tentang jembatan kabel stay,saya mau nanya pak,untuk mencari dimensi kabel bisa ga kalo saya sederhanakan struktunya menjadi jembatan balok biasa,kemudian saya beri sendi rol disetiap titik yang aka saya beri kabel,sehingga saya akan mendapat reaksi arah Z,kemudian baru saya bagi dengan tegangan kabel.bisa ga pak kalo saya misalkan dulu demikian dalam pemodelan sapnya. dan setelah mendapat dimensi kabel tiap segmen baru saya memodelkan jembatan kabel yang sesuai.terima kasih pak atas tanggapanya,slam kenal dan salam hormat..budi,matur nuwun

    Suka

  8. @Tritian
    Nastran adalah program setingkat Abaqus, sangat bagus untuk analisis mikro atau bagian-bagian yang detail, yang tidak bisa dimodelkan sebagai element 1D, sehingga diperlukan tinjauan 3D. Analisis seperti ini memang banyak dijumpai pada teknik mesin. Untuk teknik sipil relatif jarang, karena umumnya tinjauannya adalah makro seperti balok, rangka dsb.

    Saya tidak mempunyai pengalaman dengan Nastran, tetapi kalau Abaqus pernah, yaitu sewaktu mengerjakan disertasi. Pengalaman menunjukkan bahwa teman berdiskusi dengan program tersebut, khususnya teknik sipil relatif jarang. Saya cenderung belajar sendiri.

    Tetapi pengalaman dengan Abaqus luar biasa, sebagai gambaran, studi memakai Abaqus kira-kira 2 tahun (simulasi numerik) ternyata hasilnya dapat dibuktikan secara eksperimental di laboratorium cuma perlu waktu 3 hari, dan hasil lab mirip dengan simulasi numerik, meskipun ada sedikit penyesuaian interprestasi.

    Satu makalah yang saya presentasikan di bulan Desember kemarin di UMS Solo menceritakan hal tersebut, dan satu lagi nanti saya sampaikan di Konteks (6-7 Mei 2009) di UPH Karawaci juga tentang sharing pengalaman saya dengan program tersebut.

    @Dian
    Steeldeck dan wire mesh, rasanya ada di Chapter 7. Floor and Roof Systems, dari buku Structural Steel Designer’s Handbook, 4th Ed. karangan Roger L. Brockenbrough, F. Merrit. Tapi sayang aku tidak punya versi softcopy-nya.

    @David
    Sequential mestinya berkaitan dengan tahapan pelaksanaan, adapun rangkak atau creep adalah sifat beton yang mengalami deformasi pada beban tetap sebagai fungsi waktu.

    @Alex
    Saya kira yang anda maksud adalah proses analisis struktur, yaitu mengetahui gaya-gaya internal yang terjadi pada suatu struktur yang dibebani. Saya kira itu merupakan salah satu kompetensi sarjana teknik sipil yang spesialisasinya struktur, biasa disebut sebagai structural engineer. Sebagai penguasaha sebagaiknya bapak menghire orang berkeahlian tersebut, sedangkan bapak berfokus saja pada aspek bisnis. Saya kira itu yang disebut profesional.

    @Saleh A. Rahman
    Informasi tentang hal tersebut banyak terdapat pada buku-buku teknik, saya kira tinggal bapak dapat menginterprestasinya tidak. Semangat bapak meminta hal tersebut saya kira berawal bahwa hasil kerja insinyur hanya berupa gambar, padahal saya kira tidak seperti itu.

    @Rohmat
    ya bandwidth jatah udah habis, inilah akibat di-copynya link-link yang ada di blog ini, jadi yang down-load tidak hanya dari blog ini saja tapi dari tempat lain. Nanti kalau saya punya waktu saya coba saya up-load lagi ya.

    @Budi Nugroho
    Cara yang anda sampaikan pada prinsipnya bisa, jadi pakai prinsip trial-error. Saya kira memang begitulah prinsipnya. Itu dijadikan trial pertama kali, selanjutnya diulang analisis lagi. Hal tersebut merupakan suatu keharusan untuk struktur statis tak tentu, dimana gaya-gaya internal yang terjadi dipengaruhi oleh kekakuan penampang.Sedangkan untuk struktur statis tertentu, jika hanya untuk mencari gaya maka hasilnya bisa langsung, tetapi untuk mencari lendutan perlu analisis ulang.

    Suka

  9. Selamat malam pak….

    Saya mahasiswa tingkat akhir teknik sipil di jakarta
    dan lagi dalam keadaan bingung nih pak wir.
    saya punya pertanyaan yang saya belum ketemu solusinya…

    untuk lebih singkatnya pertanyaan saya adalah:
    1. Bagaimana cara menghitung panjang debonded pada beton pratekan pratarik?
    2. Kenapa jurnal-jurnal di internet lebih banyak menyediakan masalah postensioning dibanding pretensioning, apa kelebihan postensioning pak?

    dan untuk pertanyaan nomor 1. dosen saya bilang fungsi debonded itu untuk mengurangi momen negatif tumpuan, tapi tidak dikasih tau cara menghitungnya pak.

    ada gak pak file e-book yang membahas tentang mencari panjang debonded??

    banyak jurnal2 telah saya download dan banyak juga buku2 beton prategang yang saya punya, tidak ada yang membahasnya pak…termasuk referensi jurnal dari bapak hampir semua dah saya download….terima kasih pak atas jurnalnya.

    saya sangat berharap bapak dan para engineer lainya dapat mencerahkan otak saya yang emang dah buntu……

    atas tanggapan dan jawaban bapak saya ucapkan terima kasih.

    Suka

  10. pak Wiryanto yang terhormat, saya ingin tau bagaimana cara download file Steel Girder yang dilink ke box.net ya, karena saya ndak ngerti cara downloadnya..diharap maklum Pak.

    Suka

  11. Selamat siang pak Wir, saya mhs S1 teknik sipil di Denpasar. Saya ingin minta tolong dalam pemodelan portal untk tugas akhir saya, bgmn cr memodelkan portal bidang sistem ganda (open frame + shear wall), krn yg sudah sy lakukan nilai resultan force pada element shell sama dengan nol. Portal dibebani gempa statik.

    Saya dapat mencoba memodel dengan mesh elemen pembatas dan dinding geser sehingga elemen frame dan shell thick yg bertemu sudah sama jumlahnya. Joint pd tiap tingkat sy constraint (pd daerah dinding dinding geser hanya 2 join/nodal terluar). Perletakan semuanya jepit. Kemudian beban saya assign pd joint terluar portal. Setelah sy analisis resultan force pd elemen shell semuanya nol. Berbeda bila portal yang sama ditempatkan pada sebuah portal ruang. Hasilnya tidak sama dengan nol. Sy sudah cb memodel di SAP2000 v.11, 10 dan 9 tp hasilnya sm sj.

    Kiranya bapak dapat menolong bgmn cara memodelkan secara 2d. Proposal tugas akhir ini awalnya, sy ajukan secara 3d karena alasan tersebut di atas, namun para dosen menganjurkan agar ditinjau 2d nya saja. Sebagai info tugas akhir sy tentang perbandingan analisis struktur pd sistem ganda antara menggunakan metode nilai D dan menggunakan SAP2000.

    Atas bantuannya saya ucapakan terima kasih.

    Suka

  12. Saya menawarkan program komputer untuk perencanaan balok komposit sehingga didapat profil yang minimum yang mampu menahan beban diatasnya dan akhirnya didapat berat struktur yang minimum yang akan menghasilkan berat pondasi yang minimum juga sehingga akan menghemat Rencana Anggaran Biaya Bangunan secara keseluruhan. Dengan cara menginput data: bentang, jarak antar profil, dimensi bondex, tebal plat beton, dimensi stud, uk. tulangan dan spesifikasi bahan(fc’,Fy, dan E)

    Program saya menggunakan dasar perhitungan LRFD,dan BMS untuk jembatan. Sudah saya teliti kalo dibandingkan dengan beton lebih hemat kira2 100% memakai profil baja yang sudah dihitung dengan program saya. Perhitungan hanya dalam hit.menit dengan hasil disertai gambar2.

    Sekedar info program saya sudah teruji oleh dosen saya dari ITS. Saya mau menawarkan kerjasama dengan bapak siapa tahu bapak tertarik. Bentuk kerjasama antara lain: penjualan sofware komputer untuk konsumen produk bapak, atau untuk perencanaan gedung bertingkat,ruko,hotel atau high rise building yang lain.

    Untuk info lebih lanjut bisa hub.saya (Priliya D) di No.Hp.08124300324
    Saya bersedia presentasi jika diundang.

    Suka

  13. mat malam pak wir..
    saya punya pertanyaan yang sudah saya cari tapi belum ketemu solusinya ini pak..
    1 bagaimana cara pendistribusian beban dari pelat ke kolom pada sturktur flat plate pak…
    2. dalam mendesain struktur flat plate, pelatnya akan diasumsikan sebagai apa pak..

    Suka

  14. salam kenal pak wir.
    saya mahasiswa teknik sipil,saya mau menanyakan apakah bisa mendesain gedung dengan flat slab yang diberi shear wall untuk daerah zona gempa 5 (menuru sni-1726-2002)?
    kalu bisa mohon diberi referensi buku y ?
    terima kasih pak wir,mohon balasan y…untuk buku y pak rahmat ad di pasaran pak…

    Suka

  15. salam sejahtera buat bapak…
    pak saya mohon bantuannya saya lg mencari contoh perhitungan balok prategang menerus (splice girder continue) untuk menyelesaikan tugas akhir saya….
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak

    Suka

  16. Salam sejahtera pak Wir…saya mahasiswa tingkat akhir yang mengangkat judul tugas akhir “perencanaan jembatan layang” yang lokasi perencanaanya ada pada kota saya (kota samarinda)..perencanaan jembatan saya ini memiliki geometrik horisontal dan saya belum mendapatkan cara analisis dan perhitungan untuk kondisi seperti ini..saya menggunakan balok girder pascatarik,, dengan hormat saya minta tolong solusinya pak, karena saya hampir putus asa neh…

    Suka

  17. halo pak Wir, bagaimana kabar?

    saya sedang mencari tutorial sap2000 unyuk perancangan jembatan lengkung beton biasa dan prestress. tolong kalau ada link atau file yang bisa saya download mohon diberikan link nya.
    atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih

    Suka

  18. Pak Wir, saya ada kesulitan menggunakan sap2000 untuk analisis SRPMK.
    yang saya bingung, pada “sway special”, bagaimana SAP2000 menghitung Vu desain nya?
    Mohon bimbingannya

    Suka

  19. salam sejahtera pak,,,
    salam kenal, saya mhs S1 teknik sipil di Bali yang lagi TA, saya punya kendala sedikit tentang TA saya, TA saya tentang mengevalasi kinerja struktur beton bertulang dengan analisis Pushover di SAP 2000 V14.1.. saya rencananya ingin memodel dinding geser dan plat pada struktur itu,, tetapi hasil akhirnya pushovernya tidak bisa mengeluarkan hasil analisisnya dan ada warning : yang menunjukan null maxnya sudah tercapai saya pake 200 belum convergen juga,, ketika saya coba portal terbuka saja (tanpa dinding geser dan platnya) hasil pushovernya didapat tanpa ada warning.. mohon bantuaanya bagaimana caranya untuk memodel plat dan dinding geser dalam analisis pushover??? trims..

    Suka

  20. Ini saya lihat di halaman 259 atau 4-51 dari pdf di atas

    Friction Coefficient Selection
    Weathering steel can be blasted for a Class B surface.
    Also, for painted steel, most inorganic zinc (IOZ) primers provide a Class B surface.

    Suka

  21. pak kelakn dlu nama sy angling mahasiswa S1 teknik sipil…
    saya kebetulan lagi TA..saya punya tema tugas akhir tentang jembatan beton ptaregang cuma permasalahan yang saya ambil tu adlah re design jembatan..menurut bapak ana lebih bagus mengubah jenis metode perencanaanya..kira2 menurut bapak mana lebih efektif digunakan metode ACI atau LRFD ASSHTO,???..dan saya masih kebingungan berbedaan mendasar metode ini dimana..

    Suka

  22. salam kenal pak wir, saya mhs salah satu PTS di jogja.
    maw tanya, dalam menggunakan program ETABS apakah ada ketentuan dalam menggunakan assign mesh area? misal na ada ukuran pelat 4×3 m2 itu berarti mesh area nya berapa kali berapa jumlah nya?
    trima kasih pak

    Suka

  23. salam kenal pak wir, saya mhs salah satu PTS di jogja.
    dalam program ETABS terdapat tools assign mesh area pelat lantai. yg maw saya tanyakan, apakah ada ketentuan dalam menentukan jumlah mesh na? misal terdapat pelat dgn luas 4 x 3 m2, mesh area na berapa kali berapa jumlah na pak? karena di tutorial dari CSI na pun tidak saya temukan solusi na.
    terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s