Nilai 100 untuk Tuhan !

Suatu pernyataan yang ekstrim. Idenya aku baca dari tanggapan para netter terhadap opiniku tentang “Cara penilaianku di UPH”, baik di blog ini, maupun blog lain yang juga memberi komentar.

Aku jadi bingung, koq jadi ada kata-kata Tuhan. Wong ini semata-mata hanya masalah mata kuliah dan evaluasi kelulusan mahasiswa.

Di sisi lain timbul topik baru : “pak wir keji karena memberi nilai nol !

Hebat ya, bilangan nol dan bilangan seratus menjadi suatu hal yang mengagetkan sehingga perlu diperbincangkan. 0 = keji ; 100 = Tuhan.

Lalu, apa sih bedanya dosen yang memberi nilai 0 atau 20 atau 30 , toh ke tiga-tiga-nya sama-sama nggak lulus. Mungkin yang satu ngulang dengan tenang, yang satunya lagi ngulang dengan tidak tenang (nggrundel)  😦 .

Baca lebih lanjut