A C I 3 1 8 – 0 2 lengkap

Ini mungkin yang ditunggu-tunggu oleh komunitas ahli-ahli struktur beton di Indonesia, buku induk atau acuan dari buku SNI beton kita (bahkan ini belum sempat diacu karena lebih baru), yaitu :

BUILDING CODE REQUIREMENTS for
STRUCTURAL CONCRETE (ACI 318-02) and
COMMENTARY (ACI 318R-02)

REPORTED by ACI COMMITTEE 318
ACI Committee 318
Structural Building Code

Hanya sayang, versinya IMPERIAL (kips-in) dan bukan SI (N-mm), sehingga rumus-rumusnya tidak bisa ditelan mentah-mentah. Tetapi nggak apa-apa ya, dari pada tidak 🙂 .

Dokumen ACI ini terdiri 445 halaman, bandingkan dengan peraturan kita yang 292 halaman saja. Jadi ada hal-hal yang lain yang belum ada di peraturan kita. Buku ini merupakan saingan berat EUROCODE-2, yang menjadi acuan teman-teman di Eropa dan negara persemakmuran Inggris, sedangkan ACI 318-02 menjadi acuan di Amerika dan konco-konconya, termasuk Indonesia lho.

Di peraturan ini, pertama kalinya metode strut-and-tie-models secara resmi dicantumkan dalam code Amerika. Hal tersebut tentu saja secara tidak langsung merupakan pengakuan bahwa hasil kreatifitas prof Schlaich, ahli struktur di Uni-Stuttgart, Jerman,  adalah memang benar-benar valid.

Tahun 2002 di Uni-Sttutgart, Jerman, saat code ini keluar, saya sempat memfoto-copy-nya sebagian yaitu ketika aku magang menimba ilmu kepada prof. Karl Heinz Reineck (murid langsung prof. Schlaich) . Selama tiga (3) bulan saya sempat membantu beliau menjalankan riset tentang s.t.m juga, yang hasilnya berhasil dipublikasikan secara internasional oleh ACI. Mau tahu detailnya, lihat aja di sini.

Catatan tentang hubungan Uni-Stuttgart (Jerman) dan UPH (Indonesia):

O ya, Prof. Reineck atas undangan Prof. Harianto Hardjasaputra berencana hadir pada konferensi internasional UPH yaitu EACEF tanggal 26-27 September 2007 besok (info lengkap di http://eacef.wordpress.com ). Kesempatan yang jarang terjadi, belum tentu dalam 10 tahun ke depan ada lagi lho, jadi gunakan kesempatan untuk dapat hadir di UPH, Lippo Karawaci, Banten, agar dapat berinteraksi langsung dengan expert-expert berkualifikasi international.

Konferensi EACEF merupakan usaha nyata Prof. Harianto dan koleganya di Jurusan Teknik Sipil UPH, untuk mengantarkan institusi tersebut menjadi salah satu mutiara cemerlang diantara berbagai institusi lain yang telah lama bertebaran. Dukungan nyata dan finansial yang kuat dari jaringan alumni Jerman jelas menjadi salah satu sumber enerji yang kuat bagi Prof. Harianto untuk mewujudkan idealisme tersebut. Selanjutnya atas dukungan anda-anda, teman-teman sejawat, diharapkan konferensi tersebut dapat menjadi pembuka jalan dan saluran berkat bagi Indonesia.

Perlu diketahui bahwa ketika Call of Paper EACEF di tutup pada pertengahan bulan ini, terkumpul lebih dari 140 abstract siap untuk dievaluasi para Peer-Reviewer, penulis abstract berasal dari 18 negara dan mencakup semua benua yang ada (Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika).  Prosentase penulis lokal adalah 50%, sisanya adalah dari luar negeri. Benar-benar internasional lho. Itu belum yang ikut lho (peserta pasif), jadi sekali lagi, jangan sampai ketinggalan datang pada event tersebut.
Sampai ketemu langsung ya di UPH.

Ukuran file PDF-nya cukup besar 12,648 kb sehingga tidak dapat di up-load sekaligus, untuk itu seperti biasa file akan dibagi menjadi file-file kecil dengan program split ( http://www.spadixbd.com/jsplit/index.htm ) sebagai berikut :

Apabila proses berhasil dengan baik maka akan terbentuklah file ACI.PDF , itulah file yang berisi dokumen ACI318-02 tersebut.

Semoga ini membantu menghasilkan kualitas perencanaan struktur yang bermutu di Indonesia, akhirnya harapannya semoga blog ini menjadi berkat bagi kita semua.

Catatan : dokumen ACI ini merupakan sumbangsih dari sdr. Donny B. Tampubolon yang berkenan untuk berbagi ilmu dengan kita. Semoga maksud baik beliau diberkati Tuhan. Amin.

<<up-dated 16 Agustus 2007>>

Ada ACI318 versi Metrik, silahkan di unduh di http://wiryanto.wordpress.com/2007/08/13/kiriman-dari-yogya/

80 thoughts on “A C I 3 1 8 – 0 2 lengkap

  1. Siang Pak Wir….
    ada hal yang ingin sy tanyakan, soal rumus beban angin yang sy tau adalah P= V^2/16, V yang dimaksud adalah kecepatan angin (Peraturan Muatan Indonesia 1970 Pasal 4.1 dan 4.2 ), jika sy memakai V dr data BMG ( Stasion Kemayoran satuan dalam Knot ), apakah bisa langsung diaplikasikan ke dalam rumus atau harus memakai koefisien pemukiman,jika …Mohon bantuannya..

    Wir’s note : peraturan memberikan spesifikasi pembebanan minimum. Jika anda mengkonversi hasil BMG dan hasilnya lebih besar dari peraturan tersebut, saya kira itu bisa dipakai. Bagaimanapun peraturan kita ttg angin relatif sederhana. Jika anda mau, sebaiknya dibandingkan dengan peraturan dari ASCE, baca di spesifikasi pembebanan

    Suka

  2. Dear Pak,
    Saya Indra, dari Surabaya.
    Saat ini saya sedang mempelajari buku Bapak ttg. SAP2000. Bagus dan lengkap, tidak seperti buku lainnya yang sejenis.
    Saya ingin menanyakan tentang contoh soal pada buku tsb. hal 120, sbb :
    1. A=2 sq.in.Profil / section propertiesnya tidak diketahui. Apakah ada tujuan khusus ataukah hanya studi kasus saja.

    jawab : ya, meskipun section properti tidak diketahui tetapi adanya data A=2 sg.in maka itu cukup untuk mengevaluasi struktur tersebut jika struktur tersebut tergolong sebagai TRUSS (struktur rangka). Kenapa, karena formulasi kekakuan yang diperhitungkan untuk struktur tersebut hanya gaya-gaya aksial saja, dan gaya-gaya aksial cukup hanya data A (luas penampang) dari section properti-nya (nggak semua).

    2. Beban merata 1000lb/ft yang ada di rangka tsb, mengakibatkan timbulnya momen pada batang truss. Bagaimanakah menyiasatinya agar tidak terjadi kesalahan dalam analisa selanjutnya.

    jawab : karena hanya punya data A (luas penampang) maka seharusnya rangka batang tersebut tidak mempunyai kekakuan selain kekakuan aksial, tetapi kenyataannya apa. Ketika dikasih beban-beban pada batang maka timbul momen, momen itu adalah hasil dari kekakuan lentur. Dari mana timbul kekakuan lentur. Itu adalah hasil pemberian data otomatis dari SAP2000. Kebetulan pemberian ini membantu, pada kasus tertentu kadang-kadang membikin bingung. Maksudnya membantu gimana pak Wir. Gini lho, jika anda pakai formulasi pakai data A saja maka ketika diberi beban di batang seharusnya program akan ngaco. Solusinya, beban pada batang harus dialihkan ke titik nodal secara manual. Tetapi karena SAP mampu memberi data otomatis tersebut maka penyaluran gaya-gaya dibatang dapat dilakukan sendiri oleh program tanpa ngaco. Jadi momen yang nampak itu adalah sarana untuk menyalurkan gaya pada batang ke titik nodal (joint). Gitu lho. Itu membantu bukan.

    3. Jika pada truss ini memakai profil siku atau lainya yang umum dipasaran, apakah tetap menggunakan frame section siku atau general section?

    Jawab: pada prinsipnya kedua-duanya bisa dilakukan untuk analisisnya, tetapi untuk desain hati-hati. Pada dasarnya formulasi design untuk profil Siku tidak dipunyai oleh program SAP (dianggap sebagai profil bi-simetri).

    4. Property datanya, apakah kita isi sendiri, atau otomatis oleh program, untuk kasus diatas.Dan modifikasi nodal dg. joint restraint ( hanya translasi saja) tetap dilakukan?

    Jawab : Jika pada data A saja, maka property data pakai general. Ttg joint restrait, di tumpuan maksudnya, ini nggk terlalu ngaruh. O ya, jika pada data itu maka batang nggak perlu di release utk momen 3-3nya.
    Perlu dicatat, jika strukturnya tidak memenuhi persyaratan TRUSS (lihat kuliah analisa struktur dulu) maka pemberian data hanya A saja dapat menyebabkan stuktur tidak stabil (tidak bisa di analisis).

    Terima kasih atas jawabanya.
    Salam
    indra

    Suka

  3. Salam Sejahtera..Pak Wir…

    Maa’f Pak Wir jika nantinya pertanyaan ini Pak Wir anggap “katrok,n’deso,ngisin-ngisini…”atawa apalah..tapi bagi saya tak mengapalah…

    Saya adalah karyawan di Perusahaan yang bergerak di Bidang Consulting Engineer dan saya bekerja sebagai Drafter (Juru Gambar) untuk para “Engineer”…sebenarnya ada keinginan untuk “mencari ilmu yang lebih” .. di fakultas terutama “teknik sipil”..

    karena sungguh, saya sering merasa ilmu yang telah saya dapat di “pengalaman” masih “dangkal” dan hanya di fakultaslah saya bisa mendapatkan “ilmu-ilmu”yang tidak ada di “pengalaman”

    Kini usia saya menginjak 27 th,saya lulusan STM N I Bangunan Gedung di Cirebon th 2000, yang ingin saya tanyakan persiapan apa saja yang harus saya persiapkan untuk persyaratan memasuki dunia perkuliahan karena sungguh saya “buta” sama sekali tentang hal ini..dan adakah kelas khusus bagi karyawan / bagi “anak kuliah” yang telah berkeluarga (karena saya ada rencana menikah akhir tahun ini), dan rencana kuliah saya tahun 2008,

    mohon referensinya PTS mana yang bagus yang ada di Bekasi, karena saya akan tinggal di Bekasi..atas penjelasan dan sarannya saya “Haturkan” banyak Terimakasih”….

    Ashari

    Suka

  4. Sdr Ashari,
    selamat anda mendapat pencerahan, suatu pemikiran baru yang beda dari biasanya. Keinginan untuk sekolah lagi, itu menurut saya sesuatu yang luar biasa.

    Kenapa ?

    Karena kalau dibandingkan dengan usaha lain, misal dagang, maka investasi uang ke sekolah kadang-kadang nggak jelas hubungannya dengan keuntungan finansial yang didapat. Bahkan banyak pameo yang mengatakan bahwa sudah lulus, punya gelar, toh masih nganggur. Lebih baik itu, nggak punya gelar tapi mau berusaha maka punya uang bulanan.

    Jadi keinginan sekolah itu baik, tapi untuk itu tidak hanya perlu kemauan aja, perlu juga waktu dan biaya. Apakah anda sudah memikirkan, apalagi anda berencana untuk segera menikah.

    Jika itu semua sudah anda pikirkan (misalnya, udah punya tabungan yang cukup, atau bahkan dapat bantuan dari mertua), maka pertanyaan kedua yang perlu anda jawab adalah sekolah itu mau apa sih. Gelar atau ilmu.

    Gelar itu adalah sesuatu yang jelas (ada bukti fisik, yaitu sertifikat), tapi kalau ilmu gimana. Yah, tahunya berilmu atau tidak jika sudah dibuktikan dengan kasus yang ditemui.

    Tapi jika sekolah lagi agar mendapat perubahan dari pola berpikir maka itu prosesnya agak kompleks, perlu interaksi intensif pelaku dan suasana yang harus mendukung.

    Jadi agar terjadi perubahan yang dimaksud maka tidak hanya lulus ujian pada mata kuliah yang dimaksud tetapi juga berinteraksi dengan dosen / mahasiswa atau bahkan profesional lain yang positip. Itu semua biasanya ada pada institut pendidikan yang cukup dikenal, termasuk alumni-alumninya.

    Jadi menurut saya, jika memungkinkan carilah institusi yang bisa seperti itu. Bgmn di Bekasi, saya kurang familiar (meskipun tinggalnya disitu juga).

    catatan : (fakta pendukung)

    tapi saya juga punya bukti, ada orang kerja jadi senior staff, udah tahunan mentok. Pengin posisi yang lebih tinggi. Mau pindah kerja tempat lain, mikir, tempatnya kerja cukup bonafide. Akhirnya apa. Untuk menjawab keinginan dan kekecewaan karena karir nggak naik maka sekolah lagi.

    Karena sebelumnya sudah S1 maka ambil S2. Dia dulu nanya, sebaiknya ambil di mana, saya bilang yang terkenal aja, yang sudah terbukti. Akhirnya dia ambil itu di kota lain dekat Jakarta, ambil kelas eksekutif (mahal juga sih).

    Di sana interaksi dengan teman-teman, banyak yang udah manajer atau pimpinan-pimpinan perusahaan, sama-sama di kelas terjadi interaksi. Akhirnya dapat pemahaman baru, lho temannya yang biasa aja kalau dikelas ternyata di pekerjaan udah jadi pimpinan, punya anak buah dll.

    Akhirnya ketika lulus juga punya pemahaman baru, kalau gitu mestinya bisa juga spt teman yang jadi pimpinan itu, wong nggak beda-beda jauh kompetensinya.

    Setelah lulus tapi belum sempat di wisuda, ternyata si staff tadi berani menerima tawaran pekerjaan di tempat lain jadi manager (dapat kendaraan dinas, waktu jadi staff dulu nggak dapat). Belum setahun, ada tawaran lain lagi, jadi manager. Kendaraan yang didapat sekarang dibeli tahun 2007. Gajinya lebih lipat dua dari sewaktu staff dulu.

    Itu setelah sekolah, itu akibat samping dari keyakinannya yang berubah bahwa dia (temanku) itu punya juga kemampuan sebagai manager. Coba kalau nggak sekolah lagi, belum tentu itu.

    Suka

  5. Untuk menentukan panjang penyaluran pada ACI 318 99 di dapat rumus pada chapter 12.2.3 (USA)
    Sedangkan pada SNI-03-2847-2002 & S-2002 pada pasal 14.1.2.3 (SI)
    Yg menjadi pertanyaan :
    1. mengapa ada perbedaan nilai 3/40 dengan 9/10 padahal peraturan mengadopsi pd ACI ?
    2. sebenarnya nilai 9/10 didapat dari mana ?
    bagi rekan – rekan yg mengetahuinya dimohon bantuannya. Terima kasih.

    Suka

  6. pak wir, Saya baru lulus dari Sipil UII, saya kerja di konsultan. Kalo saya memodelkan bangunan Gedung di SAP 2000, biasanya antara struktur atap dan struktur portalnya saya pisahkan. Jadi beban kuda-kuda saya jadikan beban terpusat ke kolom.

    Kalau saya gabung pemodelan atap dan portalnya pada SAP 2000 boleh gak pak? apa akan berubah reaksinya? matur nuwun……

    Wir’s responds : cara anda untuk memisah rasanya udah betul. Itu dengan asumsi bahwa struktur atap dari baja dan struktur portal dari beton. Artinya portal beton mampu secara mandiri bekerja menerima beban dari atap.

    Tapi pada kondisi lain, kolom dari baja, lalu atapnya menyatu dengan kolom tersebut maka tentunya perlu dilakukan analisis bersama-sama.

    Kriteria lain, apakah harus dimodelkan bersama atau terpisah, juga tergantung dari tahapan pelaksanaannya.

    Ya dalam hal ini tiap-tiap engineer bisa melakukan strategi yang berbeda, tapi umumnya kalau konsisten terhadap setiap asumsi, termasuk juga tahapan pelaksanaan maka hasil akhir bisa sama-sama memuaskan koq. Itulah seninya.

    Suka

  7. salam kenal pak wir,

    saya pengeeeeeeeeeeeen bisa mendesain/ merancang struktur beton. misalnya kita mau membangun rumah bertingkat 2 lantai, apa aja yang perlu kita analisa, terus pembebanannya apa aja, pokoknya lengkap, sampai rumah itu jadi, pak wir terbitkan dong buku kayak gitu,

    jadi sarjana sarjana pemula kayak saya ini bisa, saya yakin pak wir gak pelit ilmu, ada gak pak wir contoh contoh perhitungan beton dan rangka baja seperti yang saya maksud? tolong dong pak wir,

    kalo ada bukunya apa judulnya apk wir? saya masih kebingungan pak, maklum saya tinggal dibanyuwangi, saya kuliah dibanyuwangi, yang semuanya terbatas, saya sudah beli buku buku pakwi, mengenai sap 2000 dari yang warna merah dan biru. tapi penerapannya pada struktur sesungguhnya saya masih bingung , mungkin karena dasar saya mengenai beton dan baja yang minim,

    saya tunggu saran dan petunjuk dari pak wir, hormat saya, khotibin, email; ikie_akoe@yahoo.co.id

    Wir’s responds: ok deh saya perhatiin

    Suka

  8. Pak Wir..
    Saya Mahasiswa Teknik Sipil Unri ( Universitas RIAU ) angkatan 2005

    saya sedang mencari tugas ” Menentukan Perencanaan Batang Tarik dengan ASD – PPBBI dan LRFD – SNI 2002″ Kemudian membuat Flowchart nya…

    Saya Bingung Harus Mendapatkan Refrensi Nya dari mana ???

    Mohon Bantuan dan Petunjuk dari bapak..

    terima kasih,,,

    Suka

  9. Arif a

    Halo pak wir,
    Saya arif dari s1 sipil univ samratulangi manado.
    Salam kenal untuk bapak.

    Pak, saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya tentang struktur beton prategang menggunakan peraturan BS8110-1997.

    Dapatkah bapak atau seseorang menolong dan membantu saya untuk mendapatkan softcopy, file pdf ttg peraturan BS8110 (BS code ttg struktur beton dan beton prategang)
    Dimanakah saya bisa mendapatkan peraturan BS8110 yang terbaru?
    Atau jurnal-jurnal tentang PC (prestressed concrete) khusus membahas mengenai balok ramping.

    Dalam tgs akhir ini saya akan membandingkan peraturan ACI dan BS. Fokus nya adalah beton prategang bentang panjang yang akan di aplikasikan pada struktur gedung dengan menitikberatkan dimensi penampang (rectangular) yang optimum. Please help me.

    Terima kasih sebelumnya pak..

    Suka

  10. Dear Pa Wir and Engineers,

    Saya telah mengupload ACI 318-05 dan PCA 05 namun dalam satuan English bukan Metrik.

    Sekiranya berminat, silahkan anda download di link ini :

    http://www.4shared.com/dir/6805535/f9cc0841/CivEng_ebooks.html

    Untuk Bung Donald, boleh tidak saya minta ebooks anda untuk diupload ke file sharing saya di link yang diatas untuk menambah referensi dan untuk kepentingan kita bersama.
    Terima Kasih..

    Syallom..

    Suka

  11. lulusan teknik sipil unlam banjarmasin—-
    nanya kita mau bikin lapangan sepak bola di lapangan yang lama gimana SNI nya mas?

    Suka

  12. Salam kenal Pak Wir,

    saya alumni sipil Trisakti Jkt, sudah 15 th kerja di dunia konstruksi hampir semua tipe perusahaan konstruksi high rise bld, tapi yang paling berkesan waktu di Construction Management karena harus tahu benar civil eng knowledge & Const Mgmt-nya.
    Mau tanya apa ada link untuk download peraturan keluaran ASTM ?
    Terima kasih Pak, salam untuk semua engineers

    Suka

  13. pak wir, ada contoh perhitungan end plate, karena end plate yang saya jumpai di lapangan kok sangat tebal seperti pada konstruksi tower untuk antena kolom dari pipa dia 323mm tebal 6mm dan sambungan antar pipa menggunakan end plate yang sangat tebal yaitu 40mm, dibanding tebal pipa 6 mm sangat tidak imbang, mohon jawaban pak Wir, tks.
    Ririn Kusrin

    Suka

  14. Salam pak Wir, saya mencoba mendesain pelat menggunakan staad pro, tetapi hasilnya jauh lebih kecil dari perhitungan manual dari buku CUR, justru hasil yang mendekati adalah elemen balok yang di jejerkan, tetapi kalo untuk bentuk yang sulit seperti membuat tangki dari beton, sangat sulit jika menggunakan elemen balok yang di jejerkan. Pertanyaan saya, bagaimanakah memodelkan elemen pelat di staad pro agar mendekati dengan perhitungan manual buku CUR,
    terima kasih sebelumnya pak Wir

    Suka

  15. halo pak wir,,, rame ya blog nya,, fully of knowledge,,,

    sya pngen cari SNI pembebanan dan gempa 2010 kbarnya udh keluar,, tpi gmn cara dapatin nya ya pak ?
    mhon d bantu pak,,
    terimakasih sebelumnya

    Suka

  16. pak wir yg saya hormati,
    trimaksi dgn byknya refrensi dr bLog bapak ini yg sgt bermanfaat bagi saya..
    saya pengen bertanya kpd bapak, apakah ada referensi khusus tentang pembebanan angin indonesia or terjemahan,.,,
    karna saya sangat memerLukan untuk keLancaran TA saya…
    trimakasi sebeLumnya bapak….

    Suka

    • king cross itu profil baja ya. Kalau pakai input parametrik, kelihatannya tidak tersedia, oleh sebab itu masukkan saja sebagai general properties. Untuk itu perlu didefinisikan Ix, Iy, dll secara manual.

      Dengan input seperti itu, maka untuk keperluan analisis adalah tidak ada masalah. Tetapi jika untuk desain, program tidak menyediakan algoritmanya, jadi hasilnya tidak cocok. Maklum, AISC juga tidak menyediakan prosedurnya. Buku saya juga tidak membahasnya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s