profil satu institusi pendidikan civil-engineering di China

Jika kita masih ingat dengan keberadaan motor china, tentu akan memandang dengan sebelah mata mengenai perguruan tinggi di sana. Bahkan tidak ada dalam pikiran kita, bahwa pendidikan kita perlu dibandingkan dengan China. Kita (sebagian besar) masih menganggap bahwa perguruan tinggi di sini masih lebih ‘sip’. He, he, he kalau begitu jadi ingat pepatah : seperti katak dalam tempurung. ūüėÄ

Apakah demikian adanya ?

Fakta menunjukkan bahwa perkembangan di China begitu pesat, produk-produk importnya tersebar dimana-mana dan terkenal murah lagi. Meskipun dalam benak, kita selalu beralasan bahwa itu semua karena tenaga kerjanya dibayar murah sekali. Nggak manusiawi. Kenapa mau dibayar murah, nggak terdidik kali ?

Tetapi di bidang¬†engineering faktanya juga sama ! Perusahaan rekayasa China mulai penetrasi ke sini, Indonesia,¬†dengan mottonya “murah“.¬†Motto yang sederhana tetapi efektif . Proyek-proyek kita mulai diserbu (mungkin kata ini terlalu berlebihan, tapi jangan anggap enteng lho), ya dimenangkan tendernya oleh engineer dari China, contohnya adalah pembangunan jembatan Suramadu, itu kontraktor utamanya dari China. Kontraktor lokal, PT. Waskita dan satu lagi itu (lupa), hanya jadi sub-nya aja. O ya ingat, ada proyek lain, komponen prestressed untuk jembatan Grand-Wisata di dekat kota bekasi itu juga dipasok dari China lho.

Lho koq hebat ya. Informasi-informasi tentang China yang maju ternyata semakin banyak !

Ada bukti baru nih !

Baca lebih lanjut