PROTES, kenapa nggak lolos pak !

Memang hari ini penuh warna, satu sisi tadi berbicara tentang Valentine dan kasihnya, lalu ada pelantikan profesor baru UPH. Ternyata selain dua hal tadi, ada satu hal lain yang nggak enak, itu lho tentang complaint.

Jadi begini ceritanya, mahasiswaku khan punya acara yaitu kegiatan lomba jembatan model. Eh ternyata peminatnya membludak, lebih besar dari yang diharapkan. Satu sisi, tentu senang sekali, tapi sisi yang lain khan ada konsekuensinya. Untunglah mahasiswa saya ternyata telah memikirkan hal itu juga, akhirnya dengan banyak pertimbangan dipilihlah keputusan bahwa tidak mungkin menerima semua peserta yang mendaftarkan, kalau dipaksa, bisa-bisa kacau semuanya.

Baca lebih lanjut

merayakan valentine ya ?

Pagi hari di kampus UPH Lippo Karawaci, langit mendung tapi belum hujan. Suasana Valentine, iya benar ketika tadi jalan-jalan di luar disapa sekelompok mahasiswa yang mengekspresikan diri dengan baju warna pink membagi kado kecil. Sederhana sih, kembang gula tetapi dikasih pita, lalu ada sedikit kata-kata motivasi, ini isinya:

Happy Valentine’s Day
“To the world you are someone,
but to someone you are the world”
BEM UPH

Baca lebih lanjut

profesor UPH bertambah lagi

Pelan tapi pasti, itu mungkin yang sedang terjadi. Dari sisi luar, orang akan melihat bahwa UPH sebagai perguruan tinggi swasta yang relatif muda sangat gencar dalam beriklan. Memang sih, itu karena ada divisi pemasaran tersendiri yang memang tugasnya adalah seperti itu.

Dari sisi lain, di bagian dalam, para staf pengajarnya juga tidak tinggal diam. Ya seperti di industri pada umumnya, agar laku maka ada dua hal yang perlu mendapat perhatian, bagian produksi dan bagian pemasaran. Bagian produksi yaitu kami, para staf pengajar, atau dikenal juga dengan istilah yang berkesan elite yaitu dosen, juga berupaya meningkatkan kualitas. Tahu sendiri khan meskipun pemasaran selangit tetapi kalau produknya mengecewakan, tentu tidak ada yang beli.

Baca lebih lanjut