suatu kepatutan

Setelah direnungi ternyata cukup asing juga memakai kata “kepatutan”, mungkin tepatnya adalah berkaitan dengan dapat diterima atau tidaknya oleh audience. Jika cukup patut maka audience akan merasa senang melihat atau mendengar hal yang patut tersebut, jika tidak patut, maka bisa saja audience merasa nggak enak, jengah, malu, bahkan jika keterlaluan akan menimbulkan protes. Bisa pada tingkat wacana tulis, bahkan sampai pada kerumunan massa, dan jika emosi tidak dijaga bisa sampai berdarah-darah. 😦

Baca lebih lanjut