konsultasi disertasi

Sudah hampir dua bulan sejak pertemuanku terakhir dengan profesor Sahari Besari, profesor promotorku, yaitu sejak seminar kemajuan penelitian I di bulan Januari kemarin. Oleh karena itu, dua hari kemarin aku meminta waktu beliau untuk konsultasi, via sms. Apakah hari Rabu pagi tadi, beliau menyediakan waktu, maksudnya tidak ada acara lain. Baru kemarin siang beliau membalas, jadi hari ini RabuĀ pukul 11 siang OK.

Tadi pagi aku menyiapkan diri, karena tujuannya jelas rumah beliau di Kanayakan, Dago, lalu setelah itu mampir ke lab ITB, lab struktur untuk ketemu pak Burhan, maka aku memutuskan memakai kendaraan, nyetir sendiri. Untunglah sekarang ada tol Cipularang, Bekasi-Bandung dapat ditempuh kurang dari dua jam dengan sedan tua kesayanganku. šŸ™‚

Meskipun keluar rumah pukul 7.00 pagi, tetapi karena di sekitar rumah antri (macet) maka baru bisa masuk tol Jakarta – Cikampek pukul 8.00 pagi. Bayangkan di sekitar rumah di BekasiĀ aja udah satu jam sendiri, padahal jika di kilometerin nggak sebanding dengan jarak Bekasi – Bandung yang hanya perlu waktu dua jam tersebut. Ya begitulah hidup di pinggiran Jakarta, jadi pantaslah jika liburan panjang sedikit saja maka langsung nggeblas ke luar kota, ke Jogja. šŸ˜€

Lanjutkan membaca “konsultasi disertasi”

pekerja sadar K3 dibanding profesional !?

Mencoba memberi masukan yang profesional (maunya).

Sekedar perkenalan, saya Taru, kerja jadi ā€œburuhā€ safety di kontraktor Surabaya, jebolan UNS jurusan Hiperkes & KK (sekalian promosi, he.. he..), baru buka google ngetik accident of contruction, eh keluar nich page, baca artikel-artikelnya,Ā  bagus banget, communicative, santai, tapi tetep informative n mengena.

Ada sedikit pertanyaan tentang “cara membangun kesadaran K3 di pekerjaan konstruksi”, kalo pekerja lapangan kayaĀ carpenter, rebarman, dll sich lumayan gampang, tapi aneh, orang-orang yang ngakunya lebih profesional seperti project manager, site manager, dan orang-orang kantoran malah sulit memahami arti pentingnya K3, beliau-beliauĀ sering melanggar sendiri peraturan K3 yang dalam tanda kutip mereka tandatangani sendiri.

Tolong pak, beri masukan yang ā€œprofesionalā€ untuk orang-orang yang ā€œprofesionalā€ juga kalo ada minta foto-foto accident di pekerjaan kontruksi. Budaya orang Indonesia, ā€œbelajar dari pengalamanā€, kalo gak ada pengalaman dulu katanya sulit belajar, semoga dengan gambar-gambar ā€˜ngeriā€™ dari orang-orang yang udah mengalami accident menjadi pembelajaran visual, dan tentunya kecelakaan dapat dihindari.

Hallo Taru yang ahli safety, salam kenal. Omong-omong atas dasar apa bahwa anda yakin kalau saya bisa memberi masukan profesional ?

Padahal kalau anda baca statement saya di pojok kanan atas, sama sekali tidak mencantumkan tentang bidang tersebut. Sebagai structural engineer maka jelas yang dimaksud dengan safety adalah keamanan struktur ketika dipakai, jadi tidak pernah itu mempelajari aspek manusia pekerjanya. Nggak ada itu di mata kuliah S1, S2 maupun S3 jika bidang yang ditekuni yaitu structural engineering. He, he, mohon masukan dari para structural engineer yang lain. Betul nggak ? Kalaupun ada yang membahas hal tersebut di level S1 pasti itu di mata kuliah manajemen konstruksi atau semacamnya gitu.

Kalau begitu pak Wir nggak bisa ngasih masukan dong ?

Emangnya saya ngomong begitu ! Saya hanya mau mengatakan bahwa untuk menjawab pertanyaan anda, jelas, saya tidak bisa mengandalkan ilmu structural engineering yang menjadi core kompetensi formal saya selama ini.

Jadi pakai ilmu kompetensi apa pak Wir ?

Lanjutkan membaca “pekerja sadar K3 dibanding profesional !?”