pelatihan penulis Elex – Nov 2008

Kadang-kadang bangga juga terdaftar dalam komunitas penulis, kesannya eksklusif.

Lho, emangnya bapak penulis ? Bukankah bapak ini hanya seorang guru ?

Betul. Gajian tiap bulannya sih guru. Tapi tiap semester terima royalti juga lho dari penerbit. Itu khan namanya penulis profesional. Kalau penulis blog di wordpress seperti ini khan hanya hobby doang. Jadinya disebut penulis amatir. 😉

Lanjutkan membaca “pelatihan penulis Elex – Nov 2008”

teroris, lagi-lagi teroris !

Rasanya, nggak habis-habis kita mendengar istilah teroris. Saat ini yang disebut teroris sedang beraksi di Mumbai, India. Sebelumnya kita mendengar itu, dalam kaitannya dengan peristiwa bom-bom yang sering terjadi di tanah air, tempo hari. Ketika pelakunya belum tertangkap, media selalu heboh dengan dugaan-dugaan tentang keberadaan teroris tersebut, sampai pada akhirnya orang yang dianggap teroris tersebut tertangkap. Hebat juga itu polisi. 😉

Lanjutkan membaca “teroris, lagi-lagi teroris !”

JK ‘The Real President’

Terus terang judul di atas saya comot langsung dari berita detik.com . Kelihatannya ini berita menarik, karena sudah ada yang langsung memberi reaksi. Tersinggung gitu ! Ya gimana lagi, yang memberi pendapat seperti judul di atas ternyata tidak sembarangan, yaitu bapak Prof Syafi’i Ma’arif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Jadi pastilah akan terjadi silang pendapat di masyarakat, mengamini atau tidak.

Lanjutkan membaca “JK ‘The Real President’”

rencana menyampaikan makalah di UMS

Meskipun semua persyaratan untuk sidang terbuka sudah selesai, sehingga mestinya akhir tahun ini beres ! Tapi apa daya, jadwal acara di bulan November dan Desember di UNPAR sudah penuh. Oleh karena itu setelah dipilih waktu yang paling tidak beresiko, maka jadinya baru di awal bulan Januari tahun depan. Yah, bagaimanapun harus disyukuri, minimal ada bulan Desember, waktu untuk bagi-bagi undangan untuk ujian terbuka tersebut. 😉

Lanjutkan membaca “rencana menyampaikan makalah di UMS”

konsultasi balok yang melendut

Seperti biasa, komentar yang masuk cukup bervariasi. Salah satunya ini.

Sore Mr Wiryanto..boleh numpang nanya.. ?

saya menemukan suatu kasus dimana ada sebuah gedung yang sudah berumur +/-20 tahun, terjadi penurunan/lendutan pada tengah balok tepat di atas entrance (pintu masuknya).

agar pintu tetap bisa digunakan maka setiap kali pintunya seret (pintu kaca) maka mereka (pemilik gedung) membobok sisi bawah balok/bagian yang melendut tersebut sampai sekarang sudah terlihat tulangannya. memang bentang antar kolomnya sangat besar.

Nah, kira2 ada suggest pak ? terlebih lagi ada rencana untuk merubah fasade bangunan tersebut (pakai curtain wall)…

terima kasih

taufik

Suatu kasus yang menarik, apalagi ternyata masalah pak Taufik di atas juga telah dikirim ke milis dan telah banyak mendapat tanggapan, yang umumnya berupa resep “to the point”.

Oleh karena itu saya mencoba memberi suatu pemikiran yang berbeda, saya akan mencoba masuk pada falsafah permasalahan, baru kemudian mencoba mencari solusi. Moga-moga membantu.

Ada balok beton yang berumur 20 tahun melendut, tapi belum runtuh. Meskipun berperilaku daktail, tetapi adanya lendutan tersebut telah menunjukkan bahwa dengan konfigurasi beban yang ada, balok tersebut tidak berfungsi dengan baik. Apabila tidak diperhatikan dengan baik, yaitu dilakukan perawatan dan perbaikan, maka keruntuhan hanya masalah waktu saja. Moga-moga pada saat runtuh nanti, tidak ada orang dibawahnya. 😉

Bagi pengawas bangunan, hal tersebut patut diperhatikan, khususnya bila itu bangunan publik. Pemilik bangunan diberi pengertian. Bila tidak peduli, dan ternyata nanti menimbulkan bencana maka pemilik bangunan tersebut bisa dituntut. Bila karena alasan biaya belum ada, maka minimal perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengurangi resiko timbulnya bencana itu.

Lanjutkan membaca “konsultasi balok yang melendut”