gagal maneng !

Gedung roboh pasti jarang deh dengarnya, kalaupun ada biasanya karena ada gempa. Itu dapat dimaklumi, bentangnya relatif pendek-pendek, jadi terhadap pembebanan tetap tidak terlalu kritis. Beda dengan jembatan, karena bentangnya panjang, lebih dari 15 m maka berat sendiri menjadi faktor yang menentukan dalam pelaksanaannya. Belum lama di Surabaya, kita mendengar kabar jembatan ambrol, dan kelihatannya sampai sekarang masih ada korban pekerja yang tertimbun di bawahnya.

Baca lebih lanjut

workshop nasional penyusunan Panduan KJI

Tidak terduga bahwa kegiatan Kompetisi Jembatan Baja Indonesia tahun 2005 yang lalu , yang kemudian pada tahun berikutnya berganti nama menjadi Kompetisi Jembatan Indonesia di tahun 2006, 2007 dan 2008 ternyata dapat berkembang menjadi kegiatan rutin di antara perguruan tinggi perguruan tinggi di tingkat nasional. Kondisi tersebut bisa terjadi karena penggagas awal kegiatan tersebut, yaitu Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dapat dengan cerdik meyakinkan pemerintah dalam hal ini adalah DIKTI. Tahu sendiri khan, itu khan artinya sumber pembiayaan terjamin.

Baca lebih lanjut

masih ada juga yang ambrol !

Heran juga, masih ada juga yang gagal bangun jembatan. Padahal pendidikan teknik sipil di Indonesia ini khan udah mewabah, tiap ibukota propinsi kelihatannya udah ada lho perguruan tingginya. Bahkan saking banyaknya, bahkan sudah ada tempat belajar (perguruan tinggi) yang nggak dapet murid baru. Itu khan artinya tempat belajar dengan yang mau belajar sudah lebih banyak tempatnya. Peminat yang mau jadi insinyur sedikit karena di pasaran sudah dijumpai banyak insinyur sehingga harganya jadi kodian (digaji kecil). Jadi siapa yang mau ?

Baca lebih lanjut

kesalahan output SAP2000

Yuhanas bertanya via email :

Selamat Pagi Pak Wir,

Pertama saya turut berdoa agar Bapak senantiasa berada dalam kondisi sehat walafiat dan sejahtera selalu.

Kemudian ijinkan saya memperkenalkan diri. Saya Yuhanas, tinggal di Bandung, aktivitas sehari-hari di bidang teknik sipil, khususnya struktur. Saya mempelajari buku Bapak: Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000. Buku ini sangat membantu saya dalam memahami program SAP2000 ini.

Ada kasus yang saya temukan dalam SAP2000 dan saya berharap Bapak berkenan memberikan tips dan solusi dalam hal ini.

Adakah menu atau trik untuk menghilangkan kesalahan output SAP2000 sewaktu menghitung berat sendiri struktur?

Contoh sederhana, portal beton 2-lantai. Pls find attachment (xls file dan sdb file).

Output support reaction SAP2000 sepertinya tidak memperhitungkan region overlap balok dengan kolom, balok dengan pelat, pelat dengan kolom. Sebagai perbandingan, hitungan manual dengan xls yang memperhitungkan overlap didapat total berat struktur 739.296 kN sedangkan output SAP2000 823.68 kN (model SAP adalah as to as), diperoleh beda sekitar 11.41%.

Jika strukturnya memiliki banyak lantai tentunya kesalahan akan kumulatif, ujung-ujungnya pondasi yang diperoleh menjadi lebih besar dari seharusnya. Pondasi yang didesain dengan mengambil output SAP2000 tentunya aman tetapi sangat tidak optimum.

Demikian Pak, mohon pencerahan Bapak tentang hal ini. Terimakasih atas perhatian dan waktu Bapak.

Best Regards,

Yuhanas

Baca lebih lanjut