bukunya pak TAVIO

Cukup puas rasanya hasil penyelenggaraan seminar Konteks3 kemarin, terutama karena kehadiran banyak teman-teman sejawat dari berbagai penjuru, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, tidak hanya yang berdomilisi di pulau Jawa saja tetapi bahkan banyak yang berasal dari luar Jawa, kelihatannya yang paling jauh adalah dari Unsrat, Menado, Sulawesi Utara (itu yang lokal), juga ada yang dari Maluku. Jauh mana sih ? Sedangkan di tingkat internasional tentunya wakil dari Werner Sobek yaitu Jerman, selain tentu saja tidak boleh dilupakan bahwa di Konteks3 tersebut juga telah datang pemakalah dari Singapore dan Malaysia.

Fakta seperti itu, tentunya dapat diterjemahkan sebagai adanya pengakuan akan keberadaan Jurusan Teknik Sipil UPH , yang di tahun ini telah mencapai usia 15 tahun. Untuk seorang bocah tentunya itu telah menjadi remaja, menjelang dewasa, tetapi untuk suatu insititusi pendidikan rasanya masih relatif muda dibanding institusi-institusi pendidikan yang lain.

Tentang pengakuan, rasanya itu tidak terbatas pada penyelenggaraan seminar saja, tetapi juga alumni-alumninya. Meskipun alumni untuk setiap angkatan relatif kecil, tetapi sudah ada beberapa lho yang bekerja di luar negeri di bidangnya (tentang hal itu ada beberapa yang kutulis di blog ini juga). Kecuali yang bekerja, ada juga yang telah mendapat beasiswa di luar negeri, contohnya Merry Natalia, alumni yang namanya tercantum di sampul prosiding Konteks, dimana gelar M.Sc.Eng diperoleh dari beasiswa di Taiwan. Satu lagi alumni dengan nama yang mirip, yaitu Merryana, juga tercantum di sampul prosiding tersebut, baru saja menerima surat pemberitahuan diterima beasiswa di Belgia.

Hal-hal seperti itulah yang membuat bahagia seseorang yang dosen, tidak berupa hal-hal yang bersifat materiil. Jadi hal-hal seperti inilah yang membuat mengapa banyak dosen-dosen dapat berusia lanjut dan tetap produktif.

Selain hal-hal di atas yang sifatnya personal dan subyektif,  ternyata keramaian acara dapat juga dimanfaatkan untuk marketing atau promosi. Di bagian lain ruang seminar, di ruang 502 tempat snack di waktu istirahat, dipasang beberapa boot untuk para sponsor acara tersebut. Tetapi tentu saja yang cocok dipromosikan adalah hal-hal yang terkait dengan profesi para peserta, yaitu bidang konstruksi maupun juga informasi umum untuk pengembangan pribadi seperti informasi pendidikan lanjut dsb.

Marketing atau promosi produk ternyata tidak hanya terbatas bagi sponsor. Juga bagi peserta seminar Konteks3 sendiri.

Maksudnya pak ?

Maksudnya jelas, bahwa kesuksesan penyelenggaraan seminar tersebut tidak hanya berguna bagi penyelenggaranya saja (UPH dan UAJY) tetapi juga bagi pesertanya, menjadi suatu win-win-solution , gitu lho. Kehadiran banyak praktisi dan pakar dibidangnya tentu merupakan suatu ajang yang paling bagus untuk promosi sesuatu yang memang kemungkinan besar diminati oleh orang-orang tersebut. Sesuatu yang dimaksud bisa juga berupa buku. Dalam hal ini teman-teman dari ITS, yaitu bapak Tavio dan bapak Kusuma memanfaatkan benar untuk sekaligus membagikan brosur buku-buku yang diterbitkannya. Ini benar-benar dapat disebut sebagai “sambil menyelam minum air, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Sambil berbagi ilmu, dan berdiskusi ilmiah, sekaligus juga mempromosikan karyanya.

Bayangkan jika tidak pada pertemuan seperti ini, kemudian ingin membagikan brosur promosi, jelas diperlukan perangko, itu khan biaya tersendiri.

Buku-buku tentang apa pak ?

Buku-buku tentang struktur beton terbitan ITS-Press, wah bagus lho. Dan seperti yang pernah saya sampaikan kemarin via penulisnya yaitu bapak Tavio sendiri, bahwa karena partisipasinya di Konteks3 tersebut maka saya juga akan bantu promosikan di blog ini.

Ini lho buku-buku karangan Bapak Ir. Tavio, MS., Ph.D dari ITS, Surabaya. Ayo jangan sampai ketinggalan.

Baca lebih lanjut