KJI dan KBGI 2009

Mungkin mengherankan bagi anda, jika baru sekarang saya menulis tentang KJI (Kompetisi Jembatan Indonesia). Acaranya sendiri khan sudah lama lewat, yaitu tanggal 8-9 Agustus 2009 lalu. Kecuali itu, sebenarnya saya  sendiri juga absen dalam event tersebut. Jadi dapat dimaklumilah jika dalam foto-foto nanti tidak ada sosok diri ini. 😦

Lanjutkan membaca “KJI dan KBGI 2009”

UPH’s spaghetti bridge competition 2009

Coba anda perhatikan kalender yang tercantum pada sisi kanan blog ini,  tanda bold yang dapat diklik menunjukkan kapan artikelku terbit. Perhatikan, rasa-rasanya dari jumlah bold pada kalender tersebut akan terlihat bahwa hampir setiap minggu ada-ada saja artikelku yang terbit. Itu dapat diartikan bahwa banyak kegiatan yang kujalani yang menginspirasi menjadi artikel. Kegiatan yang dimaksud tidak harus berupa kegiatan fisik, bisa-bisa itu hanya berupa wisata pikiran atau kerennya wisata rohani (Catatan : lawan kata jasmani adalah rohani bukan).

Lanjutkan membaca “UPH’s spaghetti bridge competition 2009”

foto-foto gempa di Padang

Seperti yang pernah diceritakan sebelumnya ( di sini), bapak Dr. Ir. FX Supartono, pakar struktur senior sekaligus salah satu guru penulis sewaktu menimba ilmu di Pascasarjana UI, baru saja berkunjung ke kota Padang pasca gempa tempo hari. Tujuan utamanya adalah mengevaluasi struktur-struktur bangunan pada kompleks pabrik PT. Semen Padang, yang sebagian merupakan hasil rancangan beliau. Ibarat pepatah, sambil menyelam minum air, beliau juga berkesempatan berkeliling kota Padang memantau kondisi bangunan pasca gempa, khususnya di daerah kota tua yang relatif banyak bangunan-bangunannya yang roboh.

Lanjutkan membaca “foto-foto gempa di Padang”

surprised, tak disangka-sangka

Judul di atas tentu cukup relevan dengan kondisi atau suasana yang menjadi berita di koran-koran minggu ini. Bahkan itu dapat mengilhami untuk dijadikan joke saat ketemu teman, misal ,” Sudah dapat panggilan via telpon belum ? “.

Pertanyaan tadi mungkin saja hanya dianggap sebagai joke, yang cukup ditanggapi dengan senyum-senyum lucu, tetapi bisa-bisa juga menjadi sesuatu yang serius, khususnya bagi mereka yang namanya sedang atau pernah beredar di ‘kalangan atas’.

Lanjutkan membaca “surprised, tak disangka-sangka”

kabar tentang Padang

Bagaimana kabar kota Padang, tidak terasa ini sudah setengah bulan lebih sejak gempa melanda kota tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi ?

Jawaban tentang itu tentunya sudah dapat dengan mudah dibaca di koran-koran berita maupun di internet, bahkan keesokan hari ketika gempa itu terjadi, saya sendiri berhasil mendapatkanbanyak informasi untuk dijadikan satu artikel tersendiri, disini. Jadi tentunya berita yang diharapkan tersebut tentunya ‘lebih’ dibanding berita yang saya kumpulkan sebelumnya. Berita seperti apa itu.

Lanjutkan membaca “kabar tentang Padang”

testimoni buku

Pengantar:

Banyak email yang masuk inbox-ku berkaitan dengan karya tulis yang kubuat. Paling banyak adalah yang menanyakan buku SAP2000:  “kenapa koq tidak diterbitkan lagi”.

Aku sendiri sebenarnya senang ada yang menanyakan seperti itu. Bukankah itu artinya buku tersebut bagus, minimal berkesan bagi orang untuk mencari dan ingin membelinya (jika ada). Tetapi apa daya aku hanya penulis, masih ada pihak lain yang mempunyai wewenang memutuskan untuk mencetak ulang buku tersebut atau tidak. Maklum penerbitnya saja perusahaan besar, yang mendapat pasokan berpuluh-puluh judul baru setiap minggunya. Jadi tentu saja mereka punya banyak alasan mengapa tidak menerbitkan ulang judul lama, kecuali jika buku tersebut larisnya memang luar biasa. Itu dapat dimaklumi karena mereka menganggap buku yang membahas software lama sudah dianggap out-of-dated. 😦

Adapun bukuku sendiri memang segment pembacanya relatif terbatas, tidak semua lapisan masyarakat paham. Pembaca buku tersebut adalah komunitas calon insinyur atau insinyur sipil, itupun jika yang bersangkutan punya minat di bidang struktur, khususnya masalah perencanaannya.

Lanjutkan membaca “testimoni buku”

suka duka jadi guru

Ada beberapa tulisanku di blog ini yang mengungkapkan betapa senangnya hati ini ketika mendengar muridnya yang sudah lulus (alumni), masih mengingat atau bahkan mau mengakui bahwa apa-apa yang kusampaikan dulu ternyata berguna bagi kesuksesannya sekarang. Itulah suka hatinya seorang guru. Semakin sukses seorang murid ketika kembali di masyarakat, maka semakin tinggi juga rasa banggaku sebagai seorang guru.

Apa sih kriteria sukses menurut pak Wir itu ?

Definisi sukses menurut saya adalah, bahwa yang bersangkutan mampu hidup secara mandiri, tidak menjadi beban orang lain, bahkan keberadaannya dapat berguna bagi orang lain atau lembaga tempatnya bekerja.  Jadi bisa saja dia sudah punya mobil, rumah, terlihat mentereng tampilan luarnya, tetapi itu semua ternyata pemberian orang lain, misal mertuanya, maka menurut saya itu bukan kriteria yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah sukses.

Lanjutkan membaca “suka duka jadi guru”