pendidikan civil engineering di India dan Indonesia

Ada suatu hal yang menarik untuk dibahas, ini idenya :

aria // 30 April 2010 pada 03:39 |

Pak Wir mohon dong pandangan bapak mengenai pendidikan khususnya di India dan Indonesia secara umum (tentunya dalam bidang t sipil)apa kelebihan dan kekurangannya, trims

Saudara Aria, ada apa koq ada pertanyaan seperti itu. Apakah anda mendapat kesempatan beasiswa belajar di India, tetapi di sisi lain anda juga diterima di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia ?

Baca lebih lanjut

kasus Jack Lord di Riau

Fenomena pendidikan maupun hasil pendidikan di tanah air memang beragam.  Sebagai seorang yang berkecipung di dunia pendidikan tentunya hal-hal seperti itu cukup menarik. Tadi siang kedatangan alumni jurusan teknik sipil, yang kebetulan bisa mampir kantor karena proyek tempatnya bekerja kebetulan menugaskannya berpergian di sekitar kampus, jadi mampir sekalian. Syukurlah, kira-kira tiga bulan setelah dinyatakan lulus (belum wisuda) sudah dapat pekerjaan.

Kerja apa pak ?

Ya tentu di bidangnya, kebetulan tempat bekerjanya adalah kontraktor yang sedang mengerjakan proyek jalan di sekitar Balaraja, itu khan dekat kampus Karawaci.

Saya pikir, asal kerja aja  pak. Itu seperti yang sedang diberitakan, jadi tukang sapu juga ok. 🙂

Baca lebih lanjut

UPH’s friend exhibition keliling Sumatera

Bekerja di perguruan tinggi menjadi dosen, itu tidak hanya sekedar mengajar. Masih ada yang lain yang harus dikerjakan, sehingga ada istilah Tridharma Perguruan Tinggi. Jadi kalau kemudian ada orang awam yang menyebut dosen dengan istilah lain seperti staff pengajar, maka sebenarnya itu merendahkan yang bersangkutan.

Baca lebih lanjut

permanent deflection karena terkena hantaman benda

Cukup lama saya tidak menulis di blog. Maklum sedang ada event, yang mana langkah terbaik menghadapi event tersebut adalah “diam”. 🙂

Evaluasi event tersebut telah berjalan, sehingga tinggal tunggu hasilnya. Oleh karena itu ada baiknya kegiatan menulis dapat diteruskan lagi. Kebetulan ada email masuk. Terus terang saya tidak pernah menjawab email yang masuk secara pribadi, selalu via blog. Sekaligus untuk membuktikan bahwa jawaban saya sifatnya universal dan transparant karena sifatnya umum dan dapat dinilai oleh orang lain juga. Jadi kalau ada saran yang lebih baik dari yang saya sampaikan maka dapat ditambahkan juga. Oleh karena itu jangan tersinggung ya. 😐

Baca lebih lanjut