seminar HAKI 2010 – Jadwal Acara

Hari H semakin dekat, kesempatan berkumpul bersama teman-teman seprofesi di bidang kontruksi. Acaranya adalah seminar nasional Himpuan Ahli Konstruksi Indonesia 2010 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Hari H yang dimaksud adalah hari Selasa – Rabu tangal 3 -4 Agustus 2010, minggu depan.

Bagi teman-teman yang sibuk, tetapi ingin hadir maka rasa-rasanya melihat daftar acara seminar yang berisi judul makalah dan nama pembicaranya tentu membantu dapat datang tepat waktu.

Ingin tahu lebih detail tentang Jadwal Acara hari pertama dan kedua secara lengkap.

Baca lebih lanjut

mengajar di untirta

Kadang-kadang timbul juga pertanyaan iseng :  “apa sih bangganya mengajar bagi seorang dosen“.

Pertanyaan serupa jika didengar awam, rasa-rasanya akan mudah mendapat jawaban : “itu khan pekerjaan mulia, mengajar khan mencerdaskan bangsa“.  Jawaban-jawaban abstrak senada dapat dikembangkan, lengkap dengan bumbu-bumbu rohani, seperti misalnya: “secara materi memang tidak sebanding dengan businessman, tetapi khan tugas yang mulia, sehingga upahnya besar di sorga“.

Pendapat di atas kemungkinan juga diyakini oleh beberapa dosen, bahkan dianggap paling penting dibanding aspek-aspek lain dalam tridharma perguruan tinggi. Itu terbukti pada pertemuan dosen-dosen senior dan kepala-kepala jurusan kemarin, yaitu dalam rangka sosialisasi strategi penilaian dosen oleh HRD. Usulan cara penilaian baru oleh HRD, sedikit banyak bertumpu pada standar DIKTI, yang condong memberi bobot lebih berat pada aspek  penelitian dan publikasi, dibanding dengan mengajarnya. Pada pertemuan sosialisasi tersebut, ada salah satu dosen memberi tanggapan,  bahwa jika digunakan standar DIKTI agak keberatan. Pasalnya, di tempat dia mengajar, karena ada alasan cari dosen susah, maka saat sekarang ini beberapa dosen tetap menanggung akibatnya, yaitu mengajar dengan jumlah sks yang berlebihan. Ada dosen yang beban mengajarnya sampai 22 sks.

Intinya, dosen-dosen di jurusan tersebut karena mengajarnya saja sampai 22 sks tentu merasa keberatan jika disuruh melakukan penelitian dan sebangsanya. Jika demikian maka tentu akan terjadi penilaian HRD menjadi  jelek jika digunakan peraturan yang mengacu standar DIKTI. Padahal menurut dosen yang keberatan tersebut, mengajar merupakan suatu  tindakan yang mulia, yang berkorelasi langsung dengan kemajuan anak didik.

He, he, . . . . argumentasi yang ‘mulia’ atau hanya sekedar mencari kambing hitam, mencari alasan formal untuk tidak mengerjakan aspek tridharma perguruan tinggi yang belum dikerjakan.  O ya untuk mengingatkan saja, bahwa tridharma perguruan tinggi yang merupakan kewajiban seorang dosen terdiri dari tiga aspek, yaitu [1] pendidikan dan pengajaran; [2] penelitian dan publikasi; serta [3] pengabdian pada masyarakat.

Baca lebih lanjut

proficiat to DR Nathan Madutujuh

Bagi pembelajar program SAP2000, yaitu program rekayasa untuk analisa struktur dengan komputer, maka saya kira cukup banyak juga yang mengetahui bahwa program semacam itu sudah ada yang dibuat oleh anak bangsa. Program yang dimaksud adalah SANSPRO, yang telah dikembangkan sejak tahun 1989 dan sampai sekarang masih eksis. Bayangkan sudah ada sejak 21 tahun yang lalu.

Anda tahu siapa yang membuat atau mencipta program tersebut ?

Baca lebih lanjut

dosen yang tidak berdedikasi

Mendengarkan keluhan mahasiswa kadang-kadang menarik, apalagi jika mengeluhnya pada dosen juga, seperti aku ini.

Mari kita bahas salah satu komentar pada blog ini, moga-moga bisa didapatkan jalan keluarnya.

Made // 13 Juli 2010 pada 17:10 |

wahh… pengen sy kuliah di sana UPH.
di tempat sy kuliah di sini, dosen nya sama sekali tidak mendedikasikan dirinya ke mahasiswa !
80% dosen begitu semua pak. hanya sedikit dari mereka yang mau benar2 membimbing dan membagi ilmu mereka kpd kami para mahasiswa.

Saya juga sampai heran. teman sy yang kuliah di Jawa sampai heran liat kelakuan dosen2 di univ saya.

Satu nasehat yang saya coba terapkan, meskipun pelaksanaannya tidak gampang adalah “janganlah mengeluh, banyaklah bersyukur“.  Itu selalu saya coba terapkan kepada keluargaku, juga kadang-kadang ke mahasiswaku. Nasehat itu kelihatannya pendek, tetapi kalau bisa dilaksanakan sampai hati paling dalam, baik dalam sikap dan tindakan sehari-hari maka hasilnya pasti luar bisa. Aku bilang demikian karena memang membicarakan itu lebih mudah dibanding melaksanakan. Meskipun demikian jika itu sudah ada dalam benak, minimal ada usaha ke arah tersebut.

Baca lebih lanjut