tak diduga

Sebuah renungan kecil untuk menyikapi kehidupan.

Jika aku perhatikan orang-orang yang terlihat sukses, maju, maka yang terlihat cukup menonjol dari mereka adalah adanya sikap hidup positip, yang memandang kehidupan secara optimis. Tidak takut. Ciri-ciri itu pula yang aku perhatikan dari mahasiswa-mahasiswaku, bahkan jika aku melihat mereka mempunyainya, maka aku dapat yakin bahwa kedepannya memang demikian adanya, sukses (lancar). Aku bahkan tidak melihat indeks prestasi (IP) mereka, meskipun dalam kenyataannya banyak dari mereka yang mempunyai ciri-ciri di atas juga mempunyai IP yang cukup bagus. Jadi bisa juga dikatakan bahwa meskipun IP kurang baik, tetapi karena mempunyai ciri-ciri, bersikap hidup positip, optimis dan tidak takut maka pada akhirnya mereka akan menemukan jalan kesuksesannya.

Baca lebih lanjut

sipil UPH dan beton mutu sangat tinggi

Enam belas (16) tahun sudah keberadaan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan, Universitas Pelita Harapan berada, yaitu sejak tahun 1994. Dari tahun itu sampai sekarang, kampusnya tetap di Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, dan ternyata saya sudah ada bersamanya sejak tahun 1998 (ketika krisis moneter terjadi). Jadi sejak itu, saya juga telah menjadi anggotanya selama 12 tahun, waktu paling lama saya bekerja pada satu institusi yang tetap. Selama menjadi anggotanya tersebut, tahun 2004 saya mendapat kesempatan untuk studi lanjut pada program doktor, di Unika Parahyangan, Bandung, dan puji Tuhan, pada bulan Februari tahun 2009 saya berhasil lulus, dan berhak menyandang gelar Doktor di depan nama saya.

Jadi selama hidup dan bekerja di UPH ini, saya tidak sekedar dapat hidup, tetapi bahkan dapat tumbuh dan berkembang, yang salah satunya adalah diberi kesempatan untuk berbagi melalui tulisan-tulisan yang saya tulis, baik via blog ini, atau di makalah-makalah ilmiah yang saya sampaikan, atau juga melalui buku-buku yang telah diterbitkan oleh ACI Int., maupun PT. Elex Media Komputindo.

Bagaimana dengan rekan lainnya di Jurusan Teknik Sipil UPH itu sendiri ?

Baca lebih lanjut

mekanisme tumpu pada sambungan

Tulisan ini adalah kelanjutan dari thread sebelumnya  di sini. Perlu dipisahkan karena akan ada materi baru yang disampaikan, yang menurutku tidak banyak dibahas secara mendetail di text-books yang sudah ada.

pendapat umum

Sebagai pengantar, ada baiknya aku ambil komentar pembaca dari thread sebelumnya , sbb:

sianip // 25 Juni 2010 pada 04:28 |

Topiknya menarik, pak Wir.. menurut saya, mungkin karena slip critical sendiri istilahnya baru muncul di spesifikasi RCSC mengenai Baut ASTM A325 & A490 tahun 1985 (dipakai juga oleh ASD tahun 89).

Spesifikasi tersebut secara “garis besarnya” membagi joint typenya menjadi snug tight joint (utk mekanisme tumpu) dan slip critical joint utk baut yg dibebani geser atau kombinasi geser dan tarik. Tapi di spesifikasi RCSC 2004 (paling terbaru ?) menambah 1 lagi yaitu pretensioned joint. Hampir sama dengan slip critical, hanya pretensioned joint tidak terlalu memperhatikan faying surface (bidang kontak steel dengan steel yang dijoint dengan baut) jadi masih memperbolehkan slip kalau terjadi.

Saya kurang setuju untuk pernyataan bahwa slip critical tidak dikenal untuk gedung. Karena untuk bangunan pabrik (masuk klasifikasi gedung bukan ya?) yang berisi equipment yang menghasilkan vibrasi dan reverse load harus didesain dgn slip critical utk meningkatkan serviceability dan juga mengurangi kemungkinan keruntuhan akibat fatique.

Kadang2 juga sambungan kolom gedung dan bracing juga didesain utk slip critical utk menghindari deformasi berlebihan pada gedung, jadi tergantung kriteria desain yang dikehendaki oleh engineernya.

Btw pak Wir, sepertinya textbook struktur baja seperti Salmon (edisi LRFD) sudah sangat jelas sekali mendeskripsikan (sampai ke freebody diagramnya) jenis joint yang tumpu atau slip kritikal…

bgitu pak pendapat dari saya. Kalau mungkin yg magister belum kenal istilah2 tersebut, mgkn karena dulu S1 nya sebelum tahun 85 pak. CMIIW

Komentar pak Sianip terhadap artikel saya sebelumnya cukup berbobot. Saya kira tidak sembarang orang yang tidak pernah membaca tentang hal itu dapat menanggapi seperti itu, ditambah dengan rujukan-rujukannya yang cukup bagus. Tetapi terus terang, dari kesamaan persepsi dengan yang ada dalam pemikiranku, aku merasa ada beberapa dari pernyataannya yang membuat bingung, seperti misalnya:

  • slip critical joint utk baut yg dibebani geser atau kombinasi geser dan tarik
  • pretensioned joint. Hampir sama dengan slip critical, hanya pretensioned joint tidak terlalu memperhatikan faying surface . . . . jadi masih memperbolehkan slip kalau terjadi . . .
  • slip critical utk menghindari deformasi berlebihan pada gedung.

Jika saya saja bingung, maka saya yakin akan banyak teman-teman yang lain juga bingung. Jadi ada baiknya aku akan menceritakaan tentang sambungan baut mutu tinggi secara penuh dahulu, sehingga akan terlihat mengapa ke-3 item di atas dapat membingungkan.

Baca lebih lanjut