sambungan las pada jembatan

Artikel ini mencoba menanggapi adanya pendapat bahwa “sambungan las tidak boleh digunakan pada konstruksi jembatan baja“.

Terus terang sampai sejauh ini saya tidak pernah menjumpai literatur yang membenarkan pendapat di atas, atau dengan kata lain bahwa pendapat di atas adalah tidak benar. Tetapi karena yang menyatakan pendapat tersebut adalah seorang ahli jembatan dari Kementrian PU, yang karirnya adalah memang menangani pembangunan jembatan-jembatan di Indonesia, maka tentu saja pendapat di atas tidak dapat aku abaikan begitu saja.

Saya yakin jika pendapat tersebut didengar oleh dosen lain, maka pasti itu akan dijadikan rujukan perkuliahannya tanpa perlu bertanya-tanya lagi, maklum pendapat di atas khan disampaikan oleh orang jembatan. Tetapi bagiku, karena merasa tidak sesuai dengan pengetahuan yang aku miliki bahkan menimbulkan pertentangan pikiran, maka perlu dipikirkan : “Apa benar pendapat beliau tersebut“.

Tertarik dengan diskusi ini. Jika iya, silahkan lanjut berikutnya.

Baca lebih lanjut

konstruksi bambu Indonesia

Di tengah hingar bingar berita tentang Indonesia, yang mayoritas tidak sedap, seperti terjadinya bencana alam, mulai dari timur (air bah di Wasior), di tengah (erupsi gunung Merapi) dan di barat (tsunami di kepulauan Mentawai). Juga berita tentang bencana akibat tindak-tanduk manusia seperti lumpur Lapindo yang sekarangpun masih berlanjut, ditambah adanya banjir ‘genangan’ rutin yang selalu menemani warga ibukota. Kasus-kasus dimasyakarat yang menjadi berita, mulai dari kasusnya pak Susno yang ternyata tidak ada tindak lanjutnya untuk sarana pemberantasan korupsi, dan yang paling baru yaitu Gayus yang meskipun sudah ketangkeppun ternyata bisa jalan-jalan ke Bali. Itu semua khan jelas isi berita yang tidak menyenangkan, tidak bisa dijadikan kebanggaan bagi orang di luar Indonesia. Benar nggak.

Kasus-kasus seperti itu jika dipikirkan serius oleh seorang yang idealis, maka bisa-bisa membuatnya menjadi kecewa atau bahkan skeptis. Bayangkan, meskipun sudah empat kali era presiden digantikan sejak Suharto, masalah korupsi yang katanya adalah salah satu kejelekan masa pemerintahan orde baru dulu, ternyata masih saja berlangsung. Bahkan kelihatannya sekarang lebih dahyat, tidak hanya terjadi di pusat kekuasaan tetapi juga di daerah, yang katanya sudah mandiri itu.

Dengan latar belakang pemikiran seperti di atas, . . . maka saya juga cenderung skeptis terhadap berita-berita politik yang menghiasi media. Untuk mengatasinya, maka cara paling bagus adalah mengabaikannya. Jangan dimasukin ati atau pikiran. Moga-moga setelah tahun 2014 nanti ada harapan baru. Itulah alasan mengapa aku sekarang sering membaca kabar berita teman-teman di FB, kadang lebih menarik. Betul juga, belum lama ini aku tertarik dengan foto-foto yang di-share oleh prof Morisco, dosen dan seniorku di UGM.

Apa itu pak Wir ?

Baca lebih lanjut

Southeast Asia Steel Construction Seminar 2010

Sehari setelah mengaso dari mengikuti acara akbar KJI/KBGI dari hari Jumat tanggal 5/11/2010 sampai Minggu 7/11/2010 malam di Kampus UI Depok, maka besoknya lagi yaitu hari Selasa 9/11/2010, saya tidak ada di kampus UPH Karawaci, yaitu untuk menghadiri acara the Southeast Asia Steel Construction (SASC) Seminar 2010, yang berlangsung di Ballroom A dan B, Hotel Grand Hyat, Thamrin, Jakarta Pusat.

SASC Seminar 2010 kali ini membahas tentang “Steel Structures in Bridges, Port and Harbors”. Acara tersebut terselenggara berkat adanya kerja sama antara Civil Engineering Departement UI ; The Japan Iron and Steel Federation (JISF); dan Japanese Society of Steel Construction (JSSC).

Baca lebih lanjut

laporan KJI ke-6 dan KBGI ke-2 2010

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, bahwa acara akbar mahasiswa-mahasiswi teknik sipil dari perguruan tinggi (universitas dan institut) serta politeknik se Indonesia ternyata dapat berlangsung sukses. Padahal kita semuanya tentu tahu bahwa negeri ini yang sedang berprihatin dengan adanya bencana alam yang silih berganti.

Acara akbar yang dimaksud adalah KJI (Kompetisi Jembatan Indonesia) ke-6 dan KBGI (Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia) ke-2, yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, adapun dalam pelaksanaannya dibantu oleh Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Acaranya sendiri telah berlangsung kemarin dulu pada hari Jumat-Minggu tanggal 5-7 November 2010 yang lalu,  bertempat di lapangan parkir PNJ kampus UI , Depok, Jawa-Barat.

Sebagaimana seperti biasa, bila ada kesempatan terlibat langsung dalam suatu acara yang menarik, khususnya bagi komunitas teknik sipil berbahasa Indonesia, maka aku rasa-rasanya mempunyai kewajiban moril untuk menuliskannya di blog.

Sharing ! Siapa tahu memberi inspirasi bagi teman-teman yang lain agar ikut juga berpartisipasi. Intinya adalah : keinginan untuk menyebarluaskan gagasan.

Hal di atas adalah penting lho, itu juga tercantum di Rubrik – Beban Kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Tahun 2010 yang dikeluarkan DIKTI. Disitu disebutkan bahwa menyebar-luaskan gagasan adalah salah satu kewajiban profesor yang ingin agar tunjangan profesi dari pemerintah terus berlanjut. Jadi kalau para profesor (di Indonesia) yang menerima tunjangan profesi tidak melakukan kegiatan menyebar-luaskan gagasan (ke masyarakat), maka tunjangan profesi dapat dihentikan.

He, he, berarti menulis seperti di blog ini, karena juga menyebar luaskan gagasan ke masyarakat, dapat digunakan sebagai latihan untuk nanti ketika telah menjadi profesor. Iya khan. 🙂

Pada acara KJI ini aku ditugaskan sebagai juri nasional KJI. OLeh karena itulah aku mempunyai kesempatan luas untuk terlibat baik di dalam acara-acara persiapannya maupun acara utamanya pada hari Jumat-Minggu yang lalu. Ditambah dengan adanya pengalaman-pengalaman menulis sebelumnya, maka saya yakin materi tulisanku ini merupakan laporan terlengkap tentang pelaksanaan acara akbar tersebut, yang terpublikasi luas. Jadi makalah ini merupakan rujukan penting bagi yang ingin tertarik untuk mengikuti acara tersebut kedepannya. Moga-moga.

Acara kompetisi ini menurutku cukup penting untuk diikuti oleh para mahasiswa teknik sipil di Indonesia. Kalau tidak salah ini merupakan satu-satunya acara pertandingan atau kompetisi ilmiah (berlatar belakang ilmu pengetahuan yang digeluti) bagi mahasiswa-mahasiswi teknik sipil yang didukung penuh oleh pemerintah (DIKTI). Sertifikat bagi juara maupun jurinya saja di tanda-tangani langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Kemdiknas) Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. Jadi kalau digunakan untuk perhitungan KUM dosen pasti laku / diakui sebagai kegiatan pendidikan ilmiah tingkat nasional . 🙂

Baca lebih lanjut

menjelang kompetisi akbar mahasiswa teknik sipil 2010

Tidak terasa tinggal tiga (3) hari lagi kompetisi akbar mahasiswa teknik sipil se Indonesia akan segera berlangsung, yaitu Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI ke-6) dan Kontes Bangunan Gedung (KBGI ke-2). Acara tersebut rencananya akan berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 5-6-7 November 2010, bertempat di Politeknik Negeri Jakarta, kampus UI, Depok, Jawa Barat. Informasi lebih lanjut tentang kompetisi dapat dilihat di link berikut.

Baca lebih lanjut