perihal mekanika teknik

Cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadaku, ada yang via email, ada yang via facebook, dan yang terbanyak tentunya via blog ini.

Jika aku tidak mengenalnya secara pribadi, terus terang tidak semuanya dapat aku tanggapi. Maklum, pertanyaannya kadang-kadang kebangetan, daripada makan hati, lebih baik tidak dipikirkan saja. Bayangkan saja, ada pertanyaan yang begitu mendasar, sangat sederhana dan mestinya sudah menjadi bagian pengetahuan dari seorang mahasiswa teknik. Kenapa, karena semua buku teks teknik sipil pasti memuatnya. Jadi akunya yang bertanya : “Pernah baca buku teknik sipil atau nggak. Eh koq gitu saja ditanyakan”. Ini bertanya betul atau hanya iseng. Jadi daripada komentarku nanti nylekit (menyinggung), maka lebih baik aku biarkan saja.

Tetapi dari beberapa pertanyaan yang datang, ada juga yang menarik untuk dibahas dan bahkan memunculkan hasrat untuk ditanggapi. Pertanyaan yang biasa aku suka dan menarik untuk ditanggapi adalah pertanyaan yang bersifat filosofi, bukan teknis. Teknis khan banyak dijumpai di buku-buku teks. Sedangkan yang filosofi umumnya memang tidak terdapat di buku-buku teks. Kalaupun ada, kadang tidak mudah dimengerti. Hanya yang tahu saja yang biasanya memahami.

Nah jika itu yang terjadi, maka aku akan berpikir bahwa yang bertanya ini orangnya serius dan ingin tahu banyak tentang engineering. Nah disitulah aku rasa peranku perlu dimunculkan, hasrat untuk berbagi. 😀

Selanjutnya seperti biasa agar jawabannya bergaung secara luas dan relatif abadi (dapat diakses setiap saat) maka aku menuliskannya di blog ini, sekaligus menguji dan mengevaluasi apakah yang disampaikan juga benar-benar sahih. Itu penting juga sebagai masukan atau feedback bagi diriku.

Baca lebih lanjut