baut mutu tinggi itu ternyata berbeda-beda, awas !

Dua puluh tiga tahun yang lalu, yaitu saat pertama kali kerja di PT. Wiratman & Asociates (Jakarta), saya sudah terlibat dengan yang namanya baut mutu tinggi. Waktu itu saya perlu mempelajarinya karena diperlukan untuk merencanakan sistem sambungan balok baja untuk atap proyek Thamrin Tower. Saat ini gedungnya diberi nama ATD Plaza, di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Struktur atap yang direncanakan relatif kecil (menurut ukuranku saat ini), masalahnya pada waktu itu adalah karena aku masih fresh graduate sedangkan di sisi lain yaitu engineer in-charge-nya langsung orang Jepang,  Mr. T. Araki namanya. Bayangkan saja, sebagai engineer muda yang baru lulus disuruh merencana secara lengkap struktur baja. Meskipun waktu itu, ketika kuliah di UGM juga telah mengerjakan tugas struktur baja dengan baik, tetapi ketika masuk dunia kerja, koq rasa-rasanya nul putung. Nggak tahu  apa-apa. 😦

Bayangkan saja, menggambar struktur baja yang relatif kecil itu saja waktu itu sampai ditolak beberapa kali, dan disuruh merevisinya lagi oleh orang jepang tersebut. Aku ingat sekali, revisinya sampai tujuh kali. Pokoknya stress berat dan bahkan ada pemikiran mau resign saja. Mikir, merencanakan struktur atap saja, yang bagian kecil koq rasa-rasanya ribet dan susah banget gitu. 😦

Baca lebih lanjut