hati-hati !

Jika kita perhatikan berita di media-media, tidak semuanya perlu ditanggapi dengan serius, tetapi juga tidak boleh diabaikan. Ibarat pepatah, ada gula ada semut, ada asap pasti ada apinya. Maklum, dengan begitu gampangnya informasi disebarkan, teknis perekaman gambar dan video, juga didukung oleh kesiapan di segi soft-nya, seperti semakin populernya ilmu komunikasi dengan ngelmu retorika-nya, tetapi di sisi lain motivasi orangnya juga berbeda-beda, maka akhirnya kebenaran suatu berita tidak mudah dibedakan dari yang namanya kebohongan belaka. Kebenaran berita yang dimaksud saat ini, tidak bisa dinilai 100% benar atau 100% salah belaka. Oleh karena itu membacanya perlu kearifan, baik dengan kepala dingin, atau mata hati. Kenapa, karena dapat dijumpai berita yang 50% benar, tetapi juga 50% salah. Maklum berita itu ditulis dengan motivasi mencari sensasi. Jadi jika tidak arif membacanya, yang tersimpan di benak, bisa-bisa hanya 50% yang salah.

Baca lebih lanjut