komentar untuk BMS-1992

Tidak terasa, semenjak selesai studi S3 ternyata dijumpai juga beberapa penelitian yang dilaksanakan bukan atas kemauan sendiri, alias atas permintaan pihak tertentu. Jadi bisa juga dikatakan bahwa apa yang saya lakukan tersebut adalah penelitian pesanan.

Nah lho, seorang Wiryanto saja mau melakukan penelitian pesanan, apalagi yang lain ya. He, he . . . .   Eh, emangnya ada yang salah dengan yang dimaksud pesanan itu. 😀

Baca lebih lanjut

buku baru CRC Press

Untuk menjadi ahli, maka syaratnya sederhana yaitu mau konsisten untuk terus belajar. Bagaimana jika telah lulus atau tepatnya jika telah tuntas menyelesaikan pendidikan formal, S3 misalnya. Ya kalau  begitu, tentunya adalah belajar mandiri. Lalu bagaimana jika teman-teman di lingkungannya sudah nggak ada lagi yang bisa diajak diskusi, khususnya untuk tema ilmiah yang sedang digeluti. Jika tidak bisa atau tidak tahu terhadap suatu kasus atau masalah, maka satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan membaca literatur ilmiah bermutu.

Baca lebih lanjut

prediksi 2014

Judulnya nggak usah panjang-panjang, tetapi saya yakin prediksi awal anda tentang apa maksudnya, pasti akan banyak benarnya. Betul, tulisan ini memang akan membahas tentang gonjang-ganjing politik yang berujung nanti pada pesta demokrasi 2014. Bagaimana lagi, tahun depan bukankah yang ditunggu-tunggu adalah itu khan. Maklum dengan kepemimpinan seperti sekarang ini, kelihatannya terkesan banyak jalan di tempat. Itu lho penyelesaian tentang kasus-kasus korupsi yang beritanya sudah kemana-mana tapi koq kesannya belum ada ujungnya. Kesannya menunggu sesuatu gitu lho.

Menunggu apa pak Wir. Bapak khan biasanya banyak memprediksi tentang perilaku struktur, yang memang merupakan keahlian profesional Bapak selama ini. Kenapa sekarang menulis tentang hal-hal politik ?

Kenapa tidak. Bidang politik kelihatannya mempunyai kondisi berbeda dibandingkan bidang rekayasa. Bidang kita ini (rekayasa) kelihatannya selain fokus juga memerlukan ketekunan menggeluti bidang tersebut untuk menjadi ahli atau agar sukses. Belum pernah saya jumpai, teman yang ahli bidang rekayasa tetapi berasal dari luar keilmuan yang dipelajari disekolahnya. Kalau ilmu politik atau mungkin tepatnya, pelaku politik, maka latar belakang keilmuan bisa macam-macam,  yang bergelar insinyur juga banyak bukan. Kalau masih belum yakin, kenali saja ketua Golkar, juga DKI-1 mereka latar belakang pendidikannya adalah insinyur juga bukan.

Intinya, untuk menjadi pelaku politik maka latar belakang bidang pendidikan yang ditekuninya tidak harus ilmu sosial. Jadi kalau seperti aku, yang punya pengalaman memprediksi perilaku struktur, kemudian mencoba peruntungan untuk membuat prediksi politik negeri ini, rasa-rasanya bukan sesuatu yang aneh bukan. Yang jelas, kita selaku warga negara pasti punya kecenderungan, kepada siapa sebaiknya pilihan kita. Kalau tidak setuju dengan pendapat ini, pasti anda golput. Betul nggak.

O ya, membaca prediksi politik dari orang awam seperti aku ini bahkan kadang penting juga. Maklum ini khan bisa menjadi gambaran, bagaimana citra politikus diterima oleh masyarakat banyak (awam) seperti aku ini. Jika aku, yang pada dasarnya tidak terlalu tertarik politik, tetapi bisa punya argumentasi kepada siapa hak-hak suaranya kira-kira dapat diberikan, maka itu jelas berita bagus bagi para politikus. Maklum, saat ini khan para politikus kelihatannya sangat percaya sekali dengan hasil survey bukan. Nah tulisan ini khan lebih dari sekedar survey, bisa ditelaah secara lebih rasional dan logis.

Baik kita mulai prediksinya.

Baca lebih lanjut