Handbook of International Bridge Engineering

Merek kecap yang dijual harus No.1, dan sangat istimewa. Begitulah kira-kira analogi kalau orang ingin sukses dalam mempromosikan produknya.

Baca lebih lanjut

Jogja aku datang !

Pilihan hidup menjadi guru adalah menarik. Maklum, tidak bisa berjauhan dari yang namanya belajar dan mengajar. Tidak hanya di kampus tempatnya terdaftar sebagai staf pengajar dengan mahasiswa-mahasiswanya, tetapi juga dimana-mana, tentu saja sejauh ada yang meminta untuk mengajar. Kalau tidak, ya tentu nggak bisa mengajar secara langsung.

Tahun ini, tepatnya tanggal 10 November 2013, pada hari Minggu, saya diundang untuk mengajar di UNY, Yogyakarta, bersama-sama dengan dua pakar lain, yaitu Prof. Bambang Suhendro (UGM) dan juga bapak Dr.-Ing. Josia Rastandi (UI). Topiknya adalah bangunan tinggi tahan gempa.

Ini poster yang telah dibuat tentang seminar yang aku maksud :

poster-seminar-uny-10-nov-2013_
Seminar Nasional UNY, Yogyakarta, 10 November 2013

Bisa bertemu bersama dengan dua pakar di bidang teknik struktur, tentu sangat menarik. Bagi adik-adik mahasiswa yang tertarik menggeluti bidang “structural engineering” maka seminar yang diadakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta tentu perlu dipertimbangkan. Apalagi kontribusinya relatif sangat murah, jika dibandingkan dengan seminar serupa yang diadakan di Jakarta tentunya. Hanya saja saya kuatir, makalah saya (yang belum saya submit) apakah bisa di-copy-khan belum ya, maklum seperti biasa makalah seminarku khan tebal-tebal 😀 .

O ya, kira-kira materi yang aku bawakan nanti pada seminar tersebut adalah sebagai berikut:

Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa[1]

 Wiryanto Dewobroto

Universitas Pelita Harapan

 

Abstrak

Pencapaian ekstrim di suatu bidang, umumnya dapat dikaitkan dengan ilmu penge-tahuan dan teknologi yang terkini. Seperti misalnya : keberadaan pesawat terbang tercepat, orang tentunya ingin mengetahui teknologi mesin seperti apa yang dipakai, siapa atau negara pembuat, dan sebagainya. Pada bidang teknik sipil juga seperti itu, pencapaian ekstrim apa yang ada, juga tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mewujudkannya. Hanya saja bidang itu cakupannya luas, menyangkut berbagai wujud bangunan fisik kasat mata. Salah satu yang tetap menarik adalah keberadaan bangunan gedung tinggi dan risikonya terhadap bahaya gempa, apakah aman atau tidak jika itu terjadi. Maklum, bangunan gedung tinggi adalah produk rekayasa teknik sipil yang dekat dengan masyarakat awam, bahkan jadi tempat kehidupannya sehari-hari. Perkembangan bangunan gedung tinggi saat ini, sangat pesat. Tidak lagi sekedar gedung tinggi atau super-tinggi, dengan selesainya Burj-Khalifa Tower, Dubai (828 m, 2010), maka era gedung mega-tinggi dimulai. Apalagi jika ditambah kabar rencana bangunan gedung mega-tinggi (> 600 m) di Jakarta (CTBUH 2012). Oleh karena itu, tidak salah kiranya para praktisi dan akademisi di bidang rekayasa teknik sipil perlu mempersiapkan diri, dan mempelajari strategi perancangan yang dipakai. Itulah salah satu maksudnya, mengapa makalah ini ditulis, yaitu pengenalan lebih dekat, melalui pendekatan komprehensif tetapi memotivasi, berdasarkan falsafah ilmu struktur untuk memahami kemajuan rekayasa teknik sipil pada gedung-gedung high-rise, super-tall maupun yang trend saat ini : mega-tall. Tentu saja, untuk itu semuanya maka bangunannya harus tahan gempa dan tahan terhadap angin yang besar.

Key words : tall-building, super-tall, mega-tall, tahan gempa, daktail


[1]    Seminar Nasional “Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa”, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta,  10 November 2013, Ruang Aula KPLT Lt. 3 FT-UNY, Yogyakarta.

O ya, materi yang aku berikan adalah pengembangan dari materiku sebelumnya. Baik yang aku bawakan di UAJY (Jogja), YAI (Jakarta) atau Unrika (Batam).  Maklum, materi lama masih tetap valid dan perlu ungkapkan lagi. Sekaligus juga agar mendapat tanggapan yang lebih baik, agar nanti kalau jadi buku akan lebih berbobot. 😀

Jadi bagi teman-teman atau adik-adik mahasiswa yang belum pernah mendengar uraianku tentang gedung tinggi, maka aku tinggi ya di event tersebut.

O ya, besok hari Kamis – Jumat 24-25 Oktober 2013 aku juga berkunjung ke UNS, Solo ke event Konteks 7. Pada event tersebut makalah yang aku bawakan tentang Struktur Baja, khususnya aplikasi Direct Analysis Method (AISC 2010). Tapi yang tentu saja waktunya sangat-sangat terbatas dibanding yang akan diadakan di Jogja nanti. Bayangkan, waktu presentasi di Konteks 7 hanya 15 menit, bandingkan yang di UNY (Jogja) sesuai jadwal adalah 50 menit.  Nah, lumayan khan 50 menit untuk mengajar. Guru nih ye . . . 😀 .

Catatan : saat ini pihak penerbit LUMINA Press sedang menjajagi kerja sama dengan pihak UNY, khususnya Ketua Jurusan Teknik Sipil. Moga-moga bukuku yang terbaru tentang SAP2000 dapat juga di jual pada event tersebut. Moga-moga berhasil deal-nya.