penulis terkenal !

Jika membaca judul threat ini, jangan merasa kaget. Judulnya sih memang memberi kesan “nyolot”, tetapi itu aku pilih karena itulah kesan mendalam yang kudapat dari acara di Jogja kemarin. Untuk diketahui, pada hari Minggu tanggal 10 November 2013 kemarin, aku datang memenuhi undangan adik-adik di Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, untuk menjadi salah satu pembicara tamu pada acara Seminar Nasional dengan tema “Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa”. Ini infonya.

Acaranya sendiri menurutku luar biasa, istimewa, maklum aku bisa duduk bersama pembicara tamu lainnya yang merupakan wakil-wakil perguruan tinggi ternama. Lihat saja, Prof. Bambang Suhendro (UGM) dan Dr-Ing. Yosia I. Rastandi (UI). Nah, aku khan mewakili UPH perguruan tinggi swasta yang relatif masih muda usianya. Jadi acara tersebut tentunya memberi kesan khusus padaku.

Lanjutkan membaca “penulis terkenal !”

seminar dan launching buku saya di Jogja !

Minggu lalu baru saja selesai mengikuti acara seminar Konteks 7 di kampus UNS yang diselenggarakan oleh bapak Dr. Tech. Sholihin As’ad dan teman-teman.  Dapat bertemu dengan teman-teman sesama dosen dari banyak kampus di Indonesia. Begitulah cara para “guru” perguruan tinggi bersosialisasi. Acara seminar tersebut ternyata mendapat sambutan hangat, informasi yang aku dapat bahwa ada sekitar 215 makalah yang dipresentasikan. Memang sih, materinya tidak sekedar struktur, tetapi bidang teknik sipil yang lain.

Jaman sekarang ini, pengikut seminar dan pembuatan makalah kelihatannya semakin meriah. Mungkin karena dampak sertifikasi DIKTI, yang mewajibkan setiap dosen untuk melaporkan kinerjanya tiap 6 bulan sekali. Kemungkinan itu aku sampaikan karena kelihatannya yang dipentingkan adalah bahwa makalahnya diterbitkan dalam prosiding dan diperoleh sertifikat. Kenapa begitu, karena ketika kemarin aku presentasi, peserta yang mendengarkan di kelas tersebut tidak lebih dari 10 orang. Bahkan kebanyakan mereka adalah para pemakalah juga yang sedang menunggu giliran presentasi, memprihatinkan ya . 😦

Kondisi itu sudah aku perhatikan sebelumnya pada beberapa seminar semacam itu, yaitu jika peserta dan pemakalah adalah sesama dosen. Kenapa ya, . . .  ke depan, kelihatannya strategi yang dipilh harus diubah. Paper yang dipresentasikan harus dipilih, kalau tidak maka sia-sia. Memang sih, bagi golongan yang sekedar mengejar kum maka event seperti itu adalah yang paling diharapkan.Tetapi bagi golongan teman-teman yang ingin mendapat respon atau tanggapan bagi pengembangan karya ilmiah maka tentu akan kecewa, maklum pada cuek. 😀

Nah karena itulah maka event tanggal 10 November 2013 di kampus UNY, Yogyakarta, diharapkan akan berbeda.

Lanjutkan membaca “seminar dan launching buku saya di Jogja !”