suasana launching Buku di Yogyakarta – 14 Nov 2015

Jadi penulis itu memang menyenangkan, banyak teman, banyak rejeki (bantuan). Seperti launching buku karya terbaru misalnya, banyak lho yang bersedia membantu. Ini bisa terjadi karena kedua belah mendapatkan keuntungan masing-masing, win-win solution sifatnya.

Pihak yang membantu launching akan mendapatkanĀ keuntungan karena acaranya semakin meriah, minimal mendapatkan perhatian dari para pembaca, dan penulisnya sendiri tentunya juga senang karena tidak perlu repot-repot mengadakannya. Karena alasan itu pula, maka pihak penerbit, LUMINA Press, dengan senang hati memberi sumbangan beberapa buku terbitannya untuk dijadikan door-prize. Ini menjadi alasan peserta untuk hadir dan menunggu sampai selesai. Ke dua belah pihak senang. šŸ˜€

Konsep dengan latar belakang pemikiran seperti di atas dimanfaatkan dengan baik oleh adik-adik HMTS Universitas Negeri Yogyakarta. Ketika mereka mengadakan acara seminar akademik dan mengundang saya sebagai salah satu pemakalah, maka mereka menawarkan kesempatan itu untuk sekaligus launching bukuku yang terbaru berjudul Struktur Baja – Perilaku, Analisis dan Desain – AISC 2010. Ini poster acara yang dimaksud.

SEMNAS-SIPIL-UNY-2015_small

Baca lebih lanjut

Struktur Baja Edisi ke-2

Tidak ada rencana sebenarnya untuk up-dated materi buku Struktur Baja, yang terbit April 2015 yang lalu. Hanya saja ketika diskusi dengan Kelvin Tio terkait penelitiannya tentang keruntuhan baut terhadap tarik , ternyata bahasan tentang efek prying pada buku belum memuaskan. Materi yang saya tulis baru sekedar introduction, lalu aplikasinya pada perencanaan sambungan end-plate. Padahal mekanisme kuat tarik pada baut dengan memperhitungkan efek prying mestinya perlu dibahas detail sebagai materi dasar tentang perilaku sambungan baut. Pemahaman ini penting karena dapat menjadi dasar kreatifitas insinyur dalam mendesain sambungan.

Nah ini, nggak enaknya jadi idealis. Tahu bahwa bukunya masih saja punya kelemahan, maka nggak bisa tidur. Padahal materi lain yang perlu ditulis masih banyak. Tentang tidak adanya materi balok kompositi pada buku tersebut. Itu sudah dijelaskanalasannya, yaitu akan dibuatkan buku tersendiri. Maklum sudah kepegang kata-kata kunci yang membuat buku tersebut istimewa. Jurnal-jurnal pendukungnya juga sudah lengkap. Tinggal waktu tenang menuliskannya.

Jadi intinya akan terbit buku Struktur Baja edisi ke-2, ya pak Wir ?

Kayaknya begitu dik. Ini sudah mulai nglembur.

Pertama-tama yang perlu perbaikan adalah kesalahan yang ditemukan pada buku tersebut atau disebut errata . Ini daftarnya, jadi kalau kamu menemukan errata baru, yang belum ada pada daftar tersebut,Ā  informasikan ya, biar diperbaiki sekalian. Sebagai tanda terima kasih, namamu akan aku sebut di buku. Abadi šŸ˜€

Baca lebih lanjut

errata buku Struktur Baja & rencana cetak ulang

Tujuh bulan sudah sejak diterbitkannya buku saya ke-8, yaitu Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010. Buku pertama berbahasa Indonesia yang mengacu pada ketentuan terbaru Amerika, yaitu AISC 360 – 2010, yang juga adalah sumber terjemahan dari SNI 1729 – 2015, peraturan perencanaan struktur baja Indonesia yang paling baru. Mungkin karena itu pula stock-nya mulai menipis karena banyak terjual. Padahal kalau anda tahu, buku tersebut tidak diedarkan via toko-toko buku tradisionil, tetapi hanya dapat diakses (dibeli) via on-line (http://lumina-press.com), juga untuk kota-kota tertentu dibantu oleh bapak Faqih Maarif (di Yogyakarta) dan Daniel Teruna (di Medan). Laris manis, begitu kata pihak Lumina Press, bahkan buku saya yang ke-7 tentang SAP2000 ternyata kalah laris. šŸ˜€

Baca lebih lanjut

Sabtu 14 November 2015 di UNY, Jogjakarta

Tidak terasa waktu cepat berlalu, bulan November – Desember ini banyak sekali acara. Rencana acara tersebut ada di beberapa kota, yaitu mulai dari Yogyakarta, Bandung, Medan dan Jakarta. Waktu paling dekat ini, yaitu Sabtu, tanggal 14 November 2015 diundang di kota Yogyakarta, tepatnya di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

Ini merupakan undangan institusi tersebut yang kedua kalinya. Dua tahun lalu juga sekaligus launching buku terbitan Lumina Press yang pertama. Sekarang ini juga diundang untuk memberikan kuliah sekaligus untuk launching buku Struktur Baja. Tentu saja, tawaran tersebut langsung aku sambut gembira. Maklum bukan seorang pejabat, dokunya terbatas sehingga kalau launching buku numpang diĀ acara teman-teman yang punya acara dan mau direpotin. Harapannya sih agar acaranya bertambah meriah, dan sayanya juga senang. Itu namanya win-win solution.

Baca lebih lanjut

salam jumpa di Medan (26 – 27 Nov 2015)

Banyak memberi, banyak menerima. Itulah nats yang sering aku gunakan untuk memberi nasehat kepada anak-anakku. Ekstrimnya lagi, bahkan aku pernah mengatakan bahwa jangan harap menerima jika tidak mau memberi.

Konsep agar mau memberi seperti di atas pada dasarnya bukan sesuatu yang baru. Itu sih nasehat lama yang sering dikatakan orang tua-tua kita. Sering kali itu dihubungkan dengan perilaku beragama, yaitu bersedekah bagi teman-teman Muslim, atau persepuluhan bagi teman-teman Kristen. Itu dihubungkan dengan sikap untuk berbuat baik yang nantinya akan mendapatkan balasan (pahala) dari Tuhan.

Baca lebih lanjut

The 3rd – SCESCM – September 5-7, 2016

Adanya persyaratan kenaikan kum dosen yang harus memasukkan kinerja di bidang karya tulis yang semakin besar, kelihatannya memicu terjadinya peningkatan kegiatan konferensi atau seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Saat ini kalau ketemu rekan sesama dosen, tidak ada lagi suatu kebanggaan bilamana dia mengajar begitu banyak sks untuk setiap semester berjalan. Ini tentu dapat dimaklumi karena pada setiap pelaporan kinerja dosen ke DIKTI, kalau hanya sekedar mengajar saja maka dianggap tidak tuntas kinerjanya. Harus ada unsur lain yang seimbang dari kinerja di bidang penelitian dan di bidang pengabdian masyarakat. Jadi bagi dosen yang waktunya di kampus hanya habis untuk mengajar, itu berarti hanya seorang “dosen tidak tetap” atau “dosen sambilan”, kalaupun dosen tetap, maka pastilah masih dianggap “yunior”, bukan seorang “dosen profesional” yang diakui oleh DIKTI.

Baca lebih lanjut