mengajar di UGM

Tiga kata, UGM. Semua orang Indonesia yang pernah sekolah dengan baik tentunya akan tahu, apa arti judul di atas. Bagaimanapun juga, tanpa harus pasang baliho di jalan-jalan, maka jika dinyatakan bahwa UGM adalah satu dari lima perguruan tinggi T.O.P di Indonesia, tentunya tidak ada yang protes. Betul khan.

Oleh sebab itu, ketika aku mendapatkan undangan untuk datang mengajar adik-adik mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. Maka tentu saja situasinya seperti pucuk dicinta ulam tiba, apalagi bisa digunakan bersama-sama menengok keluarga di Yogyakarta.

Materinya apa pak Wir ?

Nah ini. Kalau aku perhatikan, biasanya yang diminta hadir untuk memberi kuliah tamu di kampus adalah para pejabat negara, atau pimpinan proyek. Jadi yang dipresentasikan tentu saja dokumentasi tentang apa, dan bagaimana proyek yang mereka kerjakan. Semakin besar dan terkenalnya proyek, maka semakin bagus. Sedangkan aku adalah jelas bukan pejabat negara, atau juga pejabat kampus, apalagi pimpinan proyek. Oleh sebab itu tentu saja tidak ada informasi tentang proyek yang dapat aku banggakan.

Lho jadi mengapa Bapak diundang ?

Itulah, aku yakin itu bukan karena aku seorang dosen, atau karena bergelar doktor teknik sipil. Bukan itu pastinya. Maklum, kalau hanya itu di UGM sendiri sangat banyak yang memenuhi kriteria bahkan lebih. Dengan demikian tentunya tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk transportasinya.

Jadi atas alasan apa, aku diundang ke sana.

Setelah aku renungkan maka aku yakin sekali, mereka mengundangku karena salah satunya adalah blog ini, juga karena aku suka menulis buku-buku tentang teknik sipil. Jadi jelasnya adalah karena aku seorang dosen yang bergelar doktor dan juga seorang penulis. Itu alasan utama aku diundang memberi kuliah di sana. Betul khan.

Terus terang, karena sebutan penulislah aku mempunyai kepercayaan diri untuk memenuhi undangan ke kampus T.O.P tersebut. Karena kalau hanya status dosen atau doktor saja, wah mungkin bikin aku berkeringat dingin juga.

Koq bisa begitu pak ?

Lanjutkan membaca “mengajar di UGM”