seminar HAKI Komda Sumut, Medan – 2017

Risih juga mendengar gonjang ganjing para politikus, apalagi itu pak mantan dengan komentar-komentarnya. Untuk komentar yang kubaca, di awalnya sih seperti ada kesan sebagai seorang penasehat lihai, yaitu memberi petunjuk sana-sini.  Padahal jika dipikir-pikir, dulu saja saat menjabat tidak banyak yang dapat dibanggakan.  Eh akhir-akhir ini, pak mantan koq komentarnya menjadi beda. Mungkin apa karena nasehat-nasehat yang disampaikan tidak dianggap ya . . . . . . koq jadi seperti kritik gitu lho.   😀

Iya betul pak, “tidak dianggap” itu masalahnya !

Wooo, segitunya ya. Tapi memang betul juga sih. Tidak dianggap itu adalah masalah besar bagi orang yang suka ngasih nasehat. Jujur saja, orang yang memberi nasehat umumnya berpikir dianya itu lebih baik (unggul) lho dari orang yang diberi nasehat. Selanjutnya jika yang diberi nasehat itu mendengarkan dan melaksanakan, apalagi bisa membuktikan bahwa yang nasehatnya manjur, misalnya masalahnya jadi selesai. Maka itu akan memberikan kepuasan bagi sang penasehat. Puas karena apa yang diberikannya dalam bentuk nasehat itu terbukti “kebenarannya” dan yang tak kalah pentingnya bahwa itu adalah pengakuan bahwa sang pemberi nasehat memang oye. Jika karena merasa “dianggap” dapat memberikan kepuasan, kelegaan maka jika “tidak dianggap” tentunya adalah kebalikannya. Bisa kecewa gitu lho . . . .

Itu juga alasannya mengapa aku pilih-pilih jika akan memberikan nasehat. Kebanyakan adalah kepada muridku, maklum aku kerja di kampus dan mendapat sebutan guru atau kerennya dosen, yang secara formal menunjukkan bahwa yang bersangkutan berhak atau bahkan wajib memberikan atau mengajarkan nasehat-nasehat yang baik, khususnya di bidang yang dikuasainya atau ada kaitannya dengan pendidikan si murid. Jadi kalau para murid itu tidak mau mendengarkan, maka bisa-bisa tidak lulus risikonya. 😀

Nah karena murid-muridku banyak yang ingin lulus dari perkuliahan yang aku ajarkan, maka mereka banyak mendengar dan mengikuti nasehat-nasehat yang aku berikan. Itu makanya, aku nggak koar-koar di berita untuk memberikan nasehat, seperti pak mantan. Maklum di kampusku sendiri banyak yang ingin mendengarkan nasehatku. He, he, << ge er mode ON>>

Baca lebih lanjut

karena nila setitik, rusak susu sebelanga

Hati-hati dengan pepatah di atas, itu benar-benar ada dan bahkan masih berlaku nyata sampai detik ini !

Pepatah itu ingin menunjukkan bahwa adanya satu tindakan tidak benar, yang mungkin bisa saja semula dianggap sepele dan tidak terpikirkan, ternyata bisa berdampak menghilangkan semua hasil pekerjaan baik yang telah dilakukan selama bertahun-tahun lamanya. Jika hasilnya masih berupa barang material, tentunya tidak terlalu bermasalah karena bisa dicarikan gantinya, tetapi kalau yang hilang adalah immaterial. Woo, sangat susah untuk mendapatkannya.

Hal immaterial yang dapat hilang adalah reputasi atau nama baik atau kehormatan. Tahu sendiri untuk mendapatkan kepercayaan orang akan reputasi atau nama baik atau kehormatan, itu perlu waktu dan kesempatan. Jadi tentunya untuk mendapatkannya lagi tidak mudah, apalagi usia orang yang kehilangan tersebut sudah berbeda, bertambah tua (semangat dan tenaga sudah berbeda).

Baca lebih lanjut

menulis skripsi – mengenai adanya persamaan . . .

Berbicara tentang menulis skripsi tentunya sesuatu yang menarik, khususnya bagi seorang mahasiswa. Maklum pengalaman tersebut perlu dilalui jika ingin lulus, baik di level S1, S2 bahkan S3. Jadi kalau yang ingin banyak sekolah tinggi maka menulis skripsi atau thesis atau disertasi adalah wajib adanya. Oleh sebab itu artikelku

tip-tip menulis SKRIPSI

24 Februari 2007

yang sudah berusia lebih dari 10 tahun ini, masih ada yang mengunjungi. Jadi ketika kemarin beres-beres menghidupkan lagi blog “The Work of Wiryanto Dewobroto” berpindah dari alamat lama, http://wiryanto.net yang kena suspend ke alamat baru http://wiryanto.blog maka sambil mengup-dated lagi link-link yang ada dan tentu saja perlu membaca lagi maka ketahuan isinya masih relevan. Oleh sebab itu bahkan saya tambah lagi dengan beberapa temuan yang sering aku jumpai dalam jeda 10 tahun tersebut.

Jadi bagi mahasiswa yang ingin skripsi atau thesis atau disertasi ada baiknya mereview lagi pengetahuannya dan membandingkannya dengan tip-tip menulis yang kubuat di atas. Jika sudah senada, yakin penulisan anda pasti akan lancar, tetapi yang ternyata bertolak belakang atau menemukan hal-hal baru maka anda perlu merenungkan lagi tentang rencana anda. Jangan grusa-grusu, bisa-bisa kecewa nantinya. Apalagi jika ketemu dosen yang kritis.

Oke. Aku tidak membahas threat-ku lebih lanjut, tetapi mencoba menjawab beberapa pertanyaan pembaca yang belum sempat aku tanggapi. Ini masalah yang memang sering terjadi diseputar penulisan. Mari kita baca komentar yang kupilih tersebut.

Dari saya pribadi khususnya sangat mengapresiasi adanya artikel ini karena sifat nya yang membangun dan memotivasi pelajar agar tetap fokus pada tujuan utamanya yang wajib diselesaikan pada tahap akhir bidang study.

Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan kepada bapak, tetapi kali ini saya ingin menanyakan beberapa poin saja sekira nya bapak dapat berikan penjelasan ataupun selebihnya masukan.

Kali ini yang mau saya tanyakan mengenai : adanya persamaan TANPA DISENGAJA. Adanya referensi jurnal tentu akan sangat mempermudah bagi pemula yang ingin menentukan sebuah topik atau tema yang akan diajukan ketika menentukan sebuah judul skripsi.

Pertanyaannya, saya menemukan kasus adanya persamaan di sebuah judul skripsi dengan objek yang sama, hanya subjek yang berbeda dan permasalahan yang diteliti hampir sama pengumpulan data berupa data primer maupun sekunder. setelah saya telusuri dan saya cermati hanya yang membedakannya TANPA DISENGAJA hanya di wilayah kecamatan yang berbeda

sekian dan terima kasih

Jujur saja ketika membaca ini, saya agak bingung. Itu alasannya saya tidak menjawabnya langsung, dan baru setelah beberapa bulan kemudian ketika membaca lagi maka saya mencoba melakukan analisis. Mengapa sampai ada pertanyaan di atas.

Baca lebih lanjut

belajar Struktur Kayu Modern #1

Jika dipikir-pikir saya adalah satu dari sedikit dosen teknik sipil yang sering nulis artikel populer tentang struktur kayu di internet. Lumayan konsisten lho, sejak 2007 atau sepuluh tahun yang lalu. Jika dikumpulkan cukup banyak juga. Ini list artikel yang aku maksud :

  1. mau kemana struktur kayu kita ? – 11 Juli 2017
  2. Sesi 1 (Struktur Kayu) – 19 Agustus 2016
  3. mengapa Struktur Kayu harus dihapus ? – 1 April 2016
  4. tanggapan – Kurikulum Inti Teknik Sipil 2015 – 31 Maret 2016
  5. struktur kayu, inikah kondisimu ? – 6 Juni 2012
  6. Struktur Kayu – 24 Mei 2011
  7. tanggapan Prof KAYU terhadap Prof BAMBU – 27 April 2008
  8. ada yang tertarik meneliti kayu di universitas saya ? – 17 November 2007
  9. Konstruksi Kayu Indonesia – apa kabar ? – 4 November 2007

Teorinya, dengan sejumlah artikel tersebut tentunya pengetahuanku tentang struktur kayu, dapat dianggap cukup lumayan. Karena banyaknya tulisan itu pula yang mungkin menyebabkan aku banyak dikontak orang untuk sekedar berdiskusi tentang struktur kayu. Kesannya adalah pakar, padahal jujur saja hanya karena senang nulis saja. Hobby gitu lho.

Baca lebih lanjut

Inovasinya meragukan ya pak. He, he, . . .

Artikel tentang inovasi proyek tempo hari, yaitu :

https://wiryanto.blog/2016/09/28/ini-inovasi-di-dunia-konstruksikah/

yang merupakan up-load ulang dari http://wiryanto.net ke http://wiryanto.blog ternyata masih eksis. Lihat saja komentar-komentar di Facebook. Hanya saja karena ada komentar terlalu pede, yang menyebutkan bahwa sistem hybrid-pier di LRT Palembang yang sedang aku pertanyakan tingkat inovasinya, disebut sebagai yang pertama. Apalagi disebutkan dunia persilatan konstruksi. Maka jadilah gempar. Maklum pembaca blog ini khan memang dedengkot-dedengkot praktisi maupun ahli di bidang konstruksi. Pernyataan tadi seperti melempar pemantik api di atas rumput kering. Langsung hot dan terbakar deh. 😀

Inovasinya meragukan ya pak. He, he, . . . .

Baca lebih lanjut

puji Tuhan, sebagian telah kembali !

Fasilitas pada blog berbasis WordPress.com memang OK.

Betul, saat ini alamat blog “The Work of Wiryanto Dewobroto” yang lama (http://wiryanto.wordpress dan http://wiryanto.net) telah di-suspended akibat memuat file berhak-cipta dan tidak bisa diakses lagi. Padahal file penyebabnya juga aku dapat dari internet.  Meskipun demikian WordPress memberi fasilitas yang hebat, yang dapat mengakses kembali isi blog-ku tersebut. Ini khan tentunya sangat baik, mereka peduli pada hukum-hukum yang berlaku di negaranya, tetapi juga peduli dengan kepentingan pemakainya. Top deh.

Jadi ada fasilitas admin untuk melakukan eksport/import, yaitu dengan memindahkan isi tulisan dari blog lamaku dan dipindahkan ke blog yang baru. Adanya fasilitas tersebut, juga menegaskan bahwa daripada mempertahankan blog yang kena kasus (hukum hak cipta) maka lebih baik buat alamat blog baru. Proses transfernya memang tidak otomatis penuh, maklum ada pertanyaan-pertanyaan yang perlu direspon agar fasilitas tersebut sukses bekerja. Materi yang ditransfer termasuk juga komentar-komentar pembaca.

Hasil saja proses transfer tersebut tidak bisa menjanjikan pulih 100% pulih. Maklum gambar-gambar atau file digital yang di-upload pada alamat blog lama., menjadi tidak bisa diakses. Semua itu juga hilang bersamaan dengan mulainya blog lama tersebut di suspended.

Intinya meskipun tidak semua bisa kembali, tetapi jelas itu akan sangat membantu. Oleh sebab itu kedepannya, saya akan mencoba menulis dan memperbaiki kembali threat lama yang bisa diimpor tersebut, sekaligus meng-up-dated materinya.

O ya, akibat hilangnya alamat blog lama maka sejak itu akan dihapus semua file digital bukan milik saya, yaitu untuk menghindari terjadinya suspended lagi untuk blog ini. Jadi ebook gratisan sudah tidak ada lagi ya. 😀

 

mau kemana struktur kayu kita ?

Orang Indonesia itu pada dasarnya gigih, sehingga akan bertahan kuat jika menghadapi ancaman luar yang mengganggu kelangsungan hidup atau rejekinya. He, he, mungkin itu pula yang dilakukan orang-orang di DPR yang ngotot memperjuangkan hak angket untuk KPK.

Hanya heran saja untuk teman-teman dosen struktur kayu, koq adem ayem saja. Padahal sudah beberapa tahun ini dari forum BMPTSSI sudah keluar rekomendasi bahwa mata kuliah Struktur Kayu, tidak lagi menjadi mata kuliah wajib di Jurusan Teknik Sipil di Indonesia. Mestinya dengan kondisi seperti itu, jika nantinya mata kuliah tersebut tidak dibuka, atau tidak ada khan berarti tidak lagi memerlukan keberadaan dosen struktur kayu. Nganggur dong dosennya !

Lho pak Wir, apakah mata kuliah itu masih diperlukan. Bukankah sekarang ini untuk membangun hanya ada pilihan struktur baja atau struktur beton saja khan ?

Suatu pertanyaan standar, yang mungkin itu juga ada di benak para dosen anggota BMPTSSI tersebut. Ini bisa dimaklumi karena cara pikir yang lagi trend di sini adalah link-and-match. Bahwa apa yang perlu diajarkan di perguruan tinggi adalah apa-apa yang menjadi kebutuhan dunia kerja yang ada. Cara berpikir yang menganggap bahwa perguruan tinggi hanyalah tempat untuk melatih anak-anak muda agar siap mengisi posisi sebagai pegawai, mengerjakan sesuatu pekerjaan yang telah rutin dilakukan.

Baca lebih lanjut