keluh kesah dosen

Dosen mengeluh, bolehkah ?

Mengeluh itu menyampaikan beban batin. Jadi ketika mengeluh, rasanya lega. Hanya saja dengan mengeluh, kondisinya belum tentu bertambah baik. Maklum, mengeluh itu bukan tindakan yang nyata. Akibat mengeluh, ada kesan bahwa yang mengeluh itu pasti orang yang merasa kecewa akan sesuatu. Kecewa adalah sesuatu yang tidak enak di hati. Itu membuat tidak bahagia. Oleh sebab itu, kalau mengeluh pilih-pilihlah kepada siapa orangnya, agar ada bantuan, minimal arahan yang lebih baik agar dapat dilakukan tindakan. Jangan sembarangan mengeluh pada orang. Jika salah, maka bukannya dapat empati, atau nasehat agar tuntas masalahnya, tetapi nyinyiran yang membuat tambah kecewa.

Kesimpulannya, sembarangan mengeluh pada orang akan membuat orang tidak bahagia. Itulah mengapa banyak nasehat mengatakan agar hidup itu selalu bersyukur.

Bapak mengeluh apa ?

Itu, saya koq sebel kalau membaca tulisan atau komentar yang ditulis di grup dosen, khususnya di Facebook. Sebagian besar isinya koq mengeluh. Saya berpikir, ini grup dosen atau grup buruh. Dosen itu jelas berbeda dari buruh. Menurut saya, menjadi dosen adalah pilihan profesi bebas dari seseorang yang mandiri dan istimewa, yang punya pikiran bebas dan merdeka dalam menentukan kehidupannya agar berbahagia. Berbeda dengan buruh, yang karena kebutuhan hidupnya maka harus cari pekerjaan (apa saja) agar bisa bertahan hidup.

Lanjutkan membaca “keluh kesah dosen”