code

Jangan terkecoh bahwa materi pada halaman ini akan berisi code pemrograman, atau kunci rahasia. Kata itu aku pilih karena juga bisa berkonotasi peraturan, ya benar engineering code. Cukup pendek bukan.

Bagi engineer, memahami suatu engineering code (peraturan perencanaan) adalah perlu dan sama kuatnya seperti mempelajari falsafah pengetahuan lainnya. Memang sih, kadang-kadang ada pesan dari senior kepada yunior agar jangan langsung comot apa yang tersurat pada code dan langsung memakainya. Ya memang itu dapat dimaklumi karena code dibuat seperti halnya undang-undang, yaitu sependek mungkin asal esensi utama yaitu “apa yang harus“, atau “apa yang sebaiknya” dari suatu item dapat disampaikan. Tanpa memberi tahu mengapa itu perlu dilakukan.

Mengetahui materi suatu code bagi engineer penting, karena code mempunyai kekuatan hukum. Jika ada selisih pendapat terhadap suatu masalah yang bersifat subyektif maka materi code dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Code memberi peraturan minimal yang bersifat konservatif, jika engineer mendapat informasi ‘lebih’ bahwa sesuatu perlu ditingkatkan keamanan atau karena persyaratan pada code jelas lebih kecil dari yang kenyataan dan juga menyakinkan owner mengenai konsekuensinya, maka itu diperbolehkan. Tetapi sebaliknya, jika engineer menyakini bahwa suatu code menghasilkan sesuatu yang bersifat boros, padahal sang engineer berdasarkan pengalamannya mempunyai bukti bahwa nilai yang lebih kecil dapat dipakai (berani) maka hal tersebut tidak boleh dilakukan, jika dituruti adalah pelanggaran. Itu nggak boleh !

Selain memahami materi tersurat, maka akan sangat penting seorang engineer mengetahui apa yang tersirat dari suatu code. Latar belakang mengapa suatu code disampaikan. Ini yang paling penting.

Bagaimanapun code dapat dijadikan sebagai suatu guide awal untuk melihat suatu penyelesaian dari suatu permasalahan. Ingat engineer adalah engineer, bukan saintis. Saintis boleh meninjau suatu permasalahan secara terbatas, hanya benar di lingkungan laboratorium saja, yang penting bahwa pekerjaan atau penelitian mereka adalah benar dan dapat diulang. Tetapi engineer harus melihat suatu permasalahan secara komprehensif, yang penting hasil, oleh karena itu kadang-kadang ilmu pengetahuan teoritis saja tidak mencukupi, harus dilengkapi dengan hasil fakta empiris atau hasil uji eksperimen.

Kadang-kadang fakta empiris agak rumit atau kompleks untuk dijelaskan secara teoritis logis, sehingga itu dijadikan suatu batasan dalam penyelesaian masalah dan dicantumkan dalam code agar dijadikan pedoman.

Oleh karena code penting bagi engineer dan kemungkinan akses dapat berulang kali, maka halaman ini saya dedikasikan khusus untuk menyimpan ebook tentang code, semoga berguna. Jika teman-teman punya link-link khusus yang berkaitan dengan code silahkan, jika ingin digabung pada halaman ini. Nanti link-link lain yang bertebaran pada blog ini, secara pelan akan juga di-copy-kan disini. Semoga berguna.

STANDAR NASIONAL INDONESIA atau pedoman semacamnya

  • SNI 1729:2015 Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural (down-load PDF 4233 kb)
  • RSNI 1729.2 – 2011 : Ketentuan Desain Tahan Gempa untuk Struktur Gedung Baja – Seismic Provisions for Structural Steel Buildings (down-load PDF 713 kb)
  • SNI 7971-2013 : Struktur Baja Canai Dingin (down-load PDF 1098 kb)
  • SNI 7973-2013 : Spesifikasi Desain untuk Konstruksi Kayu (down-load PDF 6516 kb)
  • SNI 2847-2013 : Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2712 kb)
  • SNI 1727-2013 : Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (down-load PDF 3042 kb)
  • SNI 1726-2012 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung (down-load PDF 2447 kb)
  • SNI 07-0329-2005 : Baja profil I-beam proses canai panas Bj.P I-Beam (down-load PDF 422 kb)
  •  SNI 03-6814-2002 : Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis Untuk Tulangan Beton (down-load PDF 74 kb)
  • SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
  • SNI 03 – 1729 – 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2.7 Mb)
  • SNI – 1726 – 2002 : Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (down-load PDF 372 kb)
  • SNI 03-4814-1998 :Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas (down-load PDF 44 kb)

Link pada artikel lain yang terkait dengan tema di atas

ASTM (American Society of Testing Material Engineers)

  • ASTM A 6/A 6M – 04a :
    Standard Specification for General Requirements for Rolled Structural Steel Bars, Plates, Shapes, and Sheet Piling
    (Download PDF size 357 kb)
  • ASTM A 36/A 36M – 04 :
    Standard Specification for Carbon Structural Steel
    (Download PDF size 23 kb)

ASCE (American Society of Civil Engineers)

  • Guide to the Use of the Wind Load Provision of ASCE 7-02
    published by th American Society of Civil Engineers
    138 pages ( download file size 15 Mb )

ACI (American Concrete Institute)

  • ACI 351.3R-04 : Foundations for Dynamic Equipment,
    Reported by ACI Committee 351
    This report presents to industry practitioners the various design criteria and methods and procedures of analysis, design, and construction applied to dynamic equipment foundations.
    (download *.RAR 636 kb)
  • ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary
    An ACI Standard, Reported by ACI Committee 318
    (down-load PDF 16.463 Mb)
  • ACI 315-99 : Details and Detailing of Concrete Reinforcement
    Reported by ACI Committee 315
    This document provides standards of practice for both the architect/engineer (A/E) and reinforcing steel detailer in showing reinforcing steel details. It is divided into three parts: one addressed to the A/E, one for the detailer, and a third providing a reference table and figures. It defines the responsibilities of both the A/E and detailer. It then establishes certain standards of practice for both the structural and placing drawings.
    (down-load PDF 859 KB)
  • ACI 318M-05 : Building Code Requirements For Structural Concrete And Commentary
    ACI 318M-05 is a complete metric companion to ACI 318-05. ACI 318-05 is deemed to satisfy ISO 19338, “Performance and Assessment Requirements for Design Standards on Structural Concrete,” Reference Number ISO 19338.2003(E). Also Technical Corrigendum 1: 2004.
    (down-load PDF 9.06 Mb)
  • ACI 336.2R : Suggested Analysis and Design Procedures for Combined Footings and Mats)
    MCP06.part1.rar
    MCP06.part2.rar
    MCP06.part3.rar
    MCP06.part4.rar
  • ACI 302.1R-04 : Guide for Concrete Floor and Slab Construction
    This guide presents state-of-the-art information relative to the construction of slab-on-ground and suspended-slab floors for industrial, commercial, and institutional buildings.
    (down-load  PDF 415 kb)

Eropa British dan sebangsanya

National Standard of the Peoples Republic of China

213 respons untuk ‘code

  1. Salam Kenal Pak Wir. (Maksudnya Pak Wiryanto ya bukannya pak Wiratman). Gini pak, gmana kalo pak wir mengelompokkan code/Peraturan/Petunjuk teknis atau apa aja yang kira2 dibutuhkan untuk seorang Calon Structural Engineer. Karna pengalaman bapak sebagai structural engineer dan dosen pasti sangat membantu. Kalo melihat code diatas kan nyebar pak, kalo bisa diurut berdasarkan pembahasannya jika membahas Prestress maka handbooknya apa aja yang musti dibaca, gitu aja pak. Trims.

    Suka

  2. salam kenal pak wir…,
    saya mau minta tolong nih, udah nyari2 SK SNI T 15 1990-03 kemana2 tapi gk ketemu2. Mohon bentuannya pak kalo punya filenya, tlg sharing pak.
    makasih banyak

    Suka

  3. salam kenal pak,
    tulisan-tulisan bapak disini sangat membantu saya selama masa perkuliahan saya.
    saya ucapkan terimakasih pak.
    semoga selalu sukses dan terus bisa men-share ilmu-ilmunya kepada kami.
    🙂

    Suka

  4. Yth pak Wir
    salam kenal pak,
    Pak wir, saya sedang mengerjakan tugas ahir, mengenai perkuatan struktur pada join akibat penambahan lantai, saya berencana menggunakan FRP, barangkali pak wir memiliki litelatur peritungan yang dapat saya gunakan pak ? mohon bantuannya pak.

    Suka

  5. Salam kenal Pak Wiryanto, saya Felix staff engineering di sebuah perusahaan kontraktor swasta di Jakarta.
    Saat ini kami baru menyelesaikan pekerjaan pengecoran raft foundation setebal 2 m pada sebuah proyek. Tebalnya raft sedemikian rupa sehingga harus diperlakukan sebagai mass concrete.
    Monitoring suhu dilakukan dengan menempatkan thermocouple yang membaca bagian bawah tengah dan atas beton juga temperatur udara luar. Yang hendak saya tanyakan, saya masih bingung referensi mana yang menyebutkan bahwa monitoring suhu di mass concrete itu harus dilakukan dengan membuat tiga titik bacaan tersebut ? Jika memang ya harus demikian, maka berapa sih tebal maksimum satu segmen bacaan suhu ke segmen lain di atasnya ?
    Saya coba baca ACI 207 tentang mass concrete, di situ pun tidak dijelaskan dengan detail. Yang saya tangkap yang harus diamati adalah beda temperatur maksimum di dalam beton dengan temperatur udara luar. . .
    Mohon pendapatnya pak..terima kasih atas atensi Bapak…

    Suka

  6. Hi, Pak Wir,

    Can you please upload again the National Standard of the Peoples Republic of China (GB codes)?? I cant download from the links above. I need all the codes above to check the design. Thank you in advance.

    Suka

  7. salam kenal pak, sy mau tnya ttg sistem struktur gempa pak.
    sy ambil TA ttg pengaruh simpangan dgn memakai dinding geser dan tidak memakai dinding gsr.
    nah, prncanaan sy memakai dual system pak yg srpmk R= 8,5. krn wil.gempa sy di zone 6 dan tanah keras. memang sich trlalu boros rasanya pakai dinding geser hnya 6 lantai. tp sy cm mau lht simpangannya ja pak .
    masalahnya adlh, pd SNI GEMPA psl 4.3.6 “Pada sistem ganda sistem rangka akan menerima sedikitnya 25% dari gaya lateral yang bekerja dan shear wall akan menerima paling banyak 75% dari gaya lateral yang bekerja”. Sdgkn sy hasilnya tdk mencapai 25 % pak. hanya sekitar 10-15%.
    bagaimana solusinya pak??
    trimks….
    mohon pencrhnnya pak..
    syalom…

    Suka

  8. salam kenal pak, sy mau tnya ttg sistem struktur gempa pak.
    sy ambil TA ttg pengaruh simpangan dgn memakai dinding geser dan tidak memakai dinding gsr.
    nah, prncanaan sy memakai dual system pak yg srpmk R= 8,5. krn wil.gempa sy di zone 6 dan tanah keras. memang sich trlalu boros rasanya pakai dinding geser hnya 6 lantai. tp sy cm mau lht simpangannya ja pak .
    masalahnya adlh, pd SNI GEMPA psl 4.3.6 “Pada sistem ganda sistem rangka akan menerima sedikitnya 25% dari gaya lateral yang bekerja dan shear wall akan menerima paling banyak 75% dari gaya lateral yang bekerja”. Sdgkn sy hasilnya tdk mencapai 25 % pak. hanya sekitar 10-15%.
    bagaimana solusinya pak??
    trimks….
    mohon pencrhnnya pak..
    syalom…

    Suka

    • sdri Dianita,
      Penelitian yang anda lakukan, rasanya sejalan dengan isi makalah “gedung tinggi” yang baru saja saya sampaikan di UAJY-YAI-UNRIKA. Silahkan dibaca dulu secara cermat. Makalah tsb berisi falsafah pemakaian sistem portal kaku ataupun dual-system. Sekaligus bisa anda uji, apa yang saya sampaikan dengan temuan yang nantinya anda dapat.

      Suka

  9. pak wir bisa tolong post australian code – untuk konstruksi baja gak kalo ada. Saya lagi butuh – sebutuh”nya haha … untuk nyusun laporan. kebetulan saya masih mahasiswa 🙂 terima kasih

    bayu

    Suka

  10. Yth. Pak WIr,

    Saya barusan nemu link untuk ACI 318M tahun 2011. Berikut saya sebar linknya biar rekan-rekan bisa unduh juga.
    http://www.4shared.com/rar/IwkbvBtL/Civilea-ACI-code2011.html

    Sekalian saya mau tanya, apakah rekan-rekan ato Pak Wir punya draft SNI gempa 03-1726-20xx yang paling akhir? Menurut Pak Steffie, ada draft yg di halamannya ada watermark tulisan “DRAFT”. Saya coba cari tapi belum dapat, adanya yg tanpa watermark, menurut beliau itu draft yg lebih lama lagi jadi takutnya masih berubah.

    Regards,
    George

    Suka

  11. salam sejahtera Pak Wir, saat ini saya dalam mengerjakan tugas akhir,
    saya ingin merencanakan kubah dengan prestress concrete. kebetulan analisa pada perencanaannya pak. saya membutuhkan tentang analisa perhitungan pembebanan akibat gaya meridional,gaya tangensial , pengaruh suhu dan akibat gempanya. saya mohon pencerahan dari bapak.
    terima kasih

    Suka

    • Pakai element Shell pada SAP2000.. Hanya sayang saja, materi pada buku saya yang akan terbit ini baru membahas tentang element Membran, belum sampai Shell. Tetapi meskipun demikian, karena sudah membahas sampai element 2D maka bisa juga itu dijadikan batu loncatan.

      Suka

  12. pak wir, saya mau tanya untuk sni pembuatan beton, sni 03-2834-2002 sama sni 03-xxxx-2002 duluan mana ya keluarnya?? apakah sni 03-xxxx-2002 adalah revisi dari 03-2834-2002?? tolong jawab, terimakasih sebelumnya

    Suka

    • yang berkode XXXX biasanya masih draft, belum mendapat pengesahan dari BSN. Adapun yang sudah diberi angka menunjukkan bahwa code telah resmi. Meskipun demikian, umumnya tidak ada perbedaan antara keduanya (tapi pernyataan ini bukan jaminan lho). Maklum seperti SNI Baja yang terbaru, sudah dirapatkan sejak 2012 tapi sampai sekarang kelihatannya belum keluar dari BSN.

      Suka

  13. selamat pagi pak wir, saya ingin tanyakan:
    1). bagaimana input data material kayu ke dalam program sap, dan bagaimana cara kita melihat aman atau tidaknya struktur tersebut.
    2). bagaimana cara input tersebut ke pushover ?
    terima kasih atas jawabannya..

    Suka

    • untuk analisa elastis-linier, tidak ada perbedaan antara baja, kayu atau beton, hanya nilai E atau modulus elastis yang berbeda-beda (disesuaikan).

      Untuk pushover dengan kayu, maka perlu dipikirkan secara matang. Maklum, penampang dari kayu tidak bisa menghasilkan penampang yang dapat mengalami sendi plastis. Ingat tidak setiap program dapat digunakan untuk apa yang kita bayangkan, mereka punya keterbatasan.

      Suka

  14. Dengan segala hormat Pak Wir, sy mencari referensi code ATC (Applied Technology Council) yang free full text pdf, untuk keperluan penelitian saya sebagai berikut:

    ATC-6, (1981), Seismic Design Guidelines for Highway Bridges
    ATC-32, (1996a), Improved Seismic Design Criteria for California Bridges
    ATC-18, (1996b), Seismic Design Criteria for Highway Structures

    Mungkin Pak Wir bisa memberi petunjuk untuk mendapatkan atau mendownload code tersebut

    Hormat saya, Junaedy (Pascasarjana-ITB)

    Suka

  15. Yth pak Wir
    salam kenal pak,
    Pak wir, saya sedang mengerjakan tugas akhir, untuk referensi saya sangat membutuhkan
    ACI 318 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary, tetapi file ini tidak dapat didownload lagi di 4shared “file ini tidak lagi tersedia karena adanya klaim”.
    mohon bantuannya Pak.
    Terima Kasih

    Best Regard
    Yuliyanto

    Suka

  16. Insya allah bapak diberikan kesehatan dan kemurahan berbagi ilmu kepada yang membutuhkan. Semoga amal bapak terus dilipat gandakan oleh Allah SWT, itulah amal yang tidak akan putus2nya sampai dunia ini berakhir.

    Suka

  17. Selamat pagi Pak Wiryanto? Salam sejahtera. Pak, belakangan ini saya lihat buku mengenai example design based on IBC dari ICC. Saya masih dalam tahap belajar untuk bisa jadi lebih dalam hal desain struktur beton bertulang, prategang, dan pracetak. Pertanyaan saya pak; apakah buku berdasarkan IBC tsb bisa saya jadikan pedoman belajar? Apakah IBC sama dengan ACI yg diadopsi menjadi SNI? Terima kasih pak.

    Suka

  18. Selamat sore Pak Wir,

    Perkenalkan pak, nama saya athiya. Saya alumni teknik sipil yang sampai hari ini masih ´terjebak´ didunia perteknik sipilan. Saat ini saya sedang menjalani programm master di salah satu universitas kecil di jerman. Saya sedang mencari SNI (2847) versi terbaru (tentang concrete) untuk salah satu tugas saya dan kemudian teman saya menyarankan untuk membuka blog bapak. Sekilas saya membuka blog bapak ini dan saya sangat terkesan dengan isinya. Menurut saya tidak banyak ahli konstruksi di Indonesia yang mau dengan terbuka berbagi ilmu seperti yang bapak lakukan.
    Anyway pak, di list code yang bapak berikan saya menemukan dokumen ini :
    SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
    Tapi menurut info dari teman saya ada SNI concrete yang lebih update yakni keluaran tahun 2010. Mohon infonya pak, jika memang ada dan bapak ada waktu boleh dishare disini. Kebetulan tugas saya kali ini adalah membandingkan performa struktur (simple frame biasa) yang didesain dg National code (SNI) dan Eurocode.

    Thanks before,

    Athiya

    Suka

  19. Selamat sore pak wir,

    perkenalkan pak, nama saya damar. Pertama saya ingin bertanya mengenai pemilihan nilai R (faktor reduksi gempa) untuk steel structure gantry di substation.

    Setelah saya baca code ASCE 7-10, nampaknya struktur ini termasuk untuk bangunan non-building structure. di bagian ini juga ada pemilihan nilai R untuk kategori “seismic Coefficient for Nonbuilding Structure not similar to Building”. Dan ada nilai R untuk tipe struktur trussed tower (free-standing or guyed) dan telecommunication towers.

    Nah, apakah nilai R di struktur ini bisa dipakai untuk tipe struktur seperti gantry pada substation? secara general bentuk substation berupa tower rangka baja dan antara towernya dihubungkan dengan beam rangka baja juga sedangkan telecommunication tower atau transmission tower hanya towernya saja, tanpa ada beam.

    Pertanyaan yang kedua, dalam mendesain bangunan gedung, ada efek ortogonalitas dalam mendesain beban gempa. bagaimana dengan desain bangunan gantry ini? apakah ada efek ortoghonalitas tersebut?
    sejauh saya membaca peraturan (ASCE 7-10), saya blm menemukan jawabannya pak.

    Pertanyaan yang ke 3, dalam mendesain bangunan gedung, konsep yang saya ketahui, bila kita menginginkan analisis statik, gaya gempa akan dikenakan di pusat massa tiap lantai dari bangunan tersebut. Lalu, bagaimana untuk struktur gantry ini? apakah harus di kenakan di setiap joint dari rangka tersebut atau bisa di asumsikan diletakkan (kira-kira) di titik berat dari struktur gantry tersebut?

    Kemudian pertanyaan yang ke 4 mengenai beban angin. Pembebanan angin di struktur tower transmisi atau gantry yang dikenakan pada struktur ada dibagian front face dan rear face (koefisien angin untuk bagian front dan rear disebutkan dalam “Pedoman Perencanaan dan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung”). Tapi saya cari di code ASCE 7-10, ketentuan untuk koefisien ini tidak saya temukan. Saya pernah dapat cerita dari konsultan yang ada di Singapopre, bahwa koefisien angin ini bisa dikenakan 1 untuk bagian front dan 0,5 untuk bagian rear ATAU dikenakan koefisien sebesar 1,5 untuk bagian front saja. Apakah hal ini dapat dibenarkan?

    Code yang saya jadikan acuan sampai saat ini baru ini saja pak :
    – SNI Gempa 2002 dan 2012
    – ASCE 7-10
    – ASCE 7-02 Guide to the used of the wind load provisions
    – ASCE 10-97 Design of Lattice Transmission Structures

    Mohon pencerahannya Pak Wir untuk masalah saya di atas. Saya dengan senang hati bila ada ada referensi terkait masalah di atas Pak.

    Thanks and Warm Regards,
    Damar

    Suka

  20. Salam,

    Pak Wir dan rekan2 penggemar blog pak wir, adakah yang memiliki AISC Design Guide 11 Floor Vibration Due to Human Activity? Jikalau ada yang punya dan berkenan untuk share saya sangat berterima kasih.

    Welly

    Suka

  21. Salam pak wir.
    Saya pengemar tulisan tulisan dan ide ide dari pak wir. Buku pak wir juga sangat saya suka.
    Pak wir saya mau tanya. Jika di peraturan sni gempa sni 2002 dulu salah satu pasalnya ada eksensitas desain (ed). Untuk posisi titik gempa. Jd tidak semata mata di titik pusat masa.
    Untuk peraturan gempa sni 2012 apakah ada ato mungkin bntuknya bgmana? Karena saya baca berulang kali kok tidak dibahas. Solusinya bgmana? Trimakasih pak wir.

    Suka

  22. Selamat pagi pak wir, saya mahasiswa sipil tingkat akhir smster 9, dari tdi sore sampai pagi ini belum tidur, otak atik ABAQUS gag berhasil running, running error. Ingin saya minta pencerahan bapak tentang langkah langkah modeling balok beton berlubang menggunakan ABAQUS untuk persiapan sidang skripsi saya.. terima kasih…
    Salam ilmu…

    Suka

  23. Pa Wiryanto,

    Salam kenal pa, saya mau tanya klo desain struktur baja SRPMK dengan SRPMM lebih boros mana secara keseluruhan tonage steel (termasuk sambungan2) nya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s