code

Jangan terkecoh bahwa materi pada halaman ini akan berisi code pemrograman, atau kunci rahasia. Kata itu aku pilih karena juga bisa berkonotasi peraturan, ya benar engineering code. Cukup pendek bukan.

Bagi engineer, memahami suatu engineering code (peraturan perencanaan) adalah perlu dan sama kuatnya seperti mempelajari falsafah pengetahuan lainnya. Memang sih, kadang-kadang ada pesan dari senior kepada yunior agar jangan langsung comot apa yang tersurat pada code dan langsung memakainya. Ya memang itu dapat dimaklumi karena code dibuat seperti halnya undang-undang, yaitu sependek mungkin asal esensi utama yaitu “apa yang harus“, atau “apa yang sebaiknya” dari suatu item dapat disampaikan. Tanpa memberi tahu mengapa itu perlu dilakukan.

Mengetahui materi suatu code bagi engineer penting, karena code mempunyai kekuatan hukum. Jika ada selisih pendapat terhadap suatu masalah yang bersifat subyektif maka materi code dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Code memberi peraturan minimal yang bersifat konservatif, jika engineer mendapat informasi ‘lebih’ bahwa sesuatu perlu ditingkatkan keamanan atau karena persyaratan pada code jelas lebih kecil dari yang kenyataan dan juga menyakinkan owner mengenai konsekuensinya, maka itu diperbolehkan. Tetapi sebaliknya, jika engineer menyakini bahwa suatu code menghasilkan sesuatu yang bersifat boros, padahal sang engineer berdasarkan pengalamannya mempunyai bukti bahwa nilai yang lebih kecil dapat dipakai (berani) maka hal tersebut tidak boleh dilakukan, jika dituruti adalah pelanggaran. Itu nggak boleh !

Selain memahami materi tersurat, maka akan sangat penting seorang engineer mengetahui apa yang tersirat dari suatu code. Latar belakang mengapa suatu code disampaikan. Ini yang paling penting.

Bagaimanapun code dapat dijadikan sebagai suatu guide awal untuk melihat suatu penyelesaian dari suatu permasalahan. Ingat engineer adalah engineer, bukan saintis. Saintis boleh meninjau suatu permasalahan secara terbatas, hanya benar di lingkungan laboratorium saja, yang penting bahwa pekerjaan atau penelitian mereka adalah benar dan dapat diulang. Tetapi engineer harus melihat suatu permasalahan secara komprehensif, yang penting hasil, oleh karena itu kadang-kadang ilmu pengetahuan teoritis saja tidak mencukupi, harus dilengkapi dengan hasil fakta empiris atau hasil uji eksperimen.

Kadang-kadang fakta empiris agak rumit atau kompleks untuk dijelaskan secara teoritis logis, sehingga itu dijadikan suatu batasan dalam penyelesaian masalah dan dicantumkan dalam code agar dijadikan pedoman.

Oleh karena code penting bagi engineer dan kemungkinan akses dapat berulang kali, maka halaman ini saya dedikasikan khusus untuk menyimpan ebook tentang code, semoga berguna. Jika teman-teman punya link-link khusus yang berkaitan dengan code silahkan, jika ingin digabung pada halaman ini. Nanti link-link lain yang bertebaran pada blog ini, secara pelan akan juga di-copy-kan disini. Semoga berguna.

STANDAR NASIONAL INDONESIA atau pedoman semacamnya

  • SNI 1729:2015 Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural (down-load PDF 4233 kb)
  • RSNI 1729.2 – 2011 : Ketentuan Desain Tahan Gempa untuk Struktur Gedung Baja – Seismic Provisions for Structural Steel Buildings (down-load PDF 713 kb)
  • SNI 7971-2013 : Struktur Baja Canai Dingin (down-load PDF 1098 kb)
  • SNI 7973-2013 : Spesifikasi Desain untuk Konstruksi Kayu (down-load PDF 6516 kb)
  • SNI 2847-2013 : Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2712 kb)
  • SNI 1727-2013 : Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (down-load PDF 3042 kb)
  • SNI 1726-2012 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung (down-load PDF 2447 kb)
  • SNI 07-0329-2005 : Baja profil I-beam proses canai panas Bj.P I-Beam (down-load PDF 422 kb)
  •  SNI 03-6814-2002 : Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis Untuk Tulangan Beton (down-load PDF 74 kb)
  • SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
  • SNI 03 – 1729 – 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2.7 Mb)
  • SNI – 1726 – 2002 : Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (down-load PDF 372 kb)
  • SNI 03-4814-1998 :Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas (down-load PDF 44 kb)

Link pada artikel lain yang terkait dengan tema di atas

ASTM (American Society of Testing Material Engineers)

  • ASTM A 6/A 6M – 04a :
    Standard Specification for General Requirements for Rolled Structural Steel Bars, Plates, Shapes, and Sheet Piling
    (Download PDF size 357 kb)
  • ASTM A 36/A 36M – 04 :
    Standard Specification for Carbon Structural Steel
    (Download PDF size 23 kb)

ASCE (American Society of Civil Engineers)

  • Guide to the Use of the Wind Load Provision of ASCE 7-02
    published by th American Society of Civil Engineers
    138 pages ( download file size 15 Mb )

ACI (American Concrete Institute)

  • ACI 351.3R-04 : Foundations for Dynamic Equipment,
    Reported by ACI Committee 351
    This report presents to industry practitioners the various design criteria and methods and procedures of analysis, design, and construction applied to dynamic equipment foundations.
    (download *.RAR 636 kb)
  • ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary
    An ACI Standard, Reported by ACI Committee 318
    (down-load PDF 16.463 Mb)
  • ACI 315-99 : Details and Detailing of Concrete Reinforcement
    Reported by ACI Committee 315
    This document provides standards of practice for both the architect/engineer (A/E) and reinforcing steel detailer in showing reinforcing steel details. It is divided into three parts: one addressed to the A/E, one for the detailer, and a third providing a reference table and figures. It defines the responsibilities of both the A/E and detailer. It then establishes certain standards of practice for both the structural and placing drawings.
    (down-load PDF 859 KB)
  • ACI 318M-05 : Building Code Requirements For Structural Concrete And Commentary
    ACI 318M-05 is a complete metric companion to ACI 318-05. ACI 318-05 is deemed to satisfy ISO 19338, “Performance and Assessment Requirements for Design Standards on Structural Concrete,” Reference Number ISO 19338.2003(E). Also Technical Corrigendum 1: 2004.
    (down-load PDF 9.06 Mb)
  • ACI 336.2R : Suggested Analysis and Design Procedures for Combined Footings and Mats)
    MCP06.part1.rar
    MCP06.part2.rar
    MCP06.part3.rar
    MCP06.part4.rar
  • ACI 302.1R-04 : Guide for Concrete Floor and Slab Construction
    This guide presents state-of-the-art information relative to the construction of slab-on-ground and suspended-slab floors for industrial, commercial, and institutional buildings.
    (down-load  PDF 415 kb)

Eropa British dan sebangsanya

National Standard of the Peoples Republic of China

213 respons untuk ‘code

  1. siang pak. saya sedang tugas akhir tentang analysis time history nonlinier SAP 2000. namun sya kesulitan mencari literatur langkah2 nya dalam SAP. mohon bantuan nya pak. Bagaimana cara inputnya dalam SAP 2000.
    trims pak.
    Jesus bless u.

    amien..

    Suka

  2. pak mw nanya.. saya mw mengajukan judul skripsi tentang perbandingan antara peraturan gempa sni 1726 dengan ASCE 7-05 dalam bentuk perencanaan struktur, kira-kira dari kedua peraturan tersebut topik yang bagus untuk dibandingkan kira-kira apa ya pak?? klo bisa scepatnya dibalas ke email saya ya pak… trima kasih

    Suka

  3. Salam kenal Pak Wir,

    pak saya mau tanya untuk masalah pengaruh peretakan beton.. Biasanya kan momen inersia penampang unsur struktur ditentukan sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu presentase efektifitas penampang seperti yang ada di peraturan gempa SNI 03-1726-2002 dan di peraturan beton SNI 03-2847-2002..

    Misalnya pada per.gempa :
    -U/ kolom dan balok rangka beton bertlg 0.75Ig
    -U/ dinding geser beton bertlg kantilever 0.6Ig

    Pada per.Beton :
    -Balok 0.35 Ig
    -Kolom 0 .75Ig

    Nah masalahnya sebenarnya harus dipakai yang mana pak ? Dosen saya bilang sih harus pakai peraturan beton, mengapa ya pak ? Mohon penjelasannya. Terimkasih pak.

    Suka

  4. Salam kenal Pak Wir,
    Saya sedang mencari SNI 03-1727-1989-F tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. apakah bapak bisa membantu saya?

    Wir’s responds: versi ebook-nya saya belum punya Priska.

    Suka

  5. salam kenal p.wir, saya dah download AISC 2005 punya bapak,kok gak bisa y…mohon kasih tau cara download AISC 2005 + buku steel design Segui klo ada.saya cari k mn2 gak ada soft file nya
    mksh pak bantuannya

    Suka

  6. Terima kasih P Wir, andaikan banyak orang pinter mau berbagi seperti bapak.
    Saya banyak belajar dari blog bapak untuk referensi2 yang diperlukan, terima kasih banyak..Tuhan Memberkati, amin

    Suka

  7. Pak Wir, apakah bapak punya tabel profil baja hot rolled standard australia? Saya mendapat pekerjaan assesment jembatan rangka baja buatan transfield australia tapi tidak ada detail profil baja yang digunakan. Terima kasih pak Wir..

    Suka

  8. pa, punya SNI ato peraturan di Indonesia yg ngebahas tentang perencanaan jalan raya g? Aq minta donk, soalnya, aku lagi bikin KP Perencanaan Jalan Raya, sekalian minta juga contoh perhitungan perencanaanya boleh g pak, y plis…. soalnya ane bingung banget nih….

    Suka

  9. salam kenal pak.wir…
    saya baru2 aja browsing tentang blognya anak sipil dan ternyata saya nemuin blognya bapak, bagus banget pak..
    saya ini mhs smster trakhir pak, sedang ngerjain skripsi tentang desain gedung tahan gempa..
    banyak buku2 yang sdh saya baca tapi saya masih bingung pak terutama mengenai peraturan2nya..
    mungkin bapak bersedia menjelaskan konsep dan langkah2nya, agar saya dapat memahiminya dengan baik hehehe…
    terimakasih bapak..

    Suka

  10. Pak Wir,

    Ada ndak untuk AISC guide no. 20….

    btw, terima kasih atas free downloadnya sangat berguna untuk saya…

    salam structure,
    DSA

    Suka

  11. Selamat siang Pak Wir,

    Saya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir tentang jembatan. Saya sedang mencari code jembatan BMS 1992. Pak Wir ada link BMS 1992 ga? Terima kasih

    Suka

  12. pak,,wir,,
    saya lagi cari British Standard Code,,,

    bpak bisa bantu gk ya,,penting sekali ini buat tugas saya dlam mata kuliah baja 2,merancang jembatan baja,,

    dicari2 gk ketemu,,haduuh,,smoga pak wir bisa membantu..(ngarep)hhehe

    oh ya,,sya sering mengikuti blog bapak,,senang sekali membacanya,,,menambah pengetahuan,dan terkadang tersenyum sendiri,membaca gurauan bapak,,haha

    apa untuk tahun ini bapak masih menjadi juri KJI 2010?

    Suka

  13. P Wir dan teman2,
    salam kenal dari saya. Jika P Wir dan teman2 berkenan, bisa dong saya dibantu mendapatkan pdf ASCE7-1995. Secara kantor-ku pake prosedur code tsb utk ngitung Windload.

    Suka

  14. asllmkm..pak wir,,,
    salam kenal pak, saya mahasiswi unsri pak.
    sebelumnya trimakasih banyak atas blog nya pak,
    karena sangat membantu sekali dalam pengerjaan tugas saya pak.

    pak saya sangat tertarik pada beton pak,
    saya bingung sekali mencari judul TA pak.
    kira2 ada tips2 atau saran buat judul nya pak?
    terima kasih banyak pak,sebelumnya.

    Suka

  15. slam knal pak wir,
    saya sngt snang skli dng web bapak ini, dan saya mngucapkan trima kasih karna saya telah banyak mendownload file2 uploadan bapak.
    oh ya pak saya adalah seorang mahasiswa di universitas sumatera utara (USU),dansekarang lagi nyusun tugas akhir,berhubung judul yang saya bawa adalh mngenai beton ringan, saya mau nanya dan skalian request building code mengenai lightweight concrete yang membahs tentang beton ringan untuk struktur bangunan, code nya apa pak ya?skalian tlong diapload ya pak,klo bisa dibuat judul besar mengenai perencnaan beton ringan untuk struktur,kan diindonesia/sni belum ada.
    sekali lagi trima kasih bnyak ya pak,dan mohon bimbingannya.

    Suka

  16. Pak Wir,

    Apa kabar?

    Saya sedang cari code nih.. kalau cari code ingatnya langsung ke Pak Wir.. 🙂

    Pak Wir punya China Code JGJ 106 – 2003? Ini code untuk loading test statik pondasi tiang.

    Atau rekan-rekan lain ada yang punya?

    Terima kasih banyak..

    Regards,

    Jerry

    Suka

    • Hallo Jerry, puji Tuhan baru saja sakit, tapi sudah baikan.

      Kamu kelihatannya lagi beruntung, apa yang kamu cari, ada didalam pundi digitalku. Ini , silahkan kamu ambil. Sekitar 3.5 Mb.

      Suka

  17. Puji Tuhan Pak Wir sudah sehat kembali. Semoga sehat selalu pak..

    Wah.. Terima kasih banyak, Pak Wir.. Berarti feeling saya pas.. ha ha ha 🙂

    Ijin unduh Pak Wir.. 🙂

    Regards,

    Jerry

    Suka

  18. pak saya veblin mahasiswa teknik sipil UB 07, mau nanya apakah ada bangunan kuda2 bertulangan bambu, jika ada bagaimana saya mendapatkan literaturnya…. apakah kuat tariknya hampir menyamai tulangan baja ???… mohon d bantu pak…. Terima Kasih Pak… JLU

    Suka

  19. wahh.. salut sama bapak..
    blognya informatif bgt..
    hormat saya wira dari teknik sipil universitas udayana..
    makasi udah bagi2 codenya y pak..
    hmm.. saya sbenarnya lg nyari2 sk sni T-15-1990-03 pak..
    bisa bantu ga pak ?
    makasi sebelumnya

    Suka

  20. aslkm pak Wiryanto….
    hormat saya,Leo, dari Universitas sriwijaya
    trima kasih atas bantuan bpk lwt blog ini..
    saya mau tny pak,ada link bbt manual ETAPS ??
    terima kasih

    Suka

  21. Salam kenal Pak Wir

    Saya sedang tertarik mempelajari masalah strengthening pada structure dg steel plate bonding atau pun dengan FRP. Apakah Pak Wir punya buku atau journal untuk design guideline nya atau code spt ACI SP 165 atau yg lain.
    Terima kasih

    Suka

  22. Shalom Pak Wir,, Saya seorang ITN Malang yang sedang melakukan Penelitian Tentang Perkuatan Kolom Persegi dengan CFRP. Sekarang saya telah selesai membuat Benda ujinya dan tinggal menunggu waktu Pengujian di Lab ITS, namun saya juga ingin melakukan simulasi dengan ADINA untuk untuk mengontrol Hasil Tes Laboratorium nantinya.
    Untuk itu Saya mohon sedikit Pencerahan dari Bapak tentang Ide saya ini dan jika Bapak berkenan, saya juga ingin memiliki soft copy Penelitian Bapak tentang “Simulasi Keruntuhan Balok Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan ADINA” sebagai Referensi Saya untuk Memodelkan Benda Uji saya dengan ADINA. Trima kasih sebelumnya… 🙂

    Suka

    • Program ADINA dapat digunakan sebagai tools untuk parametrik analysis. Untuk itu pastikan bahwa ada input data ADINA yang dapat dikorelasikan dengan hasil empiris. Gunakan itu sebagai benchmark selanjutnya dengan data yang telah teruji tersebut anda dapat melakukan penelitian untuk tiap-tiap parametrik yang dianggap penting.

      Materi saya dapat anda lihat di daftar publikasi saya. Bisa di down-load koq.

      Suka

  23. Pak Wir, maaf mau tanya lagi..
    Kolom yang saya teliti menggunakan CFRP sebagai bahan Confinent. Namun saya kesulitan dalam memodelkan CFRP pada kolom betonnya. Mohon sedikit pencerahan bagaimana cara memodelkannya. Kalau bapak punya file langkah-langkah Pemodelan dengan ADINA, sekalian saya minta Pak. Mengenai Publikasi Bapak tentang Simulasi Balok tanpa sengkang sudah saya download. Trima kasih Pak, materinya bagus skali… 🙂

    Suka

  24. slmt pagi pa..
    pak, saat ini kami sedang melakukan study mengenai geotekstil. Salah satunya mengenai perbandingan dari bahan material nya seperti bahan polypropylene (atau synthetic fibers lainnya, nonbiodegradable) dan coconut fiber mesh/jute (atau bahan yang biodegradable lainnya) . Mohon maaf, ini bukan bidang saya, sehinggakami butuh bantuan dari pak Wir dan rekan2 lain mengenai informasi yang diperlukan seperti :
    1. Untuk struktur apa/bagian apa sajakah umumnya geotekstil/geojute sering digunakan
    2.Produk manakah yang lebih umum digunakan dan mengapa.
    3.Untuk konstruksi jalan raya,apakah bisa gunakan sebagai lapisan perkuatan dan bagimana komposisi lapisan jalannya serta cara pemasangannya
    4.Mohon informasi untuk supplier masing2 produk di indonesia
    sekian dahulu pertanyaan kami, dan terima kasih untuk bantuannya.

    Suka

  25. Pak Wir, saya mohon pencerahan….
    hehehe….terkait dengan SNI, ada istilah RSNI, masih berupa rancangan. Apakah RSNI tersebut sudah dapat dijadikan dasar untuk perencanaan? kalau dasar pembuatan tugas akhir boleh ga ya Pak? atau harus pakai SNI yang sebelumnya?

    satu lagi pak, terkadang ada SNI (versi softfile) yang mengandung istilah beta version atau penomorannya ditulis SK SNI 03-xxxx-2000, sebenarnya maksudnya apa ya Pak?

    Terima kasih pak

    Suka

    • Saya sudah download dan ternyata bermanfaat sekali. Trimakasih sblumny telah mau berbagi ilmunya. Maju terus engineer2 indonesia!!

      Suka

  26. Pak Wir Yth, dalam paper Pak Wir di Soegiyapranata tentang Pushover Analysis hal.14 terdapat kalimat “Faktor tekuk dihitung otomatis saat proses desain dengan program SAP2000.” memang bila kita lihat dalam “Steel Design Manual – SAP2000” ada penjelasan tentang calculation of Capacity ratios dan rumus-2 tentang Buckling. Kita dapat meng-analyze dan men-design suatu struktur dengan satu code (misalnya LRFD99) akan tampil warna yang mewakili ratio kapasitas masing-2 elemen. Tetapi bila kita tampilkan “Steel Stress Check Information” dan “steel stress check data”, koq saya tidak menemukan info tentang “buckling”? mohon penjelasan dan pencerahan , Salam Ghozi.

    Suka

    • istilah Faktor Tekuk dan “buckling” jelas berbeda. Faktor Tekuk atau nilai K adalah faktor untuk memperhitungkan pengaruh kekakuan restraint untuk dikaitkan dengan formula tekuk EULER. Metode tersebut dalam AISC 2010 yang disebut sebagai “Efective Length Method”.

      Jadi jelas dik, pada proses design di atas tidak ada analis di SAP2000 yang memperhitungkan langsung perilaku tekuk. Versi SAP yang saya gunakan waktu itu v7.4 dan 8 kalau tidak salah. Kemampuan non-linier baru pada tahap P-D saja. Baru pada versi 11 ada opsi untuk menghitung buckling, itu sudah saya tulis di buku saya yang SAP2000 Edisi Baru.

      Saat ini saya sedang mempersiapkan tulisan untuk HAKI yang mengulas tentang Direct Analysis Method, cara baru perhitungan baja tanpa memakai Efective Length Method, atau cara lama tersebut. Doakan ya moga-moga selesai.

      Suka

  27. Pak Wir, bisa minta tolong, aku baru nyari peaturan pembebanan gedung indonesia yang baru tetapi belum dapat, bisa kah di kasih linknya untuk downlod?….
    Selama ini kalau design aku masih pakai perturan pembebanan gedung yang 1983.

    Suka

  28. salam kenal, pak wir.
    saya bekerja di pers. konsultan.dgn mayoritas job di building.
    saya baru nemu blog ini..isinya mantapppp
    mudah2an makin banyak engineer yg nimbrung disini dan blog ini makin ramai.
    saya sudah download duluan,, pak.
    tq berat.

    Suka

    • Syukurlah mas Andre, saya disini hanya menulis apa-apa yang menarik saja. Syukurlah jika dapat dianggap sebagai tulisan berbobot. Tetapi yang jelas, komentar dari teman-teman lain yang nimbrung itu yang bikin lebih menggigit.

      Suka

  29. Salam kenal pak wir…
    saya mahasiswi tknik sipil UNSRI,
    gini pak, tugas akhir saya kan ingin membahas perbandingan rumus empiris pada perencanaan struktur komposit dengan menggunakan metode AISC dan EUROCODE..
    kira2 ada penjelasan singkat atau bahan atau link yg bisa mmbantu tugas akhir saya ini nggak pak??

    makasih bnyak pak sbelumnya..

    Suka

  30. salam kenal pak wir,
    saya dengar SNI gempa terbaru SNI 03-1726-2002 sudah ada ya???
    saya ingin tau dimana sya bisa mendapatkan SNI terbaru tersebut,,
    mgkn bapak bisa membantu.

    Suka

    • Saya tidak punya. Tetapi secara prinsip dapat dilihat perbedaannya dari segi pelaksanaannya. Untuk plat pracetak maka tentu diusahakan untuk produksi massal, sehingga tendon yang akan dipasang dapat diterapkan pada pelat yang bersifat massal juga, agar optimum hasilnya. Sistem yang dipakai adalah pretensioning, yaitu kabel ditarik dan diangkurkan pada dudukan khusus. Jadi pelatnya sendiri tanpa angkur. Konfigurasi yang cocok untuk ini adalah konfigurasi kabel yang lurus.Pelat pracetaknya sendiri ukurannya terbatas, disesuaikan dengan alat angkut yang dipakai.

      Adapun tendon pada pelat konvensional, yang pelaksanaannya dengan cara cast-in-situ tentu berbeda. Ini diperlukan angkur pelat dengan pelaksanaan sistem post-tensioning. Jadi konfigurasi tendon bisa disesuaikan dengan momen yang terjadi.

      Kira-kira begitu prinsipnya mas.

      Suka

  31. Salam Sejahtera,
    Mohon bantuannya, Saya adalah mahasiswa semester akhir sebuah PTN di sulawesi. Saya tertarik dengan TA masalah daya dukung tiang pancang pada pembangunan dermaga, tetapi karena satu dan lain hal data yang bisa saya dapatkan hanya data hasil bore log, kalendering, dan gambar struktur. Apakah dari bahan tersebut mencukupi untuk persyaratan TA apa belum Pak ?
    Terima Kasih, GBU
    harwin.artawijaya@yahoo.com

    Suka

    • Tergantung dari apa yang ingin kamu teliti, tentunya ini juga tergantung dari apa yang diharapkan dosen pembimbing saudara. Tetapi kalau yang anda harapkan adalah proses perencanaan dalam memprediksi daya dukung tiang pancang tersebut maka ada baiknya jika ada data Loading Test. Dengan data tersebut maka kajian teori yang anda kembangkan dapat dilakukan verifikasi. Sudah benar atau belum. Jika tidak maka hasil saudara masih terbatas pada hipotesis, atau dugaan saja. Bisa ya dan bisa juga tidak.

      Suka

  32. Pak Wir, saya mohon bantuannya dimana saya bisa dapatkan grafik interaksi kolom ACI. Dulu saya punya hardcopynya tapi saya dihilangkan oleh teman.
    terimakasih.

    Suka

  33. salam kenal pak wir

    saya mau bertanya mengenai pembuatan campuran rancang beton mutu tinggi yang fc’ diatas 70MPa (metode SNI). di grafik (SNI yang rancangan beton normal tidak lebih dari 70MPa soalnya). itu bagaimana ya pak?
    kalau boleh, boleh saya minta link untuk men download [ SNI 03-6468-2000 ] Tata Cara Perencanaan Campuran tinggi dengan Semen Portland dengan Abu Terbang?
    terima kasih pak wir

    Suka

    • salam kenal juga Damar,
      Riset saya tidak banyak terkait dengan bidang material khususnya campuran beton mutu tinggi. Rekan senior kami di UPH yaitu Prof. Harianto yang menggelutinya, bahkan sekarang sedang terlibat penelitian beton dengan teknologi nano untuk sampai kuat tekan target 130 MPa. Dalam mengusahakan itu, beberapa mahasiswa bimbingannya telah dapat dengan mudah mencapai 90-100 MPa. Jadi silahkan saja kontak beliau, link-nya ada di blog ini, juga beliau dapat dicari via Facebook.
      Semoga berhasil.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s