tamu

Semakin lama, semakin banyak artikel yang ditulis, temanya bermacam-macam, mulai dari ranah rohani, pengembangan diri, pendidikan dan akhirnya bidang engineering yang merupakan core bidang peminatan utamaku.

Data di atas adalah catatan WordPress.com pada hari Jumat, 7 Maret 2008, mengenai produktivitas diriku dalam menulis pada blog ini. Sejak November 2006, jumlah pengunjung blog ini tercantum pula, dari sejumlah itu hanya sekitar 0.85% yang mau aktif dengan memberi respond di blog ini melalui komentarnya.

Tujuan utama dalam tulis-menulis di blog ini adalah untuk melatih kreativitas dan cara dalam mengungkapkan ide melalui ketrampilan menulis, yang mana itu merupakan modal utama dalam profesiku sekarang sebagai seorang guru.

Ternyata, seperti pepatah mengatakan : “sambil menyelam minum air”, kegiatan tadi juga bisa menjadi sarana silaturahmi dan bersosial, yang jika dibandingkan dengan dunia nyata maka cara sosialisasi di dunia maya ini begitu luar biasa hebat. Bayangkan aku dalam bentuk ide-ide tertulis yang ada diblog ini dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan setiap harinya.


Rekaman jumlah pengunjung tiap harinya dalam satu bulan
medio Februari-Maret 2008

Nggak percaya, lihat ini deh gambar grafik jumlah kunjungan per hari di atas, itu saya rekam pada saat bersamaan dengan data statistik sebelumnya di atas. Lumayan bukan.

Kecuali itu, ternyata ada situs-situs yang merekam aktifitas blog, termasuk blog kepunyaanku ini, sehingga dapat diketahui popularitas blog satu dengan yang lain, mau tahu blogku, ini lho.

Wiryanto Dewobroto Rank Page Rank Check Add to Technorati Favorites

Meskipun sudah diupayakan membahas bermacam-macam, tetapi ternyata ide/ komentar pembaca sangat bervariasi, sehingga sampai tidak tahu harus ditulis di bagian mana dari blog ini. Untuk menjawab permasalahan tersebut, saya mempersilahkan pembaca untuk menggunakan halaman ini, baik sekadar untuk basa-basi atau lainnya. Meskipun demikian, jika komentar tersebut sifatnya sementara, maka sedikit-demi sedikit nanti akan saya hapus. Biar tetap enak dibaca gitu lho. O ya, penting untuk diketahui bahwa aku tidak berjanji bisa menjawab semua pertanyaan yang ada.

Pertama-tama adalah bahwa semua komentar yang keluar pada blog ini pada prinsipnya telah aku baca karena harus melalui moderasi, mohon maaf terhadap komentar-komentar sampah, apalagi anonim, saya dengan tanpa berdosa akan menghapus dan tanpa pemberitahuan. Tahu sendiri khan, sampah khan memang harus dibuang. Kalau tidak, blog ini akan jadi tempat sampah. Masih banyak di luar sana, yang karena berpendapat bahwa kebebasan berpendapat adalah no.1 maka mereka tetap menampilkan komentar-komentar tersebut, yang menurut mereka bukan sampah. Mohon maaf kalau beda. :mrgreen:

Kedua, bahwa setiap komentar yang tampil di blog ini tidak mesti aku tanggapi. Menyadari bahwa sebagai seorang profesional, yang mana harus tahu apa yang dia tahu dan juga harus tahu apa yang dia tidak tahu, serta menyadari bahwa setiap manusia adalah tidak sempurna, sehingga sampai akhir hayat dikandung badan harus tetap mempunyai semangat belajar. Maka bagi komentar yang tidak dapat dijawab karena bukan kompetensiku. Akan kubiarkan saja, terbuka bagi yang lain. Kadang-kadang tidak se ekstrim itu, komentar yang dimaksud pada saat kubaca belum menarik, kalah menarik dengan komentar-komentar lain yang kadang-kadang datangnya pada saat bersamaan bisa puluhan, sehari terlupa maka biasanya terlantar. Mohon maaf atas kondisi seperti itu.

Ketiga, jadi bagi teman-teman yang kebetulan melihat ada komentar seperti itu dan merasa bahwa itu merupakan kompetensinya maka saya persilahkan untuk menanggapi. Kita disini semua adalah dengan motivasi untuk tumbuh, saling melengkapi satu sama lain, saling berbagi. Janga takut jika ada kesalahan, jika memang itu salah maka ada baiknya kita koreksi dan kita ambil hikmaknya karena tahu itu kesalahan dan yang mestinya akan mendapatkan yang benar. Itu harus kita syukuri dan itulah yang disebut pertumbuhan. Bahkan jika nanti ada pendapat yang salah dan ternyata itu memalukan bagi yang bersangkutan maka tidak segan-segan jika diminta maka komentar tersebut akan dihapus, atau minimal nama person yang bersangkutan diganti, agar topik yang dibahas tidak menyinggung pribadi tetapi kepada esensi yang menjadi permasalahan tersebut. Kadang-kadang belajar dari kesalahan adalah baik adanya sehingga tidak perlu harus mengalami sendiri.

Nggak ada gunanya menyatakan menang atau kalah, semuanya adalah bagi sesama, termasuk juga kita sendiri, yang pada akhirnya akan menunjukkan bahwa memang itulah kemuliaan-Nya.

Saya berharap, ini dapat menjadi ajang silahturahmi bersama.
Salam sejahtera semua.

O ya, tambahan yang aku temukan. Ternyata tulisan-tulisanku di sini di ulang tayangkan di beberapa agregat blog. Adapun lokasi-lokasi yang aku temui yang mencantumkan tulisan ini ada di :

526 respons untuk ‘tamu

  1. siang pak,
    saya mau menanyakan: apakah mungkin melakukan analisa nonlinier pada struktur space frame namun menggunakan asumsi small displacement agar teori euler-bernoulli tetap berlaku pada elemen struktur?? kalo mungkin, mohon penjelasan lengkapnya pak.. terima kasih sebelumnya pak

    Suka

    • ya berarti non-linier geometri saja, dengan kondisi tegangan tetap elastis. Opsi P-delta pada program FEA itu salah satunya. DAM (AISC 2010) juga telah memanfaatkan konsep ini. Jadi analisisnya bernama elastis-nonlinier.

      Suka

  2. Salam Kenal Pak Wir,
    Nama Saya Lexono Nadeak dari Teknik Sipil Universitas Lampung,
    Saya sangat senang membaca tulisan bapak, ilmunya sangat bermanfaat,
    Saya sangat berharap nantinya bisa mengundang bapak mengikuti acara di Lampung dan bertemu dengan bapak
    Salam Kenal Sekali lagi Pak…….

    Suka

    • Wah acara apa dik, saya senang saja jika ada yang mengundang. Apalagi jika undangannya jauh hari sebelumnya, sehingga bisa mengatur waktu dan mempersiapkannya dengan baik. O ya dik, salam untuk teman-teman di Lampung.

      Suka

      • Acara Civil Bring Revolution pak di Universitas Lampung…
        Terima kasih pak atas tanggapannya,,
        Baiklah pak semoga undangannya bisa cepat terealisasi pak, hehehe…
        dan Kami mahasiswa lampung bisa bertemu dengan bapak..
        Makasih Pak Wir.

        Suka

  3. Salam kenal pa Wiryanto
    Saya Pekerja dalam bidang Konstruksi dan Arsitektur, terimakasih buat bapak atas postingnya yang bermanfaat, Saya lulusan arsitektur dan mendirikan perusahaan kontrraktor, masukan bapak sangan bermanfaat ketika saya diberikan suatu pekerjaan dan melakukan crosscheck mengenai prinsip2 struktur, salah satu yang saya kunjungi adalah blog bapa. terimakasih pa sangat membantu buat saya.
    Dan kali ini saya ada pekerjaan bangunan 5 lantai sementara saya harus merubah strukturnya yang awalnya menggunakan beton ke konstruksi rangka baja, saya akan coba desain dan akan coba koreksi hasilnya nanti pada bapak.

    Suka

  4. selamat sore pak Wir,
    saya Felix, mau tanya tentang perbedaan p-delta effect dengan geometry nonlinearity..
    Apa perbedaan p-delta effect dengan geometric nonlinearity, ya pak??
    Lalu, kalau saya mau menerapkan p-delta effect pada analisis suatu rangka atap space frame, menggunakan program midas, saya bingung harus memakai load case yang mana (load case yang saya pakai: dead load dan live load, wind load, earthquake)? karena kalau pada kolom, gaya axial yang bekerja dan digunakan pada analisis p-delta kan gravity load nya pak, sedangkan kalo pada space frame, menurut saya gravity load itu yang menyebabkan goyangan, dan beban angin dan gempa yang perlu dijadikan load case p-delta, tapi saya bingung dan tidak yakin pak..

    Mohon penerangannya dan maaf kalo pertanyaannya panjang pak..
    Terima kasih sebelumnya
    salam,
    Felix

    Suka

    • Saya banyak nulis tentang itu dik, salah satunya yang saya bawakan di seminar di Petra. Cukup panjang untuk menjelaskannya. Mungkin sebagai gambaran, P-Delta adalah bentuk sederhana dari masalah geometri non-linier. Di buku baja yang saya tulis juga banyak cerita tentang hal itu, bahkan termasuk analisisnya dengan SAP2000. Untuk Midas, saya masih belum familier, maklum belum sempat memegangnya. Salam.

      Suka

  5. Selamat sore pak Wiryanto
    Saya Semadi ingin bertanya mengenai perhitungan gempa statik ekivalen dengan sap 2000.
    saya membuat model portal 2d sederhana ( 5 lantai ) dengan tinggi tingkat 3.5 m, ukuran kolom 40/40 ( sama untuk semua tingkat ) dengan 3 kolom utk masing” tingkat. saya memasukkan gaya lateral tingkat ( Fx ) dengan menggunakan “user loads” di Sap 2000. setelah saya run di sap kenapa gaya geser pada kolom di bagian tengah lebih besar dari bagian yang luar ?
    bukankah jika ukuran kolom dan properties materialnya sama, kolom dalam lantai yang sama akan menerima gaya geser yang sama pak ?
    Mohon bantuannya pak
    Terima kasih

    Suka

  6. Selamat siang Pak Wir,
    Saya Sedang mempelajari SNI 2847:2013, yang dalam pembuatannya mengadopsi ACI 318M-11. Pada faktor reduksi kekuatan terdapat perbedaan didalamnya, seperti contoh :
    untuk geser dan torsi, pada SNI 2847:2013, phi = 0,85, sedangkan pada ACI 318M-11, phi = 0,75 dan ada beberapa yang lain.
    Kemudian kami juga tidak menemukan faktor reduksi kekuatan untuk lentur tanpa aksial pada SNI 2847:2013, namun pada ACI 318M-11 kami menemukannya sebesar 0,90 pada bagian commentary. Apakah koefisien ini dapat dipakai ??
    Kemudian dicantumkan pada SNI 2847:2013 bahwa peraturan ini membatalkan dan menggantikan SNI 03-2847-1992.
    Pertanyaan saya, apakah SNI 03-2847-2002 ttg tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung juga dihapuskan??
    Demikian pertanyaan kami, mohon maaf jika ada salah dan terimakasih sebelumnya untuk tanggapan bapak.

    Salam Hormat

    Eko Prasetyo Adhi

    Suka

  7. Slamat pak wir,
    Saya mempunyai kasus pada jembatan pedestrian di pinggir laut yg sudah korosi bahkan ada yg bolong, bagaimanakah cara menghitung kekuatan sisa dari struktur tsb (H_beam) .
    Kemudian seandainya struktur tsb di didoubling bagaimana menghitung estimasi ketahanan/lama waktu bertahan struktur tsb.
    Demikian yg ingin saya tanyakan, terimakasih sebelumnya atas kebaikannya utk merespon pertanyaan saya ini.
    Regards,
    Ali

    Suka

  8. Salam Pak Wir
    saya mau bertanya bagaimana cara menghitung nilai periode ulang untuk menghitung simpangan antar lantai elastis (delta xe) dalam SNI 1726-2012 Pasal 7.8.6.2, terimakasih atas pencerahannya

    Regards
    Hence

    Suka

    • Terima kasih pak Irwan Joe, rasanya sudah lama sekali tidak membaca komentar Bapak di blog ini. Btw, apakah sudah mengkoleksi buku saya yang terbaru. Maklum, kelihatannya Bapak peminat Struktur Baja juga. Jadi ditunggu komentarnya terhadap buku tersebut. Yah, . . masukkan untuk buku berikutnya yang perlu ditulis.

      Suka

      • Ya Pak, sudah lama saya tidak sowan ke sini. Saya sudah pesan buku Bapak yang terbaru. Walaupun sy orang jalan rel, saya memang tertarik dengan konstruksi baja, karena menurut saya lebih exotis, walaupun perhitungannya lebih ruwet dibanding beton. Nanti sy minta temen2 untuk membaca buku Bapak juga.

        Suka

  9. Pa numpang nanya tentang ACi dan SNI 03- 2847-2002. Pada ACI 11.3.1.1 berbicara tentang gaya geser yg di sumbangkan oleh beton 2 akar Fc X b x d. Sedangkan pada SNI akar Fc per 6 x b x d. Pertanyaanya man yg sebaiknya kita pakai ACI atau SNI

    Suka

  10. Saya baru mendownload SNI 2013 dan ACI 318 dan kometarnya ACI saya download dari linknya Pa Wir.
    SNI 2847:2013 . 11.2.1.1 Vc = 0.17 lambda V Fc’ b d . dimana lamda untuk beton normal = 1 untuk beton ringan = 0,85 dan untuk beton ringan semuanya.0.75. Sedangkan ACI 11.3.1.1 Vc = 2 V Fc’ b d. Mohon pencerahanya lagi maaf kalau ada yg salah tulis.

    Suka

  11. Salam Pak Wir,

    Bisa ga ya kalau di blog ini ditambah box search supaya lebih mudah mencari konten di dalam blog ini.
    Saya sering pakai blog pak Wir buat cari inspirasi, karena konten dan diskusi di blog ini sangat menarik untuk dipahami. Terima kasih pak Wir.

    Welly

    Suka

  12. Salam Pak Wir,

    saya sedang menyelesaikan skripsi dan saya ingin bertanya tentang memodelkan kabel pada suspension bridge

    terima kasih Pak Wir

    Suka

  13. Halo pak Wir. salam hangat, salam hormat. Saya sungguh senang membaca blog bapak sampai binggung mau tulis di laman yang mana. banyak benar comment yang sudah masuk dan semua halaman benar-benar solutif serta inspiratif tentunya untuk seluruh engineer tua-muda yang menikmati tulisan bapak (saya termasuk penikmat tulisan bapak). #nikmat macam ngopi sore hari hehe..
    dengan rendah hati saya perkenalkan diri,
    Nama saya Alan Agustian alumni sipil UI anak struktur yg seneng sedikit otak-atik desain lah meski belum jago-jago amat dan kebetulan kerja di perusahaan kontraktor sekaligus owner; jadi maklum bos agak sedikit kepo karena proyek kemahalan dan susah dikerjain sementara bos bukan dari latar belakang struktur; saya pribadi sepakat sama bos dan suka merasa desain konsultan perencana itu boros pake banget dengan alasan “cari aman” dan lucunya lagi kami (kontraktor) tak banyak mengkritisi desainnya langsung “setuju” karena hmm mungkin syndrome “karyawan malas debat” alias “karyawan malas mikir” alias “yang rugi bos gini bukan karyawan”. Jadi tancap dah dibangun juga dan udah banyak proyek jadi dengan tidak begitu ekonomis and susah dikerjakan (setidaknya menurut pandangan pribadi)

    Sebagai karyawan dan kebetulan senang mengkiritis, saya agak ‘gatal’ dan mau menghemat perusahaan ini dari segi desain (berharap bisa ngebantu gitu). ini pertanyaan saya.

    Ada struktur pabrik kain didesain dengan bentang 60 m tanpa kolom ditengahnya. (ownernya rada maksa) dengan alasan mengganggu alur alat produksi kedepannya. konsultan mendesain dengan Gable Frame dimana dibuat truss dengan baja H-Beam dan WF besar-besar dan berat seampun-ampun (ga masuk akal untuk di erection and long fabrication), kolom nya bahkan dipilih king cross ukuran terbesar yg ada di pabrik sampai 600 mm. Hati saya senang kalau itu di desain macam space frame tapi memang jenis itu blum familiar nampaknya untuk perusahaan kami jadi ide saya di acuhkan deh. yang saya tanyakan…,

    Apa rekomendasi bapak untuk bangunan bentang besar-besar? 50 m 60 m 70 m tanpa kolom tengah.
    Adakah batasan; misalnya simple WF-beam untuk max 30 m, truss untuk 30-50 or whatever yang menurut bapak oke; memilih jenis desain sesuai bentangnya agar tetap masuk akal dan bisa dikerjakan di lapangan?

    dengan hormat tentu saya ingin berterima kasih karena bapak udah banyak sharing sesuatu di blog dan saya belajar banyak dari bapak.
    Terima kasih banyak pak sebelumnya.

    Alan M.T,

    Suka

    • Kalau untuk bentang seperti itu, maka rasanya sistem rangka batang (truss) akan lebih masuk akal. Memang sih kalau untuk girder yang non-prismatik bisa saja, hanya untuk erection ada masalah, nggak gampang. Jadi selama tinggi rangka bisa (tidak dibatasi) maka tanpa perlu analisis banyak, saya yakin truss akan unggul. Yang ngalahkan pastinya hanya struktur kabel, seperti sistem di ICE BSD yang di rancang oleh konsultan dari Australi.

      Suka

      • terima kasih pak atas komentarnya. satu lagi. saya pernah baca untuk struktur baja truss bentang besar maka prilaku rangka batang tidak hanya dipengaruhi tarik-tekan saja, tapi juga momen pada batang ikut diperhitungkan dalam penetapkan profil desain, apa benar? bukankah pada joint connection telah di release sebagai sendi ? dengan program bantuan SAP2000 dalam mendesain truss, momen tersebut justru lebih menentukan profil yang dipilih, terutama profil angle atau double angle. apa benar?

        Suka

      • Tergantung dari strategi pembebanan. Karena meskipun bentuknya truss, bisa saja timbul momen. Misalnya jika beban ditempatkan bukan di titik buhul. Juga bila pelaksanaannya batang-batang ternyata tidak bertemu pada sati titik yang sama shg terjadi eksentrisitas.

        Suka

    • maaf numpang memberikan saran, awalnya saya sedang ingin bertanya ke pak wir, tapi melihat pertanyaan bapak saya ingin sedikit berbagi saran. untuk bentang-bentang besar selain truss saat ini banyak menggunakan tapered section (banyak juga yang menyebut pre engineered building), jadi profilnya berupa built up section dari plat yang disatukan dengan las. secara umum akan menghasilkan desain berat yang lebih ringan (karena didesain sesuai tegangan yang bekerja dan biasanya menggunakan baja A 572 yang lebih tinggi fy nya), hanya seperti kata pak wir di awal, erectionnya lebih susah dikit (tapi tidak terlalu sulit, hanya perlu crane besar untuk mengangkat rafter nya yang besar, namun untuk waktu, pasti lebih cepat dibanding tipe truss). tempat saya bekerja (perusahaan pupuk) dalam beberapa tahun belakang sudah membangun gudang dengan bentang bersih 50 – 65 meter menggunakan tipe struktur ini semua. selama ditenderkan selalu dimenangkan pabrikator dari vietnam, entah mengapa pabrikator dalam negri selalu lebih mahal harganya. untuk kekurangan dan kelebihan dengan tipe struktur yang lain saya tidak bisa menjawab, mungkin pak wir yang lebih paham…yang jelas pasti ada kekurangan dan kelebihan masing-masing

      Suka

      • Hallo mas Ibad Ali,
        saya sedang up-dated buku Struktur Baja edisi ke-2. Ada topik penjelasan saya tentang tapered beam, hanya saja foto-foto illustrasi masih mengandalkan internet. Jika mas Ibad tidak keberatan untuk mengirim foto anda tentu akan lebih baik jika dapat dijadikan illustrasi di buku saya tsb. Sekaligus juga dapat dibanggakan nantinya, ini ada di Indonesia. Thanks sebelumnya.

        Suka

  14. Halo pak Wir. salam hangat, salam hormat. Saya sungguh senang membaca blog bapak sampai binggung mau tulis di laman yang mana. banyak benar comment yang sudah masuk dan semua halaman benar-benar solutif serta inspiratif tentunya untuk seluruh engineer tua-muda yang menikmati tulisan bapak (saya termasuk penikmat tulisan bapak). #nikmat macam ngopi sore hari hehe..
    dengan rendah hati saya perkenalkan diri,
    Nama saya Alan Agustian alumni sipil UI anak struktur yg seneng sedikit otak-atik desain lah meski belum jago-jago amat dan kebetulan kerja di perusahaan kontraktor sekaligus owner jadi maklum bos agak sedikit kepo karena kemahalan dan susah dikerjain sementara bos bukan dari latar belakang struktur; saya pribadi sepakat sama bos dan suka merasa desain konsultan perencana itu boros pake banget dengan alasan “cari aman” dan lucunya lagi kami (kontraktor) tak banyak mengkritisi desainnya langsung “setuju” karena hmm mungkin syndrome “karyawan malas debat” alias “karyawan malas mikir” alias “yang rugi bos gini bukan karyawan”. Jadi tancap dah dibangun juga dan udah banyak proyek jadi dengan tidak begitu ekonomis dan sulit untuk dikerjakan (setidaknya menurut pandangan pribadi)

    Sebagai karyawan dan kebetulan senang mengkiritis, saya agak ‘gatal’ dan mau menghemat perusahaan ini dari segi desain (berharap bisa ngebantu gitu). ini pertanyaan saya.

    Ada struktur pabrik kain didesain dengan bentang 60 m tanpa kolom ditengahnya. (ownernya rada maksa) dengan alasan mengganggu alur alat produksi kedepannya. konsultan mendesain dengan Gable Frame dimana dibuat truss dengan baja H-Beam dan WF besar-besar dan berat seampun-ampun (ga masuk akal untuk di erection and fabrication), kolom nya bahkan dipilih king cross ukuran terbesar yg pernah di cetak pabrik sampai 600 mm. Hati saya senang kalau itu di desain macam space frame tapi memang blum familiar nampaknya untuk perusahaan kami jadi ide saya di acuhkan deh. Intinya yang saya tanyakan…,

    Apa rekomendasi bapak untuk bangunan bentang besar-besar? 50 m 60 m 70 m tanpa kolom tengah.
    Adakah batasan; misalnya simple WF-beam untuk max 20 m, HC untuk 20 – 30; truss untuk 30-50 or whatever yang menurut bapak oke; memilih jenis desain sesuai bentangnya agar tetap masuk akal dan bisa dikerjakan di lapangan?

    dengan hormat tentu saya ingin berterima kasih karena bapak udah banyak sharing sesuatu di blog dan saya belajar banyak dari bapak.
    Terima kasih banyak pak sebelumnya.
    Alan M.T,

    Suka

    • maaf numpang memberikan saran, awalnya saya sedang ingin bertanya ke pak wir, tapi melihat pertanyaan bapak saya ingin sedikit berbagi saran. untuk bentang-bentang besar selain truss saat ini banyak menggunakan tapered section (banyak juga yang menyebut pre engineered building), jadi profilnya berupa built up section dari plat yang disatukan dengan las. secara umum akan menghasilkan desain berat yang lebih ringan (karena didesain sesuai tegangan yang bekerja dan biasanya menggunakan baja A 572 yang lebih tinggi fy nya), hanya seperti kata pak wir di awal, erectionnya lebih susah dikit (tapi tidak terlalu sulit, hanya perlu crane besar untuk mengangkat rafter nya yang besar, namun untuk waktu, pasti lebih cepat dibanding tipe truss). tempat saya bekerja (perusahaan pupuk) dalam beberapa tahun belakang sudah membangun gudang dengan bentang bersih 50 – 65 meter menggunakan tipe struktur ini semua. selama ditenderkan selalu dimenangkan pabrikator dari vietnam, entah mengapa pabrikator dalam negri selalu lebih mahal harganya. untuk kekurangan dan kelebihan dengan tipe struktur yang lain saya tidak bisa menjawab, mungkin pak wir yang lebih paham…yang jelas pasti ada kekurangan dan kelebihan masing-masing

      Suka

  15. Yang saya hormati
    Bpk Wiryanto Dewobroto
    selamat sore pak Wir. perkenalkan saya ibadurrokhman Ali, saya alumni sipil UGM angkatan 05 dan saat ini sedang bekerja di salah satu perusahaan pupuk di Indonesia. saya memiliki pertanyaan mengenai desain baja di SAP 2000, kebetulan saya teringat dengan pak Wir karena saya pernah membeli buku SAP 2000 (yag warna merah kuning) semasa kuliah dulu, sehingga mungkin pak Wir mengetahui jawaban dari pertanyaan saya ini. yang saya tanyakan mengenai faktor panjang efektiv kolom (K), untuk desain dengan SAP 2000 apakah SAP sudah menghitung faktor K tersebut secara otomatis? atau apakah kita perlu menginput nilai K tersebut (jika otomatis mengapa SAP memberikan pilihan untuk menginput nilai K pada saat kita memilih code design yng digunakan). saya pernah mengikuti training bahwa nilai K tersebut harus diinputkan sesuai tabel/gambar yang ada di AISC atau SNI (saya lupa nomor tabelnya, umumnya bila non sway K maksimal 1 dan sway K maksimal 2 pada tabel/gambar tersebut), karena jika tidak dinput akan dihitung default oleh SAP, K=1, tapi ada juga teman yang bilang nilai K sudah otomatis dihitung oleh SAP. apabila harus diinput sendiri, apakah menginput berdasarkan tabel/gambar di AISC saja cukup?karena setau saya nilai K dihitung dari nilai kekakuan pada join2 kolom dan seanjutnya dihitung dengan suatau rumus (atau bisa menggunakan alignment chart yang ada di AISC), itupun setau saya belum akurat.
    demikian pak Wir, pertanyaan saya. atas tanggapannya saya ucapkan terimakasih.
    hormat saya,
    Ibadurrokhman

    Suka

  16. YSH Pak Wiryanto
    selamat sore pak wir, perkenalkan nama saya ibadurrokhman ali, saya alumni sipil UGM 05. ini merupakan pesan saya yang kedua (yang pertama sepertinya tidak berhasil masuk). ada yang ingin saya tanyakan mengenai program SAP 2000 (karna seingat saya Pak Wir salah satu pakarnya yang saya tahu dari buku SAP nya yang pernah saya beli semasa kulyah dulu), yang saya ingin tanyakan mengenai desain baja pada SAP 2000, khususnya dengan code AISC 05 (atau 2010 yang masih mirip), ketika memilih desain, kita dipilihkan pada 3 pilihan, direct method, effective length method dan limited 1st order. jika saya tidak salah membaca di AISC untuk direct dan limit 1st order nilai K (faktor panjang efektiv) menggunakan nilai 1, sedangkan untuk effective length method tidak demikian (sesuai karakteristik sway batang), yang saya tanyakan, apakah paramter nilai K tersebut (dan parameter2 lainnya) kita inputkan sendiri atau program sudah mampu untuk menghitungnya sendiri? khususnya apabila method yang dipilih adalah effective length. jika melihat view/design overwrite disitu telah dituliskan hampir semua parameter tertulis program determined, apakah itu berarti semuanya sudah dihitung otomatis oleh SAP 2000?
    demikian pak wir pertanyaan dari saya, atas tanggapannya saya ucapkan terimakasih

    hormat saya
    Ibadurrokhman

    Suka

  17. salam kenal Pak Wir, saya Felix, salah satu pembaca buku komputer rekayasa struktur dengan SAP2000 yang dibuat Bapak. Saya mau menanyakan cara pengisian number of mode pada SAP 2000 v19, karena buku Bapak menggunakan SAP2000 v7.4 student version. Terima kasih Pak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s