MIDAS dan Jurusan Teknik Sipil UPH

Jika kita mau mengamati lebih mendetail, ternyata Jurusan Teknik Sipil sudah banyak terdapat di berbagai Perguruan Tinggi yang menyebut dirinya Universitas. Itu dapat dimaklumi, karena untuk disebut Universitas maka suatu perguruan tinggi harus terdiri dari banyak unsur-unsur fakultas, dan salah satu yang favorit adalah keberadaan Jurusan Teknik Sipil.

Oleh karena itulah, maka ketika Jurusan Teknik Sipil UPH berdiri di tahun 1994 maka diperlukan suatu usaha tertentu agar “laku”. Untunglah, para pendirinya punya selera dan juga didukung komitmen kuat sehingga fasilitas infrastruktur yang dibangun menurutku memang menarik. Kompensasinya tentu akan menyangkut pada biaya, yang kata orang disebutnya mahal. Padahal kalau dibandingkan dengan biaya studi di kampus swasta lainnya, yang sudah dikenal orang banyak, maka sebenarnya tidak terlalu berbeda. Yang jelas, jika anda berkesempatan datang berkunjung ke kampus UPH maka tentu itu dapat dimaklumi.

Sekarang tidak terasa, sudah 18 tahun waktu telah berjalan sejak kampus UPH pertama kali berdiri. Waktu yang disediakan untuk promosi, rasanya sudah lebih dari cukup, orang-orang harusnya sudah bisa melihat kualitas suatu kampus tidak sekedar dari tampilan fisik, tetapi sudah sampai pada tahap kemampuannya untuk memberi pengaruh.

Baca lebih lanjut

sipil UPH juara lomba beton 2010

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kerja keras para mahasiswa-mahasiswi  Jurusan Teknik Sipil UPH, peserta Lomba Beton Nasional 2010, Tarumanagara, Jakarta, telah membuahkan hasil.

Ada empat (4) team mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UPH yang mendaftar mengikuti  lomba LBN-2010 tersebut, dan syukurlah  tiga (3) team UPH tersebut masuk dalam  babak lima (5) besar. Dengan demikian ke tiga team tersebut hari ini diharuskan mempresentasikan materinya di depan sidang dewan juri bertempat di Kampus Untar, Jakarta. Adapun dewan jurinya  adalah  [1] bapak Dr. FX Supartono; [2] bapak Dr. Sri Roosyanto; [3] bapak Ir. Hadi Pranata; dan [4] bapak Widodo Kushartono S.Si, M.Si. Para dewan juri tersebut banyak dikenal sebagai pakar-pakar konstruksi di Indonesia.

Baca lebih lanjut

foto-foto gempa di Padang

Seperti yang pernah diceritakan sebelumnya ( di sini), bapak Dr. Ir. FX Supartono, pakar struktur senior sekaligus salah satu guru penulis sewaktu menimba ilmu di Pascasarjana UI, baru saja berkunjung ke kota Padang pasca gempa tempo hari. Tujuan utamanya adalah mengevaluasi struktur-struktur bangunan pada kompleks pabrik PT. Semen Padang, yang sebagian merupakan hasil rancangan beliau. Ibarat pepatah, sambil menyelam minum air, beliau juga berkesempatan berkeliling kota Padang memantau kondisi bangunan pasca gempa, khususnya di daerah kota tua yang relatif banyak bangunan-bangunannya yang roboh.

Baca lebih lanjut

kabar tentang Padang

Bagaimana kabar kota Padang, tidak terasa ini sudah setengah bulan lebih sejak gempa melanda kota tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi ?

Jawaban tentang itu tentunya sudah dapat dengan mudah dibaca di koran-koran berita maupun di internet, bahkan keesokan hari ketika gempa itu terjadi, saya sendiri berhasil mendapatkanbanyak informasi untuk dijadikan satu artikel tersendiri, disini. Jadi tentunya berita yang diharapkan tersebut tentunya ‘lebih’ dibanding berita yang saya kumpulkan sebelumnya. Berita seperti apa itu.

Baca lebih lanjut