kapan perlu berbela-rasa

Pemahaman yang dihasilkan oleh pengajaran luhur dari tradisi atau perintah agama, yaitu menolong orang miskin, terlantar dan papa, ternyata bersifat universal. Itu tidak hanya berlaku di Indonesia tetapi juga di negara-negara lainnya.

Ada kejadian yang menarik di China, kasusnya hampir sama seperti yang terjadi di Jakarta dimana telah ditemukan uang jutaan di gerobak pengemis yang ternyata berpura-pura saja. Di China kasusnya bahkan lebih menarik lagi, yang urutan kejadiannya berhasil direkam oleh wartawan. Untuk itu dipersilahkan sendiri untuk melihatnya dalam rangkaian foto-foto berikut.

Baca lebih lanjut

Studi Banding Jurusan Teknik Sipil UPH – 2010

Pengantar:

Terus terang studi banding yang kami lakukan di Jurusan Teknik Sipil telah terlaksana lama di akhir bulan November dan awal bulan Desember tahun lalu. Bahkan sebagian kecil pengalaman di sana telah penulis gunakan untuk melengkapi artikel di blog ini, yaitu :

Tetapi apa yang saya tulis di atas terkesan tidak secara langsung mengkaitkan dengan peranan kami selaku anggota akademisi di UPH, yang mana itulah yang menyebabkan kami melakukan studi banding. Oleh karena itu sebagai pertanggung-jawaban moral kepada yang memberi kesempatan untuk studi banding tersebut, yaitu ke institusi penulis di UPH dan juga yang di “atas” maka saya mewakili anggota studi banding menuliskan laporan perjalanan studi banding tersebut.

Pembuatan laporan perjalanan yang begitu panjang (versi resmi adalah 15 halaman) telah disampaikan dan dipresentasikan ke Jurusan kemarin pada hari Selasa 1 Februari 2011.

Ada yang mengatakan bahwa penulisan laporan seperti ini terkesan terlalu berlebihan karena ini tidak termasuk dalam kriteria penulisan ilmiah. Jadi ada juga dosen yang bahkan bertanya, ngapain menulis bukan tulisan ilmiah, khan tidak ada kum-nya. Karena tidak kum-nya itu juga maka dari institusi tidak ada insentifnya. Kalaupun nanti masuk majalah pasti artikel tersebut akan dikurangi, lima belas halaman terlalu banyak.

Memang jika hanya menulis untuk kum, maka jelas apa-apa yang saya lakukan adalah mubazir. Seperti juga menulis ratusan artikel di blog ini jelas tidak ada nilai kum-nya. Jadi juga tidak ada sumbangan real nantinya untuk menempuh jenjang profesor, yang persyaratannya adalah jumlah kum. Tetapi saya menulis ini semua sebenarnya hanya kesenangan saja. Suatu bentuk rasa syukur, berbagi info dengan pembaca. Sekaligus juga untuk belajar dan berlatih menulis sehingga nanti ketika menulis ilmiah akan lebih enak dan lebih baik.

Semoga sharing pengalaman saya bersama teman-teman di Jurusan Teknik Sipil UPH ini dapat menginspirasi rekan-rekan pembaca. Semoga.

Baca lebih lanjut

tanah longsor di Cina

Berita tentang Cina sering kita dengar, dimulai dulu dari penembakan Tianamen yang memberi kesan kejam, kemudian berangsur-angsur pada produknya yang mulai menyerbu Indonesia. Ingat tidak tempo hari ada motor Cina.

Tentang motor Cina sih kesannya tidak berhasil. Kenapa itu terjadi, mungkin kita males bertanya, kesannya “yah memang begitulah”. Tetapi pada kenyatannya ternyata mereka survive. Bahkan terlihat bahwa mereka ternyata semakin canggih. Bukti yang ada bahwa Jembatan paling top di kita sekarang saja adalah buatan Cina. Itu lho jembatan Suramadu. Bahkan sekarang ada berita baru  bahwa mereka akan segera menjadi negara adidaya dibawah Amerika dengan mengalahkan Jepang.

Hebat !

Mengapa ya itu bisa terjadi. Padahal kalau mau jujur, selain kesuksesan-kesuksesan tersebut, aku sering menerima berita tentang bencana yang semuanya kelihatannya terjadi di Cina. Jadi ini bahkan mengherankan lagi, sudah sering terjadi bencana tapi koq maju juga.

Bencana gempa ya pak ?

He, he, bencana itu tidak hanya gempa, tanah longsor juga bisa mengakibatkan bencana.

Seperti yang tempo hari di Jawa barat itu ya pak ?

Kalau dibandingkan, mungkin yang terjadi di Jawa barat itu disebut sebagai kecelakaan kecil doang lho. Kalau nggak percaya, coba lihat aja foto-foto bencana tanah longsor yang terjadi di Zhouqu, Cina belum lama ini.

Baca lebih lanjut

mengintip negeri tirai bambu

Lima atau sepuluh tahun yang lalu, jika kita mendengar berita tentang negeri tirai bambu, China, maka pikiran kita tentu akan melayang jauh ke belakang, ingat akan peristiwa tahun 1989 di lapangan Tianamen. Itu lho tentang tragedi berdarah demontrasi mahasiswa melawan pemerintahnya, China,  ini ada artikelnya. Jika demikian, maka bayangan selanjutnya tentu akan mengarah kepada kondisi negeri ini sekitar tahun 1998, yang mana banyak mahasiswa-mahasiswa di sini juga turun ke jalan melakukan demontrasi juga.

Baca lebih lanjut