Aku dan Seminar HAKI 2016 ini

Kemarin, Selasa (23/8/2016), dan hari ini, Rabu (24/8/2016), telah berlangsung acara Seminar Nasional Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Ini spanduknya yang terbentang di pintu masuk sebelah utara hotel.

spanduk-seminar-haki
Gambar 1. Spanduk dan tema Seminar HAKI 2016

Dari laporan ketua panitia, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 550 profesional di bidang konstruksi, dan umumnya datang dari latar belakang kontraktor, konsultan dan akademisi. Dengan jumlah peserta seperti itu, maka kelihatannya acara ini adalah ajang pertemuan terbesar untuk para ahli struktur dan konstruksi Indonesia. Penilaian ini tentu saja relatif sifatnya. Maklum pengalamanku kalau menghadiri acara seminar yang diselenggarakan perguruan tinggi, jumlahnya relatif terbatas, bisa mencapai 200 saja, rasanya sudah sangat penuh.

Lanjutkan membaca “Aku dan Seminar HAKI 2016 ini”

Sabtu 14 November 2015 di UNY, Jogjakarta

Tidak terasa waktu cepat berlalu, bulan November – Desember ini banyak sekali acara. Rencana acara tersebut ada di beberapa kota, yaitu mulai dari Yogyakarta, Bandung, Medan dan Jakarta. Waktu paling dekat ini, yaitu Sabtu, tanggal 14 November 2015 diundang di kota Yogyakarta, tepatnya di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

Ini merupakan undangan institusi tersebut yang kedua kalinya. Dua tahun lalu juga sekaligus launching buku terbitan Lumina Press yang pertama. Sekarang ini juga diundang untuk memberikan kuliah sekaligus untuk launching buku Struktur Baja. Tentu saja, tawaran tersebut langsung aku sambut gembira. Maklum bukan seorang pejabat, dokunya terbatas sehingga kalau launching buku numpang di acara teman-teman yang punya acara dan mau direpotin. Harapannya sih agar acaranya bertambah meriah, dan sayanya juga senang. Itu namanya win-win solution.

Lanjutkan membaca “Sabtu 14 November 2015 di UNY, Jogjakarta”

salam jumpa di Medan (26 – 27 Nov 2015)

Banyak memberi, banyak menerima. Itulah nats yang sering aku gunakan untuk memberi nasehat kepada anak-anakku. Ekstrimnya lagi, bahkan aku pernah mengatakan bahwa jangan harap menerima jika tidak mau memberi.

Konsep agar mau memberi seperti di atas pada dasarnya bukan sesuatu yang baru. Itu sih nasehat lama yang sering dikatakan orang tua-tua kita. Sering kali itu dihubungkan dengan perilaku beragama, yaitu bersedekah bagi teman-teman Muslim, atau persepuluhan bagi teman-teman Kristen. Itu dihubungkan dengan sikap untuk berbuat baik yang nantinya akan mendapatkan balasan (pahala) dari Tuhan.

Lanjutkan membaca “salam jumpa di Medan (26 – 27 Nov 2015)”

Jurusan Teknik Sipil di Indonesia dengan Peringkat A (versi BAN-PT)

Bagi masyarakat Jawa yang bukan berlatar belakang pedagang, maka yang namanya investasi adalah berupa tanah / rumah dan emas, sebagian lain menganggapnya juga sebagai bentuk investasi adalah pendidikan. Tentang yang terakhir ini, khususnya tentang pendidikan anak, ada juga yang menganggapnya lain, bukan investasi, tetapi adalah kewajiban orang tua.

Yah berbeda cara pandang. Beruntunglah, bagi keluarga besarku, yang namanya pendidikan dianggapnya adalah sebagai investasi. Itulah yang terjadi pada diriku.

Karena yang namanya investasi, maka proses pendidikan yang diambil harus dipikirkan matang. Tidak sekedar telah memperoleh pendidikan saja, tetapi harus dipilih yang sesuai dengan kecocokan bakat dan minat masing-masing agar setelah proses pendidikan selesai akhirnya dapat berkembang dan berbuah. Jadi proses pendidikan di sini tidak sekedar mendapatkan ijazah saja, titik.

Bagi anak-anak muda yang telah mempunyai cita-cita jelas, mau jadi apa kelak, maka bersyukurlah. Raihlah cita-cita tersebut sampai dapat, agar kamunya dapat tersenyum bangga dan dunia akan menjadi suka cita. Anakku yang pertama, sejak SMP sudah tahu apa cita-citanya, yaitu meniru kakeknya. Untuk itu maka dipilihlah SMA yang memungkinkan, meskipun jarak sekolah SMA-nya 10 x dari jarak sekolah ketika SMP dulu. Untunglah semua itu membuahkan hasil. Saat ini dia sedang menempuh bidang studi yang diminatinya, di kota Semarang. Satu atau dua tahun lagi harapannya telah selesai.

Jadi bagi anak-anak muda, mulai bermimpilah sejak awal dan yakini betul “mau jadi apa kamu nantinya”. Jangan sepelekan itu, memang awalnya hanya sekedar idea (abstrak) tetapi lama-lama dan jika dapat diyakini betul, maka hal itu akan menggumpal membentuk materi seperti yang kamu bayangkan. Tentang hal itu, aku tidak sangsi. Ingatlah nats berikut, yang sangat diyakini selama berabad-abad oleh sebagian manusia di bumi ini.

I tell you the truth, you can say to this mountain, ‘May you be lifted up and thrown into the sea,’ and it will happen. But you must really believe it will happen and have no doubt in your heart.
[Mark 11:23]

Paragraf di atas adalah sangat penting, karena awalnya semuanya itu hanya bermula dari keyakinan pada pikiran, keinginan dan mimpi. Itu semua akan mewujud pada suatu harapan yang diyakini dan akhirnya nantipun akan didapat.

Memang sih, untuk mendapatkan keinginan akan sesuatu dan dapat diyakini betul pada diri sendiri, itu memang tidak gampang. Bagi orang lain bisa saja itu ideal, tetapi bagi diri sendiri bisa saja tidak menarik. Nah jika ada pertentangan seperti itu, maka jelas akan sulit juga mewujud. Jadi pendapat orang lain itu hanya sekedar wawasan yang perlu kita pikirkan. Kita tidak boleh menipu diri sendiri, kalau memang tidak menyukai atau menikmatinya.

Ini sangat penting, terkait jika proses pendidikan akan dijadikan sebagai bagian dari investasi, dan bukan sekedar tanggung jawab orang tua, bahwa sudah memberikan pendidikan layak. Maklum, meskipun proses pendidikan sudah diberikan, tetapi ternyata si anak sendiri tidak cocok, hanya sekedar dapat ijazah, maka tentu kedepannya tidak bisa berbuah. Kalaupun berbuah tidak sebanyak jika orangnya tersebut menikmatinya. Jadi memilih pendidikan apa yang akan ditempuh dan dapat menikmati bidang tersebut, adalah hal yang sangat penting.

Tentang bagaimana memilih itu, maka ada baiknya mempelajari pengalamanku, begini ceritanya.

Lanjutkan membaca “Jurusan Teknik Sipil di Indonesia dengan Peringkat A (versi BAN-PT)”

rencana kompetisi ke luar negeri

Di tengah banyak beredarnya berita miring tentang anak-anak muda Indonesia, mulai dari banyaknya pelaku pelecehan seksual (korban atau pelaku), yang terjadinya ternyata di banyak tempat (!?). Juga masih saja terjadi tawuran anak-anak sekolah. Sebagai orang tua tentu kita sangat mengkuatirkan hal itu. Bayangkan, bagaimana jika itu terjadi.

Kadang-kadang timbul pertanyaan, mengapa itu sering terdengar saat ini. Dulu ketika masih muda, rasa-rasa nggak pernah terdengar hal itu. Bisa juga, mungkin dulu juga ada, tetapi karena informasi tidak seterbuka sekarang maka baru sekarang diketahui. Tetapi bisa juga saat ini memang lebih banyak dari dahulu, maklum informasi yang mudah didapat tersebut dapat juga menginspirasi orang lain (yang memang punya kecenderungan negatif) untuk melampiaskan aksinya. Mana yang benar, rasanya perlu penelitian yang serius.

Lanjutkan membaca “rencana kompetisi ke luar negeri”

Capacity Ratio lebih dari 1, boleh pak ?

Tidak setiap orang memahami, apa makna dari judul artikel ini. Maklum, istilah yang saya pakai tersebut hanya familiar bagi structural engineer yang biasa bekerja dengan program SAP2000, khususnya jika telah memakainya pada tahapan post-processing : desain penampang beton bertulang atau profil baja dari elemen struktur yang dianalisis.

Lanjutkan membaca “Capacity Ratio lebih dari 1, boleh pak ?”

lowongan – Bridge Engineers

Banjir dimana-mana, Jakarta penuh dengan air. Jadi bisa saja dikemudian hari tidak hanya terdengar pembangunan gedung-gedung tinggi, tetapi juga jembatan-jembatan penghubung antara tempat yang satu ke tempat lain di Jakarta.

Gimana tidak, jalan yang memakai konsep jembatan atau flyover adalah tempat yang paling aman sekarang di Jakarta. Maklum, flyover khan biasanya tinggi, yaitu agar ada kendaraan yang dapat melewati di bawahnya, jadi harus tinggi . Karena tinggi itu pula maka aman-aman saja dari banjir.

O iya, berita tentang banjir di Jakarta telah ada dimana-mana. Jadi kalau cerita lagi tentang banjir, pasti akan menyedihkan. Mari kita doakan, agar hujan yang terjadi tidak menimbulkan banjir yang lebih parah lagi. Juga yang menderita kebanjiran mohon agar diberikan kekuatan, dan ketabahan sehingga nanti dapat bangkit dan menyongsong hari depan dengan lebih baik lagi. Ingat, badai pasti berlalu.

Tadi ada ide, pembangunan jalan-jalan di atas konstruksi jembatan di Jakarta. Moga-moga hanya ide, tapi bisa saja itu dilaksanakan, karena ternyata dapat menjadi alternatif untuk perlindungan atau tempat mengungsi jika terjadi banjir seperti sekarang ini. 😀

Lanjutkan membaca “lowongan – Bridge Engineers”

mau jadi ahli struktur jembatan ?

Kalau mau tahu, untuk sukses menjadi seorang profesional adalah dapat menguasai terlebih dahulu salah satu ilmu yang khas, tidak kodian. Selanjutnya ilmu tersebut dijadikan basic untuk bekerja atau tepatnya dapat mengaplikasikannya dalam kasus nyata.

Hal itu penting untuk melihat dampak akhir dari penggunaan ilmu khas tersebut. Dalam hal ini lihat,apakah ada korelasi antara ilmu (teori yang dipelajari) dengan hasilnya (real). Ini merupakan feed back. Jika ternyata hasilnya baik, yaitu ada korelasi antara rencana dan kenyataan maka selanjutnya ilmu tadi dapat dipertahankan, bahkan dikembangkan lagi untuk di-imani (sorry jangan tersinggung dengan penggunaan kata itu).

Bagaimana jika ternyata tidak ada korelasinya. Gampang, lupakan saja karena itu ternyata bukan ilmu. Tentang kuantitas ilmu yang harus dikuasai, nggak usah terlalu bernafsu untuk sekaligus mendapatkan banyak. Cukup satu persatu, tetapi dapat dibuktikan dahulu. Jika terbukti, pelajari lebih mendalam, ulangi lagi proses tadi. Yakin deh, sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit.

Lanjutkan membaca “mau jadi ahli struktur jembatan ?”