Diskusi tentang R (gempa)

Ilmu struktur tahan gempa adalah salah satu ilmu penting bagi insinyur teknik sipil, khususnya yang mendalami bidang rekayasa struktur (structural engineering). Penting, karena dengan ilmu tersebut seorang profesional akan “didengar dan diperhatikan”. Maklum setiap keputusan berdasarkan ilmu tersebut dapat membuat orang lain harus mengikuti ketentuan yang dibuat. Akibatnya akan berdampak penambahan kerja atau meningkatnya biaya. Oleh sebab itu, proyek yang berisiko tinggi terhadap gempa, harus menunggu petunjuk dari empunya ilmu tersebut. Jika tidak, maka desain yang sudah jadi, bisa-bisa tidak lolos ujian sidang evaluasi para ahli (di Jakarta TPKB misalnya).

Karakter ilmu struktur tahan gempa agak berbeda dibanding ilmu stabilitas struktur. Dampak penggunaan ilmu struktur tahan gempa tidak secara langsung akan terlihat dengan cepat. Maklum gempa yang besarnya sesuai rencana, tidak setiap saat terjadi. Tempatnya juga belum tentu di lokasi bangunan yang dibangun. Ini berbeda dari ilmu stabilitas struktur, yang dapat mendeteksi risiko terjadinya keruntuhan struktur akibat pertambatan lateral yang tidak memadai. Jenis keruntuhannya bisa terjadi kapan saja, tidak perlu menunggu sampai ada gempa atau angin kencang. Ilmu stabilitas struktur banyak diperlukan pada struktur baja yang umumnya langsing sehingga menjadi ilmu standar bagi ahli struktur baja.

Baca lebih lanjut

Capacity Ratio lebih dari 1, boleh pak ?

Tidak setiap orang memahami, apa makna dari judul artikel ini. Maklum, istilah yang saya pakai tersebut hanya familiar bagi structural engineer yang biasa bekerja dengan program SAP2000, khususnya jika telah memakainya pada tahapan post-processing : desain penampang beton bertulang atau profil baja dari elemen struktur yang dianalisis.

Baca lebih lanjut

buku World Housing Encyclopedia edisi Indonesia **BARU**

Jika anda sering mampir pada blog ini dan memperhatikan, maka sudah sejak Desember tahun lalu tidak banyak artikel baru yang aku tulis. Itu bukan berarti tidak banyak peristiwa yang menarik lho. Sebenarnya ada-ada saja yang menggugah untuk ditulis, tetapi karena fokus untuk menulis “buku”  telah menyita pikiran yang banyak maka ya begitulah yang terjadi. Jadi tidak mengisi blog, tidak berarti tidak menulis lagi.

Sekali menulis tetap menulis. Menulis !

Baca lebih lanjut

foto-foto gempa di Padang

Seperti yang pernah diceritakan sebelumnya ( di sini), bapak Dr. Ir. FX Supartono, pakar struktur senior sekaligus salah satu guru penulis sewaktu menimba ilmu di Pascasarjana UI, baru saja berkunjung ke kota Padang pasca gempa tempo hari. Tujuan utamanya adalah mengevaluasi struktur-struktur bangunan pada kompleks pabrik PT. Semen Padang, yang sebagian merupakan hasil rancangan beliau. Ibarat pepatah, sambil menyelam minum air, beliau juga berkesempatan berkeliling kota Padang memantau kondisi bangunan pasca gempa, khususnya di daerah kota tua yang relatif banyak bangunan-bangunannya yang roboh.

Baca lebih lanjut

gempa di Padang !

Dari radio El Shinta kemarin sore ketika pulang dari kampus ke rumah, terdengar adanya berita bahwa Padang mengalami gempa. Pagi ini di internet, informasi tentang gempa tersebut semakin jelas, bahkan dari USGS diperoleh informasi ada dua kali gempa berturut-turut yaitu Magnitude 7.6 tanggal 30 September, at  05:16:09 PM yaitu yang kemarin terdengar di radio, dan kemudian Magnitude 6.8 tanggal 1 Oktober, 08:52:30 AM.

Baca lebih lanjut