pengaruh sambungan pada batang tekan dan batang tarik

Pertanyaan saudara Ghomari cukup menarik. Mari kita baca bersama-sama:

MUHAMMAD GHOMARI
Submitted on 2011/01/27 at 17:28

Selamat sore Pak wir… Apa kabarnya pak ?

Menarik pembahasannya tentang AISC dan SNI. Seperti artikel yang pernah saya baca (kalo gak salah pak wir sendiri yang buat  …) Bahwa SNI mengadopsi dari AISC, dengan beberapa point yang berbeda. Tanpa dilengkapi komentar atau pun penjelasan sumbernya. Sehingga pemakaiannya pun seringkali membingungkan. Kalau saya sendiri lebih mudah memahami AISC daripada SNI karena lebih banyak literatur yang mendukung. Saya harapkan ada penjelasan dari Tim Penyusun SNI mengenai isi dari standar yang mereka keluarkan. (Seperti ACI Commentary gitu…)

==> Mumpung lagi bahas tentang AISC dan SNI Baja. Saya berharap pak wir berkenan menjawab pertanyaan saya.

Berikut pertanyaan saya :“Ketika pada perencanaan batang yang menerima beban aksial tarik dalam kontrol perhitungannya (kondisi batas) diperhitungkan juga mekanisme sambungan (adanya faktor Shear lag U dan blok shear rupture). Tetapi tidak pada perencanaan batang aksial tekan. Apakah sistem sambungan tidak mempengaruhi kekuatan batas pada batang tekan???”

Begitu pertanyaan saya pak, mohon dibantu …

Saya terus terang senang dengan pertanyaan semacam ini, karena yang bersangkutan telah berusaha mempelajarinya terlebih dahulu.  Jadi jawabannya juga bisa lebih bermutu tentunya.

Catatan : Pembahasan saya akan mengacu pada AISC 2005, jika belum punya down load di sini.

Baca lebih lanjut

kompetensi dosen Indonesia

Perguruan tinggi adalah tempat yang diharapkan dapat mencetak kader-kader pemimpin bangsa di masa mendatang sehingga dianggap dapat mempengaruhi perkembangan dan kemajuan negara itu sendiri. Alumni perguruan tinggi yang baik diharapkan tanggap akan permasalahan yang terjadi di masyarakat atau lingkungannya dan diharapkan dapat berani tampil untuk memberi solusinya.

Adanya suatu perguruan tinggi yang baik di suatu tempat (negara / daerah) bahkan kadang-kadang dapat dijadikan indikasi bahwa masyarakat di daerah tersebut juga baik adanya. Lihat saja kota-kota di Indonesia yang mempunyai perguruan tinggi yang terkenal maka masyarakat disekitarnya juga relatif akan dipengaruhi. Lihat saja kota-kota berikut Depok (Universitas Indonesia), Bandung (Institut Teknologi Bandung atau Unpad), Yogyakarta (Universitas Gadjahmada), Surabaya (ITS, Unair) dan lain sebagainya.

Tetapi berbicara tentang perguruan tinggi, maka keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan dan peran dosen-dosen di dalamnya. Karena bagaimanapun juga kepada merekalah maka kinerja perguruan tinggi dapat diharapkan.

Baca lebih lanjut

mental orang gajihan

Jika dihitung-hitung, tidak terasa sudah lebih dari dua puluh tahun aku sejak menyelesaikan sarjanaku. Selama itu pula aku hidup sebagai orang yang digaji. Bahkan kalau tidak salah , jika mau dihitung-hitung sudah ada sekitar lima atau enam perusahan yang pernah aku sambangi dan mendapatkan gajinya. Di semua perusahaan tersebut aku belum pernah bermasalah. Jadi mestinya aku bisa dianggap tahu : bagaimana memperankan diri selaku orang gajihan. Dengan latar belakang seperti itu maka cukup valid jika aku berbicara tentang mental orang gajihan . Mari kita bahas.

Baca lebih lanjut

formula momen dan geser pada balok

Seperti biasa jika ada komentar tanggapan untuk pembaca blog yang cukup panjang, maka ada baiknya ditulis saja sebagai threat khusus. Ya maksudnya biar lebih gampang membaca dan mencarinya lagi. Maklum bisa dijadikan referensi tambahan khan. 🙂

Mari simak pertanyaan pembaca berikut :

Pak Wir yang terhormat,
Dalam SNI 03-1729-2002 (baja) untuk perencanaan balok baja terdapat interaksi lentur dan geser bernilai 1,375. Apakah perbandingan nilai momen ultimit dan nominal dapat lebih dari 1 misalkan 1,2 dengan perbandingan geser ultimit dan nominal 0,1. Maka interaksi lentur dan geser adalah 1,3 lebih kecil dari 1,375. Apakah ini masih diperbolehkan. Mohon pencerahannya.
Terimakasih.

Pertanyaan sdr Firmansyah di atas cukup menarik dan perlu dijawab. Kenapa, karena kelihatannya simple, tetapi sebenarnya pertanyaan di atas dapat dikembangkan lebih dalam, tidak hanya sekedar pengetahuan logika dari nilai numerik yang disampaikan.

Baca lebih lanjut

kebohongan publik

Sebelum membaca lebih lanjut artikel ini, maka ada baiknya anda membaca terlebih dahulu artikel dari surat kabar Kompas sebagai berikut:

Dapat dipahami jika pernyataan para tokoh-tokoh tersebut kepada pemerintah tentang “kebohongan publik” telah menimbulkkan perasaan tidak enak, bahkan cukup menohok. Bagaimana tidak, selama ini yang selalu diusahakan adalah bagaimana mendapat persepsi “baik” dimata orang-orang lain. Istilah populernya adalah politik citra.

Baca lebih lanjut

perihal mekanika teknik

Cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang datang kepadaku, ada yang via email, ada yang via facebook, dan yang terbanyak tentunya via blog ini.

Jika aku tidak mengenalnya secara pribadi, terus terang tidak semuanya dapat aku tanggapi. Maklum, pertanyaannya kadang-kadang kebangetan, daripada makan hati, lebih baik tidak dipikirkan saja. Bayangkan saja, ada pertanyaan yang begitu mendasar, sangat sederhana dan mestinya sudah menjadi bagian pengetahuan dari seorang mahasiswa teknik. Kenapa, karena semua buku teks teknik sipil pasti memuatnya. Jadi akunya yang bertanya : “Pernah baca buku teknik sipil atau nggak. Eh koq gitu saja ditanyakan”. Ini bertanya betul atau hanya iseng. Jadi daripada komentarku nanti nylekit (menyinggung), maka lebih baik aku biarkan saja.

Tetapi dari beberapa pertanyaan yang datang, ada juga yang menarik untuk dibahas dan bahkan memunculkan hasrat untuk ditanggapi. Pertanyaan yang biasa aku suka dan menarik untuk ditanggapi adalah pertanyaan yang bersifat filosofi, bukan teknis. Teknis khan banyak dijumpai di buku-buku teks. Sedangkan yang filosofi umumnya memang tidak terdapat di buku-buku teks. Kalaupun ada, kadang tidak mudah dimengerti. Hanya yang tahu saja yang biasanya memahami.

Nah jika itu yang terjadi, maka aku akan berpikir bahwa yang bertanya ini orangnya serius dan ingin tahu banyak tentang engineering. Nah disitulah aku rasa peranku perlu dimunculkan, hasrat untuk berbagi. 😀

Selanjutnya seperti biasa agar jawabannya bergaung secara luas dan relatif abadi (dapat diakses setiap saat) maka aku menuliskannya di blog ini, sekaligus menguji dan mengevaluasi apakah yang disampaikan juga benar-benar sahih. Itu penting juga sebagai masukan atau feedback bagi diriku.

Baca lebih lanjut

Istimewa Yogyakarta

Jangan dianggap bahwa judul di atas tidak lengkap, memang sengaja sih dibikin seperti itu. Maklum, jika aku menggunakan kata “Daerah Istimewa Yogyakarta”, kata-kata itu khan sudah sangat populer. Nanti tulisan ini dibilang tidak kreatif, hanya niru doang. Bahkan kalau kata seperti itu yang dipakai, maka bisa-bisa nanti ada yang bilang bahwa aku ingin numpang populer saja. Padahal tulisan-tulisanku ini memang populer khan. 🙂

Maklum wong Jogya (ning lagi nang paran). Jadi kalaupun terikut menjadi Istimewa, toh itu bukan sesuatu yang  mengherankan. Maklum darah asli dari Nagari Ngayojakarto Hadiningrat  sih, he, he . . . katimbang mati ngantuk mending mati umuk.

Baca lebih lanjut

papan petunjuk K3

Berbicara tentang keselamatan atau kesehatan maka adalah relevan untuk mengatakan “mencegah itu lebih baik dari pada mengobati“. Jadi agar dapat tetap selamat dan sehat baik dalam pekerjaan atau segalanya maka hindarilah hal-hal yang menyebabkan terjadi sebaliknya (kecelakaan atau sakit). Karena bagaimanapun jika telah terjadi kecelakaan dan sakit, maka satu-satunya cara agar dapat tetap hidup adalah dengan mengobatinya (internal atau eksternal).

Pada proyek-proyek konstruksi yang telah sadar akan perlunya K3 maka salah satu cara yang cukup efektif agar dapat terhindar dari terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan memberikan peringatan, baik secara lesan (oleh pengawas) atau oleh kesadaran sendiri dari pekerjanya. Untuk yang terakhir ini, maka keberadaan papan-papan peringatan atau petunjuk K3 adalah sangat membantu sekali.

Baca lebih lanjut