progress SNI Beton

Sebagai akademisi yang berlatar belakang peminatan struktur maka mendapat undangan untuk mengikuti Rapat Konsensus RSNI adalah suatu kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Bagaimana tidak, disana dapat bertemu teman-teman, baik dari unsur pakar, unsur perguruan tinggi, unsur pemerintah, unsur asosiasi profesi atau pengusaha, bahkan dari unsur umum, seperti lembaga bahasa dan standarisasi. Dari diskusi yang terjadi, minimal dapat mengetahui kondisi apa yang sedang trend, berkaitan dengan materi RSNI yang sedang dibahas.

Baca lebih lanjut

materi kuliah high-rise-nya Wiryanto

Salah satu ciri dari seorang penulis, selain tentunya dapat menulis makalah atau artikel dengan baik adalah dapat “menjualnya”. Maklum dapat menulis dan membuat karangan dengan baik tetapi tidak ada yang membacanya adalah sia-sia belaka. Itu sih seperti menulis pada buku harian, nulis-nulis sendiri dan membaca-membaca sendiri.

Karena itulah, maka jika diperhatikan materi yang kutulis kadang-kadang ada nada-nada provokatif, ada yang melihat kesannya sombong, ada juga yang memberi kesan terlalu percaya diri,  yang jelas rasa-rasanya tidak ada kesan bahwa tulisan-tulisanku terasa rendah diri. Nggak ada itu. 🙂

Baca lebih lanjut

materi UTS semester ganjil 2011

Menjadi  “orang dikenal” atau kalau bisa bahkan menjadi “orang terkenal”, adalah sesuatu yang banyak didambakan dewasa ini. “Menjadi orang terkenal” dipahami sebagai faktor pembawa keberuntungan. Ingat saja kasusnya Briptu Norman, yang dengan caiya-caiya-nya di You-Tube dan yang kemudian diliput banyak media menjadikannya dia banyak dikenal orang saat ini.  Akibatnya, dianya akan keluar dari profesi sebagai polisi, karena katanya ada tawaran jadi artis dengan bayaran tinggi (menjadi terkenal = kesuksesan). Hal-hal seperti itulah yang saat ini menjangkiti banyak pikiran anak muda Indonesia, sehingga acara-acara seperti “Indonesian Idol” menjadi laris. Mereka ingin terkenal ( = sukses).

Baca lebih lanjut