baliho ROBOH !

Tentu saja aku kaget mendengar kabar ada lagi baliho yang roboh. Pikiranku, wah ini pasti ada badai besar seperti yang pernah terjadi di Yogyakarta. Tetapi setelah mendapatkan gambar yang relatif lengkap tentang baliho yang roboh tersebut, maka aku dapat melihat bahwa yang membuat roboh tersebut bukan besarnya badai tetapi memang karena struktur pendukung baliho-nya memang tidak meyakinkan.

Rasanya masalah ini perlu dibahas dan dituliskan sebagai pembelajaran lebih lanjut agar tidak terulang kembali.

Baca lebih lanjut

biografi insinyur-insinyur yang mengubah dunia

Banyak orang, juga enginer (di negeri ini tentunya) yang berpendapat, bahwa hanya dengan tindakan nyata, maka mereka telah berbuat yang besar. Sehingga memandang rendah para teoritis yang hanya berkutat pada angka-angka dan tulisan.  Jika belum berkeringat, belum berpanas-panas dan belum mewujud dalam bentuk fisik maka dianggap belum berkarya.

Baca lebih lanjut

pertanyaan yang sangat susah di jawab

Saya kira membahas atau menanggapi pertanyaan saudara YW cukup menarik, dan ini pertanyaannya.

siang pak Wiryanto,
ada pertanyaan dari teman saya, dan saya sendiri juga bingung menjawabnya, mudah mudahan bapak bisa menjawab pertanyaan temen saya .

simple saja pak , untuk apa kita susah payah belajar struktur beton bertulang dan struktur baja secara mendalam , bahkan sampai membuat program perhitungan penampangnya segala, seperti program penampang beton bertulang buku pak Wir yang ke 3 ini. bukannya SAP2000 sudah bisa melakukan itu semua.

jadi untuk apa lagi kita susah payah belajar beton , baja, analisa struktur dan pemograman secara mendalam ??? kata temen saya yang penting tau teori dasarnya ( kulitnya saja ) dah cukup ,supaya tidak terjadi kesalahan dalam input data ke SAP.

hehe pertanyaan yang sangat susah di jawab..

Apa benar itu suatu pertanyaan yang susah ? Ya tentu tergantung dari siapa yang menjawab bukan.

Baca lebih lanjut

kuliah MekTek-nya Wiryanto

Ada pertanyaan dari saudari Rini di Denpasar sbb:

Dikirim pada tanggal 2009/02/16 pukul 09:34

Pak wir yang terhormat, saya Rini Denpasar Bali, Saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai Mekanika Teknik/Analisis Struktur :

Kenapa kita harus menempatkan sendi gerber pada posisi dimana momennya sama dengan nol?

Ini jadi mengingatkan bahwa rasanya belum pernah kutulis sesuatu di sini dalam peranku sebagai dosen Mekanika Teknik / Analisa Struktur. Meskipun aku menulis banyak hal lain, tetapi pada dasarnya aku adalah dosen untuk mata kuliah Mek-tek lho, yang materinya aku susun dan aku kembangkan sendiri. Tidak mengacu pada buku tertentu tetapi sudah tercampur baur dengan pemahamanku tentang mekanika teknik sendiri.

Mungkin terlalu berani ya kalau menyatakan hal tersebut, bagaimana lagi mekanika teknik adalah ilmu utama di bidang struktur, dan karena sudah banyak yang mengambil keahlian tersebut maka tentu ilmu tersebut sudah banyak yang menguasainya. Karena sudah banyak yang bisa maka tentunya sudah tidak ada yang istimewa lagi. Itu khan berbeda jika aku membahas mengenai metoda Strut-and-tie-model, misalnya. Itu khan masih jarang, bahkan belum masuk pada materi perkuliahan di S1. Betul nggak ?!

Jadi kalau dibilang, pakai materi sendiri, wah tentu banyak yang ingin tahu, kayak apa sih mektek versinya Wiryanto.

Pengin tahu ?

Baca lebih lanjut