Kategori: pendidikan

  • Memang benar, pada pendidikan sarjana teknik sipil, tidak ada mata kuliah yang secara khusus mempersiapkan mahasiswanya mahir presentasi. Seakan-akan itu dianggap sebagai suatu ketrampilan bawaan mahasiswa.

  • Yah betul, ini terkait dengan kelelahan logam (fatigue). Terus terang saya masih belum mantap dengan terjemahan bahasa Indonesia-nya, yaitu  fatik. Secara pribadi, saya merasa lebih mantap jika memakai kata fatig. Konsonan “g” terasa lebih berat dibanding “k”.

  • Setiap mata kuliah yang aku berikan, aku evaluasi berdasarkan dua kriteria [1] kriteria kompetensi, disini hasil ujian aku cocokkan dengan jawaban yang aku buat, jika tidak ada keselarasan maka bisa-bisa nilainya dikasih nol, tetapi jika aku anggap selaras nilainya seratus. Kriteria tersebut kadang ada yang menganggap mengerikan, oleh karena itu ada lagi kriteria yang lain,…

  • Baru dapat email dari teman sejawat, Bapak Dr. Sholihin Asad, dosen senior di UNS Solo, yang meminta untuk menginformasikan rencana akan adanya Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7), pada hari Kamis tanggal 24 – 25 Oktober 2013 di Kampus UNS, Solo. Ini alasannya : “Setahu saya, blog pak Wir sangat populer di pembelajar struktur, mahasiswa…

  • Diskusi soal ini (otorisasi mengajar) tentunya dapat dianggap penting, maklum dalam era demokrasi yang didukung oleh otoritas hukum kadang-kadang setiap topik yang terkait kepentingan seseorang atau sekelompok, dapat saja diperdebatkan. Bayangkan saja, jika ada suatu hal yang tidak tegas, atau hanya tersirat tetapi telah  disepakati bersama, lalu kemudian ada yang berhasil menyuratkan (meskipun belum semuanya menyepakati)…

  • Punya hobby membaca dan kemudian bekerja sebagai dosen. Wah itu seperti pepatah jawa: “tumbu oleh tutup”, kebetulan sekali. Maklum orang lain melihatnya seperti bekerja padahal memang hobby-nya. Kadangkala membedakan antara orang yang membaca dan yang belajar, ternyata berbeda sangat tipis. Lihat saja, kalau ada seorang anak yang terlihat memegang buku-buku fisika atau matematik, orang akan mengatakannya bahwa anak tersebut sedang belajar. Adapun yang dipegang adalah buku komik, atau majalah game, maka disebutlah membaca. Jarang yang menyebutnya sebagai sedang belajar. 😀

  • Umum Telah diungkapkan opini dan argumentasi prospek, pemakaian serta perkembangan konstruksi kayu di Indonesia. Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mendasar, adakah motivasi positip lain untuk dijadikan alasan: “mengapa kita (calon insinyur) tetap perlu belajar dan bahkan mengembangkan ilmu struktur kayu itu sendiri”.

  • Bagi yang memperhatikan statusku di BB, dapat dibaca tulisan : “Guru di bidang teknik sipil”. Tentang hal itu, sudah lama sekali itu terpasang. Hampir seumur BB itu sendiri. Selama ini rasanya belum pernah ada yang memberi tanggapan, atau bisa-bisa memang tidak ada yang memperhatikannya. Maklum profesi guru adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Seperti profesi-profesi lainnya,…

  • Pelan tapi pasti, mata kuliah struktur kayu tidak lagi menjadi mata kuliah favorit di fakultas teknik, khususnya di jurusan-jurusan teknik sipil di Indonesia. Jika di era tahun 90-an saat itu penulis masih menjadi mahasiswa S1, maka mata kuliah struktur kayu diberikan dalam dua tahapan, yaitu Struktur Kayu I dan Struktur Kayu II. Kondisi tersebut tentu…

  • Saya teringat salah satu pengalaman ketika bertemu dengan teman dosen yang kebetulan baru saja menyelesaikan program S3-nya. Kalimat pembukanya begini: “Pak Wir, bisa nggak saya mengajar di program S2 UPH yang baru dibuka“. Seperti biasa, kalau ada pertanyaan seperti itu maka  jawabannya kira-kira begini : “Mau mengajar di program S2 ya pak, kalau begitu pada mata kuliah apa yang merupakan kompetensinya. Ini daftar mata kuliahnya“. Maklum, alasannya bahwa yang namanya program S2 adalah spesifik (misal peminatan…