Ada yang tidak biasa dengan hari minggu kemarin. Pagi hari setelah pulang dari misa di Gereja Sanbarto, Bekasi, kebetulan karena esoknya ada ujian praktek sekolah anakku, maka aku hanya santai-santai di rumah saja. Ini kondisi yang tidak biasa bagiku, maklum hampir minggu-minggu sebelumnya, jika kondisi itu terjadi pasti aku sudah duduk asyik di komputer, menulis. Hari minggu kemarin tidak kulakukan karena proses editing-layout buku telah selesai. Alhamdulillah.
-
Tahun ini sebagai bagian kerja sama pendidikan dengan perwakilan Midas di Indonesia, maka Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil mengadakan workshop dan pelatihan pemakaian software Midas. Acara bertempat di kampus UPH Lippo Karawaci. Ini poster yang aku terima dari panitia.
Bagi yang masih memegang kartu pelajar, ini kesempatan berharga untuk ikut karena biayanya hanya 50% dari para profesional yang juga akan ikut. Maklum, yang “For Student” atau pelajar dianggap masih tergantung orang tua, adapun yang “For Public” adalah para profesional yang ingin mengembangkan wawasannya, yang dianggap sudah bekerja sehingga punya dapat duit sendiri.Mumpung ada para profesional atau mahasiswa teknik sipil dari luar UPH yang akan berdatangan, maka saya juga akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyebarkan ilmu.
He, he apa itu. Itu lho buku saya, . . . . . . saat ini khan sudah siap naik cetak. Jadi pada acara tersebut tentunya sudah selesai cetak. Nah adanya event ini dimana para engineer atau mahasiswa teknik sipil dari luar UPH dapat datang juga maka mereka sekaligus akan ditawarkan bonus, mendapatkan ilmu tambahan lain. Pertama yang dapat diperoleh tentunya adalah ilmu tentang pemakaian software Midas itu sendiri. Kedua sekaligus dapat dibawa pulang adalah ilmu tentang Struktur Baja, karena pada acara itu akan dijual juga buku pertamaku tentang struktur baja, buku berbahasa Indonesia yang benar-benar berbobot (benar-benar berat maksudnya, maklum tebal sampai 790 halaman).
Ini sampul buku yang aku maksud.
Buku di atas adalah buku pertama juga yang mendapatkan tanggapan positip dari masyarakat teknik sipil yang dalam hal ini diwakili oleh 9 pentolan dari dunia akademik dan praktisi teknik sipil. Lihat, sampul belakangnya sampai penuh oleh kata-kata testimoni.
Dengan begitu acara di bulan April 2015 itu di UPH akan jadi ajang pertama tampilnya karyaku. Itu berarti juga, anda yang beli buku tersebut, adalah yang pertama kali.
Jika nanti banyak teman-teman luar yang mau datang ke UPH untuk acara di atas sekaligus berminat dengan buku tersebut, maka aku bisa juga sekaligus meminta panitia HMJ UPH untuk menyiapkan stand khusus untuk buku baru tersebut. Bagi yang berminat, mohon beri komentar ya, biar nanti panitia seminar jadi tertarik untuk sekaligus juga mendukung publikasi buku tersebut.
He, he, ini khan sekali mendayung, dua atau tiga pulau terlampaui sekaligu, sekali datang ke UPH, eh dapat bukuku juga. 😀
O ya, buku baruku tersebut sekarang diterbitkan oleh Penerbit Jurusan Teknik Sipil UPH bekerja sama dengan LUMINA Press. Saya kira ini adalah Jurusan Teknik Sipil pertama di Indonesia yang mempunyai divisi penerbitan dengan buku komersil. Semoga adanya jurusan tersebut, perkembangan teknik sipil di Indonesia juga semakin maju.
Note : mungkin juga jika diperlukan, aku bisa datang ke stand bukuku tersebut, siapa tahu ada yang tertarik ttd. 😀
-
Judul yang dibuat bisa membuat ambigu, apalagi jika dibayangkan bahwa artikel ini akan membahas mobilnya seorang dosen. Kalau itu sih tentu akan kecewa. Maklum, mobil dosennya UPH bisa kalah jauh deh dengan mobil mahasiswanya. 😀 Jadi meskipun judulnya Mobnas tetapi nggak ada itu mobil dalam artian fisik. Mobnas disini adalah dalam arti kata kiasan yaitu pada sesuatu yang merujuk pada hasil karya bangsa sendiri yang dapat dibanggakan dan yang penting akan dapat diberlakukan secara nasional bagi anak-anak bangsa di Indonesia. Apa itu ? (lebih…)
-
Complaint !
Suatu bentuk untuk mengobati kekecewaan adalah melakukan complaint. Ini ibarat melepaskan uneg-uneg atau kedongkolan hati. Padahal dulunya, ini biasa terjadi ada orang yang beli sesuatu, dan ternyata tidak sesuai dengan janji awal atau seperti yang dipromosikan, maka complaint jadinya.
Bisa juga dengan keputusan pimpinan yang merasa kita, dia jadi karena pilihan yang telah kita buat. Serperi pak JKW ini sekarang yang sedang ditunggu-tunggu keputusannya. Sudah banyak orang yang tidak sabar, dan merasa gondok, kecewa. Tapi kalau mau complaint gimana, emangnya apa yang kita coblos kemarin memang mengantarnya ke kursi tersebut.
He, he, ini mungkin bentuk complait itu juga ya, sebagai saluran pelepas kedongkolan. Eh, tunggu. Ini mungkin juga strategi pak JKW, maklum saat ini khan masih panas, belum kebakar. Jadi kalau kebakar khan efektif air untuk memadamkannya. Kalau hanya panas, dituang juga belum tentu dingin juga, apalagi kalau airnya juga panas. Jadi kalau kebakaran, sudah keluar apinya, maka dituang air panas juga akan padam. Jadi situasinya kayak penghuni perumahan liar, yang jumlahnya banyak, ya udah nunggu terjadinya kebakaran agar dapat bersih-bersih. Nah pada sisi ini, aku percaya dan jadi penghibur untuk menutup kekecewaan yang terjadi.
Ini complaint ya pak Wir.
He, he, introduction tentang complaint. Kalau mau complaint tentang perpolitikan kita, nggak ada gunanya. Nggak ada yang dengar. Jadi tulisan di atas itu memang sekedar pembuka saja.
-
Ini info dari ibu Ima, UK Petra. Ada seminar dari pak Teddy Boen. Silahkan yang berminat, mumpung murah.
Unduh Versi PDF (1.8 Mb)
-
Ini membantu teman, maklum proyeknya mulai banyak dan perlu insinyur teknik sipil untuk membantu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Pemilik perusahaan ini masih muda, etos kerja tinggi, dan perusahaannya relatif baru. Oleh sebab itu yang diharapkan adalah yang muda-muda juga agar dapat mengikuti irama bekerjanya.
Ini lowongan pekerjaan teknik sipil di Jakarta yang aku maksud.
-
Hari-hari sudah semakin pendek, dead line terbit buku sudah mulai dekat. Nah adanya tuntutan tersebut ternyata respons semakin baik. Tadi sore baru saja up-load halaman sampul buku belakang yang memuat deskripsi singkat buku tersebut sekaligus ada 3 testimoni dari pakar akademisi Unpar (Bandung), USU (Medan), dan UGM (Jogja). Pagi pukul 3.00 bangun, membuka email ternyata ada testimoni yang masuk lagi, yaitu dari pakar UI (Jakarta) yang sekaligus praktisi. Ini testimoni yang beliau sampaikan.
Terbitnya buku ini sungguh merupakan pelepas dahaga di tengah gersangnya khasanah referensi dunia teknik sipil, khususnya mengenai struktur baja. Pengalaman penulis sebagai praktisi, peneliti dan juga akademisi menjadikan buku ini sebagai suatu referensi yang lengkap dan komprehensif bagi para mahasiswa dan juga para praktisi di tanah air. Buku ini tidak hanya menyajikan teori dan contoh soal seperti buku baja biasa, tetapi juga dalam contoh dan ilustrasi yang disampaikan, penulis juga banyak mengambil kasus-kasus dari dalam negeri, sehingga taste Indonesia sangat terasa sekali dalam buku ini. Rujukan peraturan yang terkait seperti AISC, CISC, AWS dan AS yang disajikan pada tiap akhir bab, memudahkan para pembaca untuk dapat mempelajari lebih lanjut. Akhir kata, melihat bobot dan kualitasnya, tidaklah berlebihan jika buku ini dijadikan buku wajib bagi para mahasiswa teknik sipil dan juga para praktisi dan perencana di Indonesia.
Moga-moga adanya testimoni tambahan ini, yang dibuat oleh orang-orang yang paham apa itu struktur baja dan juga tentunya sering membaca buku-buku serupa yang bermutu tentunya dapat menjadi petunjuk bahwa investasi buku tersebut adalah berguna. Semoga.
Catatan : buku terbit bulan April 2015 dengan harga Rp 240 ribu. Jika anda memesan dan membayar sekarang (mau menunggu) yang oleh penerbitnya disebut pra-order maka anda akan mendapat potongan, harga buku pra-order adalah Rp 200 rb (discoutn karena mau menunggu). Jika tertarik langsung http://lumina-press.com
Pra-order dipilih karena untuk menghindari penumpukan di gudang. Bayangkan saja jika bukunya tebal 750 halaman dengan jumlah yang banyak, bisa-bisa menyimpannya susah. Jadi dengan adanya pra-order maka dapat dipesan jumlah cetak yang banyak tanpa takut penyimpanannya. win-win solution namanya.
-
Jika kita ke toko buku, dan sudah tertarik dengan salah satu sampul buku. Maka langkah selanjutnya tentu akan membaca isinya. Masalahnya, buku-buku yang dimaksud umumnya diberi sampul plastik. Bahkan ada toko buku yang ekstrim, boleh membuka jika buku sudah dibeli. Gimana itu.
Jika itu yang terjadi maka calon pembeli tentu akan melihat sampul belakangnya, yang dicari tentunya bukan gambar sampul lagi, tetapi tulisan yang tercanutm di dalamnya. Bayangkan, dengan membaca halaman belakang, yang hanya satu lembar maka calon pembeli harus dapat memutuskan buku ini menarik atau tidak. Ini kasusnya jadi seperti abstrak. Pendek tetapi harus to the point. Memberi gambaran secara keseluruhan tetapi singkat.



Jawab :
sdr Andreas,
Anda terkesan puas setelah membaca buku saya tentang SAP, syukurlah. Saya juga ikut senang mendengarnya. Terima kasih atas testimoni yang diberikan.
Perasaan serupa saya yakin akan terjadi juga jika anda membaca buku saya tentang Struktur Baja yang akan terbit ini. Saya sendiri puas membacanya berulang kali. Bahkan menurut saya, ini capaian yang luar biasa dibanding buku SAP yang saya tulis, Maklum, terkait dengan materi SAP khan memang terkesan tidak banyak yang mengaku ahlinya. Kenapa, karena setiap orang yang merasa sudah pernah memakai program tersebut akan merasa sudah menjadi ahli. Adapun buku SAP yang saya tulis itu memang tidak ada pembanding, sehingga terkesan istimewa.
Adapun struktur baja kondisinya lain, bayangkan akan banyak orang yang dapat mengaku ahli baja, juga sudah banyak orang menulis tentang struktur baja. Bahkan ada yang komentar, kenapa saya menulis buku tentang Struktur Baja yang pengarang-pengarang lainnya juga sudah buat. Padahal yang saya tahu, buku berbahasa Indonesia tentang struktur baja, rasa-rasanya tidak banyak. Setahu saya yang nulis buku struktur baja era baru adalah bukunya pak Agus, yang terbitan Erlangga. Itu saja.
Pada sisi lain, saya melihat dan mengamati, para dosen baja di Indonesia sudah cukup puas memakai buku baja dari luar, misal Segui, Geshcwinder dan sebagainya.
Nah, bayangkan dengan suasana seperti itulah maka saya masuk, dan menulis buku serupa. Itu berarti buku yang saya tulis harus dapat memberikan hal yang berbeda. Karena kalau tidak, pasti tidak akan ada yang membeli. O ya, penerbit memutuskan buku yang saya tulis itu nantinya harganya Rp 240 ribu. Mahal sekali ya.
Bayangkan. Latar belakang itulah yang harus saya atasi.
Jadi saya mencoba memberikan yang berbeda. Target pembaca saya adalah mahasiswa, oleh sebab itu buku saya diarahkan untuk menjadi textbook di kelas. Oleh sebab itu akan bersaing dengan buku karangan Segui atau buku-buku asing.
Saya bilang, bersaing dengan buku-buku asing. Itu terjadi karena jumlah halaman buku saya adalah 740 halaman, jelas sangat berbobot (berat) dibanding buku baja yang berbahasa Indonesia. Rasanya saya belum melihat atau pernah membaca buku para ahli Indonesia yang tebal. Saya pernah dikirimi atau melirik buku-buku karangan profesor Indonesia, yang kalau di seminar terkesan mantap berdiri di podium menjelaskan materi presentasinya, tetapi kalau melihat bukunya, rasanya prihatin. Tipis. 😦
Buku-bukunya tidak mencerminkan ke-profesoran-nya.
Wah ngelantur ya. Belum menjawab pertanyaan. Jadi meskipun sudah setebal 740 halaman, tapi prinsipnya masih mendasar, lebih banyak bercerita filososi stabilitas pada struktur baja. Ini mencakup semua materi saya di Jurusan Teknik Sipil, level S1, kecuali tentang analisis plastis dan balok komposit. Jadi yang mendasar saja, belum tuntas tertuang pada buku tersebut, apalagi yang tahan gempa. Masih diperlukan berlembar-lembar lagi untuk menulis sampai yang baja tahan gempa.
Penginnya sih seperti itu, tetapi penerbit sudah keberatan. Nanti bisa terlalu tebal, dan susah mengirimkannya ke pembaca, selain juga akan lebih mahal.
Nah buku itu saya terbitkan sekedar untuk menyatakan diri juga, bahwa saya bisa baja juga lho. Jadi judul antri setelah buku struktur baja ini adalah tentang balok komposit, balok castellated, balok akordion dan juga prefabricated building. Topik yang terakhir ini mungkin kerja sama dengan salah satu praktisi fabrikator. Wah pokoknya banyak ide, hanya saja yang tahan gempa agak urutan belakang. Maklum berat, dan perlu pemanasan terlebih dahulu.