kekerasan !

Anda mendengar televisi, radio, koran, twitter, facebook , yah sesuatu yang lain yang menunjukkan bahwa anda terhubung dengan komunitas pada umumnya. Apa yang anda bayangkan dengan judul tulisan ini, yaitu KEKERASAN.

Hati-hati jika yang anda bayangkan dengan kata kunci di atas adalah sesuatu kejadian yang adanya di luar negeri, berarti anda out-of-dated. Ketinggalan berita. Bisa-bisa kena akibatnya.

Baca lebih lanjut

pemimpin

Apa yang ada dalam pikiran kalau mendengar kata pemimpin. Tentu saja, itu adalah orang yang dianggap paling bertanggung jawab. Jadi berani bertanggung-jawab adalah kewajibannya yang utama. Oleh karena itulah, maka yang bersangkutan karena dianggap mengemban tanggung-jawab maka diberikan hak tertentu sebagai kompensasinya, seperti  misalnya mendapat fasilitas yang berbeda (lebih mewah), digaji yang lebih tinggi dan lain sebagainya.

Masalah yang ada, sebagian besar orang hanya berfokus pada hak yang diterimanya saja. Maunya mendapat fasilitas lebih, mendapat gaji lebih tinggi tetapi aspek tanggung jawabnya dilupakan. Jika cara melihatnya demikian maka tentu saja mereka akan melihat bahwa menjadi seorang pemimpin adalah kesempatan dan bukannya amanah yang diterima.

Baca lebih lanjut

foto jalan ambles ancol

Tulisan saya tentang jalan ambles ternyata mendapat tanggapan yang cukup menarik banyak, untuk komentar tertulisnya sih saya kira biasa-biasa, silahkan saja baca di bagian bawah setiap artikel yang kutulis. Sisi menarik yang aku maksud adalah bahwa dengan tulisan-tulisanku tersebut sampai-sampai ada wartawan salah satu berita nasional terkenal yang tertarik untuk mewawancarai aku via telpon, dan itu terjadi pada hari Kamis kemarin. Tentang hal itu tentu aku tidak boleh berbangga dulu, bisa-bisa ketika dilansir beritanya nanti eh, ternyata tidak ada namaku. 🙂

Jadi terlepas dari masuk menjadi berita atau tidak, tetapi yang jelas dapat kutangkap bahwa reaksi masyarakat terhadap amblesnya jalan Ancol adalah luar biasa. Bahkan ada yang beranggapan bahwa itu merupakan fenomena gunung es, sehingga dimungkinkan akan bermunculan fenomena serupa di negeri ini. Ketakutan seperti itu ditingkahi dengan adanya berbagai komentar, yang seperti biasa selalu ‘bernada menuding’.

Baca lebih lanjut

dilihat, langsung tahu salahnya

Pemeriksaan secara visual atau biasa dikenal sebagai inspeksi visual memang salah satu cara standar yang biasa atau pertama kali dilakukan oleh insinyur untuk mengevaluasi sesuatu.

Dalam banyak kasus dengan melihat kondisi kerusakan yang ada, maka dapat ditentukan penyebabnya. Apakah itu disebabkan kerusakan tarik, desak atau geser. Juga dapat diidentifikasi apakah disebabkan oleh tulangannya yang kurang atau mutu betonnya yang jelek, atau bahkan juga karena kelebihan beban. Itu yang biasa aku temui pada struktur atas bangunan.

Bagi ahli tanah, mungkin seperti itu, umumnya untuk kasus ekstrim telah dibuat dokumentasi dengan baik (dalam jurnal-jurnal ilmiah berkualitas) sehingga dapat dipelajari ciri-ciri dan juga penyebabnya. Jadi dengan membandingkan kasus yang ada dengan kasus yang telah terjadi sebelumnya dapat dibuat dugaan-dugaan atau hipotesis “apa yang menjadi penyebab kerusakan tersebut”. Selanjutnya untuk membuktikan dugaan tersebut diperlukan data-data pendukung, apakah yang dilihat di lapangan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.

Baca lebih lanjut

‘melihat’ masalah

Anda mau ketemu masalah ?

Pasti tidak ! Saya yakin itu, karena pada prinsipnya kita ini hidup dan berharap bahkan ada yang selalu berdoa untuk terhindar dari masalah. Meskipun demikian jika seseorang mempunyai kepekaan atau kemampuan untuk melihat suatu masalah, dan dapat memikirkannya tanpa emosi, dengan nalar, logika dan pengetahuannya untuk mencari penyelesaiannya maka sebenarnya dari masalah itulah sebenarnya jalan menuju kemajuan dan kesuksesannya.

Baca lebih lanjut

DPR dan studi banding ke luar negeri

Sebagian besar orang kalau diajukan pertanyaan :” Anda mau ke luar negeri ?“. Apalagi jika dikaitkan dengan negeri-negeri indah di Eropa atau mungkin bisa saja hanya Singapore atau Hongkong, maka jawabannya pasti mau. Saya yakin. Kenapa, karena di dalam benaknya, yang dibayangkan adalah kesempatan untuk jalan-jalan mengunjungi tempat baru dan foto-foto. Kapan lagi, apalagi jika tanpa harus mengeluarkan duit sendiri (gratis).

Baca lebih lanjut