Soal dan Jawaban UTS Baja I – Maret 2011

Soal-soal yang saya buat biasanya relatif sederhana. Males, karena kalau bikin soal susah-susah dan ternyata mahasiswa pada nggak bisa maka yang repot adalah saya sendiri. Jadi dengan soal yang sederhana tersebut harapannya mahasiswanya pada bisa, jadinya lulus deh.

Lanjutkan membaca “Soal dan Jawaban UTS Baja I – Maret 2011”

KP-nya sampai KUPANG

KP pada judul di atas adalah singkatan dari Kerja Praktek (KP), salah satu mata kuliah di Jurusan Teknik Sipil UPH, yang dapat diambil minimal setelah menempuh mata kuliah lain sebanyak 100 sks. Ini dimaksud agar mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah KP telah punya bekal pengetahuan yang cukup di bidang rekayasa teknik sipil.

Lanjutkan membaca “KP-nya sampai KUPANG”

High-Strength Bolts installation – calibrated wrench

Dari judul di atas dapat diketahui bahwa materi tulisan saya kali ini  adalah tentang pemasangan baut mutu tinggi pada struktur baja. Maklum salah satu kegiatan kesehariannya khan menjadi dosen struktur baja, jadi tulisan ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana usahanya menekuni profesi tersebut.

Jika ceritanya adalah tentang pemasangan baut mutu tinggi, apa ya yang kira-kira dapat dibayangkan. Bagi awam yang tahu itu baut maka tentunya dapat membayangkan bahwa cara pemasangannya pasti tidak akan berbeda jauh. Mula-mula kepala baut dipasangkan pada komponen yang akan disambung, yang tentunya pasti sudah dilobangi. Selanjutnya dipasang washer dan mur, lalu  diputar kencang-kencang dengan kunci pas atau kunci inggris atau spud wrench (ini istilah di AISC), sekuat tenaga. Jika tenaga kita kurang kuat dapat juga memakai Impact Wrench, itu lho wrench yang digerakan secara pneumatik atau listrik. Simple,  selesai bukan.

Jika hanya seperti itu, maka tulisan ini sudah selesai dong. He, he, apa bener hanya seperti itu.

Nah inilah bedanya jika penulisnya mempunyai latar belakang engineer, bekerja sebagai guru dan penganut ngelmu “titen”. Tentu akan berbeda meskipun topik yang ditulisnya hanya tentang pemasangan baut yang bagi orang awam terlihat “kecil”. Jadi jika masih tetap tertarik silahkan saja dilanjut.

O ya sebagai catatan bahwa tulisan ini tidak sekedar hasil copy and paste, tetapi betul-betul original. Penulis sebagai seorang pembaca juga di bidang tersebut bahkan belum pernah menemukan tulisan serupa yang berbahasa Indonesia.

Mari kita buktikan.

Lanjutkan membaca “High-Strength Bolts installation – calibrated wrench”

pengaruh sambungan pada batang tekan dan batang tarik

Pertanyaan saudara Ghomari cukup menarik. Mari kita baca bersama-sama:

MUHAMMAD GHOMARI
Submitted on 2011/01/27 at 17:28

Selamat sore Pak wir… Apa kabarnya pak ?

Menarik pembahasannya tentang AISC dan SNI. Seperti artikel yang pernah saya baca (kalo gak salah pak wir sendiri yang buat  …) Bahwa SNI mengadopsi dari AISC, dengan beberapa point yang berbeda. Tanpa dilengkapi komentar atau pun penjelasan sumbernya. Sehingga pemakaiannya pun seringkali membingungkan. Kalau saya sendiri lebih mudah memahami AISC daripada SNI karena lebih banyak literatur yang mendukung. Saya harapkan ada penjelasan dari Tim Penyusun SNI mengenai isi dari standar yang mereka keluarkan. (Seperti ACI Commentary gitu…)

==> Mumpung lagi bahas tentang AISC dan SNI Baja. Saya berharap pak wir berkenan menjawab pertanyaan saya.

Berikut pertanyaan saya :“Ketika pada perencanaan batang yang menerima beban aksial tarik dalam kontrol perhitungannya (kondisi batas) diperhitungkan juga mekanisme sambungan (adanya faktor Shear lag U dan blok shear rupture). Tetapi tidak pada perencanaan batang aksial tekan. Apakah sistem sambungan tidak mempengaruhi kekuatan batas pada batang tekan???”

Begitu pertanyaan saya pak, mohon dibantu …

Saya terus terang senang dengan pertanyaan semacam ini, karena yang bersangkutan telah berusaha mempelajarinya terlebih dahulu.  Jadi jawabannya juga bisa lebih bermutu tentunya.

Catatan : Pembahasan saya akan mengacu pada AISC 2005, jika belum punya down load di sini.

Lanjutkan membaca “pengaruh sambungan pada batang tekan dan batang tarik”

formula momen dan geser pada balok

Seperti biasa jika ada komentar tanggapan untuk pembaca blog yang cukup panjang, maka ada baiknya ditulis saja sebagai threat khusus. Ya maksudnya biar lebih gampang membaca dan mencarinya lagi. Maklum bisa dijadikan referensi tambahan khan. 🙂

Mari simak pertanyaan pembaca berikut :

Pak Wir yang terhormat,
Dalam SNI 03-1729-2002 (baja) untuk perencanaan balok baja terdapat interaksi lentur dan geser bernilai 1,375. Apakah perbandingan nilai momen ultimit dan nominal dapat lebih dari 1 misalkan 1,2 dengan perbandingan geser ultimit dan nominal 0,1. Maka interaksi lentur dan geser adalah 1,3 lebih kecil dari 1,375. Apakah ini masih diperbolehkan. Mohon pencerahannya.
Terimakasih.

Pertanyaan sdr Firmansyah di atas cukup menarik dan perlu dijawab. Kenapa, karena kelihatannya simple, tetapi sebenarnya pertanyaan di atas dapat dikembangkan lebih dalam, tidak hanya sekedar pengetahuan logika dari nilai numerik yang disampaikan.

Lanjutkan membaca “formula momen dan geser pada balok”