Kategori: baja

  •   Dua ya pak, istimewa banget !

  • Perencanaan struktur baja yang umumnya langsing perlu analisis stabilitas, yang hasilnya dipengaruhi oleh imperfection (nonlinier geometri) dan kondisi inelastis (nonlinier material). Oleh sebab non-linier maka analisisnya memerlukan prosedur incremental dan iterasi agar hasilnya akurat. Saat sekarang, dengan didukung perkembangan teknologi komputer yang canggih dan ekonomis, maka analisis yang dimaksud bukan suatu kendala. Telah tersedia berbagai…

  • Sejak pertama kalinya teori Euler dikemukakan (1744) sampai dipublikasikannya AISC (2010), atau sekitar 266 tahun, maka selama itu pula telah muncul berbagai teori tentang kolom, yang diuji dan akhirnya banyak pula yang berguguran. Jadi ketika konsep panjang efektif kolom selalu dipakai untuk melengkapi teori tentang kolom tersebut, itu menunjukkan bahwa konsep tersebut tentu suatu yang…

  • Rekayasa Komputer dalam Analisis dan Desain Struktur Baja Studi Kasus Direct Analysis Method (AISC 2010)[1] Bagian I :  Latar belakang teori  Wiryanto Dewobroto Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan Meskipun draft SNI Baja (Puskim 2011) yang mengacu AISC (2010) belum diresmikan, tetapi minimal dapat diketahui acuan keilmuan struktur baja di Indonesia, yaitu American Code. AISC…

  • Tidak setiap orang memahami, apa makna dari judul artikel ini. Maklum, istilah yang saya pakai tersebut hanya familiar bagi structural engineer yang biasa bekerja dengan program SAP2000, khususnya jika telah memakainya pada tahapan post-processing : desain penampang beton bertulang atau profil baja dari elemen struktur yang dianalisis.

  • Meskipun bekerja di lingkungan akademik, dan banyak bertemu teman-teman yang menggeluti bidang ilmu yang sama, structural engineering, tetapi ternyata kesempatan berdiskusi pada bidang ilmu tersebut, relatif jarang. Kalaupun bertemu, yang dibicarakan paling-paling tentang pernak-pernik kelakuan mahasiswa di kampus, bagaimana tentang mahasiswa yang aktif atau yang malas. Maklum, mahasiswa yang malas ujung-ujungnya jadi biang masalah menjelang…

  • Memang benar nasehat orang bahwa adanya masalah jika disikapi dengan baik, dapat menjadikan kita semakin berkembang. Tentu itu akan terjadi jika masalah tersebut telah mendapat penyelesaian, jika tidak dan masalah tersebut dibiarkan menumpuk maka kita bisa “mengkeret” ( mengecil, lawan dari berkembang) jadinya. Pada bidang engineering, juga sama saja. Adanya masalah rekayasa yang dapat disenyelesaikan…

  • Yah betul, ini terkait dengan kelelahan logam (fatigue). Terus terang saya masih belum mantap dengan terjemahan bahasa Indonesia-nya, yaitu  fatik. Secara pribadi, saya merasa lebih mantap jika memakai kata fatig. Konsonan “g” terasa lebih berat dibanding “k”.

  • Punya hobby membaca dan kemudian bekerja sebagai dosen. Wah itu seperti pepatah jawa: “tumbu oleh tutup”, kebetulan sekali. Maklum orang lain melihatnya seperti bekerja padahal memang hobby-nya. Kadangkala membedakan antara orang yang membaca dan yang belajar, ternyata berbeda sangat tipis. Lihat saja, kalau ada seorang anak yang terlihat memegang buku-buku fisika atau matematik, orang akan mengatakannya bahwa anak tersebut sedang belajar. Adapun yang dipegang adalah buku komik, atau majalah game, maka disebutlah membaca. Jarang yang menyebutnya sebagai sedang belajar. 😀

  • Peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus baru saja lewat. Gemanya tidak terlalu nyaring, maklum diselingi berita kemacetan Jakarta-Indramayu yang katanya bahkan sampai menembus angka 17 jam. Nggak percaya, baca aja ini. Untunglah aku memutuskan di rumah saja, menunggu sampai malam menjelang lebaran hari pertama, baru pulang mudik. Selain menghindari macet mudik, kebetulan  tanggal 17 Agustus ini anakku masih harus menghadiri acara penaikan bendera Sang Saka di halaman kantor…