Struktur Kayu dan Dampak Lingkungan

Umum

Telah diungkapkan opini dan argumentasi prospek, pemakaian serta perkembangan konstruksi kayu di Indonesia. Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mendasar, adakah motivasi positip lain untuk dijadikan alasan: “mengapa kita (calon insinyur) tetap perlu belajar dan bahkan mengembangkan ilmu struktur kayu itu sendiri”.

Baca lebih lanjut

struktur kayu, inikah kondisimu ?

Pelan tapi pasti, mata kuliah struktur kayu tidak lagi menjadi mata kuliah favorit di fakultas teknik, khususnya di jurusan-jurusan teknik sipil di Indonesia. Jika di era tahun 90-an saat itu penulis masih menjadi mahasiswa S1, maka mata kuliah struktur kayu diberikan dalam dua tahapan, yaitu Struktur Kayu I dan Struktur Kayu II. Kondisi tersebut tentu dapat dimaklumi karena mata kuliah yang sejenis, yaitu struktur baja dan struktur beton juga diberikan dalam beberapa tahapan yang lebih banyak. Bahkan masyarakat umumnya pada waktu itu punya pendapat bahwa yang disebut material konstruksi untuk struktur adalah material baja, beton dan juga material kayu. Jadi bagi seseorang yang berkeinginan disebut sebagai ahli struktur bangunan maka penguasaan ilmu ke tiga material tersebut adalah suatu kewajiban.

Baca lebih lanjut

Struktur Kayu

Meskipun sudah lama tidak menulis buku, tetapi saya kadang kala masih bangga menyebut diri sebagai penulis. Boleh dong, karena bagaimanapun juga, minimal saya masih aktif menulis di blog ini.

Bagi seorang penulis maka membuat tulisan yang menarik adalah salah satu syarat utamanya. Oleh karena itulah maka setiap menulis apapun, saya berusaha untuk itu, yaitu membuat tulisan yang menarik.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat tulisan yang sebaik mungkin, tentu itu dari kaca mata pribadi. Salah satu caranya adalah menulis kata-kata atau kalimat secara lengkap, tidak disingkat atau dipotong-potong. Saya tidak pernah atau tepatnya menghindari membuat singkatan atau kata-kata yang sepotong-sepotong, itu lho seperti orang menulis sms, pada threat di blog ini. Itu saya hindari karena memberi kesan bahwa perhatiannya juga sepotong-potong. Nggak niat kelihatannya. Jadi kalau mendapat pertanyaan atau tanggapan pembaca yang nulisnya sepotong-sepotong maka nggak niat juga untuk membaca atau menanggapinya. Maklum kesannya tidak serius.

Hari ini saya mencoba menulis tentang struktur kayu.

Pasti banyak yang heran. Maklum struktur kayu kalah populer dibanding struktur baja atau struktur beton. Saya yakin, mungkin hanya satu atau dua orang di Indonesia ini yang dapat membanggakan struktur kayu rancangannya. Itu saja dikarenakan arsiteknya memang menginginkannya. Coba kalau sang arsitek tidak berkenan dengan desain kayu, apa ada seorang insinyur Indonesia yang dapat dengan pede mengusulkan bangunan dengan struktur kayu. He, he, kalau ada, tolong ya di informasikan, maklum itu termasuk peristiwa langka lho. 🙂

Baca lebih lanjut

konstruksi bambu Indonesia

Di tengah hingar bingar berita tentang Indonesia, yang mayoritas tidak sedap, seperti terjadinya bencana alam, mulai dari timur (air bah di Wasior), di tengah (erupsi gunung Merapi) dan di barat (tsunami di kepulauan Mentawai). Juga berita tentang bencana akibat tindak-tanduk manusia seperti lumpur Lapindo yang sekarangpun masih berlanjut, ditambah adanya banjir ‘genangan’ rutin yang selalu menemani warga ibukota. Kasus-kasus dimasyakarat yang menjadi berita, mulai dari kasusnya pak Susno yang ternyata tidak ada tindak lanjutnya untuk sarana pemberantasan korupsi, dan yang paling baru yaitu Gayus yang meskipun sudah ketangkeppun ternyata bisa jalan-jalan ke Bali. Itu semua khan jelas isi berita yang tidak menyenangkan, tidak bisa dijadikan kebanggaan bagi orang di luar Indonesia. Benar nggak.

Kasus-kasus seperti itu jika dipikirkan serius oleh seorang yang idealis, maka bisa-bisa membuatnya menjadi kecewa atau bahkan skeptis. Bayangkan, meskipun sudah empat kali era presiden digantikan sejak Suharto, masalah korupsi yang katanya adalah salah satu kejelekan masa pemerintahan orde baru dulu, ternyata masih saja berlangsung. Bahkan kelihatannya sekarang lebih dahyat, tidak hanya terjadi di pusat kekuasaan tetapi juga di daerah, yang katanya sudah mandiri itu.

Dengan latar belakang pemikiran seperti di atas, . . . maka saya juga cenderung skeptis terhadap berita-berita politik yang menghiasi media. Untuk mengatasinya, maka cara paling bagus adalah mengabaikannya. Jangan dimasukin ati atau pikiran. Moga-moga setelah tahun 2014 nanti ada harapan baru. Itulah alasan mengapa aku sekarang sering membaca kabar berita teman-teman di FB, kadang lebih menarik. Betul juga, belum lama ini aku tertarik dengan foto-foto yang di-share oleh prof Morisco, dosen dan seniorku di UGM.

Apa itu pak Wir ?

Baca lebih lanjut

tanggapan Prof KAYU terhadap Prof BAMBU

Komentar Wiryanto Dewobroto

Adalah sangat menarik mendengar pendapat ahli di bidangnya, dalam hal ini adalah prof Andi Aziz , bidang keahlian kayu di University of New Brunswick (Kanada) yang dalam satu sisi memberi tanggapan terhadap komentar Prof. Morisco tentang prospek kayu untuk konstruksi dan juga tetap menyambut hangat pencapaian, juga prospek terhadap karya prof Morisco, tentang perbambuan di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Siapa tahu ini akan menjadi inspirasi teman-teman untuk menggeluti bidang-bidang tersebut.

PENTING untuk dibaca surat dari prof Andi sebagai berikut :

Baca lebih lanjut