Soal UTS Struktur Kayu UPH – Oktober 2017

Berapa tahun lalu dalam rangka mencari dosen untuk program S2 maka ketemu kadindat dosen bergelar doktor dari perguruan tinggi Jakarta yang terkenal (saat ini sedang jadi berita hangat). Waktu itu (saya masih S2) merasa heran dengan penjelasan beliau, bahwa tidak ada masalah dengan materi mata kuliah yang akan diajarkan di program S2. Semua sanggup katanya kalau diberikan kesempatan untuk mengajar. Alasannya “Saya khan doktor,  jadi wajar dong kalau bisa semua“.

Baca lebih lanjut

Seminar Internasional Konstruksi Kayu Modern di Jakarta

Ini benar deh, komunitas ahli kayu dengan basic ilmu teknik sipil Indonesia kelihatannya dilupakan atau tidak dianggap oleh pihak industri kayu. Mungkin juga ini akibat pihak asosiasi jurusan teknik sipil atau BMPTSSI tidak memandang sebelah mata pada mata kuliah kayu, sehingga menjadi tidak berkembang.

Bayangkan besok tanggal 12 Oktober 2017 di Jakarta akan ada seminar international mengenai produk kayu konstruksi modern. Pada acara tersebut diundang para pakar yang punya passion terhadap konstruksi kayu, ada arsitek dan ada juga ahli konstruksi kayu. Tahukah anda siapa yang mengisi posisi ahli konstruksi kayu tersebut. Saya berpikir, ini pasti orang IPB atau UGM atau juga Unpar. Eh ternyata bukan. Pakar konstruksi kayu yang diundang adalah dari Malaysia, yaitu Prof. Dr. Zakiah Ahmad.

Baca lebih lanjut

sudah mengacu pada SNI-kah anda ?

Pelan tetapi pasti, semua produk yang akan digunakan di Indonesia harus memenuhi kriteria mutu tertentu, yang disebut SNI atau Standard Nasional Indonesia. Maksudnya penting agar masyarakat Indonesia terhindar dari produk abal-abal yang tidak menjamin keselamatan. Contoh penerapan SNI yang mulai digalakkan adalah produk helm :

Kalau nggak berlogo SNI maka dianggap helm-nya tidak bermutu. Ini adalah logo resmi SNI yang dimaksud.

1
Logo SNI yang khas

Adapun logo tersebut nantinya akan ditampilkan pada helm, untuk menunjukkan bahwa produk tersebut bermutu sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

helmsni
Helm berlogo SNI yang dicetak embosh

Logo seperti pada helm tersebut penting, khususnya untuk membedakan helm-helm murah yang bertebaran dijual di pinggir jalan, yang bisa saja hanya indah untuk dilihat tetapi belum tentu berfungsi seperti yang diharapkan. Maklum, untuk mengetahui apakah bermutu, tentunya tidak mudah. Faktanya ada yang bagus dan ada pula yang jelek. Jadi adanya lambang SNI tersebut dapat menjadi tanda, bahwa mutunya sudah mengikuti standar minimum.

Memang sih, tidak adanya logo SNI tidak berarti bahwa produk helm yang dimaksud adalah abal-abal.  Misalnya saja, helm mahal yang dipakai para pembalap asing profesional. Belum tentu ada logo SNI di helm mereka. Meskipun lombanya ada di sini. Mereka tentu akan lebih percaya helm mereka sendiri, meskipun tidak ada logo dimaksud.

Terlepas dari logo pada kasus helm pembalap asing tersebut, maka pada umumnya di Indonesia ada kesan bahwa produk yang berlogo SNI, ada jaminannya.

besitulanganbetonsni
Tulangan baja dengan logo SNI

Jadilah logo SNI sebagai salah satu aspek pemasaran penting, khususnya bagi merk dagang yang belum terkenal. Kalau yang sudah terkenal seperti produk Krakatau Steel misalnya, maka ada atau tidaknya logo SNI tentunya nggak terlalu ngaruh. Hanya saja tentu pemerintah berkepentingan untuk memastikan bahwa logo SNI harus juga dicantumkan pada produk unggulan yang ada, karena kalau nggak ada, maka nanti yang lain tidak merasa bangga memakai logo tersebut.

Baca lebih lanjut

Sesi 1 (Struktur Kayu)

Selain mengajar mata kuliah Struktur Baja (2 sks x 3 = 6 sks) di Jurusan Teknik Sipil UPH, saya juga mengajar mata kuliah Struktur Kayu (2 sks). Dua mata kuliah yang menurut Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI) dianggap tidak penting dibanding mata kuliah Struktur Beton. Ini dikarenakan ada info bahwa jumlah sks keduanya didiskusikan untuk dikurangi. Adapun yang Struktur Beton tidak diotak-atik. Nggak tahu kelanjutannya saat ini (up-dated tulisan 19 Juli 2017).

Pernyataan diatas bisa dianggap subyektif dan relatif sifatnya. Mungkin karena kebetulan saya mengajar keduanya dan bukan Struktur Beton. Padahal kalau dari latar belakang saya dulunya khan seorang praktisi struktur, sehingga akan melihat bahwa ilmu struktur baja sama pentingnya dengan ilmu struktur beton. Maunya sih menguasai kedua-duanya, hanya saja saya ingat sekali ketika baru lulus dulu, dan kemudian bekerja di kantor konsultan rekayasa struktur, merasakan sekali bahwa ilmu struktur baja waktu itu relatif lebih sukar dibanding mempelajari  ilmu struktur beton. Permasalahan stabilitas pada struktur baja sangat mendominasi dalam perencanaan, dibanding jika untuk struktur beton. Jujur saja, sejak awal saya ini lebih menguasai ilmu struktur beton dibandingkan ilmu struktur baja (maksudnya lebih pede mengerjakan pekerjaan perencanaan struktur beton dibanding struktur baja). Menariknya pada kasus-kasus tertentu, karena dianggap sebagai ahli struktur, maka mempelajari juga ilmu struktur kayu. Jadi saya membayangkan, bahwa seorang ahli struktur tentunya harus mengusai ketiga ilmu struktur tadi.

Baca lebih lanjut

daftar makalah SNDTP-2012

Rencana Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan UPH untuk mengadakan seminar atau temu ilmiah antar dosen-dosen Desain (Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, dan Desain Interior); Arsitek dan Teknik Sipil pada hari Kamis, tanggal 29 November 2012 di Kampus UPH Karawaci diharapkan dapat berlangsung lancar. Maklum, sudah ada kurang lebih 36 pemakalah dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Jawa ini yang telah mengirim papernya. Institusi yang dimaksud adalah:

Baca lebih lanjut

Struktur Kayu dan Dampak Lingkungan

Umum

Telah diungkapkan opini dan argumentasi prospek, pemakaian serta perkembangan konstruksi kayu di Indonesia. Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mendasar, adakah motivasi positip lain untuk dijadikan alasan: “mengapa kita (calon insinyur) tetap perlu belajar dan bahkan mengembangkan ilmu struktur kayu itu sendiri”.

Baca lebih lanjut