Perhitungan perencanaan pada konstruksi beton bertulang relatif simpel dibandingkan konstruksi baja. Umumnya perhitungnya adalah mencari jumlah luas tulangan yang diperlukan, sedangkan konfigurasi penempatan tulangannya sekedar mengikuti detail yang sudah ada sebelumnya.
-
Mahluk manusia itu memang luar biasa. Hampir semuanya ingin dieksplorasi dan ditaklukkan, lihat saja gunung tinggi berhasil didaki, laut dalam diselami, bangunan tinggi pencakar langit maupun jembatan panjang penghubung antar-pulau berhasil dibangun untuk dijadikan ikon pemukimannya . Bahkan batu keraspun mampu di bor sampai kedalaman 700 m demi menyelamatkan sesamanya, manusia. Jadi tidak salah jika aku menyebut manusia itu luar biasa.
Tentang hal itu, rasa-rasanya ada satu nash penting tentang manusia di kitab kejadian yang menguatkan pernyataan di atas, yaitu :
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya; laki-laki dan perempuan diciptakannya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”[Kejadian 1:27]
Jadi dapat dimaklumi jugalah bahwa itu semua berhasil dilakukan, bahkan jika tidak dicegah bisa-bisa dapat kebablasan, tidak sekedar menaklukkan tetapi juga dapat menghancurkannya. Ingat saja bom atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki, nggak kalah dahyat juga khan dengan cerita Sodom dan Gomorah, yang diluluh-lantakkan jadi abu.
Tentang pencapaian-pencapaian itu ada yang menarik perhatikan kita semua, yaitu bahwa semuanya itu ternyata dapat terjadi tanpa harus ada kesepakatan di antara manusia-manusia itu sendiri. Peristiwa-peristiwa itu dapat dikerjakan oleh segelintir orang saja, tidak harus manusia secara keseluruhan. Itu juga berarti bahwa kemauan dan kerja segelintir orang saja dapat menyebabkan orang lain mengalami keuntungan atau juga kerugian.
-
Tersedianya koneksi broad-boad komputer baik di kampus maupun di rumah (via Fastnet yang relatif murah, yaitu hanya sekitar Rp 220 ribu / per-bulan), ditambah adanya gadget mobile yang tersambung dengan XL BB un-limited seharga Rp 99 ribu perbulan, memungkinkan saya dapat terkoneksi dengan internet selama 24 jam, tentunya jika waktunya memungkinkan.
-
Keterlaluan sekali ya, dosen rekayasa koq membahasnya topik seperti judul di atas. Kalau menjadi dosen di bidang psikologi, maka mungkin masih bisa dimaklumi. 🙂
Pak Wir kurang kerjaan ya.
Nggak juga sih. Sebenarnya maksudku menulis ini adalah untuk menanggapi tulisan saudara Lex yang judulnya sama juga, artikelnya ada di sini. Maklum saudara Lex telah berkunjung ke blog ini dan berpesan agar menanggapi juga tulisannya. Sayang, ketika berkunjung ke sana, avatar-ku tidak secara otomatis dikenali. Jadi daripada tulisanku di sana nanti tidak dikenali, maka lebih baik menulis saja tanggapannya di blogku ini saja. Toh link-nya pasti akan terdeteksi, bahwa saya sudah menanggapinya. Jadi ini tulisan silaturahmi begitulah.
-
Tiap negara punya masalah, meskipun tentu bisa berbeda antara negara satu dengan lainnya. Tetapi yang namanya masalah, dimana-mana adalah sama, yaitu perlu segera dicari penyelesaiannya. Nah pada tahap itulah, yaitu bagaimana respon suatu negara dalam menyelesaikan masalahnya, maka akan terlihat kelasnya, negara maju atau negara tertinggal.
-
Mempunyai sosok pemimpin yang dapat diterima, disegani bukan karena rasa takut tapi karena menghormatinya, dan bahkan dapat menjadi panutan atau sumber inspirasi tiap lapis rakyatnya tentulah harapan kita semua yang hidup disuatu negeri. Apapun itu. Pemimpin seperti itulah yang mungkin dalam legenda-legenda kita, dapat disebut sebagai satrio piningit, yang diimpi-impikan.
Apakah kita sudah mendapatkannya ?
-
Dibalik setiap masalah, pastilah ada hikmat yang ingin Tuhan tunjukkan kepada kita. Demikian kalimat yang sering kita dengar ketika orang memberi penghiburan bagi yang sedang mengalami musibah.
-
Kadang-kadang terpikir juga, mengapa teman-teman dosen yang memilih topik Struktur Baja lebih sedikit dibanding Struktur Beton. Ternyata untuk suatu kasus yang sama, seperti misalnya perencanaan balok, maka prosedur perencanaan baja lebih banyak dibanding beton.
-
Sebagai seorang pekerja pikir maka membaca dan menulis adalah kegiatan utama dalam kehidupanku. Tentang itu semua, aku jadi ingat, semuanya dimulai sejak kecil, mulai dari membaca-baca komik dan akhirnya buku-buku profesional yang menunjang karirku selama ini.
-
Istilah di atas akan saya kaitkan dengan keberadaan suatu negara. Diantara ketiga istilah itu, maka menjadi negara yang disegani bangsa-bangsa lain tentulah harapan semua rakyatnya. Negara yang disegani, konotasinya sangat positip, dianggap baik, sedangkan konotasi ditakuti kesannya negatif. Tetapi menjadi negara yang ditakuti tentunya masih lebih baik daripada menjadi negera yang selalu dilecehakan.