• The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

    Here’s an excerpt:

    London Olympic Stadium holds 80,000 people. This blog was viewed about 380,000 times in 2011. If it were competing at London Olympic Stadium, it would take about 5 sold-out events for that many people to see it.

    Click here to see the complete report.

  • Harapan adalah motivasi yang dapat menghibur kehidupan kita, membuat kita dapat bermimpi dengan tersenyum dan menjalaninya dengan penuh semangat. Harapan tentunya adalah sesuatu yang belum dapat kita raih saat ini. Bagaimanapun hidup itu adalah dinamik, selalu berubah, sebagaimana berjalannya waktu. Tidak ada yang tetap.

    Sukses itu adalah orang yang dapat mewujudkan harapan-harapannya ditengah perubahan-perubahan yang terjadi, yang akhirnya mengakibatkan rasa syukur di hati. Jadi yang terlihat sukses pada seseorang, belum tentu itu sebenarnya sukses bagi orang itu sendiri. Kita biasanya menganggap orang lain sukses, berdasarkan kriteria dari harapan yang kita miliki.

    Apa harapan anda di tahun 2012 ini.

    (lebih…)

  • Kata “struktur” ternyata mempunyai pengertian berbeda diantara satu profesi tertentu dengan profesi lainnya. Adapun pengertian awam, sebagaimana terdapat pada “struktur kalimatnya tidak jelas“, tentu  akan diartikan pada susunan tata kalimat. Bagi seorang pemrogram komputer kelihatannya masih diartikan pada hal yang sama, seperti misalnya pada “struktur data“. Itu masih dapat dikaitkan dengan susunan data dan perintah yang mengikuti aturan tertentu untuk memudahkan pengelolaan dalam pemrograman komputer.  Pada bidang manajemenpun demikian juga, lihat saja tentang “struktur organisasi“, tentu masih ok juga, jika dikaitkan dengan susunan organisasi dan yang terkait.

    Jadi bagi awam, kata struktur tersebut kira-kira dapat diartikan dengan kata susunan, atau yang seperti itulah. Bahkan jika digunakan pada kata struktur bangunan maka rasanya juga masih wajar jika hal itu dikaitkan dengan susunan bangunan tersebut. Pokoknya nggak anehlah jika kata susunan bisa digunakan untuk mengartikan kata struktur.

    Dengan pemahaman seperti itu, lalu ketemu orang atau tepatnya insinyur yang mengaku keahliannya di bidang struktur, maka wajarlah jika timbul pertanyaan: “apa yang sebenarnya dipahami dengan keahlian tersebut ? ”

    (lebih…)

  • Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keruntuhan jembatan Kutai Kartanagara (Kukar) di Kalimantan merupakan bencana buatan manusia (man made disaster) terdahyat. Jika sebelumnya bencana-bencana memang telah silih berganti di negeri ini, yang menelan korban jauh lebih banyak, tetapi semua itu selalu dapat dikaitkan dengan kondisi alam, yang memang tidak dapat diduga. Untuk yang seperti itu, biasanya sudah tersedia satu jawaban ampuh untuk menerangkannya, yaitu dengan satu kata “nasib“.

    Biasanya kalau sudah kata “nasib” disampaikan, maka rasanya tidak akan timbul banyak pertanyaan. Penanya sungkan, karena pasti nasehat selanjutnya selalu dikaitkan dengan himbauan untuk lebih rajin beribadah, mohon ampun dosa-dosa. Padahal kalau mau jujur, di tempat lain, di negeri yang disebutnya sekuler, kondisinya bisa lebih baik. Padahal penduduknya banyak yang mengaku tidak beragama. Jadi kalau beragama hanya sekedar ingin nasib baik, bisa kecewa.

    Nah sekarang dengan adanya kejadian di Kutai Kartanagara, ada fakta bahwa buatan manusia ternyata bisa menjadi bencana tidak terduga. Untuk itu, apakah kita masih dapat dengan mudah mengatakan bahwa itu adalah nasib ?

    Jika demikian adanya, malang nian rakyat negeri ini.

    (lebih…)

  • Guru, tenaga ahli, nara sumber atau selibriti, kadang pada suatu kondisi tertentu sukar dibedakan perannya. Bayangkan saja, dalam beberapa hari ini, sejak terjadinya tragedi jembatan bentang panjang di Tengarong yang rubuh, ternyata kalau mau dihitung ada lebih dari tiga rekan wartawan yang menghubungi.  Via hp lagi, padahal rasa-rasanya saya tidak pernah mencantumkannya secara terbuka di blog atau facebook. Maklum, komunikasi melalui hp sifatnya pribadi. Jadi yang biasa ditanggapi adalah yang pernah melakukan kontak langsung secara personal.

    Bagaimanapun juga saya menganggap siapapun yang mengkontak saya, tanpa saya tahu secara pribadi maka saya anggap anonim. Secukupnya saja dan kemudian jangan dipikirkan serius. Meskipun dalam hal ini, mereka biasanya ketika mengkontak selalu menyebutkan nama dan institusi tempat bekerjanya. Boleh-boleh saja itu menurutku, tetapi bagaimana tahu bahwa itu benar. Jadi bisa saja benar atau bisa saja salah, dan saya selalu berpikir pada kondisi terburuk. Jadi jangan terlalu ditanggapi serius lha. Artinya kita jangan terlalu berharap bahwa apa yang dinyatakan kepada mereka nantinya juga akan keluar di media seperti itu. Oleh karena itu jawaban klise menanggapi orang bertanya, seperti kasus jembatan yang rubuh itu adalah bahwa “saya tidak punya komentar“. Titik.

    (lebih…)

  • Diskusi teknik berikut berlangsung di Bali World Hotel, Jl. Soekarno Hatta No. 713 By Pass Timur, Bandung, yang diselenggarakan oleh teman-teman dari Kementrian PU untuk membahas tentang bangunan bertingkat pracetak. Brosur dan pembicaranya adalah sebagai berikut :

    Adapun pembicara-pembicaranya adalah :

    Bagi pembaca yang akan hadir pada acara tersebut, selamat bertemu besok. Salam.

  • Informasi lengkap langsung ke sumbernya di website Kementrian Pekerjaan Umum di sini.

  • <<< up-dated daftar acara >>>

    Informasi dari sdr. Enrico (Hp: 081808655816) , jadwal acara yang berkaitan dengan workshop di UPH pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2011 adalah sebagai berikut:

    • 08.00 – 09.00 : Registrasi di Gedung D502 Kampus UPH Lippo Karawaci
    • 09.00 – 11.00 : Seminar “Aplikasi Bangunan Tahan Gempa di Indonesia“, Bapak Ir. Suradjin Sutjipto, M.Sc.
    • 11.00 – 12.00 : Seminar Pengantar Workshop SAP2000 “Dasar-dasar Teori dan Solusi dengan SAP2000“, Bapak Dr. Ir. Wiryanto Dewobroto, MT.
    • 12.00 – 13.00 : Makan siang
    • 13.00 – 15.00 : Workshop SAP2000, Bapak Hendrik Wijaya, ST., di Gedung B Laboratorium Desain (informasi akan disampaikan nanti).

    .

    Catatan :

    1. Untuk yang berminat mengikuti Workshop SAP2000 tempat terbatas maksimal 50 orang (keterbatasan Laboratorium Komputer yang digunakan).  Untuk yang mengikuti seminar tidak dibatas.
    2. Sambil menunggu buku SAP2000 yang tak kunjung terbit, panitia (mahasiswa teknik sipil UPH) berinisiatif untuk melakukan reproduksi buku tersebut. Untuk itu dicoba dibuatkan copy sebanyak 20 eksp. Jadi yang belum pernah membaca (punya) nanti pada kesempatan tersebut dapat mengganti ongkos copy kepada panitia yang terlibat.

    (lebih…)

  • Menjadi  “orang dikenal” atau kalau bisa bahkan menjadi “orang terkenal”, adalah sesuatu yang banyak didambakan dewasa ini. “Menjadi orang terkenal” dipahami sebagai faktor pembawa keberuntungan. Ingat saja kasusnya Briptu Norman, yang dengan caiya-caiya-nya di You-Tube dan yang kemudian diliput banyak media menjadikannya dia banyak dikenal orang saat ini.  Akibatnya, dianya akan keluar dari profesi sebagai polisi, karena katanya ada tawaran jadi artis dengan bayaran tinggi (menjadi terkenal = kesuksesan). Hal-hal seperti itulah yang saat ini menjangkiti banyak pikiran anak muda Indonesia, sehingga acara-acara seperti “Indonesian Idol” menjadi laris. Mereka ingin terkenal ( = sukses).

    (lebih…)

  • Istilah “Kerja Praktek” banyak dikenal dan dilakukan para mahasiswa diberbagai bidang kependidikan. Perhotelan misalnya, disitu dikonotasikan bahwa mahasiswa akan melaksanakan praktek kerja di luar kelas, karena yang dipelajari adalah masalah perhotelan maka biasanya di luar kelas itu berupa kegiatan di hotel atau usaha wisata lainnya. Untuk mahasiswa di jurusan teknologi pangan, maka mahasiswanya akan praktek kerja di industri makanan atau semacamnya, bisa di proses pelaksanaannya (pabrik) atau juga di bidang riset (laboratorium) membantu mengevaluasi produk makanan atau membuat formulasinya.

    Menurut istriku, yang ahli teknologi pangan, senang sekali dengan adanya mahasiswa yang kerja praktek. Maklum, istriku bertanggung jawab di lembaga R&D perusahaan pangan yang meneliti tentang produk pangan yang akan dibuatnya. Jadi jika ada mahasiswa yang kerja praktek di kantornya, maka mereka dapat diarahkan untuk sekaligus membantu pekerjaan yang sekaligus memberinya pengalaman nyata di bidangnya. Bahkan, adanya kewajiban mahasiswa menyusun laporan kerja praktek, adalah sesuatu yang diharapkan. Maklum ada yang membuatkan laporan tertulis tentang kegiatan riset yang dilakukannya tersebut. Win-win begitulah.

    Itulah yang umum diketahui tentang kerja praktek.

    Dalam kenyataannya, yang dimaksud Kerja Praktek bisa berbeda antara satu institusi pendidikan dengan institusi pendidikan lainnya terkait dengan detail pelaksanaannya. Adapun kesamaannya adalah bahwa mahasiswa akan melakukan hal itu di luar kelas, bahkan di luar kampus tempat belajarnya. Itu saja.

    (lebih…)