• Jangan kaget, materi tulisan ini tidak ada hubungannya dengan dunia teknik sipil. Sebagai anggota grup penulis Elex, maka tentunya aku tertarik pula menulis sisi-sisi lain dari kehidupanku, yang mungkin bagi sebagian orang cukup menarik. Tentang hal itu, rasanya belum banyak yang membahas tentang nyadran, meskipun dari google terdapat pula beberapa orang yang telah meng-up-load gambar-gambar dari acara nyadran, tetapi rasanya mereka masih terbatas pada rituil atau bahkan menjadi semacam perayaan rutin saja.

    (lebih…)

  • Tentu saja aku kaget mendengar kabar ada lagi baliho yang roboh. Pikiranku, wah ini pasti ada badai besar seperti yang pernah terjadi di Yogyakarta. Tetapi setelah mendapatkan gambar yang relatif lengkap tentang baliho yang roboh tersebut, maka aku dapat melihat bahwa yang membuat roboh tersebut bukan besarnya badai tetapi memang karena struktur pendukung baliho-nya memang tidak meyakinkan.

    Rasanya masalah ini perlu dibahas dan dituliskan sebagai pembelajaran lebih lanjut agar tidak terulang kembali.

    (lebih…)

  • Moga-moga materi tulisan ini tidak basi maklum saat tulisan ini dibuat, waktu telah berlalu dengan cepat, sekarang telah lebih dari dua minggu sejak acara seminar tersebut berlangsung. Seminarnya sendiri diadakan di hotel Borobudur, Lapangan Banten, Jakarta pada hari Selasa dan Rabu tanggal 11-12 Agustus 2009 yang lalu.

    Bagi para ahli atau praktisi konstruksi, ikut dalam acara tersebut dapat dikatakan wajib hukumnya.

    (lebih…)

  • Sebagai orang yang berkecipung di bidang edukatif, sebagai staf pengajar yang cukup lama, maka tentunya membicarakan atau berdiskusi tentang skripsi, orisinilitas dan dana penelitian adalah sesuatu yang biasa. Jadi semestinya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Meskipun demikian  ternyata kami di UPH baru saja menemukan kasus menarik. Seseorang anggota penguji skripsi dengan dalih mempertanyakan “orisinilitas” ternyata berhasil mengobrak-abrik hal-hal yang berkaitan dengan “skripsi” dan “dana penelitian“. Ini tentu saja akan berdampak luas terhadap suatu kebijakan yang tengah berlangsung.

    (lebih…)

  • Sudah lama saya tidak menulis. Hal itu bukan disebabkan karena materi yang ditulisnya tidak ada atau lagi mandek kreativitasnya, tapi memang karena waktunya yang cukup terbatas.

    Bayangkan saja, saat tulisanku terakhir yaitu “kabar dari langkawi” yang aku tulis sesaat setelah kedatanganku dari Malaysia beberapa hari yang lalu, sebenarnya keesokan harinya aku juga ikut seminar HAKI. Dari situ khan tentu cukup banyak yang dapat diceritakan dan di up-load-kan dokumentasi atau file nya.

    Selanjutnya di hari berikutnya, yaitu hari jumatnya sudah ada di jalan menuju kota Jogja, yaitu untuk acara keluarga sekaligus ikut kegiatan ‘nyadran’, kegiatan tradisi masyarakat jawa (tengah) menjelang datangnya bulan puasa.

    Hari Selasa sudah masuk kerja kembali, yang mana disaat yang bersamaan tahun ajaran baru dengan mahasiswa baru telah tiba. Jadi PA (pembimbing akademik) lagi. Wah jadi maklum, habis waktunya. 🙂

    (lebih…)

  • puji syukur

    Semua berjalan dengan lancar, hari ini saya dapat pulang tidak kurang sesuatu apapun. Sehat dan sejahtera, demikian juga keluarga yang ditinggal di rumah. Saya yakin itu semua hanya karena penyertaan Allah Bapa melalui kasih dan perlindungannya.

    Bagaimana tidak, hampir dua minggu ini saya pergi dari Indonesia, mengikuti perjalan dinas dengan teman-teman rombongan kecil dari UPH untuk suatu lawatan ke P. Langkawi , via Singapore, dan diakhiri di kota Kuala Lumpur. Lawatan untuk mengikuti konferensi internasional dan  sekaligus mengadakan studi banding. Sore tadi baru saja kembali tiba di bandara Soekarno-Hatta, Indonesia.

    (lebih…)

  • Hari Sabtu tanggal 25 Juli 2009 kemarin, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) telah berhasil dengan sukses menyelenggarakan Upacara Wisuda III tahun ajaran 2008/2009. Upacara wisuda tersebut dalam rangka pelepasan secara resmi lulusan baru UNPAR kepada masyarakat. Para wisudawan adalah mahasiswa UNPAR yang dinyatakan lulus pada periode 8 Februari 2009 – 4 Juli 2009. Aku termasuk salah satu wisudawan yang ikut dalam prosesi upacara karena lulus pada periode tersebut yaitu 12 Februari 2009.

    (lebih…)

  • Dua hari yang lalu adalah hari yang sibuk, bagaimana tidak, pada dua hari tersebut aku harus jadi instruktur tunggal dalam program Pelatihan Software SAP2000 ver 11 di kantor pusat PT. Wijaya Karya, Tbk, di Jakarta.

    Meskipun tangan dan mulut capai, maklum ngoceh terus dari pagi sampai sore, tetapi pada sisi lain senang juga dengan acara tersebut. Untuk itu diucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Farida Maharani selaku host tuan rumah sehingga acara tersebut dapat berlangsung.  Juga tentu saja diucapkan banyak terima kasih kepada bapak Gunawan selaku GM Human Capital yang memberi kepercayaan kepada penulis dalam memberikan pelatihan perusahaan.

    (lebih…)

  • Dalam kesempatan pertama ini, penulis ingin menghaturkan bela-sungkawa kepada korban ledakan bom teroris di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat tanggal 17 Juli 2009 kemarin.

    Terus terang, berita tentang ledakan bom aku peroleh setelah agak siang pada hari Jumat itu juga, yaitu diinformasikan oleh prof. Bambang saat rehat kopi pada acara seminar tentang baja di kampus UNPAR jalan Merdeka, Bandung. Benar, saat itu adalah hari pertama seminar tersebut berlangsung.

    (lebih…)

  • Pelajaran tentang galian tanah memang belum tersirat utuh menjadi satu mata kuliah khusus, seperti halnya teknik pondasi. Itu dimungkinkan karena pekerjaan galian tanah seakan-akan dianggap sebagai kasus yang bersifat temporer, yaitu hanya diperlukan semasa kontruksi saja. Oleh karena itu para calon engineer lebih memilih belajar teknik pondasi terkini. Padahal dari informasi yang ada, kegagalan atau kerusakan akibat pekerjaan galian yang sembrono, lebih banyak dijumpai. Tentang hal tersebut, mungkin beritanya relatif kecil di koran, sebagai contoh, tempo hari ketika pembuatan jalan ring-road selatan jakarta, di Kompas diberitakan ada pekerja yang meninggal akibat tertimbun tanah galian. Beritanya kecil, sehingga hanya dibaca sambil lalu, dan seperti biasa di Indonesia, hal tersebut dianggap sebagai musibah. Nasib lagi apes !

    Selanjutnya setelah beberapa saat, terlupakan. Alasan klasik yang biasa diketengahkan adalah bahwa kita harus berpikir optimis, lupakan segera masa lalu. Songsong hari esok dengan cerah. 🙂

    Jika cara tersebut yang digunakan, maka dalam satu sisi memang baik, yaitu tetap optimis dan kembali normal lagi, tetapi dari sisi yang lain, kita tidak belajar dari pengalaman yang ada. Bisa-bisa kejadian yang sama terulang lagi, begitu dan begitu seterusnya. Jadi belajar dari pengalaman yang sudah ada dan mensikapi secara bijak (tidak emosi) untuk antisipasi kedepannya adalah saya kira lebih tepat. Alasan itu pulalah yang menjawab mengapa artikel ini perlu ditulis.

    (lebih…)