• Punya blog itu banyak enaknya, kadang-kadang nggak perlu susah payah memperkenalkan diri. Eh ternyata waktu mau dikenalin, sang tamu sudah tahu namaku dan lain-lainnya. Juga tentang ketertarikanku ngulik software-software engineering nggak perlu diceritain lagi. Ya, kira-kira begitu kesanku, ketika kemarin, dosen baja UPH yaitu ibu L.H. mengenalkan kami, teman-teman jurusan teknik sipil UPH, dengan tamu-tamu dari PT. CHC (steel fabricator and manufacturer) yang berpusat di Cilegon, yaitu bapak Ir. H.S (Director) dan bapak S. (Chief of Drafter) di ruang pertemuan FDTP Lippo Karawaci.

    Maksud pertemuan adalah seperti biasa, yaitu kita membuka diri bagi kalangan industri, mencoba berdialog, siapa tahu mendapat titik temu untuk saling win-win, antara institusi pendidikan dan industri. Minimal mencari masukan, hal-hal apa yang menjadi minat industri sehingga siapa tahu bahwa materi pembelajaran di jurusan yang kami kelola ini dapat saling link-and-match dengan dunia kerja. Maklum sekolah swasta, kami harus dinamis, mandiri, berusaha mencari hal-hal positip yang dapat dikembangkan untuk menjadi center of excellence kami. Aduh sok idealis, ya gimana lagi, kalau nggak gitu nggak survive. Iya khan.

    (lebih…)

  • Hari-hari ini, baik koran maupun televisi banyak memberitakan kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto, bapak pembangunan Indonesia. Setiap saat team kedokteran yang menangani kesehatannya selalu melaporkan ke publik, apa-apa yang telah dikerjakan untuk terus menjaga kondisi kesehatan beliau. Tayangan televisi menampakkan ada puluhan orang, baik keluarga, kerabat, teman dekat, bekas pejabat maupun pejabat negara berusaha menengoknya. Intinya, orang-orang yang mengenal beliau dan bisa mendapat akses kesana, berusaha untuk menemani pak Harto. Juga keluarga besarnya.

    (lebih…)

  • Satu Suro ! Bagi masyarakat jawa, itu mengandung arti khusus. Karena pagi ini libur maka pagi-pagi sudah bisa ngobrol dengan Bapak di Jogja via Fren, lumayan, interlokal murah. Dengan bermodal pulsa Rp 50 ribu untuk satu bulan , nggak habis-habis lho untuk bicara, sampai bosen deh.

    Ketika berbicara tentang suro dan keris maka pembicaraan kita beralih pada keris pusaka keluarga besar kami yaitu Kiai Slamet. Ternyata beliau telah mendapatkan amanah khusus dari saudara tuanya (pakde Cip) dua minggu sebelum meninggal untuk merawat keris-keris keluarga besar kami. Salah satunya yang cukup populer di keluarga besar kami adalah kanjeng Kiai Slamet, keris yang dianggap dapat membawa aura positip bagi calon pasangan penganten, untuk dipakai penganten pria selama duduk di pelaminan. Harapannya agar keluarga baru akan mendapat keselamatan. Percaya, nggak percaya, tetapi sebagai orang jawa maka keluarga besar kami pada setiap mengawinkan anaknya akan meminjam keris tersebut. Itu sudah terjadi secara turun-temurun, termasuk aku dulu juga memakainya.

    (lebih…)

  • sebelumnya judulnya adalah “kiriman Teddy Sutomo (Wings Groups)”, tapi terlalu datar ya.  

    Sdr Teddy Sutomo yang pernah berkunjung di blog ini ketika beliau masih di Nigeria, dan setelah kembali lagi ke Indonesia, benar-benar memenuhi janjinya dengan mengirimkan kepada saya sejumlah koleksi ebook-nya.

    (lebih…)

  • Banyak orang yang meremehkan predikat guru, khususnya terhadap penghasilan yang diperolehnya. Meskipun bagi yang tahu, mereka pasti heran, dan lalu mengatakan: “hebat ya !”.

    Adalah fakta bahwa ada sekolah-sekolah tertentu yang ternyata mencari guru yang ternyata tidak ada di Indonesia sehingga perlu mengimpornya, meskipun untuk itu mereka harus membayar mahal. Tapi ternyata institusi tersebut mampu dan tidak perlu menunggu anggaran belanja pemerintah, yang jika menunggu-nunggunya akan keburu ‘kempot’.

    (lebih…)

  • Bagi yang bisa hidup jauh dari ibukota kita, Jakarta. Bersyukurlah !

    Meskipun tinggal di Bekasi dan kerja di ujung barat Jakarta, yaitu Tangerang, sehingga tiap hari melewati tengah kota (Cawang-Tomang) tapi bukan berarti familiar dengan jalan-jalan di dalam kota Jakarta. Belum tentu sebulan sekali melewati Sudirman-Thamrin, jalan utama Jakarta. Apalagi yang lain-lain yang lebih kecil. Kecuali hari libur dan karena satu dua hal yang telah dipikirkan masak-masak, saya merasa keberatan kalau harus berkendaraan di ibukota. Apalagi kalau sore hari dan hujan. Nggak deh, lebih baik di rumah, nyantai-nyantai nulis blog.

    Macet dan banjirnya itu, mana tahan.

    Dapet foto dari teman yang wartawan mengenai Jakarta tempo dulu, kelihatannya lebih manusiawi lho dibanding sekarang.

    Coba aja bandingin.

    (lebih…)

  • Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan merencanakan untuk mengadakan CIVIL ENGINEERING WEEK, yaitu kegiatan seminar, pameran, lomba dan workshop.

    Workshop yang dimaksud adalah WORKSHOP SAP2000. Aku diminta sebagai instrukturnya, seru khan. :mrgreen:

    (lebih…)

  • Salah satu kolega senior, karena melihat ketertarikan kami di Jurusan Teknik Sipil UPH akan software-software engineering, ingin menghubungkan kami dengan salah satu developer program 3D untuk permasalahan rekayasa teknik.

    Developer program tersebut dari manca negara. Harapannya dari kami adalah bahwa JTS UPH mau memakai software tersebut dan menguasainya, sehingga diharapkan dapat menjadi center of excellence di negeri ini. Itu sangat berguna tentunya untuk mendukung service nya nanti, misalnya pelatihan-pelatihan atau yang mirip dengan itu.

    (lebih…)

  • Semua orang tahu bahwa seorang Ph.D atau Doktor dalam penelitian yang dilakukannya harus menghasilkan sesuatu  yang orisinil, yang diharapkan menambah khasanah keilmuan yang sudah ada.

    Karena tahun ini aku harus meyakinkan diri untuk menyelesaikan program doktorku maka jelas akan ada penemuan orisinil versi ku. Jadilah judulnya seperti di atas.

    Apa itu ? Wah nanti, dulu, kalau sampai aku publikasikan di blog ini berarti di mata profesor-profesor pengujiku dinilai sudah nggak orisinil lagi, karena sudah ada yang tahu. Jadi aku harus hati-hati dalam membicarakannya.

    Berbicara tentang metodologi yang aku lakukan. Kemarin terjadi dialog antara seorang doktor dan seorang kandidat (yaitu aku sendiri), yaitu ketika aku menerangkan bahwa rencanaku tahun ini akan menyelesaikan programku.

    Doktor muda bertanya: “Perlu dilakukan penelitian eksperimental ya ?”

    “Iya mas, tapi belum, ini kemarin setahun penuh baru aku menyelesaikan penelitian numerikku.“.

    Beliau terkaget:” O penelitian eksperimental-nya belum tho ?. Saya dahulu memulai dari penelitian eksperimental pertama kali, karena permasalahannya masih sangat orisinil sehingga harus dilihat hasil eksperimental-nya terlebih dahulu. Baru setelah itu, dicocok-cocokkan dengan hasil numerik !“.

    Penjelasannya mantap.

    Dheg !. “Koq beda denganku ya !”

    Terjadi perubahan arah pembicaraan, terlihat kesan kalau beliau yang bergelar doktor tersebut meragukan pernyataanku untuk bisa menyelesaikan tahun ini. Mungkin beliau berpikir “wah masih jauh anda pak Wir, urutan penelitiannya aja salah“.

    (lebih…)

  • Menghadapi tahun baru, harus selalu optimis agar selain bertambah umur, juga harus semakin sejahtera.  Karena jika ‘merasa‘ sudah sejahtera maka kemudian ada keinginan untuk dapat berbagi ke yang lain, dengan berbagi ke yang lain maka rejeki bertambah banyak. Itulah rahasia mengapa banyak orang kaya bertambah kaya saja, juga orang pintar tambah semakin pintar. Hukum ketertarikan dari the Secret-nya Rhonda Byrne katanya.

    Pak Wir gimana ?

    Ya jelas dong, saya sudah ‘merasa‘ sejahtera dengan ilmu saya, meskipun hanya sedikit tetapi saya berusaha untuk membagikan juga ke orang lain yang memerlukan.

    (lebih…)