publikasi


Anda tentu juga tahu : apa itu dosen ?.Tentu, yaitu orang yang bekerja sebagai pengajar di perguruan tinggi atau akademi. Jadi kata kuncinya adalah pengajar atau yang kerjanya mengajar, dengan demikian dapat dipahami jika masyarakat awam menganggap bahwa dosen yang dapat mengajar ke sana ke mari di sejumlah perguruan tinggi yang berbeda-beda adalah dosen yang hebat. Dianggap dosen tersebut ‘laku’ dimana-mana. Anggapan tersebut tentu tidak semuanya salah tetapi juga tidak selalu benar. Tapi kalau asal berpendapat seperti itu, dan menganggap bahwa mengajar kemana-mana adalah suatu kondisi yang ideal bagi seorang dosen maka apa bedanya dengan guru (honorer) , yang terpaksa harus mengajar kesana-kemari untuk sekedar menambah lauk pauk atau periuk nasinya.

Mungkin hanya sedikit masyarakat awam yang tahu bahwa selain mengajar, maka dosen diharapkan juga untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan menjadikannya itu sebagai tiga tugas pokok seorang dosen yang ideal, yang terkenal dengan sebutan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Riset dan pengkajian yang bermuara pada dihasilkannya karya tulis ilmiah merupakan kegiatan sehari-hari yang menantang, menyenangkan, dan menawarkan tamasya intelektual yang mengasyikkan bagi dosen.
Dedi Supriadi (1997)

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, penulis menyadari bahwa profesinya sebagai dosen yang telah ditekuni saat ini telah menjadi suatu panggilan hidup, atau suatu rahmat yang telah Tuhan berikan. Dengan demikian maka Tri Dharma Perguruan Tinggi diusahakan selalu.

Selanjutnya halaman ini akan menyajikan daftar tulisan dibuat berdasarkan penelitian atau pemikiran yang telah dilakukan selama ini.

Kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualitas-nya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seseorang. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat.
Dedi Supriadi (1997)

Semoga berguna.

Journal Articles
  1. Wiryanto Dewobroto, Lanny Hidayat and Yeltsin.(2015).”A chart-based method for steel beam designs using the Indonesian section”, Procedia Engineering 125 ( 2015 ) 857 – 864, vailable online at www.sciencedirect.com
  2. Wiryanto Dewobroto dan Hendrik Wijaya, (2012). “Pengaruh Pemakaian Baut Mutu Tinggi dan Baut Biasa terhadap Kinerja Sistem Sambungan dengan Ring-Khusus-Beralur”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 19/2, Agustus 2012 (Terakreditasi SK No.56/DIKTI/Kep/2012), Institut Teknologi Bandung, Bandung (abstrak, makalah lengkap)
  3. Wiryanto Dewobroto, Sahari Besari. (2009). “Distorsi Sambungan Baut akibat Curling dan Pencegahannya – Studi Kasus Sambungan Pelat Tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal”, Jurnal Teknik Sipil ITB, Edisi Vol. 16/2, Agustus 2009, Institut Teknologi Bandung (abstrak , makalah lengkap)
  4. Hendrik Wijaya, Wiryanto Dewobroto. (2008). “Penggunaan Washer Khusus (Besar) pada Sambungan Baja Cold-formed”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 15/3, Desember 2008, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load 467 kb)
  5. Wiryanto Dewobroto. (2005b). “Analisa Inelastis Portal – Dinding Pengisi dengan Equivalent Diagonal Strut”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 12 / 4, Oktober 05, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load PDF 358 kb)
  6. Dewobroto, W. (2005a). “Strategi Pembelajaran Era Digital : Usulan Skenario Dalam Menyambut Transformasi UPH Sebagai Kampus Digital”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun ke-11, No. 056, September 2005, Badan Penelitian dan Pengembangan, DEPDIKNAS, Jakarta (read …)
  7. Hardjasaputra, H., Dewobroto, W., Setiawan, F. (2005). “Proyek Tangki Air dari Semen-Pasir-Bambu di Mesjid Al-Ikhlas, Binong ,Tangerang”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.2 No.1 Januari 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 324 kb)
  8. Dewobroto, W. (2004c). “Perancangan Balok Beton Bertulang dengan SAP2000”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.1 No.2 Juli 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 323 kb)
  9. Dewobroto, W. (2004b). “TINJAUAN TATA CARA PERANCANGAN TORSI TERBARU pada BALOK BETON , Studi Kasus: Struktur Canopy dengan Torsi Keseimbangan”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.1 No.1 Jan.2004, Universitas Pelita Harapan, Banten.
  10. Dewobroto, W. (2004a). “Lebih Dekat dengan Kampus Uni-Stuttgart di Kota Asal Mercedes Benz”, Majalah PELITA HARAPAN , Volume III/1, Jan.-Maret 04. (read …. or down-load PDF 184 kb)
Presentations / proceeding
  1. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Kajian Teknologi Analisa Struktur dalam Perancangan dan Evaluasi Struktur Jembatan“, Invited Speaker pada Seminar Nasional Teknik Sipil oleh HMJ Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Gedung Sasana Budaya UM, Kamis, 9 Oktober 2014. (download paper 27 halaman, ukuran 9691 kb)
  2. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Rekayasa Komputer dalam Analisis dan Desain Struktur Baja Studi Kasus Direct Analysis Method (AISC 2010) – Bagian I : Latar belakang teori” dan Bagian II : Aplikasi“, Invited Speaker pada Seminar dan Lokakarya Rekayasa Struktur, Jumat 4 Juli 2014, Ruang W 304, Gd. Radius Prawiro, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya – 60236. Ini materinya dari server di Petra.
  3. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Peran KOMPETISI dalam pendidikan untuk meluluskan insinyur yang tangguh“, Invited Speaker pada Workshop Peningkatan Daya Saing dalam Kompetisi Internasional Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, di R. Sidang JS Gedung A Lt.2, Sabtu 10 Mei 2014
  4. Wiryanto Dewobroto.(2013). “Kajian Teknologi Analisa Struktur dalam Perancangan dan Evaluasi Struktur Jembatan”, Invited Paper pada Focus Group Discussion, dalam rangka kegiatan Litbang Penyusunan Naskah llmiah Teknologi Bangunan Atas Jembatan Bentang Panjang, Puslitbang Jalan dan Jembatan, Bandung, 26 Agustus 2013
  5. Wiryanto Dewobroto .(2012). “Revitalisasi Kayu sebagai Bahan Material Konstruksi  Melalui Riset dan Pengajaran”, Seminar Nasional DTP-2012, FDTP, UPH, Karawaci, 29 Nov. 2012
  6. Wiryanto Dewobroto. (2012). “Peran Simulasi Numerik pada Kesuksesan Uji Eksperimen, Studi Kasus : Penelitian Eksperimental di Jurusan Teknik Sipil UPH”, Invited Speaker di Seminar Nasional “Professional Software Implementation for Civil Engineers”, CEW 2012, UPH, 15 Okt. 2012, Karawaci
  7. Wiryanto Dewobroto.(2012).“Menyongsong Era Pembangunan Gedung Super-Tinggi dan Mega-Tinggi di Indonesia”, Invited Speaker pada Kuliah Umum “Permasalahan & Solusi pada Struktur Gedung Tinggi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan, Batam, Sabtu 9 Juni 2012. Klik untuk mendapatkan materinya dalam bentuk *.PDF.
  8. Wiryanto Dewobroto .(2012).“Menyongsong Era Pembangunan Gedung Super-Tinggi dan Mega-Tinggi di Indonesia”, Invited Speaker pada Seminar Nasional “Gedung Super Tinggi“, Kamis 31 Mei 2012, Aula Hj. Darlina Julius UPI YAI, Ged. Psikologi Lt.10, Jl. Diponegoro 74 Jakarta Pusat
  9. Wiryanto Dewobroto .(2012).“Menyongsong Era Bangunan Tinggi dan Bentang Panjang – Bagian I : Tinggi, Super-tinggi dan Mega-tinggi”,  Invited Speaker pada di Civil Engineering’s Day 2012, UAJY, Yogyakarta, Rabu, 9 Mei 2012
  10. Hendrik Wijaya dan Wiryanto Dewobroto.(2011). “Perilaku Mekanik Sambungan Baut Mutu Tinggi Dengan Sistem Injeksi Filler”, Prosiding Konferensi Nasional Pascasarjana Teknik Sipil (KNPTS) 2011, Program Studi Magister dan Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Kampus ITB, 20 Desember 2011, download paper 504 kb  – meraih The Best Paper Award untuk kategori penelitian bidang struktur / material yang telah diselesaikan. Download dari server ITB.
  11. Wiryanto Dewobroto1 dan Wawan Chendrawan.(2011). “Pengaruh Pemodelan dan Analisis pada Perilaku Struktur Kaca terhadap Tekanan Angin”, Seminar Nasional-1 BMPTTSSI – KoNTekS 5, Universitas Sumatera Utara, Medan – 14 Oktober 2011, download paper 1545 kb.
  12. Wiryanto Dewobroto. (2011).”The EFFECT of STRUCTURAL MODELLING on THE ANALYSIS of P-DELTA EFFECT – Case study: second-order analysis by a commercial computer program, SAP2000″, The 3rd International Conference of European Asian Civil Engineering Forum (EACEF), 20-22 September 2011, at University of Atma Jaya Yogyakarta , Indonesia , download paper 286 kb and presentation 216 kb.
  13. Wiryanto Dewobroto (2011). “Era Baru Perancangan Struktur Baja berbasis Komputer memakai Direct Analysis Method – AISC 2010”, Seminar Nasional Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), 26-27 Juli 2011, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, download paper 0.5 Mb dan presentasi 1.0 Mb
  14. Wiryanto Dewobroto. (2011).”Prospek dan Kendala pada Pemakaian Material Baja untuk Konstruksi Bangunan di Indonesia”, Invited Speaker pada Seminar & Exhibition “Future Prospects of Steel for Construction in Indonesia”, by PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk and Nippon Steel Corporation, at Gran Melia Hotel, Jakarta, 7 April 2011 (download PDF 10.3 Mb)
  15. Wiryanto Dewobroto  dan Wawan Chendrawan. (2010) “Resiko Otomatisasi Komputer pada Perancangan Struktur – Studi Kasus : Analisis dan Desain Struktur Balok Baja”, Seminar HAKI 2010, Hotel Borobudur, Jakarta , 4 Agustus 2010, (download PDF 536 kb)
  16. Wiryanto Dewobroto .(2010). “Dampak Pemakaian ‘Design Preference’ pada Rancangan Struktur – Studi Kasus : Analisis dan Design Balok Baja memakai SAP2000 versi 11.0”, Seminar KonTekS-4, kolaborasi bersama Universitas Udayana, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Wisma Wisata Werdhapura, Sanur, Bali, 2-3 Juni 2010, (download PDF 126 kb)
  17. Wiryanto Dewobroto, Paulus Kartawijaya and Sahari Besari .(2009). “Effect of Geometry Washer to The Behavior of  Sheet Steel Connection with Pre-Tensioned Bolts”, 7th Asia Pasific Structural Engineering and Construction Conference 2009 (APSEC 2009) and 2nd European Asian Civil Engineering Forum 2009 (EACEF 2009), Awana Porto Malai Langkawi, Malaysia, 4-6 August 2009
  18. Wiryanto Dewobroto dan Sahari Besari.(2009). “Fenomena Curling Pelat Sambungan dan Jumlah Baut Minimum – Studi Kasus : Sambungan Pelat tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal”, Seminar Nasional: Perkembangan Mutakhir Pemanfaatan Material Baja dalam Industri Konstruksi Universitas Katolik Parahyangan – Fakultas Teknik Jurusan Sipil, 17-18 Juli 2009  (download PDF 1.73 Mb)
  19. Dewobroto, W. (2009). “Pentingnya Verifikasi Simulasi Numerik dengan Uji Empiris. Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru Pelat Tipis dengan Washer Khusus”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci
  20. Wijaya, H. dan W. Dewobroto. (2009). “Slip Kritis pada Sambungan Pelat Baja Cold-Formed (Tipis) dengan Manipulasi Ketebalan Pelat”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7 Mei 2009
  21. Langitan, F.A., H. Hardjasaputra, W. Dewobroto dan Merryana. (2009). “Penggunaan Carbon Fibre pada Struktur Beton Berdasarkan Perancangan dengan Strut-and-Tie Model”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7/5/ 2009
  22. Darwanto, W. Dewobroto, H. Hardjasaputra. (2009). “Pengaruh Penggunaan Serat Aluminum Limbah (berlapis / coating) pada Kuat Geser Balok Beton Mutu Tinggi”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7/5/ 2009
  23. Dewobroto, W., “Insinyur perlu Menulis Publikasi”, Invited speaker pada Workshop Penulis Muda yang diselenggarakan Forum Anggota Muda – Persatuan Insinyur Indonesia , Sabtu 17 Januari 2009, di Kantor Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Jl Halimun No.39, Jakarta (down-load paper 374 kb)
  24. Dewobroto, W., Paulus Kartawijaya and Sahari Besari, “Signifikasi Simulasi Numerik Berbasis Komputer pada Riset Orisinil – Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru Pelat Tipis dengan Washer Khusus”, Simposium Nasional RAPI VII, Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Surakarta, Surakarta, 18 Desember 2008 (download PDF 431 kb)
  25. Dewobroto, W.,”Workshop SAP2000″, Invited speaker pada Civil Engineering Week 2008 oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UPH, Lippo Karawaci, 20 Februari 2008
  26. Dewobroto, W., Pentingnya Penguasaan Aplikasi Komputer Rekayasa bagi Sarjana Teknik Sipil, Sekarang dan Masa Depan, Invited speaker pada Seminar dan Pelatihan SAP2000, Unisma Bekasi, 23 November 2007 (report)
  27. Dewobroto, W., Sugeng Wijanto, Toto Ismintarto. (2007). “THE APPLICATION of STM (BASED on ACI 318-02) and FEA for THE DESIGN of STRUCTURAL TRANSFER-WALL – Case study : ‘Kota Kasablanka’ Mixed Use Project, Jakarta”, EACEF – The 1st International Conference of European Asian Civil Engineering Forum, Civil Engineering Department, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Indonesia, 26-27 Sept. 2007, (down load paper 378 kb) – English version paper
  28. Dewobroto, W. (2007b). “BLOG : Media Pembelajaran di Era Kampus Digital”, Temu Ilmiah Nasional Dosen Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Jakarta, 29 Agustus 2007 (down-load paper 347 kb)
  29. Dewobroto, W. (2007a). “STRUKTUR JEMBATAN TERINGAN dan TERKUAT (TERKOKOH) – Studi kasus : Jembatan Model UPH pada KJBI 2005 dan KJI 2006”, seminar “Research and Education in Engineering for Prospected Technology – National Conference on Prospected Technology 2007 (NCPT 2007)”, Universitas Maranatha, 24-25 Agustus 2007, Bandung (down-load paper 199 kb)
  30. Dewobroto, W.(2006c). “Metode s.t.m untuk Perencanaan Struktur Transfer-Wall Proyek ‘Kota Kasablanka’ Jakarta”, seminar “The 2nd National Civil Engineering Conference”. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Unika Soegijapranata, Semarang, 20 – 21 Desember 2006 (down-load paper PDF 160 kb)
  31. Dewobroto, W. (2006b). “Ilmu Rekayasa Klasik Sarana Menguasai Program Aplikasi Rekayasa – Studi Kasus: Mekanika Teknik Klasik dan Program SAP2000”, Pembicara Utama dalam Seminar di Pameran Buku Konstruksi Indonesia 2006, R. Sapta Taruna, Gd. Utama Departemen Pekerjaan Umum, Jl. Pattimura 20, Sabtu, 2 Desember 2006 (down-load paper PDF 883 kb dan presentasi 1,620 kb)
  32. Beta Patrianto dan Wiryanto Dewobroto. (2006). “Evaluasi Metode Perencanaan Batang Aksial Murni SNI-03-1729-2000 dan AISC-LRFD”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice , Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kristen PETRA (down-load PDF)
  33. Ranny Anita dan Wiryanto Dewobroto. (2006).“Strategi Analisis Struktur dengan Kabel Prategang memakai SAP2000”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice, Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kriten PETRA (down-load PDF)
  34. Dewobroto, W., Sahari Besari dan Bambang Suryoatmono. (2006). “Perlunya Pembelajaran Baja Cold-Formed dalam Kurikulum Konstruksi Baja di Indonesia” , prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 619 kb)
  35. Dewobroto, W.(2006a). “Pemrograman sebagai Sarana Pembelajaran Rekayasa”, prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 398 kb)
  36. Dewobroto, W., dan Sahari Besari. (2006). “Simulasi Numerik Berbasis Komputer sebagai Solusi Pencegah Bahaya akibat Kegagalan Bangunan”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Kegagalan Bangunan, Solusi dan Pencegahannya, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Rabu 3 Mei 2006 (down-load PDF 771 kb)
  37. Dewobroto, W.(2005d). “Strategi Penyelesaian Numerik Berbasis Komputer Analisis Lentur Ultimate Penampang Beton (Model Tegangan Parabolik PCA)”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Teknologi II, Universitas Teknologi Yogyakarta, 10 December 2005 (down-load PDF 280 kb)
  38. Dewobroto, W. (2005c). “Masih perlukah mempelajari Mekanika Teknik Klasik dalam Era Serba Komputer ?”, Presentation and Proceeding at the Lokakarya Pengajaran Konstruksi Beton dan Mekanika Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 13-14 July 2005. (down-load PDF 180 kb)
  39. Dewobroto, W. (2005b). “Evaluasi Kinerja Struktur Baja Tahan Gempa dengan Analisa Pushover”, Presentation and Proceeding at the Civil Engineering National Conference Sustainability Construction & Structural Engineering Based on Professionalism, Unika Soegijapranata, Semarang, 17-18 Juni 2005 (down-load PDF 784 kb)
  40. Dewobroto, W. (2005a). “Simulasi Keruntuhan Balok Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan ADINA TM”, Proceeding at the Seminar Nasional Rekayasa Material dan Konstruksi Beton 2005, Jurusan Teknik Sipil – ITENAS, Bandung, Sabtu, 4 June 05. (down-load PDF 453 kb)
  41. Katili, I., Dewobroto, W. (1998). “Analisa Non-linear pada Rangka Batang Ruang dengan Metode Elemen Hingga”, Presentasi dan Prosiding Seminar FTUI Depok : Quality in Research, 4-7 Agustus 1998, ISBN 979-8427-17-3
Books
  1. Wiryanto Dewobroto.(2016).”Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010 : Edisi ke-2“, Penerbit Jurusan Teknik Sipil UPH, Tangerang
  2. Wiryanto Dewobroto. (2015).”Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010“, LUMINA Press, Jakarta
  3. Wiryanto Dewobroto, Lanny Hidayat dan Herry Vaza.(2013).”Bridge Engineering in Indonesia”, in : Chapter 21 of the Handbook of International Bridge Engineering by Wai-Fah Chen , Lian Duan, CRC Press (release October 11, 2013). Download Chapter 21 di atas dari situs resminya di http://www.crcnetbase.com/doi/abs/10.1201/b15520-22.
  4. Wiryanto Dewobroto.(2013).”Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000“, LUMINA Press, Jakarta
  5. Wiryanto Dewobroto . (2007). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 – EDISI BARU“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  6. Wiryanto Dewobroto. (2005). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 : Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  7. Wiryanto Dewobroto . (2004). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  8. Wiryanto Dewobroto. (2003). “Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6.0“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  9. Dewobroto, W.; Reineck, K.-H. (2002). “Beam with indirect support and loading”, in: Reineck, K.-H. (2002): (Editor): Examples for the Design of Structural Concrete with Strut-and-Tie Models, ACI SP-208 (2002), ACI, Farmington Hills, MI, 145-161.

Pustaka

Dedi Supriadi .(1997). “Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia”, Penerbit PT. Rosda Jayaputra Jakarta

204 tanggapan atas “publikasi”

  1. ferry Avatar
    ferry

    Salam kepada Bapak Wiryanto.

    Nama saya Ferry, saya sekarang melakukan tugas kerja praktek di kampus saya. Saya kuliah di STMIK Mikroskil, Medan. Saya mengambil judul “Aplikasi Rekayasa Rekonstruksi” mungkin judul ini sama seperti buku terbitan pak Wiryanto. Mohon maaf yah pak jika sebelumnya belum memberitahukannya kepada Bapak.

    Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas disediakannya journal-journal maupun paper mengenai teknik sipil, karena sangat sulit sekali mencari journal teknik sipil di internet. Mohon petunjuknya yah pak.

    Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah. Terima kasih

    Suka

  2. I Made Mudiasa Avatar
    I Made Mudiasa

    Salam kenal, saya sekarang ada kuliah Teknologi Beton Bertulang semoga referensi buku – buku dari Bapak berguna bagi saya dalam belajar mata kuliah ini.

    Suka

  3. Othep Eky Avatar
    Othep Eky

    Salam sejahtera pak Wir…

    jarang banget dosen yang mo memberi atensi seperti bapak… salute d…
    pak aku mo nanya referensi buku2 tentang analisis dan desain beton bertulang yang metodenya paling baik, sistematis, dan paling ndeketi kebenaran (tlg jelasin kelebihannya?)… karena, selama kuliah beton bertulang aku gak pernah bener2 ngerti secara keseluruhan philosofy atupun cara perhitungannya…
    oh ya, thx buat pak wir yg memberi ruang untuk mendownload materi2 civil eng…

    Gbu

    Suka

  4. wir Avatar
    wir

    Salam sejahtera juga untuk anda , Othep.

    Anda sedang belajar di mana nih ?

    Tentang buku-buku yang baik untuk belajar analisis dan desain beton bertulang, rasanya cukup banyak lho. Kamu udah baca bukuku ke-3 belum yaitu Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan VB 6.0 , itu juga bicara tentang analisis penampang beton bertulang lho. Untuk level intermediate lumayan, yaitu bagaimana memanfaatkan pemrograman untuk membikin hitungan-hitungan beton.

    Selama pengalaman di lapangan (konsultan dengan proyek-proyek real) sampai jadi dosen (mengajar struktur beton 1 dan 2) saya merasa mengetahui bahwa buku-buku yang direkomendasikan untuk menguasai ilmu beton bertulang adalah buku-buku berikut:

    Reinforced Concrete Structures
    by Robert Park and Thomas Paulay
    Hardcover: 800 pages
    Publisher: Wiley (January 1, 2001)
    Language: English
    ISBN-10: 0471659177
    ISBN-13: 978-0471659174

    Book Description :
    Sets out basic theory for the behavior of reinforced concrete structural elements and structures in considerable depth. Emphasizes behavior at the ultimate load, and, in particular, aspects of the seismic design of reinforced concrete structures. Based on American practice, but also examines European practice.

    Reinforced Concrete: Mechanics and Design (4th Edition) (Civil Engineering and Engineering Mechanics)
    by James G. MacGregor and James K. Wight
    Hardcover: 1314 pages
    Publisher: Prentice Hall; 4 edition (December 16, 2004)
    Language: English
    ISBN-10: 0131429949
    ISBN-13: 978-0131429949

    Book Description :
    This book explains the theory and practice of reinforced concrete design in a systematic and clear fashion with an abundance of step-by-step worked examples, illustrations, and photographs. This book focuses on preparing readers to make the many judgment decisions required in reinforced concrete design. Coverage includes flexure, torsion, continuous beams, columns, two-way slabs, footing, walls, design for earthquake resistance, and more. For professionals in the field who need a comprehensive reference on concrete structures and the design of reinforced concrete.

    Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings
    by Thomas Paulay and M. J. N. Priestley
    Hardcover: 768 pages
    Publisher: Wiley-Interscience (March 1992)
    Language: English
    ISBN-10: 0471549150
    ISBN-13: 978-0471549154

    Book Description
    Emphasizes actual structural design, not analysis, of multistory buildings for seismic resistance. Strong emphasis is placed on specific detailing requirements for construction. Fundamental design principles are presented to create buildings that respond to a wide range of potential seismic forces, which are illustrated by numerous detailed examples. The discussion includes the design of reinforced concrete ductile frames, structural walls, dual systems, reinforced masonry structures, buildings with restricted ductility and foundation walls. In addition to the examples, full design calculations are given for three prototype structures.

    Aku yakin jika kamu menguasai teori-teori pada ke tiga buku tersebut dan tahu menempatkan teori-teori tersebut ke pada kondisi aktualnya (real) maka kamu udah jadi expert lho. Saya saja baru menguasai sedikit dari buku-buku tersebut, tetapi meskipun sedikit aku merasa telah menjiwainya. Bayangkan kalau banyak wah sip dong. 🙂

    Suka

  5. othep Avatar
    othep

    Thx pak wir…
    aku kuliah di sipil trisakti…
    kita pake buku Reinforced Concrete: Mechanics and Design (4th Edition) (Civil Engineering and Engineering Mechanics)
    by James G. MacGregor and James K. Wight

    thx

    Suka

  6. Sarwa Avatar

    Salam hormat,

    Baru kali pertama saya mengakses karya tulis Bapak di web ini.
    Saya sangat respek dan tertarik dengan dedikasi, fokus kajian, yang terutama membahas tentang subtansi ilmu Teknik Sipil dan memberikan sumbangan pemikiran tentang metode pembelajarannya.

    Sebagai dosen saya menungggu info (karya) terbaru. Saya mohon bantuan (sambungan/link) dengan sosok pakar di Indonesia yang menggeluti sub bidang kajian rekayasa forensik (utk beton pasca bakar).

    Atas bantuannya terima kasih

    Sarwa, Tek. Sipil UNIMED, Medan

    Suka

  7. wir Avatar
    wir

    Terima kasih pak Sarwa,

    Apakah buku saya SAP2000 Edisi Baru telah beredar di institusi Bapak ?
    Saya berharap bapak membantu mensosialisasikan di kampus tersebut.

    Salam untuk teman-teman dosen di sana dari kami di UPH. Saya berharap civitas akademi UNIMED ada yang hadir dalam konferensi international kami besok tanggal 26-27 September 2007. Info lebih lanjut lihat http://eacef.wordpress.com

    **up-dated Mei 2007**

    O ya ada yang lupa ya, tentang ahli yang menggeluti forensik
    Coba deh hubungi Prof. Dr. Ir. Bambang Soehendro, M.Sc.di Jurusan Teknik Sipil UGM, pernah lihat beliau punya tungku bakar di laboratorium strukturnya khusus untuk bakar-bakar material dan kalau tidak salah beliau juga punya publikasinya. Kecuali beliau, di sana ada juga Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono, yang tempo hari sibuk dengan evaluasi bangunan yang kena gempa. Kelihatannya bapak Andreas saat ini juga sedang dalam proses ke Prof juga

    Suka

  8. Hartanto Wibowo Avatar
    Hartanto Wibowo

    Pak Wir,
    Saya ada saran, gimana kalo bukunya Pak Wir yang terbaru jg di-share di sini? Itung2 berbagi gitu… Atau kalau tidak, mungkin yg edisi terdahulu?

    Jika penerbit tidak mengizinkan, mungkin boleh di-upload beberapa bagian saja, jadi yang tertarik dapat langsung beli.

    Hitung2, promosi juga sih, seperti di amazon.com kan juga ada beberapa bagian yang ditampilkan sehingga yang berminat bisa langsung pesan. Hehehe…

    Thanks.
    Salam,
    H. W.

    Suka

  9. wir Avatar
    wir

    He, he, he . . .
    tapi ini bukan amazon lho :-

    Suka

  10. Robertus Adithya Avatar
    Robertus Adithya

    Pak Wiryanto, perkenalkan nama saya Robertus. Terima kasih karena saya senang dengan adanya website ini, karena dari ini kita dapat belajar banyak.

    Saya saat ini dengan menghadapi tesis untuk program magister di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta jurusan manajemen konstruksi. Saya ingin mengambil judul mengenai kegagalan bangunan dan solusinya.

    Saya mohon adakah saran untuk saya dan juga adakah sumber-sumber ataupun buku / journal yang dapat menjadi referensi saya.

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    GBU

    Suka

  11. Michael Avatar
    Michael

    Wah, saya sedikit terkejut dan miris jg melihat jawaban/komentar Pak Wir untuk saran dari Sdr. Hartanto:
    **tapi ini bukan amazon lho :-**

    Apalagi setelah saya membaca bahwa Pak Wir juga menganut falsafah hidup seperti di ayat Amsal:

    “Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan,
    orang yang suka menolong akan ditolong juga.”
    (Amsal 11:25)

    Jadi terkesan bahwa Pak Wir ingin memberikan secara gratis karya cipta orang lain, tetapi tidak ingin men-share-kan karya sendiri. Padahal kan karya orang lain tersebut juga belum tentu diedarkan secara gratis. Kan sama saja dengan menyosialisasikan pembajakan ? Padahal untuk SAP 2000 saja Pak Wir menganjurkan yang student version agar tidak berperilaku membajak.

    Jadi, saya rasa tidak ada ruginya membagi ilmu, benar kan Pak Wir ?

    Komentar saya ini tidak bertujuan untuk memancing public opinion yang negatif tentang Bapak, tapi mungkin dapat menjadi suatu kritik terbuka untuk kemajuan kita bersama.

    Hidup dunia pendidikan teknik sipil Indonesia!
    Michael – ITS

    Suka

  12. wir Avatar
    wir

    O begitu ya ?

    Rambut sama-sama hitam (atau ubanan) tetapi pendapat bisa berbeda-beda. Yah itulah manusia mas, mungkin maksudnya baik, tetapi belum tentu baik bagi orang lain, contohnya yang sekarang lagi rame adalah antara pak Amien dan pak SBY.

    Untuk itulah yang penting adalah dari diri sendiri, yaitu harus yakin bahwa apa-apa yang dilakukan adalah yang terbaik, karena yang mengetahui secara detail adalah kita sendiri, pelakunya. Oleh karena kita sendiri jugalah yang akan mempertanggung-jawabkan nanti di bumi maupun di akherat. Penting juga dipahami bahwa memberi saran boleh-boleh saja, tapi namanya juga saran, yang mempertanggung-jawabkan semuanya adalah yang melakukan tindakan itu dan bukan pemberi saran.

    Memang sih, yang ada di sini baru sebagian dari yang saya punya, juga sebagian dari karya saya juga, belum semuanya, yang berkaitan dengan disertasi saya maka harus saya keep terlebih dahulu (sesuai saran promotor). Untuk mendapatkan hikmat apa yang sebaiknya kita kerjakan memang susah memahaminya apalagi orang lain, selain itu menjadi orang itu ya jangan hantam kromo aja sekedar mengikuti apa yang ada di ayat. Harus bijak memahaminya.

    Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. …

    .., ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ..
    .., ada waktu untuk mencari, … , ada waktu untuk membuang; …

    Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, …
    (Pengkotbah 3:1-11)

    Suka

  13. Hartanto Wibowo Avatar
    Hartanto Wibowo

    Wah-wah…, mungkin pendapat Pak Wir ada benarnya, Pak Michael juga ada benarnya, terserah pribadi masing-masing deh… hehehe… Saya yakin bahwa semua manusia pasti memikirkan yang terbaik sebelum bertindak 🙂

    Tapi kalo cuma menampilkan cover depannya bisa gak, Pak ? Supaya ketika hunting di toko buku dapat langsung tahu, kan eye-catching gitu daripada kelamaan nyari… hehehe…

    Saya rasa kalo saran saya yang ini sangat mungkin dipenuhi ya, Pak ? 🙂

    Thanks.
    Salam,
    H. W.

    Suka

  14. wir Avatar
    wir

    Salam mas Hartanto,

    Terima kasih atas pemahaman yang anda berikan.

    Untuk cover buku yg berwarna khan udah lama nongol di :
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/20/karya-ilmiah-utama-ke-4-april-2007/

    Wah mas Hartanto ini belum menjelajah dengan benar blog ini ya, saya yakin deh, sekali kunjungan nggak tuntas. Juga saudara michael yang telah men-judge saya sbg :

    “terkesan bahwa Pak Wir ingin memberikan secara gratis karya cipta orang lain, tetapi tidak ingin men-share-kan karya sendiri”

    He, he tapi nggak apa-apa koq, kalau sudah semakin mengenal mungkin beda nanti.

    Suka

  15. daisy Avatar
    daisy

    Pak wir,..
    ups…uda lama banget aku g buka blog ini p, k/ kesibukan kampus, jadinya aku belum baca balasannya p’ Wir (makasih) ‘n kayaknya udah dihapus ya p’, he..tapi g pa pa…

    gini p’ ada hal baru yang mo aku tanya lagi, bole ya…
    aku pengen ambil judul skripsi tentang perhitungan Kolom bulat (mungkin program komputer diagram interaksi kolom bulat) selama ini kan adanya kolom persegi kan p ?!

    Menurut bapak gimana ya? Referensinya apa ya ? Katanya kalo mau buat program komputer harus belajar algoritma gitu ya p’?

    Makasih ya p”, aku pengen ajuin ini ke dosen tapi masi belum yakin ..
    gitu aja pa..
    J B U …

    Suka

  16. wir Avatar
    wir

    Diagram interaksi kolom bulat. Selama ini kan adanya kolom persegikan !

    Wah ini Daisy ketinggalan, itu di buku karanganku yang ketiga (lihat di http://wiryanto.wordpress.com/2005/12/31/karya-ilmiah-utama-ke-3-2005/ ), saya sudah membuatkannya LENGKAP pakai Visual Basic 6.0, ada CD-nya sekalian.
    Pokoknya kalau baca buku tersebut dijamin puas-puas ! 😀

    O ya, ini khan komentarmu yg terakhir
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/02/24/tip-tip-menulis-skripsi/#comment-1713

    Suka

  17. daisy Avatar
    daisy

    he,..y maap p’ (emang ngga gaul di sipil), soalnya kemaren ini saya baru beli buku pak yang aplikasi sains dan teknik dengan VB 6.0, jadi belum tahu kalau sudah ada..^__^
    ok deh nanti aku cari bukuny,..
    terus begini pak, TA aku pengen buat program sipil.kalau diagram interaksi kolom sudah ada, gimana kalau diagram interaksi balok ? atau ada mungkin p’ ada usul program lain yang lebih menantang dan belum pernah ada..?
    he..ngga pa-pa kan pak konsultasi gratis sama pak sebelum sama calon dosen pembimbingku soalnya dia agak sedikit killer…
    makasih y pak!
    G B us

    Suka

  18. wir Avatar
    wir

    “sedikit killer”
    Ah emangnya ada dosen yang killer? Kalau kebetulan beliau ngasih nilai jelek tidak seperti yang diharapkan, itu belum tentu killer lho.

    Aku juga sering gitu, itu di UTS (Ujian Tengah Semester) itu ada yang nilai di atas 80 ada sekitar 30%, tapi yang dibawah 50 ada lebih dari 50%. Mau ngasih baik, tetapi pekerjaan anak-anaknya nggak bunyi itu. Serba salah. Jadi ya begitulah. Tapi itu bukan killer.

    Yang killer itu kalau ngasih nilai 100% padahal mahasiswanya belum tahu apa-apa. Merasa telah pinter, tapi waktu di lapangan, ketemu kasus nyata, gawat itu. Itu namanya baru killer bagi masa depan mahasiswa tersebut.

    Eh omong-omong siapa sih dosennya ? He, he.. 😀

    Suka

  19. daisy Avatar
    daisy

    hee..koq jadi curhat ya…
    setuju banget pak..
    emang sih bukan killer cuma aku emang agak segan sama ‘beliau’ soalnya emang tidak terlalu dekat..
    wah pak pasti tahu, dosen Atma Jaya inisialnya ‘YA’ (semoga dia g buka blog ini, he..)
    he.. tahu kan pak? Mau salam ngga pak?
    ngga,dia ngga killer koq, kemaren salah ketik..(ralat)
    Btw pak, kayaknya pertanyaan saya koq belum dijawab ya…he…
    makasih..
    GBus

    Suka

  20. Nanda Avatar
    Nanda

    pak wiryanto,perkenalan nama saya nanda,minta makalah tentang perencanaan jalan rel.soalnya saya mahasiswa dari riau yang disi referensi buku masih kurang.please ya pak.thanks.

    Suka

  21. wir Avatar
    wir

    **daisy**
    hiya deh, untuk murid-nya pak Yoyong dan pak Ade, bolehlah.

    “gimana kalau diagram interaksi balok ? ”
    lho anda tahu nggak yang dimaksud engan diagram iteraksi, itu khan diagram hubungan P-M, sedangkan di balok khan hanya ada M saja. Jadi gimana itu.

    Untuk balok itu, diagram momen kurvature, yah bolehlah itu. Di bukuku udah tak masukkin belum ya. Itu juga gampang (menurutku).

    “yang lebih menantang dan belum pernah ada..?”
    wah itu bagus, orisinil, kalau begitu bukan lagi S1, itu S3 lho. Gimana ?

    **Nanda**
    dokumen pdf ttg “perencanaan jalan rel” aku belum punya.

    Suka

    1. nailahajar Avatar

      Saya ingin bertanya pak..
      Seperti yang bapak katakan diatas kalau balok hanya ada M saja, bagaimana jika itu balok prategang pak? dimana terdapat gaya prategang itu sendiri, apakah bisa dibuat diagram P-M nya??

      Mohon jawabannya pak,
      Terima Kasih.

      Suka

  22. daisy Avatar
    daisy

    YUp.wah aku musti banyak belajar dan baca lagi, baru tanya sama bapak..
    tapi pasti bisa..(maklum ini lagi idealis-idealisnya pak)..
    doain ya pak biar TA nya maksimal…
    Nanti kalau bingung aku tanya pak lagi..
    Trima kasih pak.. ^_^

    Suka

  23. sofiyuddin Avatar
    sofiyuddin

    Perkenalkan saya sofiyuddin, baru lulus dari UGM tahun 2004 skr saya bekerja di Kontraktor, saya sering menangani proyek tentang perkuatan struktur beton dengan FRP (Fibre Reinfocement Polymer), mungkin pa wir bisa memberikan bantuan untuk info makalah atau buku2 yang membahas soal itu.

    Terima kasih pak….

    Suka

  24. wir Avatar
    wir

    Yah saya sering dengar, salah satunya produk SIKA . Di Internet banyak koq dijumpai makalah-makalah yang membahas hal tersebut (dari judul-judulnya aja lho). Karena terus terang saya sendiri belum pernah ngulik secara langsung.

    Suka

  25. Richard Avatar
    Richard

    Pak wir… klo ga salah merry’01 skripsi nya analisa CFRP kan? carbon fibre reinforcement polymer… bener ga ya? lupa2 inget si… Klo bener mungkin bisa bantu Pak Sofiyuddin

    Suka

  26. wir Avatar
    wir

    Betul Richard, aku tahu produk Sika karena aku ingat pak Ben (Dr.Ir. Benjamin Indrawan, dosen UPH) bawa petunjuknya itu.

    Tapi aku sendiri nggak terlalu perhatian, meskipun mungkin diantara ribuan file-file pdf-ku mungkin ada. Nyarinya itu lho, harus buka satu persatu file-file tersebut karena nama file belum tentu cocok dengan isinya. Jadi menurutku nyari di internet bisa lebih gampang, gitu lho penjelasannya.

    Suka

  27. hendrik Avatar
    hendrik

    Untuk sdr. sofiyuddin…
    Mengenai perkuatan struktur dengan FRP (Fibre Reinfocement Polymer) sempat menjadi pembahasan saya pada saat kerja praktek..

    FRP digunakan pada saat untuk menghindari penggunaan grouting untuk perkuatan struktur beton..

    Yang saya ketahui dari produk sika, ada 2 macam.

    1. Sika wrap (down-load file PDF 99 kb), digunakan untuk memberikan perkuatan balok terhadap kuat geser. Jadi sika wrap ditempel dengan lem khusus (Sikadur) sepanjang sisi samping balok, umumnya hanya pada daerah tumpuan. tebalnya hanya 0.131mm

    2. Sika CarboDur Plates (down-load file PDF 105 kb), digunakan untuk memberikan perkuatan lentur terhadap balok. Berupa plat, dengan penampang, lebar 50 mm, tebal ada yang 1.4 mm dan 1.2 mm. Ditempel disepanjang bagian bawah balok

    Untuk lebih jelasnya, brosur2nya sudah saya kirimkan ke pak wir via e-mail (wir: udah saya link ke atas)
    salam

    Suka

  28. daisy Avatar
    daisy

    Pak Wir,..
    Untuk menguasai baja kira-kira referensinya apa ya? Kalau dosen ku selama ini pakai acuan baja yang dari kanada. Ada tidak buku lain yang bisa bapak rekomendasikan…
    Trimakasih ya pak…

    Suka

  29. wir Avatar
    wir

    kanada dan amerika mirip koq, bahkan ada yang dipakai berdua. Saya juga kebanyakan dari sana koq sedangkan eropa dan inggris nggak terlalu familiar. Padahal katanya juga baik (lebih konservatif). Tapi jepang aja juga banyak ngutip AISC, jadi saya juga ikutan aja.

    Suka

  30. Ageng Fris Avatar
    Ageng Fris

    Pak wir…
    Perkenalkan saya mahasiswa unibraw malang, kapan maen2 k malang Pak?

    saya ingin tanya2 ke bapak. saya sekarang sedang nulis skripsi tentang strut-and-tie model n saya pernah baca di blog bapak, klo g salah bapak pernah ngeluarin buku tentang STM. Saya coba cari d malang belum ada yg jual tuh pak…
    1. Klo boleh minta info kontak person untuk pemesanan buku itu? n brapa harganya? he.he.
    2. STM kan berhubungan dengan trayektori tegangan, bagaimana tjara membuat trayektori n referensi yang bisa digunakan?, seingat saya bapak pernah menyarankan untuk menggunakan ADINA,

    mohon petunjuknya
    sebelumya saya ucapkan trims

    Suka

  31. wir Avatar
    wir

    Buku STM berbahasa Indonesia yang nulis Prof. Harianto Hardjasaputra dari UPH juga. Beliau adalah murid langsung dari pencipta STM tersebut yaitu Prof. Jorgh Schlaich dari Uni Stuggart.

    Tulisan saya tentang STM nebeng pada bukunya Prof. Reineck, yang sekarang nerusin STM di negaranya sana, Jerman (Uni Stuttgart).

    Tulisan saya yang terbaru ttg STM adalah yang akan saya presentasikan di EACEF nanti, yaitu perbandingan pemakaian STM dan FEA (Abaqus) utk perencanaan transfer-wall di proyek “Kota Kasablanca”, Jakarta.

    O ya, kalau anda serius mendalami STM maka konferensi internasional EACEF di UPH besok tanggal 26-27 September 2007 , itu wajib hukumnya. Akan datang tiga (3) profesor dari Jerman, salah satunya itu ya Prof. Reineck muridnya pencipta STM dan juga ketua tim perumusan STM di ACI USA. Jadi mulai sekarang nabung gitu.

    Ttg trajektori bisa digunakan program komputer Adina atau Abaqus atau Ansys. Pokoknya program fea yang sekelas itu.

    Suka

  32. Herman Widjaja Avatar
    Herman Widjaja

    Pak Wiryanto, saat ini saya sedang mempelajari Analisa Non Linier, mohon bantuannya untuk mendapatkan bahannya (FEMA, ATC, LITERATUR) dalam bentuk PDF agar dapat saya dowl load.
    Trimakasih.

    Suka

  33. wir Avatar
    wir

    silahkan pelajari artikel saya di
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/16/menghadapi-bahaya-gempa/
    dan ikuti link-nya. Cukup lengkap sih untuk mengenal FEMA dsb-nya.

    Suka

  34. Doddy Indrawan Avatar
    Doddy Indrawan

    Saya salah satu penggemar Bapak, karena saya suka membaca buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000” karangan Bapak, mulai dari versi lama hingga versi yang terbaru (cover merah).

    Tapi dari versi lama hingga yang terbaru, Bapak belum mengulas cara rekayasa konstruksi bangunan gedung 3D lengkap, jadi ada gabungan antara desain balok dan baja, dan bagaimana jika ada balok anak di buku Bapak kalau tak salah (karena pada saat menulis ini saya tidak bawa buku bapak) balok anak dibuat tumpuan spring, tapi bapak belum mengulasnya secara jelas jika digabungkan menjadi struktur 3D), tolong kalau ada versi buku yang lebih baru lagi diulas ya Pak…

    Saya salut dengan pak Wiryanto karena suka bagi-bagi ilmu….salut!!! Jempolan!

    Saya lulusan fresh graduate dari universitas di Semarang.

    Suka

  35. Andy Prabowo Avatar
    Andy Prabowo

    Sorry lho pak wir kalo saya kebanyakan nanya… namanya juga mhs dan bpk kan dosen,hehe…
    oya pak ada yang terlupa kalo di SAP cara mengetahui perilaku join bagaimana??? bisa tidak kita melihat detil joint itu?? oya pak kalo membandingkan EBF dan shear wall dari apanya pak?? variabel yg saya bandingkan apa?? atau saya membandingkan dari hasil desainnya??
    Thanks.

    Suka

  36. wir Avatar
    wir

    @Dody:

    konstruksi bangunan gedung 3D lengkap

    Untuk jadi buku maka topik itu rasanya tidak menarik. Kenapa ? Karena terlalu spesifik, yang butuh hanya tertentu aja. Padahal jika jumlah halaman sedikit, nggak tertampung, tetapi jika jumlah halaman banyak, bukunya tebal, mahal, jadi nggak ada yang beli.

    Disebut spesifik karena konfigurasi bangunan gedung bisa bermacam-macam, tergantung proyek, sedangkan isi buku hanya dapat mencakup satu konfigurasi aja. Quantity banyak tetapi qualitity biasa aja, nggak ada yang unik. Jadi cocoknya itu adalah Laporan Perencanaan Struktur suatu Proyek tertentu, untuk diberikan ke owner bukan dibuat jadi buku.

    @Andy:
    Detail joint tidak digambarkan (diinputkan) secara detail dalam SAP. Kalau mau seperti itu, pakai program ABAQUS atau ANSYS atau sejenisnya.
    Perbandingan yang dimaksud, bisa saja drift rasio, yaitu dengan kekakuan tertentu (persyaratan lendutan lateral tertentu terhadap gempa) berapa volume baja atau beton yang diperlukan. Atau dibalik, dengan base-shear yang sama berapa kekakuan lateralnya. Detailnya, tanya dosen anda lha.

    Suka

  37. andri Avatar
    andri

    Salam kenal Pak ?
    Pak Wir di mana saya bisa dapat buku-buku Bapak ?
    di Gramedia nggak bisa saya temukan ? Apa kebetulan habis, atau saya kurang teliti mencarinya.
    Terima kasih.

    Suka

  38. wir Avatar
    wir

    anda di kota mana ?

    Kalau jabodetabek mestinya masih banyak ya, kemarin lusa saya main ke Gramedia Mal Metropolitan Bekasi, disana masih ada buku SAP2000 – EDISI BARU sebanyak 12 buah lho.

    Biasanya Gramedia Matraman juga lebih banyak. Kalau anda di daerah, mungkin saja, tempo hari ada kabar di kota Padang, toko bukunya hanya punya stock 5 buah. Jadi ya cepet habis. 🙂

    Untuk mencarinya, coba pakai komputer data-base-nya, cukup teliti koq, kecuali kalau tinggal satu, di komputer ada, tapi di rak-nya nggak ada. Kata kunci pakai pengarang : Wiryanto Dewobroto. Biasanya kalau saya main ke toko buku, saya chek pakai itu, cocok koq antara komputer dan rak-nya. Jadi tahu kalau habis atau masih ada stock. Kalau bukunya habis, pengarangnya seneng tapi yang akan beli kecewa. He, he, … 😀

    Gitu mas.

    Note : kalau buku-buku saya yang lama, udah pada habis sih. Laris, tapi belum kayak pisang goreng, katanya.

    Suka

  39. Khobul Avatar
    Khobul

    Salam pak wir..!
    Pak bukunya yang berjudul Aplikasi Rekayasa ….edisi 1 susah lho nyarinya di jogja, mungkin saking larisnya ya?
    Saya ingin pesan harus ke mana ya?
    Saya sudah coba ke kantor cabang penerbitnya di jogja tapi gak ada!
    Kalau buku edisi ke-2 saya dah beli!

    Oh Ya pak ada yang ingin saya tanyakan mengenai pemberian beban di sap.
    Jika kita ingin memberikan beban gravitasi secara manual pada komponen balok dan kolom dalam hal ini beban matinya, apakah koef. 1 pada self weigh multiplier untuk Dead load atau faktor penghitung berat sendiri harus dimatikan? bagaimana jika tidak? apakah beban yang didistribusikan menjadi 2 x berat sendiri sehingga mengakibatkan over load?

    Thank’s ya pak atas arahannya!!!

    Suka

  40. wir Avatar
    wir

    sdr Khobul,

    Fungsi koef pada self weight multiplier akan mudah dipahami jika anda membikin suatu studi kasus. Itu ada hubungannya dengan luas penampang dan berat jenis material yang digunakan.

    Coba buat balok sederhana di atas dua perletakan, pakai penampang persegi (buat otomatis) lalu bandingkan dengan hitungan manual bila koef =1 atau koef=0.

    Gitu mas.

    Note: kayaknya dibukuku udah ada contohnya.

    Suka

  41. Hartanto Wibowo Avatar
    Hartanto Wibowo

    Untuk Sdr. Khobul,

    Mungkin untuk lbh praktisnya, jawabannya adalah IYA. Jika Anda memasukkan berat sendiri struktur secara manual (pada suatu load case tertentu), maka Anda harus memberikan nilai self weight multiplier pada dead load sebagai 0 (nol). Hal ini perlu untuk mencegah program menghitung efek berat sendiri secara dobel.
    Mungkin ini dapat sedikit membantu.

    Salam,
    H.W.

    Suka

  42. theli Avatar
    theli

    halloooo….pak Wir !!!
    saya theli…pak, saya baru bekerja…
    tempat saya kerja banyak membangun baliho dan bando…juga ada billboard…
    pak wir, saya minta saran-saran dan tata cara perhitungan rangka batang struktur baliho…
    pak Wir!!! tolong kasi tau file PDF yang mana membahas tentang analisa rangka, terutama tentang analisa rangka baliho ….
    please ya pak!!!
    thax pak Wir

    Suka

  43. wir Avatar
    wir

    sdr Theli,
    Terus terang saya kaget dengan pertanyaan anda. Akhirnya agar berpikiran positip maka saya perlu tahu baliho atau bando macam mana yang Theli maksud. Mungkin istimewa (tidak sama dengan yang dijalan-jalan).

    Jika baliho atau bando yang ‘biasa’ aja tentunya sebagai Sarjana Teknik Sipil mestinya sudah ‘bisa’. Karena kalau tidak bisa, lalu apa beda kompetensi dengan sarjana yang lain. 😦

    Kenapa saya ngomong begini, karena kadang-kandang dalam pengajaran mekanika teknik, pengajaran struktur baja atau pengajaran struktur beton, saya sering memberi illustrasi bagaimana menghitung / mendesain struktur-struktur sederhana.

    Menurut saya, baliho dan bando tergolong struktur-struktur sederhana. Paling-paling anda harus hati-hati mendefinisikan beban angin atau gempa yang akan dipakai.

    Suka

  44. freddy sibarani Avatar
    freddy sibarani

    salam pak wir..
    salam kenal dari saya.
    saya seorang mahasiswa teknik sipil disalah satu PTS dibandung.
    nama saya Freddy.S.
    sekarang ini saya mempunyai kesulitan mengenai judul tugas akhir (skripsi) dibidang konstruksi..
    jika bapak tidak keberatan saya mohon bantuan bapak judul apa yang bisa saya peroleh..
    bebrapa waktu yang lalu yang mempunyai judul dibidang jalan raya dan transportasi tapi ketika di presentasikan kepada dosen beliau tidak setuju, sehingga saya mempunyai keinginan untuk mencoba dibidang yang lain…
    untuk itu saya mohon dengan sangat bantuannya..
    mohon maaf jika permohonan saya ini mengganggu waktu bapak..
    terima kasih atas perhatiaannya…

    wasalam….

    Suka

  45. wir Avatar
    wir

    Pertanyaan anda “untuk minta judul” tidak menyelesaikan permasalahan.

    Anda harus mencari penyebab mengapa presentasi anda ditolak oleh dosen anda.

    Apa karena topik tidak sesuai dengan keahlian beliau atau karena permasalahan yang akan anda teliti tidak jelas.

    Jadi menurut saya tidak sekedar judul, yang bisa apa saja asalkan anda bisa menjelaskan alasan-alasan secara logis dan ilmiah secara baik.

    Begitu saran saya.

    Note : kelihatannya anda sudah bertanya hal yang sama sebelumnya, untuk itu silahkan lihat artikel di link yang saya berikan

    Suka

  46. Khobul Avatar
    Khobul

    Salam pak wir!!

    Thank’s atas penjelasannya, pak! Makasih juga buat sdr. HW yang memberi dukungan.
    Ada lagi loh pak yang ingin saya tanyakan, boleh ya pak? Maaf merepotkan !!

    1. Saya ingin tanya mengenai perbedaan pusat rotasi dan pusat kekakuan. Di SNI 1726 sudah dijelaskan bahwa pusat kekakuan bukan merupakan pusat rotasi mengenai perbedaannya tetapi dari contoh-contoh yang saya dapatkan kebanyakan tetap menggunakan pusat kekakuan (CR) dalam perhitungan struktur. SNI tidak menjabarkan tata cara menghitung pusat rotasi. Dalam peraturan lain misal UBC 94 dipaparkan rumusnya tetapi saya kesulitan memahaminya. Mohon penjelasannya?

    2. Pertimbangan retak dalam perhitungan struktur pada buku (Prof. Wiratman-ITS Press) harus diperhitungkan untuk balok dan kolom. Aplikasinya pada SAP 2000 apakah koef. atau faktor pengalinya dimasukkan di option set modifier-dalam define frame section masing-masing balok / kolom? Terima kasih pak!

    Suka

  47. khobul Avatar
    khobul

    Siang pak!!
    Maaf pak saya mau meralat isi pertanyaan no 2, maksud saya pada buku nya Rachmat Purwono, dkk. Pak Wiratman yang memberikan pengantarnya. Maaf ya pak Rachmat!

    Suka

  48. saleh Avatar

    Halo pak wir..

    Saya mau tanya pak!

    Saya pernah menghitung struktur bangunan sudah “jadi” awalnya seperti ini pak wir! Ada proyek pembangunan asrama mahasiswa 2 lantai di kota saya. “Proyeknya” Lagi berjalan dan hampir selesai mendekati 75 % dari keseluruhan tersebut. tapi perhitungan stukturnya belum ada, nah..! untuk melengkapi “persyaratan” proyek, saya diminta pihak perencana menghitung strukturnya.

    Saya menghitung menggunakan SAP2000 dengan 3 D, dengan bentuk sama persis strukturnya. Setelah dihitung hasilnya ada dimensi balok tidak memenuhi strandart (0/S) SAP2000, ukuran dimensi balok tersebut 25/30 cm panjang balok tersebut 8 meter ditengahnya ada balok anak dengan dimensi yang sama. Beban yang saya ambil untuk dinding 250 kg/m’ dengan ketinggian 4 m, beban trapesium plat lantai + penggantung + keramik 350 kg/m2 beban hidup 250 kg / m2, kekuatan reduksi sesuai SKSNI. Kombinasi beban 1.2 DL + 1.6 LL. Dengan kualitas beton saya anggap hanya memakai K 125 karena pihak kontraktor tidak ada test uji beton.

    Yang jadi pertanyaan saya. Ternyata di lapangan bangunan itu masih berdiri kokoh tanpa ada mengalami retak, kalau saya perhatikan balok hanya mengalami lendutan di tengah persis di perpotongan balok ada sekitas 1 cm -1.5 cm, apakah sap 2000 terlalu “hati-hati” didalam mendesign perhitungan sehingga struktur yang masih “relatif” aman tapi sap 2000 menganggap tidak aman karna melihat fakta di lapangan bangunan masih berdiri kokoh tanpa ada retak.

    Padahal bangunan tersebut pada saat diresmikan oleh pihak pemda banyak yang masuk kedalam bangunan tersebut dalam arti beban hidup 250 kg/m2 sudah terpenuhi.

    pak Wir saya minta tanggapannya tentang kasus ini terima kasih banyak pak…..

    Suka

  49. wir Avatar
    wir

    Sdr Saleh,

    Sebelum menjawab pertanyaan anda secara detail, marilah kita mencoba mengingat kembali kejadian gempa yang baru saya melanda kota Yogyakarta tempo hari.

    Banyakkah korban yang berjatuhan ? Mengapa itu bisa terjadi ?

    Itu bisa terjadi karena pelaku yang membangun rumah-rumah yang hancur tersebut mempunyai keyakinan yang sama dengan pendapat anda. “Ternyata yang nggak ada hitungan-nyapun ternyata tidak apa-apa, tidak ada yang retak !. Jadi program SAP2000-nya yang nggak bisa dipercaya”.

    Pendapat yang sama juga ada pada pelaku-pelaku kontruksi tradisionil. Para tukang-tukang, bahkan pemborong-pemborong bangunan. Karena pengalamannya dengan keberhasilannya membangun, maka untuk selanjutnya mereka membangun dengan feeling (tanpa hitungan). Asumsinya, toh selama ini tetap berdiri, bahkan untuk yang di Yogyakarta tersebut sudah banyak yang berdiri puluhan tahun dan aman-aman saja. Sampai kejadian itu terjadi.

    Jadi kalau begitu kita ngitung untuk apa pak, jika nggak retak ! (tampang lugu). Kalau begitu structural engineer nggak penting ya. (tampang sinis).

    Hal-hal seperti itu pulalah yang kadang-kadang membuat saya menolak untuk menghitung rumah tinggal, atau bangunan sederhana lainnya.

    Masalahnya sebenarnya sederhana. Gimana pak Wir ?

    Begini. Kita mengetahui bahwa elemen-elemen pendukung bangunan pada dasarnya mempunyai kekuatan atau ketahanan tertentu. Misalnya, merubuhkan tembok dengan tangan telanjang, susah bukan ! Padahal rumah atau bangunan asrama pada umumnya banyak terdiri dari tembok-tembok pemisah. Jadi keberadaannya tentu saja akan menyumbang kekuatan bangunan tersebut khususnya terhadap pembebanan vertikal (dalam skala tertentu juga horizontal).

    Selanjutnya ketika anda menganalisanya dengan program SAP2000 maka tentunya anda akan mencoba menangkap model struktur dari bangunan real tersebut bukan. Bagaimana sekarang model struktur yang anda buat. Anda bilang sekarang dinding sebagai beban, apa betul seperti itu. Akibat strategi pelaksanaan maka bisa saja dinding bukan sebagai beban tetapi sebagai penahan beban. Jika dinding dipasang, baru kemudian balok beton dipasang diatasnya, maka jelas dinding itu bukan beban tetapi tumpuan bagi balok.

    Padahal pemodelan di SAP2000 tidak menganggap sebagai tumpuan, dianggapnya sebagai portal.

    Cara pemodelan dan pelaksanaan yang berbeda tersebut jelas akan menghasilkan keluaran program SAP2000 yang tidak valid untuk mengevaluasi bangunan yang anda bilang aman tersebut.

    Juga untuk struktur-struktur sederhana, karena mungkin ukurannya yang relatif tidak berbentang lebar, juga bebannya relatif ringan. Maka dengan memakai detail yang relatif minimumpun akan tetap dihasilkan kemampuan yang memadai (nggak perlu hitungan civil engineer). Bahkan untuk beban-beban yang standar, karena bebannya yang ringan maka nggak perlu struktur betonpun bangunan tersebut sebenarnya bisa berdiri (pakai tembok batu bata), maka jika ada struktur betonnya pasti akan lebih baik.

    Yang terakhir, jika ternyata struktur real dalam kenyataan bisa berdiri dengan baik, sedangkan hasil analisis saudara menyatakan seharusnya rusak, maka jelas bahwa pemodelan struktur yang anda gunakan untuk mengevaluasi struktur real tersebut belum tepat. 😦

    Anda perlu belajar lagi dong. 😀

    Suka

  50. badaruddin Avatar
    badaruddin

    Pak Saleh,

    Sedikit menambahkan, perlu anda ketahui bahwa pada saat design penampang struktur ada faktor safety yang anda maksudkan yaitu :

    1.kombinasi pembebanan beban mati anda kalikan 1.2 sementara beban hidup anda kalikan 1.6, pada saat peresmian apakah beban yang terjadi melapaui kombinasi pembebanan ini?

    2. nilai kuat karakteristik beton yang anda gunakan merupakan asumsi yang anda buat sendiri yang nilainya belum tentu demikian bisa jadi lebih besar.

    3. Saat menghitung kapasitas momen serta geser dari beton nilai kuat tekan karakteristiknya dikalikan dengan faktor reduksi.

    Jadi saya setuju dengan mas wir, bahwa perlu belajar lagi dalam memodelkan struktur.

    Suka

Tinggalkan Balasan