publikasi


Anda tentu juga tahu : apa itu dosen ?.Tentu, yaitu orang yang bekerja sebagai pengajar di perguruan tinggi atau akademi. Jadi kata kuncinya adalah pengajar atau yang kerjanya mengajar, dengan demikian dapat dipahami jika masyarakat awam menganggap bahwa dosen yang dapat mengajar ke sana ke mari di sejumlah perguruan tinggi yang berbeda-beda adalah dosen yang hebat. Dianggap dosen tersebut ‘laku’ dimana-mana. Anggapan tersebut tentu tidak semuanya salah tetapi juga tidak selalu benar. Tapi kalau asal berpendapat seperti itu, dan menganggap bahwa mengajar kemana-mana adalah suatu kondisi yang ideal bagi seorang dosen maka apa bedanya dengan guru (honorer) , yang terpaksa harus mengajar kesana-kemari untuk sekedar menambah lauk pauk atau periuk nasinya.

Mungkin hanya sedikit masyarakat awam yang tahu bahwa selain mengajar, maka dosen diharapkan juga untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan menjadikannya itu sebagai tiga tugas pokok seorang dosen yang ideal, yang terkenal dengan sebutan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Riset dan pengkajian yang bermuara pada dihasilkannya karya tulis ilmiah merupakan kegiatan sehari-hari yang menantang, menyenangkan, dan menawarkan tamasya intelektual yang mengasyikkan bagi dosen.
Dedi Supriadi (1997)

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, penulis menyadari bahwa profesinya sebagai dosen yang telah ditekuni saat ini telah menjadi suatu panggilan hidup, atau suatu rahmat yang telah Tuhan berikan. Dengan demikian maka Tri Dharma Perguruan Tinggi diusahakan selalu.

Selanjutnya halaman ini akan menyajikan daftar tulisan dibuat berdasarkan penelitian atau pemikiran yang telah dilakukan selama ini.

Kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualitas-nya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seseorang. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat.
Dedi Supriadi (1997)

Semoga berguna.

Journal Articles
  1. Wiryanto Dewobroto, Lanny Hidayat and Yeltsin.(2015).”A chart-based method for steel beam designs using the Indonesian section”, Procedia Engineering 125 ( 2015 ) 857 – 864, vailable online at www.sciencedirect.com
  2. Wiryanto Dewobroto dan Hendrik Wijaya, (2012). “Pengaruh Pemakaian Baut Mutu Tinggi dan Baut Biasa terhadap Kinerja Sistem Sambungan dengan Ring-Khusus-Beralur”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 19/2, Agustus 2012 (Terakreditasi SK No.56/DIKTI/Kep/2012), Institut Teknologi Bandung, Bandung (abstrak, makalah lengkap)
  3. Wiryanto Dewobroto, Sahari Besari. (2009). “Distorsi Sambungan Baut akibat Curling dan Pencegahannya – Studi Kasus Sambungan Pelat Tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal”, Jurnal Teknik Sipil ITB, Edisi Vol. 16/2, Agustus 2009, Institut Teknologi Bandung (abstrak , makalah lengkap)
  4. Hendrik Wijaya, Wiryanto Dewobroto. (2008). “Penggunaan Washer Khusus (Besar) pada Sambungan Baja Cold-formed”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 15/3, Desember 2008, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load 467 kb)
  5. Wiryanto Dewobroto. (2005b). “Analisa Inelastis Portal – Dinding Pengisi dengan Equivalent Diagonal Strut”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 12 / 4, Oktober 05, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load PDF 358 kb)
  6. Dewobroto, W. (2005a). “Strategi Pembelajaran Era Digital : Usulan Skenario Dalam Menyambut Transformasi UPH Sebagai Kampus Digital”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun ke-11, No. 056, September 2005, Badan Penelitian dan Pengembangan, DEPDIKNAS, Jakarta (read …)
  7. Hardjasaputra, H., Dewobroto, W., Setiawan, F. (2005). “Proyek Tangki Air dari Semen-Pasir-Bambu di Mesjid Al-Ikhlas, Binong ,Tangerang”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.2 No.1 Januari 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 324 kb)
  8. Dewobroto, W. (2004c). “Perancangan Balok Beton Bertulang dengan SAP2000”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.1 No.2 Juli 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 323 kb)
  9. Dewobroto, W. (2004b). “TINJAUAN TATA CARA PERANCANGAN TORSI TERBARU pada BALOK BETON , Studi Kasus: Struktur Canopy dengan Torsi Keseimbangan”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.1 No.1 Jan.2004, Universitas Pelita Harapan, Banten.
  10. Dewobroto, W. (2004a). “Lebih Dekat dengan Kampus Uni-Stuttgart di Kota Asal Mercedes Benz”, Majalah PELITA HARAPAN , Volume III/1, Jan.-Maret 04. (read …. or down-load PDF 184 kb)
Presentations / proceeding
  1. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Kajian Teknologi Analisa Struktur dalam Perancangan dan Evaluasi Struktur Jembatan“, Invited Speaker pada Seminar Nasional Teknik Sipil oleh HMJ Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Gedung Sasana Budaya UM, Kamis, 9 Oktober 2014. (download paper 27 halaman, ukuran 9691 kb)
  2. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Rekayasa Komputer dalam Analisis dan Desain Struktur Baja Studi Kasus Direct Analysis Method (AISC 2010) – Bagian I : Latar belakang teori” dan Bagian II : Aplikasi“, Invited Speaker pada Seminar dan Lokakarya Rekayasa Struktur, Jumat 4 Juli 2014, Ruang W 304, Gd. Radius Prawiro, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya – 60236. Ini materinya dari server di Petra.
  3. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Peran KOMPETISI dalam pendidikan untuk meluluskan insinyur yang tangguh“, Invited Speaker pada Workshop Peningkatan Daya Saing dalam Kompetisi Internasional Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, di R. Sidang JS Gedung A Lt.2, Sabtu 10 Mei 2014
  4. Wiryanto Dewobroto.(2013). “Kajian Teknologi Analisa Struktur dalam Perancangan dan Evaluasi Struktur Jembatan”, Invited Paper pada Focus Group Discussion, dalam rangka kegiatan Litbang Penyusunan Naskah llmiah Teknologi Bangunan Atas Jembatan Bentang Panjang, Puslitbang Jalan dan Jembatan, Bandung, 26 Agustus 2013
  5. Wiryanto Dewobroto .(2012). “Revitalisasi Kayu sebagai Bahan Material Konstruksi  Melalui Riset dan Pengajaran”, Seminar Nasional DTP-2012, FDTP, UPH, Karawaci, 29 Nov. 2012
  6. Wiryanto Dewobroto. (2012). “Peran Simulasi Numerik pada Kesuksesan Uji Eksperimen, Studi Kasus : Penelitian Eksperimental di Jurusan Teknik Sipil UPH”, Invited Speaker di Seminar Nasional “Professional Software Implementation for Civil Engineers”, CEW 2012, UPH, 15 Okt. 2012, Karawaci
  7. Wiryanto Dewobroto.(2012).“Menyongsong Era Pembangunan Gedung Super-Tinggi dan Mega-Tinggi di Indonesia”, Invited Speaker pada Kuliah Umum “Permasalahan & Solusi pada Struktur Gedung Tinggi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan, Batam, Sabtu 9 Juni 2012. Klik untuk mendapatkan materinya dalam bentuk *.PDF.
  8. Wiryanto Dewobroto .(2012).“Menyongsong Era Pembangunan Gedung Super-Tinggi dan Mega-Tinggi di Indonesia”, Invited Speaker pada Seminar Nasional “Gedung Super Tinggi“, Kamis 31 Mei 2012, Aula Hj. Darlina Julius UPI YAI, Ged. Psikologi Lt.10, Jl. Diponegoro 74 Jakarta Pusat
  9. Wiryanto Dewobroto .(2012).“Menyongsong Era Bangunan Tinggi dan Bentang Panjang – Bagian I : Tinggi, Super-tinggi dan Mega-tinggi”,  Invited Speaker pada di Civil Engineering’s Day 2012, UAJY, Yogyakarta, Rabu, 9 Mei 2012
  10. Hendrik Wijaya dan Wiryanto Dewobroto.(2011). “Perilaku Mekanik Sambungan Baut Mutu Tinggi Dengan Sistem Injeksi Filler”, Prosiding Konferensi Nasional Pascasarjana Teknik Sipil (KNPTS) 2011, Program Studi Magister dan Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Kampus ITB, 20 Desember 2011, download paper 504 kb  – meraih The Best Paper Award untuk kategori penelitian bidang struktur / material yang telah diselesaikan. Download dari server ITB.
  11. Wiryanto Dewobroto1 dan Wawan Chendrawan.(2011). “Pengaruh Pemodelan dan Analisis pada Perilaku Struktur Kaca terhadap Tekanan Angin”, Seminar Nasional-1 BMPTTSSI – KoNTekS 5, Universitas Sumatera Utara, Medan – 14 Oktober 2011, download paper 1545 kb.
  12. Wiryanto Dewobroto. (2011).”The EFFECT of STRUCTURAL MODELLING on THE ANALYSIS of P-DELTA EFFECT – Case study: second-order analysis by a commercial computer program, SAP2000″, The 3rd International Conference of European Asian Civil Engineering Forum (EACEF), 20-22 September 2011, at University of Atma Jaya Yogyakarta , Indonesia , download paper 286 kb and presentation 216 kb.
  13. Wiryanto Dewobroto (2011). “Era Baru Perancangan Struktur Baja berbasis Komputer memakai Direct Analysis Method – AISC 2010”, Seminar Nasional Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), 26-27 Juli 2011, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, download paper 0.5 Mb dan presentasi 1.0 Mb
  14. Wiryanto Dewobroto. (2011).”Prospek dan Kendala pada Pemakaian Material Baja untuk Konstruksi Bangunan di Indonesia”, Invited Speaker pada Seminar & Exhibition “Future Prospects of Steel for Construction in Indonesia”, by PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk and Nippon Steel Corporation, at Gran Melia Hotel, Jakarta, 7 April 2011 (download PDF 10.3 Mb)
  15. Wiryanto Dewobroto  dan Wawan Chendrawan. (2010) “Resiko Otomatisasi Komputer pada Perancangan Struktur – Studi Kasus : Analisis dan Desain Struktur Balok Baja”, Seminar HAKI 2010, Hotel Borobudur, Jakarta , 4 Agustus 2010, (download PDF 536 kb)
  16. Wiryanto Dewobroto .(2010). “Dampak Pemakaian ‘Design Preference’ pada Rancangan Struktur – Studi Kasus : Analisis dan Design Balok Baja memakai SAP2000 versi 11.0”, Seminar KonTekS-4, kolaborasi bersama Universitas Udayana, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Wisma Wisata Werdhapura, Sanur, Bali, 2-3 Juni 2010, (download PDF 126 kb)
  17. Wiryanto Dewobroto, Paulus Kartawijaya and Sahari Besari .(2009). “Effect of Geometry Washer to The Behavior of  Sheet Steel Connection with Pre-Tensioned Bolts”, 7th Asia Pasific Structural Engineering and Construction Conference 2009 (APSEC 2009) and 2nd European Asian Civil Engineering Forum 2009 (EACEF 2009), Awana Porto Malai Langkawi, Malaysia, 4-6 August 2009
  18. Wiryanto Dewobroto dan Sahari Besari.(2009). “Fenomena Curling Pelat Sambungan dan Jumlah Baut Minimum – Studi Kasus : Sambungan Pelat tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal”, Seminar Nasional: Perkembangan Mutakhir Pemanfaatan Material Baja dalam Industri Konstruksi Universitas Katolik Parahyangan – Fakultas Teknik Jurusan Sipil, 17-18 Juli 2009  (download PDF 1.73 Mb)
  19. Dewobroto, W. (2009). “Pentingnya Verifikasi Simulasi Numerik dengan Uji Empiris. Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru Pelat Tipis dengan Washer Khusus”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci
  20. Wijaya, H. dan W. Dewobroto. (2009). “Slip Kritis pada Sambungan Pelat Baja Cold-Formed (Tipis) dengan Manipulasi Ketebalan Pelat”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7 Mei 2009
  21. Langitan, F.A., H. Hardjasaputra, W. Dewobroto dan Merryana. (2009). “Penggunaan Carbon Fibre pada Struktur Beton Berdasarkan Perancangan dengan Strut-and-Tie Model”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7/5/ 2009
  22. Darwanto, W. Dewobroto, H. Hardjasaputra. (2009). “Pengaruh Penggunaan Serat Aluminum Limbah (berlapis / coating) pada Kuat Geser Balok Beton Mutu Tinggi”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7/5/ 2009
  23. Dewobroto, W., “Insinyur perlu Menulis Publikasi”, Invited speaker pada Workshop Penulis Muda yang diselenggarakan Forum Anggota Muda – Persatuan Insinyur Indonesia , Sabtu 17 Januari 2009, di Kantor Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Jl Halimun No.39, Jakarta (down-load paper 374 kb)
  24. Dewobroto, W., Paulus Kartawijaya and Sahari Besari, “Signifikasi Simulasi Numerik Berbasis Komputer pada Riset Orisinil – Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru Pelat Tipis dengan Washer Khusus”, Simposium Nasional RAPI VII, Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Surakarta, Surakarta, 18 Desember 2008 (download PDF 431 kb)
  25. Dewobroto, W.,”Workshop SAP2000″, Invited speaker pada Civil Engineering Week 2008 oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UPH, Lippo Karawaci, 20 Februari 2008
  26. Dewobroto, W., Pentingnya Penguasaan Aplikasi Komputer Rekayasa bagi Sarjana Teknik Sipil, Sekarang dan Masa Depan, Invited speaker pada Seminar dan Pelatihan SAP2000, Unisma Bekasi, 23 November 2007 (report)
  27. Dewobroto, W., Sugeng Wijanto, Toto Ismintarto. (2007). “THE APPLICATION of STM (BASED on ACI 318-02) and FEA for THE DESIGN of STRUCTURAL TRANSFER-WALL – Case study : ‘Kota Kasablanka’ Mixed Use Project, Jakarta”, EACEF – The 1st International Conference of European Asian Civil Engineering Forum, Civil Engineering Department, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Indonesia, 26-27 Sept. 2007, (down load paper 378 kb) – English version paper
  28. Dewobroto, W. (2007b). “BLOG : Media Pembelajaran di Era Kampus Digital”, Temu Ilmiah Nasional Dosen Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Jakarta, 29 Agustus 2007 (down-load paper 347 kb)
  29. Dewobroto, W. (2007a). “STRUKTUR JEMBATAN TERINGAN dan TERKUAT (TERKOKOH) – Studi kasus : Jembatan Model UPH pada KJBI 2005 dan KJI 2006”, seminar “Research and Education in Engineering for Prospected Technology – National Conference on Prospected Technology 2007 (NCPT 2007)”, Universitas Maranatha, 24-25 Agustus 2007, Bandung (down-load paper 199 kb)
  30. Dewobroto, W.(2006c). “Metode s.t.m untuk Perencanaan Struktur Transfer-Wall Proyek ‘Kota Kasablanka’ Jakarta”, seminar “The 2nd National Civil Engineering Conference”. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Unika Soegijapranata, Semarang, 20 – 21 Desember 2006 (down-load paper PDF 160 kb)
  31. Dewobroto, W. (2006b). “Ilmu Rekayasa Klasik Sarana Menguasai Program Aplikasi Rekayasa – Studi Kasus: Mekanika Teknik Klasik dan Program SAP2000”, Pembicara Utama dalam Seminar di Pameran Buku Konstruksi Indonesia 2006, R. Sapta Taruna, Gd. Utama Departemen Pekerjaan Umum, Jl. Pattimura 20, Sabtu, 2 Desember 2006 (down-load paper PDF 883 kb dan presentasi 1,620 kb)
  32. Beta Patrianto dan Wiryanto Dewobroto. (2006). “Evaluasi Metode Perencanaan Batang Aksial Murni SNI-03-1729-2000 dan AISC-LRFD”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice , Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kristen PETRA (down-load PDF)
  33. Ranny Anita dan Wiryanto Dewobroto. (2006).“Strategi Analisis Struktur dengan Kabel Prategang memakai SAP2000”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice, Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kriten PETRA (down-load PDF)
  34. Dewobroto, W., Sahari Besari dan Bambang Suryoatmono. (2006). “Perlunya Pembelajaran Baja Cold-Formed dalam Kurikulum Konstruksi Baja di Indonesia” , prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 619 kb)
  35. Dewobroto, W.(2006a). “Pemrograman sebagai Sarana Pembelajaran Rekayasa”, prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 398 kb)
  36. Dewobroto, W., dan Sahari Besari. (2006). “Simulasi Numerik Berbasis Komputer sebagai Solusi Pencegah Bahaya akibat Kegagalan Bangunan”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Kegagalan Bangunan, Solusi dan Pencegahannya, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Rabu 3 Mei 2006 (down-load PDF 771 kb)
  37. Dewobroto, W.(2005d). “Strategi Penyelesaian Numerik Berbasis Komputer Analisis Lentur Ultimate Penampang Beton (Model Tegangan Parabolik PCA)”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Teknologi II, Universitas Teknologi Yogyakarta, 10 December 2005 (down-load PDF 280 kb)
  38. Dewobroto, W. (2005c). “Masih perlukah mempelajari Mekanika Teknik Klasik dalam Era Serba Komputer ?”, Presentation and Proceeding at the Lokakarya Pengajaran Konstruksi Beton dan Mekanika Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 13-14 July 2005. (down-load PDF 180 kb)
  39. Dewobroto, W. (2005b). “Evaluasi Kinerja Struktur Baja Tahan Gempa dengan Analisa Pushover”, Presentation and Proceeding at the Civil Engineering National Conference Sustainability Construction & Structural Engineering Based on Professionalism, Unika Soegijapranata, Semarang, 17-18 Juni 2005 (down-load PDF 784 kb)
  40. Dewobroto, W. (2005a). “Simulasi Keruntuhan Balok Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan ADINA TM”, Proceeding at the Seminar Nasional Rekayasa Material dan Konstruksi Beton 2005, Jurusan Teknik Sipil – ITENAS, Bandung, Sabtu, 4 June 05. (down-load PDF 453 kb)
  41. Katili, I., Dewobroto, W. (1998). “Analisa Non-linear pada Rangka Batang Ruang dengan Metode Elemen Hingga”, Presentasi dan Prosiding Seminar FTUI Depok : Quality in Research, 4-7 Agustus 1998, ISBN 979-8427-17-3
Books
  1. Wiryanto Dewobroto.(2016).”Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010 : Edisi ke-2“, Penerbit Jurusan Teknik Sipil UPH, Tangerang
  2. Wiryanto Dewobroto. (2015).”Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010“, LUMINA Press, Jakarta
  3. Wiryanto Dewobroto, Lanny Hidayat dan Herry Vaza.(2013).”Bridge Engineering in Indonesia”, in : Chapter 21 of the Handbook of International Bridge Engineering by Wai-Fah Chen , Lian Duan, CRC Press (release October 11, 2013). Download Chapter 21 di atas dari situs resminya di http://www.crcnetbase.com/doi/abs/10.1201/b15520-22.
  4. Wiryanto Dewobroto.(2013).”Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000“, LUMINA Press, Jakarta
  5. Wiryanto Dewobroto . (2007). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 – EDISI BARU“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  6. Wiryanto Dewobroto. (2005). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 : Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  7. Wiryanto Dewobroto . (2004). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  8. Wiryanto Dewobroto. (2003). “Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6.0“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  9. Dewobroto, W.; Reineck, K.-H. (2002). “Beam with indirect support and loading”, in: Reineck, K.-H. (2002): (Editor): Examples for the Design of Structural Concrete with Strut-and-Tie Models, ACI SP-208 (2002), ACI, Farmington Hills, MI, 145-161.

Pustaka

Dedi Supriadi .(1997). “Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia”, Penerbit PT. Rosda Jayaputra Jakarta

204 pemikiran pada “publikasi

  1. Stevanny A.Candra

    salam kenal pak wir,
    saya mau tanya pak untuk buku referensi design abaoment jembatan dan dermaga apa ya pak? teman saya bilang bukunya pak Prof.Kabul dosen UGM ada diulas namun saya sulit menemukanya…makasih sebelumnya ya pak..

    salam Stevanny..

    Suka

  2. irma aswani

    salam kenal pak wir
    ini comment ketiga
    selalu nanya, tapi kok ga ada komentnya yah?
    apa ada syarat untuk ikut blog ini?
    saya dari makassar, alumni t sipil juga
    kebetulan diminta cerita ttg sloof. dari pembebanan sampai perencanaan lengkap.
    apakah p wir bisa bantu dngan file atau buku teori khusus mengenai sloof
    Sebelumnya makasih banyk

    Suka

  3. wir

    aduh kasihan, udah tiga kali nanya ya ? Ada syarat untuk ikut blog ini ? Nggak ada koq. Yang jelas, kalau ada banyak pertanyaan, maka pertanyaan yang paling menarik (relatif karena subyektif pribadi) yang dipertamakan.

    Menarik jika pertanyaannya sedang satu nada dengan penjawabnya, jadi yang ditanya sedang omong (bahas) ttg A, lalu ada orang nongol tanya XX, ya bisa dijawab, atau dicuekin, dikira nggak sedang mau berbincang. Gitu aja mbak Irma.

    Tentang hal yang anda tanyakan , saya nggak punya file atau buku teori khusus.

    Hanya pertanyaan, apa itu perlu file atau teori khusus. Itu khan masalah sepele atau sederhana sekali.

    Sepengetahuan saya, sloof adalah balok yang ditempatkan menghubungkan kaki pondasi satu sama lain yang bertugas menyatukannya. Apa benar itu yang dimaksud.

    Jika benar maka ada beberapa kemungkinan-kemungkinan desainnya.

    *1* Jika sloof tepat berada dibawah lantai dan lantainya terbuat dari beton bertulang yang menyatu (tanpa siar dilatasi) maka sloof akan bekerja sebagai balok memikul lantai tersebut. Bisa berat lho.

    *2* Jika terletak dibawah, dekat pondasi dan ternyata pondasinya pondasi telapak (pondasi dangkal) maka bisa saja sloof juga akan berfungsi sebagai pondasi itu sendiri. Apalagi jika tanahnya jelek. Jadi ketika pondasi footing mengalami penurunan maka itu akan menarik sloof untuk bekerja, meng counter-part.

    *3* jika pondasinya adalah pondasi dalam (tiang pancang) maka sloof akan bekerja sebagai penahan momen dari kolom sehingga aksialnya lari ke pondasi, sedangkan momen diterima sloof. Oleh karena itu perlu dimodelkan dalam analisa struktur.

    *4* jika pondasi dalam telah direncanakan mampu menerima momen kolom (sebagai kelompok tiang) maka slof akan bekerja sebagai penyatu dengan pondasi-pondasi lain, sehingga jika ada gempa akan bergerak bersama-sama. Jika demikian maka rule of thumb, sloof cukup di desain dengan 10% dari gaya aksial kolom.

    Ok. Cukup.

    Suka

  4. irma aswani

    Terima kasih banyak
    Walau hal sloof sepele, tapi kalo pak wir yang bicarakan jadi menarik bagi yang mendengarkannya.. Dan itu sangat dibutuhkan pada saat bercerita
    Sekali lagi terima kasih banyak.
    Lain kali saya akan perhatikan lagi ngebahas apa, jadi nyambung pertanyaannya..
    Ini baru kali pertama saya ikut blog ini..
    Jaya terus pak wir

    Wir’s responds: ah, ternyata masih manusia juga ya. Terus terang saya nggak pamrih dipuji, tetapi kalau dipuji begitu ternyata bangga juga hati ini. Trim ya mbak Irma Aswani, sukses juga untuk anda.

    Suka

  5. roziq

    pak wir, saya mau tanya tentang pushover untuk shearwall. klo untuk shearwall mengassign kan property hingenya bagaimana?
    setau saya di menu assign pada program SAP atau ETABS untuk elemen shell tidak ada menu untuk mengassignkan hinge property.
    yang bisa di assignkan hinge property nya hanya untuk frame saja.

    terima kasih.

    Wir’s responds: untuk shear wall, saya juga belum tahu. 😦

    Suka

  6. febri_setiawan

    P’ wir……….
    saya bru2 ini ngikutin blog ne.
    saya tertarik bgd,karena banyak banget ilmu yg saya peroleh dari sini.apalagi sbntr lge saya harus mulai nyusun TA saya.

    Saya tertarik mengenai aplikasi rekayasa konstruksi dgn VB 6.0, saya milikin bukunya. Saya pengen mendesain tulangan nya dgn menggunakan VB 6.0, apakah jauh berbeda program yg harus saya buat dibanding dgn yg bapak buat? bagaimana cara dgn gambarnya ?

    Wir’s respond : ttg penggunaan VB untuk membikin program desain tulangan. Jika anda memakai metode dan batasan-batasan permasalahan yang sama, maka tentunya hasilnya harus sama. Nggak tergantung itu anda pakai VB, atau Fortran, atau CC+. Bahkan jika pakai manualpun mestinya harus sama. Ttg cara penggambaran, rasanya saya sudah cerita banyak di buku saya yang pertama.

    Suka

  7. salam kenal pak,
    saya mahasiswi smstr akhir sedang TA yang berhubungan dg stadion.
    saya agak kesulitan menemukan literatur yang memang khusus membahas tentang stadion.(sepertinya memang tdk ada).
    apa bapak punya buku-buku rfrensi/yg bpk rekomndasikn ttg stadion atau komponen2nya, spt balok miring dan plat tribun??
    trims pak…

    Suka

  8. jblaze3223

    I need link to this book, please help

    Reinforced Concrete Structures
    by Robert Park and Thomas Paulay
    Hardcover: 800 pages
    Publisher: Wiley (January 1, 2001)
    Language: English
    ISBN-10: 0471659177
    ISBN-13: 978-0471659174

    Book Description :
    Sets out basic theory for the behavior of reinforced concrete structural elements and structures in considerable depth. Emphasizes behavior at the ultimate load, and, in particular, aspects of the seismic design of reinforced concrete structures. Based on American practice, but also examines European practice.

    Suka

  9. TOMY HERLAMBANG

    Hallo Pak Wir…wah blognya makin rame dan yang jelas makin mencerdaskan kehidupan bangsa…

    Pak sekali-kali bahas juga dong tentang management konstruksi, atau yang sejenisnya misalnya trik-trik untuk estimasi biaya, cost

    control,dan monitoring proyek…..

    kalo bisa juga ditambahkan referensi buku-buku untuk metode-metode konstruksi di lapangan….terutama buku-buku yang dari luar sana pak… ya…

    Nostalgia masa lalu jaman di konsultan ni pak…
    nurut saya kita-kita ini perlu banyak dibimbing, terutama dalam penggunaan software….yaitu untuk mensimplifikasi masalah dalam pemodelan struktur .
    Pemodelan struktur harus dipilah agar tidak semua hal dimodelkan, yang ujung-ujungnya keluar “warning” yang kadang kita tidak mengerti maksudnya.
    Model struktur yang disimplikasi justru memudahkan kita dalam menerka perilaku struktur. Dulu saya sering bangga banget bisa buat model struktur 50 lantai 3 dimensi lagi, tapi banyak warning, dan saya sendiri tidak mengenali sifat dan perilaku struktur yang saya buat.
    Padahal dengan paham sifat dan karakter model kita, kita dapat lebih mudah dalam memberikan solusi teknis jika terjadi masalah.

    Tapi untuk memang struktur yang “unik” pemodelan secara detail memang diperlukan, tapi yang terpenting kita paham dulu alat pemodelan kita………dengan kata lain Modelling Struktur tetaplah sebuah Simplifikasi dari sebuah masalah yang sebenarnya.
    Itu nurut saya pak ya…..mohon petuah dan masukannya kalo banyak kurangnya….
    Terima Kasih Pak

    Wir’s responds: saya setuju “simple is the best“.

    Suka

  10. TOMY HERLAMBANG

    Tambah lagi pak….buku-buku mengenai Mechanical Electrical tapi yang buat anak sipil itu juga perlu banget pak ya….kalo ada yang bisa free download dan bersifat practical guide ya pak he…he…

    Salam, GBU

    Wir’s responds: ini baru tentang ME.

    Suka

  11. wir

    sdr Tommy dan yang lain,
    Permintaan untuk membahas manajemen kontruksi dan lainnya khan memang banyak. Maunya sih “iya” aja. Tapi tahu sendiri khan, bahwa blog ini adalah penghibur dan bukannya sebagai tempat ujian gitu. Jadi apa-apa yang saya tulis adalah apa-apa yang sudah nempel, jadi nggak perlu belajar beratlah.

    Terus terang, pengalaman saya di bidang manajemen, nggak terlalu banyak, atau mungkin dibilang sedikit. Belajar sih ya pernah, tapi sekadar tahu. Jadi karena belum merasa tahu, maka saya tidak terlalu banyak membahasnya. Tapi jika ada teman lain yang mau sharing pengetahuan via blog ini, dan cukup menarik, ya monggo saja.

    Tentang pemodelan. Wah itu adalah menarik. Apa yang anda sharingkan rasanya benar juga tuh. Ada suatu pengalaman menarik, yang sampai sekarang kadang saya ceritakan ke mahasiswa saya. Waktu itu masih yunior, ngerjain proyek Senayan Square, saya megang office tower-2, asistensi dengan engineer jepang (namanya lupa). Waktu presentasi hasil hitungan gempa pakai ETABS 3D, si jepang tersebut mengechek pakai hitungan manual, waktu dibandingin mirip. Heran, komputer koq bisa dikalahkan cara manual, padahal dulu nge-run-nya aja berjam-jam perlu nglembur.

    Pengalaman tersebut menjadi indikasi, bahwa komputer penting, tapi yang lebih penting orang dibelakangnya.

    Gitu mas.

    Suka

  12. safrizal

    malam pak wir…
    tolongin sya,
    contoh perhitungan gedung rangka baja…
    yang perhitungn momn/analisa strkturnya memakai metode takabeya….bukan sap
    sebagai contoh boleh gedung dua tingkat saja pak wir…
    terima kasih seblum dan sesudahnya…
    salam t.sipil

    Wir’ responds: sudah lupa mas, itu saya pakai 20 tahun yang lalu ketika masih S1 di Pogung. Bukunya aja sudah ketumpuk, dimana ya ?

    Suka

  13. Kalo nggak salah ada buku takabeya jilid 1 dan 2… dapatnya jg di dasar rak toko buku, dicari aja. menurut saya bukunya bagus dan mudah dipahami….. tapi sekarang pake software.. jd takabeya nggak kepake

    Suka

  14. junior

    selamat sore pak wiryanto

    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak. Banyak karya bapak yang saya baca dari wordpress ini. Dan banyak pula pengetahuan Teknik Sipil di luar kampus yang dapat saya pelajari dari sini.

    Ini surat pertama saya di blog bapak. Saya sangat mendukung sekali wordpress bapak ini. Saya berharap bapak tidak bosan-bosan menjawab pertanyaan2 saya,

    Sekali lagi terima kasih banyak

    Suka

  15. Anton Natal .R

    Halo rekan-rekan,

    Perusahaan kami adalah suplier steel/metal.

    Bagi yang berminat hubungi saya.

    Anton Natal .R
    HP.0815 8809293
    Email : natalantonius@yahoo.co.id

    PT. SINARINDO MEGAH PERKASA
    Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 8
    Jakarta Timur
    No.Fax. 021-866 13488

    Suka

  16. pak Wir…
    Mohon bantuannya Pak.
    Saya sekarang merencanakan menyusun skripsi tentang desain dinding geser.
    Yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara pendistribusian gaya lateral gempa bila dinding geser tersebut direncanakan menahan gaya gempa.
    Karena gempa juga akan berpengaruh terhadap portal secara keseluruhan, bagaimana Pak Wir?
    Mungkin Bapak bisa memberi tahu referensi yang dapat saya gunakan.
    Terima Kasih Pak…

    Suka

  17. Donny B Tampubolon

    Dear Arief,

    Untuk pendistribusian gaya gempa pada Shear wall dan Frame, anda bisa memilih sistem mana yang cocok dalam disain struktur anda, lihat Tabel 3 hal 16 SNI-1726-2002 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung.

    Refrensi Code/Standard bisa anda cari disini, ada berbagai peraturan dalam dan luar negeri :
    http://www.4shared.com/dir/6805527/ed9582c/code-standard.html

    Referensi mengenai shear wall sendiri sudah saya upload disini (silahkan cari foldernya) :
    http://www.4shared.com/dir/6805546/2f84cf3c/Lecture.html

    Kalo masih bingung juga sebaiknya anda bertanya kepada Pa Wir ya..

    Syaloom..

    Suka

  18. jefry

    Pak wir…
    Saya mau tanya buku ke-3 bapak yang judulnya aplikasi rekayasa konstuksi dengan VB 6.0 bisa saya dapatkan dimana y???
    Udah semua tempat penjualan buku di kawasan jogja saya datangi,tapi ga satupun yang bisa meredakan penasaran saya..
    Saya interest bgt sama VB,apalagi aplikasinya di bid,teknik sipil.. Makanya setiap hari saya bela2in mubeng2 jogja cm buat cari buku bapak.. Tapi ampe sekarang saya belum dapat juga bukunya..
    Tolong dong pak infonya..
    Sekalian buku bapak yang pertama juga y..
    Thanx pak atas bantuannya…
    Matur Nuwun….

    Wir’s responds : Sudah habis tuh mas Jefry, dan saya juga tidak ada stock banyak. Tinggal yang untuk koleksi saja.

    Suka

  19. Salam kenal pak wir..
    Mohon bantuannya pak wir saya mahasiswa teknik sipil politeknik negeri jakarta yang sedang menyusun tugas akhir mengenai jembatan kayu. Kebetulan jg saya peserta KJI 2008 kemarin untuk kategori jembatan kayu pak dan menjadikannya jg sebagai tugas akhir saya. Saya mau menanyakan menurut bapak perhitungan untuk lantai jembatan dengan menggunakan papan kayu berlapis prinsipnya sm tdk dgn perhitungan plat lantai beton. Dan bs ga pak menganalisa lantai jembatan tersebut dgn SAP 2000?. Satu lg pak wir, kira-kira bpk punya referensi buku mengenai hal tersebut?
    terimas kasih pak wir..Sukses selalu..

    Suka

  20. Pagi Pak Wir..
    Saya Jo mahasiswa Teknik Sipil Smster 5 di UNUD.
    Saya Mau tanya, bagaimana cr menghitung tulangan pada poer (pile cap) dan tiang pancang berpenampang lingkaran? Mengacu pada SNI 2002…
    Sy sdh search di internet dan toko2 buku. Tetapi blm ad jawaban yang memuaskan.
    Terima Kasih sebelumnya Pak Wir..

    Suka

  21. ade

    sugeng Pak Wiryanto:) pak, ada referensi tentang jurnal, buku atau data tentang hasil uji baja tulangan untuk berbagai variasi fy dengan regangan tidak ya pak? (200 MPa, 300 MPa, 400 Mpa, dll ) saya sulit sekali mencari data tersebut. browsing di internet juga “belum” saya temukan, dan kalo harus uji di laboratorium sangat menyita waktu, padahal saya sangat diburu untuk menyelesaikan tugas tentang materi ini..

    sebelumnya saya haturkan terima kasih;)

    sukses selalu buat Pak Wir, dan semoga Blog ini dapat selalu menjadi “inspirasi” bagi kami2..

    matur nuwun

    Suka

  22. calvin

    pertama-tama saya ucapkan selamat pak atas gelar Doktornya…
    Pak, semester ini saya TA. Rencana judul saya STUDI PERENCANAAN BANGUNAN BAJA BERDASARKAN SNI 1726-2002 DAN FEMA 450. Tapi saya masih bingung tentang batasan2 masalah dan strategi penyelesaian serta apa yang akan dicapai. Apa tujuan hanya mengetahui perbandingan antara SNI 1726-2002 dengan FEMA 450??
    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

    Wir’s responds: SNI 1726-2002 adalah untuk perencanaan baja pada umumnya. Sedang FEMA 450 adalah lebih ditujukan kepada perancangan tahan gempa. Jadi yang mau dibahas apanya. Itu khan beda.

    Suka

  23. Pak wir yang terhormat, saya Rini Denpasar Bali, Saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai Mekanika Teknik/Analisis Struktur :

    Kenapa kita harus menempatkan sendi gerber pada posisi dimana momennya sama dengan nol?

    Suka

  24. pak saya mahasiswa UII jogja
    saat ini saya lagi TA ttg BAja
    ada refensi ttg Boundeck tidak, bingun hitun plat bajanya. mksh,
    trus mo tnya juga tentang shearwall pd Lift dg struktur baja, beda sama beton tdk??? literaturnya d mn????

    Suka

    1. salam knal mas aan…

      klo Bondeck/metaldecking…, hitungannya nggak terlalu rumit pertama yang dibutuhkan ialah data ketebalan plat bondeck biasanya 0.75 BMT 0.7 TCT ada juga yang 1 mm dari ketebalannya mas aan ukur panjang bondeck dalam 1 m datar itu berapa panjang lengkungnya.
      karena fungsinya selain bekisting juga sebagai pengganti tulangan lapangan juga…,maka dari ketebalan dikalikan panjang lengkung bondek, itulah luasan pengganti tulangan konvesional…
      Sebagai contoh :
      Tebal bondeck : 0.75 mm
      Panjang lengkung : 1219 mm
      maka luasannya : 853.3 mm/M
      kira-kira gitu mas aan…
      kalau masih blom jlas Contact saya aja 081384212776 ( pranowo ) alumni uii 01

      Suka

  25. maya

    salam sejahtera to pa wir
    saya mau minta rumus manual untuk menghitung atau mencari tulangan pile cap ukuran panjang 15 meter lebar 5 meter tebal 3 meter
    untuk informasinya saya ucapkan terima ksaih
    tolong di imel ke
    nanas8080@yahoo.com
    hidup teknik sipil hidup pak wir
    ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang di amalkan

    Suka

    1. Salam kenal sdr maya…

      Coba sdr maya lihat dibuku kontruksi beton I jilid 2, karangan ir. gunawan, klo sdr maya berada dijakarta ada tuh di gramedia matraman…

      sory hanya bisa kasih info…

      Suka

  26. oi

    gmn kbrx mas….

    sy mau nax nih mas wir….

    apa devenisi momen yang sesungguhx???

    Wir’s responds: momen adalah kopel gaya yang bekerja sedemikian sehingga jika diterapkan pada suatu titik pada objek maka titik tersebut akan mengalami perputaran sudut (rotasi), tapi tidak mengalami perpindahan (translasi).

    Suka

  27. sg pak..sy seorng mahaswi di kupang..sy tmatn STM tp jrusan bngunan [konstruksi kyu]skrng kul jrzan fkip tknk bngunan…tp sy blm ngrti soal beton brtlang…tlng dng d jlskn…..aplg wkt STM blm dpt tntang mteri tsb…

    Suka

    1. wir

      Konstruksi adalah berkaitan dengan proses pembangunan sarana fisik, misal membangun jembatan, membangun gedung, membangun bendungan dll.

      Struktur adalah sarana fisik yang bertugas memikul beban-beban yang bekerja, jadi ada tinjauan kekuatan (berkaitan dengan tegangan), kekakuan (berkaitan dengan deformasi), dan juga saat ini adalah daktilitas-nya atau perilaku menjelang runtuh.

      Jadi struktur pasti bagian konstruksi, tetapi konstruksi belum tentu strukturnya.

      Suka

  28. Ronaldy

    Salam kenal pak wir, nama saya ronal sya ingin bertanya masalah hubungan joint kolom balok pda saat terjadi gempa, di program SAP tidak diprhitungkan ya pak kondisi tersebut, kalo di ETABS diperhitungkan hubungn kolom dan balok berdasarkan momen kapasitas tulangan balok dan kolom, begitu juga gaya gesernya jadi bertambah ya pak,klo untuk 8 lantai kebawah perlu ditinjau jg tidak kondisi tersebut?terima kasih sebelumnya

    Suka

  29. Agung

    Maaf pak Wir ada yang ingin sy tnyakan, mnrt bpk promono: perlakuan plat bondek ekivalen dgn tul bag. bwh plat lantai, brdsrkan contoh bondek yg ada diats luas tulangan bag dibawah skitar 800an mm2/m sdgkan saya biasa menghitung kebutuhan tul plat lantai dgn uk. 3x4m cukup dengan 8-150mm atau sekitar 250 mm2, berarti jauh lebh besar dari kbutuhan sesungguhnya, yang sy tanyakan apakah sistem perhitungan penulangan untuk plat bondek sama dgn plat lantai biasa…..krn saat ini pemakaian bondek telah memasyarakat mengingat keb. kayu bekisting yang susah dan mahal harganya….dan apa pengaruhnnya thd pola perletakan tumpuan krn sistem yang digunakan tidak monolit (dicor skaligus dgn balok)….trims atas tanggapannya pa wir.

    Agung Deli S
    Cianjur

    Suka

    1. wir

      Pernyataan sdr Pramono tidak salah, tetapi untuk memakai plat bondek sekedar menggantikan pelat biasa perlu pertimbangan lain, seperti misalnya plat bondek berperilaku sebagai one-way-slab jadi konfigurasinya tentu harus disesuaikan.

      Konfigurasi 3×4 m agar efisien tentu perlu memakai two-way-slab.

      Kalau posisi bondek tidak monolit, yaitu ditumpangkan di atas balok maka tentu tinggi efektif balok yang bekerja tidak bisa sampai pelat atas, agar monolith tentu bondek tidak bisa menerus, tetapi terpotong masuk sedikit pada balok.

      O ya, untuk plat bondek di atas tumpuan tetap perlu tulangan negatif ya.

      Suka

  30. Salam..

    saya mahasiswa jurusan teknik sipil dan sekarang sedang menjalani skripsi yang berhubungan dengan basement..ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan sehubungan dengan itu pak,antara lain :
    1.apakah metode yang pas untuk pelaksanaan basement,antar top down ataupun bottom up pak?
    2.apakah dinding penahan tanah bisa dipisahkan dengan dinding basemen sehingga dinding basement tidak ikut menahan beban lateral tanah?apa efeknya?
    3.bagaimana permodelan yang tepat untuk struktur basement,apakah dipisah dengan struktur atas atatu disatukan kemudian bagaimana pengaruhnya dengan letak dukunga (jepit,dsb)

    mohon maaf klo terlalu banyak pa,soalnya memang hal2 diatas masih menjadi pertimbangan penting dalam tugas akhir saya..terima kasih atas jawabannya pak..

    Suka

    1. wir

      @Andrie
      1. Metode yang pas tergantung dari konfigurasi basement dan juga kondisi tanah. Jika muka air tanah (m.a.t) jauh di bawah, tanahnya baik serta dimungkinkan galian terbuka (open cut), maka ini adalah yang paling murah.Langkah ini dikategorikan bottom-up. Tapi jika m.a.t tinggi, dan juga tidak bisa dibuat open-cut, maka diperlukan retaining wall khusus. Jika retaining wall yang biasa saja cukup, maka sistem bottom-up saya kira masih cukup, karena lebih sederhana, mudah dan relatif murah dibanding top-down. Hanya jika diperlukan suatu retaining wall khusus, yang sangat mahal, maka penggunaan top-down construction dapat dipertimbangkan. Biasanya ini dikaitkan dengan pembangunan basement multilapis.

      2. Dinding penahan tanah atau retaining wall bisa saja terpisah dari dinding basement. Tapi dalam praktek, adanya sela antara kedua dinding tersebut dianggap waste (terbuang), sehingga umumnya dinding basement menempel pada dinding retaining wall.

      3. umumnya dapat dianggap bagian basement bergerak bersama-sama dengan tanah pada saat gempa, tidak ada perbedaan displacement horz antara atas atau bawah dinding, sehingga penjepitan lateral gedung terletak di permukaan tanah. Agar kerusakan terjadi pada bagian atas permukaan basement maka perlu dipastikan bahwa momen-momen yang terjadi di atas permukaan basement dapat disalurkan ke basement sedemikian sehingga perilaku struktur basement masih elastis (safety factor lebih tinggi) sehingga sendi plastis kolom dianggap terjadi pada bagian atas permukaan atas basement dan bukan di bagian pondasi. Kondisi di atas tentu tidak benar jika ternyata tanah disekeliling basemetn dianggap labil, bisa bergerak akibat gempa maka perlu pertimbangan lain. Misalnya kondisinya beresiko terjadi liquifaction.

      Suka

  31. saya mau melanjutkan pertnyaan ttg baja, ni ttg TA saya,
    1. di SNI 2002 Baja, d bahas ttg sambungan balok anak dg balok induk, sambungan balok kolom,sambungan balok induk,sambungan kolom. tapi d AISC LRFD 2005 kok blm ktemu ya pak?? saya juga pake segui “steel design” di situ juga gak ada pak?adanya sambungan biasa.
    2. ada gak estimasi dimensi balok dan kolom yg mendekati paling ekonomis??? klo di balok beton ada 1/10-1/14 bentang,klo d baja apa ya pak??
    3. bpk punya AWS 2004 tidak,

    mksh bantuannya

    Suka

  32. Wendy Goman

    Dear Pak Wiri,

    Saya adalah mahasiswa T.Sipil yg sedang membuat skripsi tentang Balok tinggi dengan bukaan menggunakan metode Strut and Tie.
    yang ingin saya tanyakan adalah
    1. Apakah metode STM ini dapat dihitung menggunakan software?
    2. Apa yg dimaksud dengan Finite element Ananlysis (yg digunakan dlm menentukan STM)?

    maaf pertanyaan ms awam,karena sy baru blajar ttg STM.

    thx..

    Suka

    1. wir

      Sepengetahuan saya, sudah ada usaha men-software-kan metode STM tersebut. Bahkan saya sudah baca hal itu dalam prosiding di tahun 1991, tetapi sampai sekarang belum ada yang secara komersil menjual-belikan. Pada prinsipnya, untuk bentuk-bentuk struktur yang tertentu, yang sudah diketahui dengan pasti model STM maka masalah pemrogramannya saya kira dapat dengan mudah dibuat dengan konsep parametrik. Untuk bentuk yang umum/ general/ atau sembarang, saya kira perlu judgment khusus.

      FEA (finite element analysis) dapat membantu mengetahui aliran gaya-gaya / tegangan pada struktur, hal itu membantu membuat model STM-nya.

      Jika anda awam dengan STM, maka saya sarankan kuasai dulu model STM yang sudah baku, pada struktur-struktur tertentu, misal deep-beam, corbel, dll. Jika sudah, baru naik ke level yang general.

      Suka

  33. Wendy Goman

    Dear Pak Wiri,

    Owh gtu y..
    kmrn sy sudah bca ttg deep beam yg ada opening di buku editor “Examples for the Design of Structural Concrete with STM” editor Karl-Heinz Reineck.

    Yang ingin sya tnyakan adalah lubang pada balok tersebut memberikan pengaruh besar gk?
    karena yg kta ketahui momen inersia efektif dari balok tersebut pasti semakin kecil, asumsi ukuran balok 12,7m x 6m dengan ukuran lubang 4mx2m.

    Wendy

    thx.

    Suka

  34. parhyang

    STM pda desain beton diperlukan pada disturbed region seperti balok tinggi, perbedaan ketinggian balok, lubang, beban/tmpuan terpusat etc. Analisa gaya strut and tie sederhana berdasarkan equilibrium seperti analisa truss dgn metode kesetimbangan titik buhul. Penulangan diterapkan pada ties yg sudah ditentukan konfigurasinya menjadi penulangan vertikal dan horisontal. Gaya strut di check thd batas tegangan betonnya. Principal stress flows (arrows) dri hasil analisa elastik FE cukup membantu buat ngeliat mana daerah tarik (ties) dan mana daerah tekan (strut) untuk tujuan konfigurasi truss. Konfigurasi tsb yg sya anggap ga mudah butuh judgment dan jam terbang katanya yg sya belum familiar kesitu apalagi STM yg 3Dnya.

    software implementasi metode STM sdah ada CAST Design Tool dari research : http://dankuchma.com/stm/index.htm

    🙂 met ngerjain skripsi, moga membantu.

    Suka

  35. Wendy Goman

    Dear Parhyang,

    Thx y atas infonya..
    Klo da yg ngstuck sya nny lage y..
    Sya agk bingung dengak balok yg dikategorikan balok tinggi itu memiiki syarat :
    1. Bentang bersih (ln) berbanding dengan tinggi balok ≤ 4
    2. regions with concentrated loads within twice the member depth from the face of the support.

    yg no 2 agk bingung..
    klo sya artikan apakah itu “daerah dengan beban terpusat tidak boleh lebih dari 2 x tinggi balok y?

    Pertanyaan trakhir, apakah syarat suatu balok dikategorikan balok tinggi cmn yg diatas aj?

    Suka

    1. wir

      istilah momen negatif atau positip merupakan kesepakatan tanda suatu momen yang terjadi pada balok.

      Ya hanya balok, yaitu elemen struktur yang diorientasikan horizontal dan menerima beban tegak lurusnya, yang mana balok tersebut menerima beban dari sisi atas (bukan menyamping) sehingga hanya ada dua kondisi momen yang menyebabkan balok melengkung menangkap air yang mana serat bawahnya mengalami tarik, kondisi ini disebut MOMEN POSITIP.

      Untuk yang negatif tentu yang kebalikannya, yaitu balok melengkung terbalik sehingga dengan lengkungan yang ada jika ada air dari atas maka lengkungan tersebut tidak menangkap air, atau sisi tarik pada sisi atas, kondisi ini disebut sebagai MOMEN NEGATIF.

      Kesepakatan momen negatif atau momen positip tentu akan membingungkan untuk menjelaskan batang vertikal (kolom) misalnya pada struktur portal. Untuk kondisi tersebut para alumni jerman membuat kesepatan cara melihat dengan memberi tanda garis-garis. Saya tidak sependapat, dan tidak pernah menggunakannya, saya lebih suka cara program SAP2000 memberi kesepakatan bahwa gambar bending momen ditempatkan pada sisi tarik. Cara ini cukup konsisten untuk digunakan memprediksi bentuk deformasi struktur. Buku-buku Hibeller dan semacamnya, dari USA memakai cara ini.

      Suka

  36. Wendy Goman

    Dear Pak Wiri,

    Pak saya mau nny tentang Strut and Tie.

    kalau ada 1 balok yang hanya mempunyai D region, ntar pas mau pemodelan STM minimal sudutnya 25 derajat y?

    kalau baloknya mempunyai daerah D & B sudutnya brp y?

    thx..

    Wendy

    Suka

  37. Wendy Goman

    Dear Pak Wiri,

    sya sudah buat permodelan STM yg dmn pada balok tersebut ad lubang..

    Permasalahannya ukuran baloknya 750x 45o, lubang ada di tengah.
    ukuran lubang 800x 250.
    _____________________
    I ____ I
    I I____I I
    I_____________________I

    Tinggi sisa balok di bawah lubang sisanya tinggal 250, kalau sya buat permodelan STM dengan model truzz boleh gk?
    apakah ad peraturan yg membatasi penggunaan STM ?

    thx..

    Wir’s responds: peraturan STM ada di ACI 318M 2002 dan yang paling baru.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s