Prospek Insinyur Sipil di Industri Oil-Gas

Wir’s comments : Ini merupakan tulisan dari sdr. Badaruddin (Civil & Structure Engineer), alumni teknik sipil UGM yang bekerja di industri Oil & Gas. Agar enak di baca maka beberapa kalimatnya diedit, tanpa mengubah arti. Semoga menjadi infomasi yang bermanfaat karena menurut beliau, “salary” di industri tersebut cukup menarik. 😀

Tulisan ini terinspirasi oleh pertanyaan seorang bapak, teman ngobrol di kereta saat pulang dari Madiun ke Jakarta, yaitu: “Lulusan teknik sipil kok bisa kerja di industri oil dan gas, ya ?”. Itu tercetus setelah mengetahui bahwa saya yang berkarir di sektor industri oil & gas ternyata lulusan teknik sipil.

Mungkin dalam benak bapak tersebut, “industri oil and gas adalah tempat kerja para lulusan teknik geologi, teknik perminyakan, teknik kimia dll”. Mungkin banyak teman-teman pembaca yang lain, juga bepikir demikian. Betul khan.

Selanjutnya bapak tersebut mengajukan pertanyaan yang lebih detil: “Apa yang bisa dikerjakan oleh lulusan teknik sipil di industri oil and gas, yang sesuai bidang ilmunya ?”.

Mendengar itu, dalam hati saya berpikir “Sepertinya bapak ini lupa, kalau ilmu teknik sipil itu merupakan nenek moyang atau embrionya semua ilmu teknik lainnya“. Setahu saya, jurusan teknik mesin UGM belum ada ketika universitas tersebut didirikan. Baru setelah selang beberapa tahun, itupun merupakan pecahan jurusan teknik sipil.

Rasanya bapak tersebut perlu penjelasan yang lebih detail tentang peranan insinyur sipil khususnya di industri oil and gas.

Secara garis besar saya menekankan bahwa hampir setiap aktivitas di sektor industri oil & gas memerlukan sarjana lulusan teknik sipil. Semua aktivitas tersebut memerlukan fasilitas ruang, fasilitas ruang inilah yang menjadi tugas lulusan teknik sipil untuk menyediakannya, baik bekerja sebagai perancang (konsultan), pelaksana (kontraktor) ataupun pengawas pelaksanaan (konsultan pengawas).

Di sektor industri oil and gas, khususnya perusahaan – perusahaan yang dikenal sebagai owner (pertamina dan kontraktor production sharing), lulusan teknik sipil paling banyak kita temukan berkarir pada dua departemen yaitu Facility Engineering Department serta Supply Chain Management Department.

Apa itu, baiklah saya akan menerangkan satu persatu, sbb :

Facility Engineering Department.

Garis besar tugas dari facility engineering adalah menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan aktifitas produksinya, mulai dari sumur gas / minyak sampai minyak / gas tersebut siap untuk diexport.

Fasilitas tersebut berupa pipa penyalur gas / minyak (flow line, trunk line serta pipe line), pabrik pengolahan minyak/gas (plant), pelabuhan (port), jalan (acces road), termasuk didalamnya fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menjalankan semua aktifitas tersebut berupa camp perumahan, mess hall, sport hall serta fasilitas lainnya.

Item – item pendukung tersebut (pondasi, pelabuhan dll) merupakan pekerjaan yang harus ditangani oleh sarjana lulusan teknik sipil mulai dari perancangan, konstruksi serta pengawas pelaksanaan. Di sini, seorang civil engineer harus bisa bekerja sama dengan disiplin engineer lainnya, karena hasil rancangan yang dihasilkan merupakan satu kesatuan.

Apabila salah satu pekerjaan dari satu disiplin engineer keliru atau salah maka akan mengakibatkan disiplin engineer lainnya akan salah pula. Sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan untuk produksi, misalnya :

  • satu vessel berupa separator, equipment ini dirancang oleh mechanical engineer dan akan di install diatas pondasi yang dirancang oleh civil engineer, apabila tidak ada koordinasi yang baik diantara keduanya tentunya equipment tersebut tidak dapat terinstall dengan baik.
  • untuk fasilitas plant (onshore / didarat) , disana terdapat banyak equipment berupa mesin baik pompa, compressor dll, serta vessel dan system perpipaan, semua equipment tersebut memerlukan pondasi sebagai dudukan, shelter sebagai pelindung, rak pipa serta fasilitas platform untuk mendukung pekerjaan operasional serta maintenance atau perawatan.

Pertanyaan Bapak teman ngobrol itu nggak salah juga. Ada benarnya, selama kuliah di jurusan teknik sipil, dosennya lebih banyak memberi contoh aplikasi bangunan-bangunan publik, misalnya high-rise building, jembatan, bendungan, pelabuhan umum serta bangunan publik lainnya. Hal ini berdampak sehingga para lulusanya hampir tidak pernah berpikir untuk bekerja di industri oil and gas. Mereka langsung tertuju pada perusahaan – perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi publik seperti PT. Hutama Karya, Jaya Konstruksi, Pembangunan Perumahan dll.

Adapun perusahaan kontraktor yang bergerak pada industri oil and gas, misalnya : PT. Inti Karya Persada Teknik, PT. Kelsri, PT, Kellog Brown & Root, serta Technip terasa asing bagi fresh graduate lulusan teknik sipil.

Penulis berharap, tulisan ini dapat membuka wawasan mahasiswa teknik sipil, sehingga ke depannya : orientasi mencari pekerjaan tidak terbatas hanya pada konsultan atau kontraktor bangunan public, tetapi mulai melirik ke konsultan serta kontraktor bahkan owner di dunia industri oil & gas, sehingga sejak dini mempersiapkan diri kesana.

Penting untuk diketahui bahwa rate salary yang diberikan perusahaan di dunia industri oil & gas lebih layak dibandingkan dengan perusahaan di sektor public.

Apa yang harus disiapkan untuk menjadi engineer di sektor industri oil & gas?

Apa bedanya dengan menjadi civil engineer di sector public ?.

Sektor industri oil and gas di Indonesia masih banyak diramaikan oleh perusahaan – perusahaan asing, baik sebagai owner maupun konstruktor (perusahaan EPC, engineering procurement & construction), sehingga spesifikasi pekerjaan yang disyaratkan merujuk ke negara-negara pemegang saham dari perusahaan tersebut, misalnya Amerika. Perencanaan beton merujuk ke ACI-318, struktur baja merujuk ke AISC, peraturan pembebanan merujuk ke ASCE 7 dan peraturan-peraturan lainnya seperti ANSY dan API.

Untuk itu para mahasiswa yang tertarik, maka sebaiknya akan membiasakan diri dengan peraturan-peraturan tersebut, sehingga tidak asing lagi saat bekerja.

Wir’s comment : penjelasan tentang Supply Chain Management Department mungkin menyusul , begitu khan mas Badar ?.

<<up-dated 21 August 2007>>

Ada saudara ingin berbagi pengalaman ttg oil dan gas, ini foto-fotonya, jika mas Badaruddin memperlihatkan site di darat, yang ini di laut. Bagi yang nggak bisa renang, jangan mimpi deh.

<<up-dated 10 Nov 2008>>

Seseorang sarjana teknik sipil  pelaku di dunia oil dan gas ingin menambahkan :

Saya mau menambahkan info tentang bidang pekerjaan civil engineering di oil & gas. Di dalam artikel – oil & gas ini hanya dibahas tentang Oil Rig, Petrochemical Refinery & Mining. Ada satu bidang yang terlupa – FPSO/FSO (Floating Production Storage & Offloading/Floating Storage & Offloading) – tempat kerja saya sekarang. FPSO/FSO ini mirip dengan tanker dengan modules process untuk memroses crude oil di atas deck-nya. Menurut saya, sekarang ini yang lagi seru, dan prospek ke depannya bagus karena lebih ekonomis dibanding jack-up rig.

Bisa jadi apa orang sipil di perkapalan ?

Pekerjaan mendisain dan membangun kapalnya memang dikerjakan oleh Naval Architec. Seperti yang disebutkan dalam artikel – segala macam equipment foundation, tower & platform, pondasi crane bahkan accomodation module+helideck – dikerjakan oleh insinyur sipil. Termasuk Project Management (Contract, QS, Construction Engineering, HSE, etc). Mengenai ‘salary’ – memang tidak sebesar ‘Rig Construction’ tapi masih lebih OK dibanding sector public.

Perusahaan-perusaha an ‘FPSO Builder/Conversion Contractor’, ‘owner’ dan operator bisa dilihat di
http://en.wikipedia .org/wiki/ Floating_ Production_ Storage_and_ Offloading# Designers_ .26_Builders
Bagi yang baru lulus bisa masuk ke perusahaan2 ini melalui – internship. Biasanya di website mereka di halaman career ada pilihan professional dan internship

Ingin lebih banyak tahu tentang FPSO bisa dilihat di

http://www.ukooa. co.uk/issues/ fpso/

90 respons untuk ‘Prospek Insinyur Sipil di Industri Oil-Gas

  1. Lulusan Teknik Sipil jelas dapat bekerja dalam berbagai posisi di sektor Oil/Gas termasuk didalamnya petrokimia, pembangkit dan jaringan transmisi, offshore (fabrikasi, instalasi, piling), land drilling (dalam hal ini pembuatan fasilitas/utility seperti water well & relief, surveying & mapping, struktur pendukung), pipeline, fabrikasi, marine dan masih banyak lagi.

    Bisa di departemen engineering design, project management, QA/QC/Sertifikasi dan Audit dll. dan banggalah jadi Engineer Indonesia, karena kemampuan kita tidak kalah. Dan itu telah saya buktikan.

    Sebagai lulusan sipil, saya sudah bekerja 15 tahun di Oil/Gas dari total 19 tahun pengalaman kerja di dunia sipil dan struktur sampai saat ini.

    Suka

    • Mas thomas, saya mahasiswa teknik sipil semester akhir yg juga lagi + masih bngung pekerjaan apa yang ingin diambil nantinya
      Nah saya mau tanya seperti yg mas jelaskan mas pertama bekerja di teknik sipil lalu akhirnya pindah ke oil & gas, nah sebaiknya apa posisi oil & gas yang saya apply apabila saya mau apply kerja di oil & gas?
      Dan posisi apa yg mas thomas apply waktu itu hingga sekarang?
      Terimakasih banyak salam sukses mas thomas!

      Suka

  2. Dear Pak Wiryanto,

    Salam kenal.
    Saya Taufik, alumni T. Sipil UGM.

    Pengalaman saya 1.5tahun di banking (Credit analize) dan 2.5tahun industri pelayaran hingga kini (Marketing).
    Akhir2 ini saya berpikiran untuk melamar ke oil&gas company. Hanya saja untuk apply sisi teknik sipil rasanya kok sudah tidak pas / tdk confident lagi.

    Mungkin kalo sisi marketingnya, saya lebih confident.

    Idealnya saya rasa yang mix (T.Sipil dan pengalaman marketing). Tapi ada ngga ya di oil&gas company ?
    Kalo ada dimana kira2 yang peluangnya lebih besar bagi S1 lulusan dlm negeri (Saya lihat umumnya marketing oil company mensyaratkan S2/MBA)

    Mohon masukan dan saran.

    Terima kasih.
    Salam,
    Taufik

    (Bapak2/Ibu2 yang paham, appreciate & terima kasih jika ada masukan dan saran)

    Suka

    • Mba juliann, saya mahasiswa teknik sipil yang kepengen masuk ke perusahaan oil&gas yg lmayan besar, nah kalau boleh tanya posisi apa yg sebaiknya saya apply apabila merupakan lulusan sipil?
      Dan posisi apa yg mba apply??
      Lalu adakah yg perlu disiapkan untuk dapat masuk ke perusahaan oil&gas besar (cth: chevron)
      Terimakasih banyak!

      Suka

  3. salam kenal pak wir,
    saya pembaca setia blog anda(cie..ile)…,oh ya saya mahasiswa teknik sipil UNSRI tingkat akhir.
    dari awal kuliah saya emng memiliki minat u/ kerja di bidang oil & gas, tapi agak kurang info apakah civil engineer bisa di tempat itu atau tidak.

    melalui tulisan yang bapak buat ini, makin membuka wawasan saya mengenai prospek kerja teknik sipil, makasih ya pak.

    @ u/ mas julian : mungkin bisa berbagi info & tips, sehingga bisa masuk di perusahaan yg c*****n itu, hehehe..(kalo berkenan sih mas.)

    Suka

  4. salam semua..
    saya senang membaca blog ini karena dapat mengarahkan kemana lulusan teknik sipil dapat ditampung. saya pernah bekerja di overseas, multinational company, dan local company untuk bidang sipil. Betul sekali engineer kita tidak kalah dengan engineer asing tapi terlihatnya setelah 6-12 bulan bekerja dalam team.

    Saya ingin memberi masukan agar engineer2 muda kita dapat langsung menonjol bila bekerja di overseas atau multinational co. marilah untuk para senior jadilah guru jangan jadi hakim, berikan wawasan dan ilmu serta bimbingan yang dapat menjadi bekal adik2 kita karena lewat merekalah nantinya engineer kita diperhitungkan dunia.

    untuk para adik2 tetap mempunyai idealis bahwa bangunan sipil harus sesuai dengan umur rencana dan kekuatan bangunan adalah yang utama sehingga jangan pernah membangun asal jadi dengan dalih ada maintenance. Selalu concern dengan keselamatan kerja, gunakan alat sesuai fungsinya, dan yang terpenting selalu mencari metode kerja yang tepat, cepat, ekonomis dan aman.

    Kelebihan engineer kita adalah semangat ingin belajar dan bisa, dinamis dan kreatif.

    Suka

  5. ass…..salam kenal semua untuk senior2 saya…..

    saya lulusan baru mau nanya info untuk kursus Geographic Information System Majoring Architecture and Civil (GIS) di JKT dimana ya….

    klo berkenan infonya boleh di email Pak Wir….

    terima kasih…

    wass

    Suka

  6. cuma ane yg paling bego disini..kerja jadi quality control structure di perusahaan main contractor besar di indonesia..gaji cuma seiprit..mana kalw pulang sampai pagi ngk dihitung lembur..:(..tapi walau dgn berdarah2 dan semangat hampir mw copot alias mw kendor saya jadi semangat lagi setelah membaca blog ini..moga saja otak & fisik saya masih kuat..thanks a lot bapak’e .. 🙂 GBU

    Suka

    • sama bos sama ane , tp tetap semangat …aku jg di waskita sebagai QC. Sekarng sdh di oleochemical. Lumayanlah dari pada lumanyun . Salam kenal

      Suka

  7. Dapatkah lulusan teknik sipil PEREMPUAN Bekerja di bidang oil n gas???Seperti apa prospek lulusan teknik sipil perempuan???ataukah hanya bisa menjadi seorang perencana????????

    Suka

  8. pak wir saya minta tolong. Berikan tips biar lulusan tek. sipil bisa kerja di oil and gas company

    trima kasih, tolong jawabany ya pak.

    Suka

    • Insyaallah sangat mudah kok kira kira sbb:
      1. Minimum TOEFL >512 atau setara dengan skor bhs inggris sekitar 75 -80 dalam skala umum.
      2. Pelajari buku-buku asing yg berhubungan dengan Oil&gas atau mining civil structure. Bisa dihunting di pertokoaan buku bekas dan foto copy di ITB bandung, buanyakkkkk banget
      3. Lebih memperdalam Konstr. Baja dan standarisasi Amerika dan eropa ( ACI , BS, LRFD, AISC DLL)
      4. Perdalam ilmu metode konstruksi Baja ( Steel const. method) karena umumnya pekerjaan Civil nya sangat kental dng konstr. baja
      5.Pelajari bidang ilmu Teknik Kelautan ( Prof. Bambang & Prof. Sudjono dll)
      Cukup berat memang, tapi pesan saya tidak ada yg berat di dunia ini, yg berat cuma melawan kemalasan diri setuju ????
      Cukup geluti 5 point itu lalu saya yakin anda diterima saat wawancara pada perusahaan Oil & gas amin
      Wasalam Eddy w (P. ewal)

      Suka

  9. terima kasih banyak pak….telah paparkan motivasi yang sangat bermakna bagi calon lulusan sarjana teknik sipil…karena sekarang ini saya masih ada pada tahap belajar di Institud Teknologi malang…..saya sangat bangga dengan motivasi bapa….termakasih banyak pak

    Suka

  10. Salam kenal Pak Wir, saya Rio, mahasiswa tingkat akhir Teknik Kelautan ITS.

    Saya sih tidak heran Pak, bahwa lulusan Teknik Sipil (sangat) bisa bekerja di bidang oil & gas. Karena memang pada dasarnya, pekerjaan membangun (construction) adalah cakupan kerja Teknik Sipil. Jadi tidak terkecuali konstruksi untuk bangunan lepas pantai. Meskipun kami yang dari Teknik Kelautan dikhususkan mempelajari tentang bangunan lepas pantai (seperti Jacket Steel Platform, dsb.) dan lebih familiar dengan struktur –struktur yang demikian, saya pribadi tetap mengakui bahwa lulusan Teknik Sipil lebih ahli untuk urusan perancangan dan konstruksi bangunan lepas pantai tersebut.

    Menurut saya, beberapa alasannya adalah karena pemahaman lulusan Teknik Sipil tentang ilmu struktur, struktur baja, dan manajemen konstruksi lebih dalam dibandingkan lulusan Teknik Kelautan (mungkin juga karena Teknik Kelautan hanyalah bagian atau pengembangan ilmu dari Teknik Sipil). Bagi kami mahasiswa atau lulusan Teknik Kelautan, jelas saja bekerja di industri oil & gas adalah tujuan utama. Namun Pak Wir, saya sendiri sebenarnya tertarik dengan pekerjaan teknik sipil, khususnya di bidang perancangan dan konstruksi bangunan gedung (utamanya high-rise dan/atau skyscraper, karena saya sangat tertarik dengan bangunan-bangunan tinggi). Nah, kalau banyak lulusan Teknik Sipil yang telah bekerja bertahun-tahun di bidang perancangan dan konstruksi bangunan gedung ingin beralih ke industri oil & gas, saya justru sebaliknya.

    Meskipun tujuan utama saya adalah industry oil & gas, saya berharap suatu hari bisa bekerja di bidang rancang bangun bangunan gedung. Pertanyaan saya Pak Wir, bisakah sarjana atau lulusan Teknik Kelautan bekerja di bidang perancangan dan konstruksi bangunan publik tersebut. Sebagai contoh, seorang lulusan Teknik Kelautan telah bertahun-tahun bekerja di bidang oil & gas, khususnya di bagian perancangan dan konstruksi bangunan lepas pantai, ingin beralih ke pekerjaan yang berkaitan dengan perancangan dan konstruksi bangungan gedung (bangunan publik). Entah itu sebagai konsultan perencana ataupun kontraktor pelaksana. Apakah bisa seperti itu?

    Terima kasih sebelumnya Pak Wir. Hormat saya.

    Suka

    • Sdr Rio,
      ketika anda katakanlah sudah bertahun-tahun menggeluti suatu bidang tertentu, lalu mau beralih ke bidang lain. Maka kata kuncinya adalah “maukah anda belajar lagi”. Jika ya, maka tentu saja tidak ada masalah.

      Semakin berbeda bidang yang menjadi tujuan kemudian, maka tentu semakin banyak hal yang harus dipelajari. Bahkan, pengalaman saya saja menunjukkan bahwa meskipun bidang ilmunya sama, yaitu teknik sipil, tetapi ternyata ketika berpindah dari dunia praktisi (perusahaan konsultan rekayasa) ke pekerjaan akademisis, ternyata perlu belajar lagi yang banyak.

      Belajar itu bisa formal maupun informal. Jika dunia akademik, maka belajar formal lagi adalah kewajiban, adapun di dunia praktisi maka belajar itu hasilnya perlu dibuktikan, bisa atau tidak. Begitu dik, komentar saya, semoga berguna.

      Suka

  11. pak, sy mw nanya nih, kalo dr teknik sipil
    ingin masuk dunia migas atw
    pertambangan, hrs ngambil sertifikasi
    apaan yah? trus klo ngelamar kerjaan nya
    bgs nya perusahaan yg mana, mengingat
    blm py pengalaman dlm dunia migas,
    sebelumnya suami ku sbgai consultan sipil,
    brpglmn 15thn di dunia sipil, high rise
    building, jalan raya dan jembatan,
    keahlian khusus di surveyor dan baja

    Suka

  12. salam kenal pak wir… ,,
    saya sudarto
    saya ingin membuka dunia saya,kebetulan saya merupakan mahasiswa dari UPI Bandung Kebetulan saya jurusan Pendidikan Teknik Sipil prodi Pendidikan Teknik Bangunan.kalau yang dibahas diatas merupakan teknik sipil murni (ST),nah bagaimana jika bukan dari teknik murni sperti saya, ( Pendidikan Teknik Bangunan S.Pd) apakah ada kesempatan untuk berkecipung di dunia Oil & Gas..?
    sebenarnya itu niat saya,sebelum saya menjadi tenaga pengajar…

    Suka

  13. salam kenal pak Wir dan yang lainnya,

    saya Giyanto
    saya lulusan teknik sipil UNSRI palembang tahun 2012, sekarang saya bekerja di perusahaan telekomunikasi.umur saya sekarang 26 tahun, apakah masih ada kesempatan buata saya untuk masuk ke dunia oil dan gas?apakah bisa diinfokan kalo ada lowongan ke email saya giyanto.halim@yahoo.com?

    Terima kasih banyak

    Suka

  14. salam hangat pak Wiryanto Dewobroto

    saya salah satu fans bapak pada seminar HASTAG dan sempat berfoto dengan bapak pada seminar tersebut

    saya juga salah satu penggemar dosen senior bapak Wiratman, saya pernah menjabat tangan beliau dan sempat foto bersama waktu ikut lomba KJI pertama kali di UI, sangat senang karena dia pengarang buku SAP yang pertama kali saya baca…. (Hahahaha )

    saya seorang alumni sipil yang berjenjang dari pendidikan STM kemudian kuliah di D3 dan sekarang melanjut Ke S1,

    karena saya rasa umur saya sudah terlalu tua untuk menyelesaikan kuliah di S1 yaitu memasukin umur 30 tahun, saya merasa minder untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dibidang teknik sipil,

    saya sangat tertarik dengan bidang oil dan gas, oleh karena itu saya menyambung kuliah S1 saya meskipun harus tamat dengan umur yang tua,

    untuk menunjang ketertarikan bidang oil dan gas, saya coba kembangkang softskill saya di bidang software seperti : ANSYS, Solid Works, AFES dan AMETANk sekarang coba coba dengan autodest invertor,,,,,,,

    tapi setiap saya lihat lowongan kerja pada oil dan gas, pasti selalu mentok dengan umur…

    bagaimana ya pak solusi dari bapak, terima kasih sebelumnya

    Irbar

    Suka

    • Rejeki tidak hanya di oil and gas. Jika anda selalu mengembangkan diri, dan juga selalu berusaha menunjukkan kompetensi yang anda punya, serta bertanggung-jawab dan bekerja dengan baik untuk setiap tanggung jawab yang diberikan maka saya suatu saat cita-cita anda akan tercapai. Semangat pak, belajar nggak ada batasannya.

      Suka

  15. Artikelnya membantu sekali pak, tapi masih agak bingung. Saya perempuan kuliah teknik sipil semester 5 dan rencana mau ambil fokus ke mata kuliah pilihan hidrologi. Apa bisa itu nanti masuk kerja ke migas? Kalo bisa kemungkinan bagiannya nanti dimana ya? Banyak ga sih perempuan yg kerja dimigas?

    Tolong bantuannya. Para senior2 yang bisa bantu saya untuk penjelasannya bisa email saya di pipitlarasati3@gmail.com

    Disukai oleh 1 orang

  16. Salam Pak Wir..
    saya mau tanya Pak, untuk bisa Bekerja di bidang Oil & Gas sertifikasi apa saja yang di butuhkan, kebetulan saya ambil jurusan yang berkaitan dengan Migas seperti jacket Platform Jek up dan beberapa jenis offshore lainnya juga suda sering mengikutu seminat tentang FPSO yang diadakan mahasiswa dari Naval engineering.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s